Cukup Itu Berapa?

31 10 2008

Alkisah, seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib. Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya. Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata “cukup”. Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan hidungnya. Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubug mungilnya untuk disimpan disana. Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya. Masih kurang! Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Belum cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah bisa berkata cukup.

Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata “cukup”. Kapankah kita bisa berkata cukup? Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya. Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih dibawah target. Istri mengeluh suaminya kurang perhatian. Suami berpendapat istrinya kurang pengertian. Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati. Semua merasa kurang dan kurang. Kapankah kita bisa berkata cukup?

Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya. Cukup adalah persoalan kepuasan hati. Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri. Tak perlu takut berkata cukup. Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya. “Cukup” jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandeg dan berpuas diri. Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang telah kita terima, bukan apa yang belum kita dapatkan. Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata cukup. Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia.





Saga Efektif Obati Sariawan

31 10 2008

Pernahkah Anda menderita sariawan? Hampir semua orang pernah mengalaminya. Bila menderita sariawan, rasanya sungguh menyakitkan. Apalagi bila mulut harus mengunyah makanan pedas, sariawan akan makin terasa perih. Jangankan untuk makan, untuk bicara saja sakit sekali.

Sariawan (stomatitis apthosa) adalah radang yang terjadi di daerah mukosa mulut, biasanya berupa bercak putih kekuningan dengan permukaan yang agak cekung. Jumlahnya bisa satu atau lebih. Yang diserang sariawan biasanya daerah mukosa pipi bagian dalam, bibir bagian dalam, lidah, gusi serta langit-langit dalam rongga mulut. Sariawan adalah jenis penyakit yang disebabkan oleh jamur pada mulut dan saluran kerongkongan.

Beberapa faktor pemicunya, antara lain menurunnya sistem kekebalan (imun) tubuh, alergi yang disebabkan oleh kopi, cokelat, keju, kacang-kacangan, buah jeruk, dan kentang. Selain itu, sariawan juga bisa diakibatkan oleh stres, virus (bakteri), luka pada mulut (tergores, tergigit atau lainnya), kurang nutrisi dan kesalahan penggunaan obat-obatan.

Salah satu jenis tanaman (obat herbal) yang bermanfaat untuk mengobati atau mencegah sariawan adalah daun saga (Abrus precatorius L). Daun saga, bagi masyarakat Indonesia, dikenal dengan banyak nama. Masyarakat Jawa menyebutnya saga telik/manis, di Aceh dinamakan thaga, saga areuy. Disebut juga saga leutik (Sunda), walipopo (Gorontalo), piling-piling (Bali), seugeu (Gayo), ailalu pacar (Ambon), saga buncik, saga ketek (Minangkabau), dan kaca (Bugis).

Daun saga termasuk jenis tumbuhan perdu dengan pokok batang berukuran kecil dan merambat pada inang membelit-beli ke arah kiri. Tumbuhan itu banyak tumbuh secara liar di hutan-hutan, ladang-ladang atau sengaja dipelihara di pekarangan.

Tanaman itu sangat majemuk, berbentuk bulat telur serta berukuran kecil-kecil. Tampilannya menyerupai daun tamarindus indica dengan bersirip ganjil dan memiliki rasa agak manis (biasa disebut saga manis). Saga juga memiliki buah polong berisi biji-biji yang berwarna merah dengan titik hitam mengilat dan licin. Sedangkan, bunganya berwarna ungu muda dengan bentuk menyerupai kupu-kupu, dalam dukungan tandan bunga.

”Daun saga berkhasiat untuk mengobati sariawan,” jelas Prof Dr Sumali Wiryowidagdo, Aptk, Kepala Pusat Studi Obat Bahan Alami Universitas Indonesia kepada Republika.

Selain itu, saga juga digunakan sebagai antiparasit, antiradang, meredakan batuk dan panas dalam, serta berguna pula untuk melancarkan peredaran darah. Dari sejumlah penelitian yang dilakukan, saga mengandung abruslactone A, methyl abrusgenate, abrusgenic acid, dan vitamin C. Selain itu, tanaman ini mengandung kadar glycyrhizin (glisirisin).

Cara penggunaan

Untuk mengusir sariawan, daun saga biasanya dipasangkan dengan daun sirih. Tujuannya supaya daya gempur terhadap sariawan semakin kuat. Walau demikian, daun saga saja juga diperbolehkan.

Sumali mengatakan, untuk mengobati sariawan, daun saga bisa dikunyah secara langsung. Apalagi, rasanya juga manis. Karena rasanya itu, kata Sumali, daun saga disebut juga dengan daun manis. ”Daun saga mengandung senyawa kimia antara 30-100 kali gula,” ungkapnya.

Selain dengan dikunyah, daun saga bisa juga dibuat ramuan untuk berkumur-kumur. Caranya, beberapa lembar daun saga dibersihkan dengan menggunakan air, lalu dijemur selama beberapa menit agar kelihatan agak layu. Setelah dibersihkan, daun saga bisa dikunyah langsung sampai halus, lalu kumur-kumur.

Cara lainnya, kata Sumali, ambillah sekitar 10 gram daun saga segar yang telah dicuci bersih, kemudian rebus dengan setengah liter air (atau sekitar dua gelas) hingga matang. Kemudian ambil daun saga setelah air rebusan tersisa setengahnya. Bisa juga ditambahkan kayu manis, daun sirih, gula batu atau madu secukupnya. Air rebusan inilah yang digunakan untuk berkumur-kumur selama beberapa saat. ”Air rebusan itu bisa disaring, kemudian diminum juga bisa,” terang Sumali.

Sumber : Republika





Nama, Hadiah Pertama Si Kecil

31 10 2008

Menanti sang buah hati adalah salah satu pengalaman menyenangkan sekaligus mendebarkan bagi calon orangtua. Termasuk memilih nama yang tepat bagi si kecil.

Memilih nama memang menyenangkan, meski kadang membuat orangtua bingung. Pasalnya, nama adalah hadiah pertama yang diberikan bagi sang buah hati yang akan digunakan selamanya. Sebaiknya proses mencari nama untuk calon bayi jangan hanya sembarangan dan asal pilih saja.

Nama merupakan persoalan penting. Meskipun William Shakespeare mengatakan,“What’s in the name, a rose is a rose“. Apalah artinya sebuah nama, setangkai mawar tetaplah mawar yang harum mewangi.

Pemilihan nama yang tidak biasa atau unik memang semakin banyak dilakukan oleh para pasangan muda saat ini.

Tengok saja pasangan Chris Martin dan Gwyneth Paltrow yang menamakan putrinya, Apple. Tak kalah unik, pasangan Arthur Ashe dan Jeanne Moutoussamy menamai anaknya, Camera. Nama Fuchsia menjadi pilihan Sting dan Trudie Styler untuk putrinya.

Dari pasangan selebritis Indonesia juga dapat ditemukan nama unik. Pasangan Melly Goeslaw dan Anto Hoed juga memilihkan nama unik bagai kedua putranya. Putra pertama pasangan ini dinamai Anakku Lelaki Hoed. Nama putra kedua pasangan Melly dan Anto juga tidak kalah unik yaitu Pria Bernama Hoed.

Selain itu, artis sinetron Lucky Hakim menamai putri pertamanya, Nokia Alike Putri Hakim. Yang artinya, bintang penghubung nan cantik. Dia menuturkan, ingin agar Nokia bisa menjadi penghubung ayah dan ibunya kelak.

“Kami mengambil nama Nokia bukan karena merek handphone, tetapi Nokia diambil dari bahasa Italia yang punya arti bintang penghubung,” jelas Lucky.

Menurut Penulis buku best seller Baby Name Book in the world, Bruce Lansky, beberapa orangtua menyesuaikan dengan memberi nama yang umum namun dimodifikasi dari pengucapapan atau ejaannya.

“Bahkan beberapa orangtua berusaha untuk mencari nama baru yang diperoleh dari tempat-tempat yang jauh,” ujar Lansky yang baru-baru ini merilis buku terbarunya Baby Names Around the World.

Dia menuturkan, saat ini perbedaan gender tidak lagi menjadi persyaratan mutlak untuk pemberian nama. Lansky mengungkap, tren yang terjadi ialah anak perempuan seringkali diberi nama yang biasanya diberikan nama anak laki-laki.

“Kini terdapat nama-nama yang dapat digambarkan sebagai nama androgini, yaitu nama yang dapat digunakan oleh anak laki-laki dan perempuan. Misalnya, nama seperti Terry, Chris, Dana dan Cameron,” paparnya.

Lansky menyarankan, untuk memilih nama anak sebaiknya kembali ke latar belakang yang paling fundamental, yang biasanya merupakan kebalikan dari pemberian nama sesuai tren.

“Pilihlah nama yang paling mudah diingat dan mudah diucapkan. Kemudian, pilihlah nama yang memiliki image positif dan tidak mudah untuk diejek. Serta, pilihlah nama panggilan yang disukai oleh orangtua,” saran Lansky.

Lebih baik berbagi pendapat dalam keluarga mengenai nama yang akan dipilih. Kemudian lihatlah respon ketika mereka mendengar nama tersebut.

“Pilihlah nama yang mendapat respon positif dibandingkan gumaman yang tidak senang,” tukas Lansky. (ri)

Tips Memilih Nama

Ada beberapa hal yang sebaiknya dipertimbangkan sewaktu orangtua memilih dan menentukan nama bayi, antara lain:

  • Pilihlah nama yang terdengar indah sewaktu diucapkan dan serasi dengan nama keluarga Anda, bila menggunakan nama keluarga dibelakang nama si kecil kelak.
  • Memilih nama yang unik tetap bagus asalkan tetap indah didengar, serasi dan mudah diucapkan. Unik tidak berarti menjadi nama yang terdengar aneh atau sulit diucapkan.
  • Memilih nama yang mengandung makna dan arti yang positif untuk kehidupan. Salah satu hal yang penting, jangan memberi nama yang mengandung arti dan makna buruk. Ingat nama tersebut akan dibawa selamanya oleh anak Anda.
  • Pilihlah nama yang mudah untuk mengambil nama singkat atau panggilan sehari-hari. Juga pilihlahnama yang mudah untuk diucapkan.
  • Pertimbangkn untuk memilih nama yang menunjukkan jenis kelamin yang jelas. Meskipun tengah tren memberikan nama yang dapat digunakan untuk pria dan wanita, sebaiknya Anda pertimbangkan lagi.
  • Tampunglah semua ide-ide nama yang ada dengan suatu daftar, bisa dari majalah, tv, atau keluarga dan teman Anda. Sebaiknya jangan membiarkan siapapun memaksa untuk memberikan nama yang Anda tidak suka.
  • Diskusikan bersama pasangan untuk memberi nama yang terbaik bagi si buah hati. Yang terpenting ialah kedua orangtua memilih dan memutuskan nama bayi yang disukainya.

Sumber : Republika





How To Love

31 10 2008

Love is a strange thing. It can be the most amazing feeling in the world, or it can really hurt, but in the end love is something most, if not all of us, will face. While there are many different ways to define love and there are many different ways to love someone (even yourself), here is a general guide to loving.

1. Say it.
When you say the words “I Love You,” do they carry it with them the desire to show someone you love them or do they carry it with them is it what you want to feel? And when you say it make sure you really mean it and are willing to do anything for that special person.

2. Empathize.
Put yourself in someone else’s shoes. Rather than impose your own expectations or attempt to control them, try to understand how they feel, where they come from, and who they are; and realize how they could also love you back just as well.

3. Love unconditionally.
If you cannot love another person without attaching stipulations, then it is not love at all, but deep-seated opportunism (one who makes the most of an advantage, often unmindful of others). If your interest is not in the other person as such, but rather in how that person can enhance your experience of life, then it is not unconditional. If you have no intention of improving that person’s life, or allowing that person to be themselves and accepting them as they are, and not who you want them to be, then you are not striving to love them unconditionally.

4. Expect nothing in return.
That doesn’t mean you should allow someone to mistreat or undervalue you. It means that giving love does not guarantee receiving love. Try loving just for loving’s sake. Realize that someone may have a different way of showing his or her love for you; do not expect to be loved back in exactly the same way.

5. Realize it can be lost.
If you realize that you can lose the one you love, then you have a greater appreciation of what you have. Think how lucky you are to have someone to love.

* It does not make you a bad person to desire someone else’s love, even if they do not love you. However, to truly love someone, you must let them be free. It is selfish to blame them for your feelings.
* There are many types of love, for example: a mother-son love is different from a best friend’s love, which is different from a romantic love. Don’t be ashamed to tell anyone that you love your friends as much as you love anyone else in your life.
* You have to find someone that will suit you, someone you feel comfortable with – not just someone to make love to.
* As a word, love can be found worldwide and is often used to describe compassion and/or emotional attachment. Accepting those you love for who they are is part of love. You also need to learn to accept yourself before you can accept another. If you cannot love your self, how are you to love another?
* Love genuinely. Do not compare your feelings now to what your feelings were when you were with another mate. At times, we can experience rejection.
* Realize that love is a feeling and attempt to assist, but ultimately, you are the one who must take action in order to discover love.
* Do things that make the other person feel good, but do not smoother them with gifts and attention.
* Consider some tips about what people in love do.
o People in love are sensitive to each other’s needs, and endeavor to meet them even when they do not feel like doing it.
o Men and women may be equal in value but different by nature.

People who truly are in love give their mates “space” to develop their potential and find their fulfillment in life.

Sometimes love is all we need
o Love does not brag. People who are truly in love refrain from rehearsing their good traits just to show off. Bragging in a relationship often is really defensiveness.
o People who are truly in love do not insist that their way is best and demand that their mates give in to them.
o People who are truly in love are considerate of each others feelings and courteous in their actions toward one another. Sadly sarcasm is a way of life for some couples. They ridicule each other, belittle each other and trade jibes with a fury. They may say it is all in fun, but it leaves wounds that will someday become festering sores.
o People who are truly in love look out for their mates’ best interests as much as their own. Those in love should be concerned not only about their own individual interests, but about the interests of the other as well.
o People who truly love control their anger when the other displeases them. We are all human, and all humans feel anger periodically, but we only express our anger in destructive ways when we counting on someone else to meet our needs.
o People who truly love each other do not take pleasure in their mates’ disappointments or failures.
o People who truly love each other treat their mates with absolute trust. Some husbands and wives torment themselves with groundless suspicions. If you look for trouble you will find it every time.
o People who truly love look forward to their relationship growing more meaningful and precious. They have hope. Which is an attitude that happily anticipates the good. It isn’t being blind and denies there are problems, but it does look beyond the problems. People who truly love each other do not allow their problems to rob them of their happiness.
* Remember there is no failure in love, because once you tell somebody who you love, that you love him/her, then you have already succeeded in love.

* You must love yourself before you can love another.
* There is always the risk of getting hurt, but that’s part of letting yourself fully love and trust some one. Being hurt could be long-lasting and could hurt more than anything in the world.
* Realize what you have while you have it, and care for the person you trust.
* If something comes to an end, try to let go rather than holding on; it’s for the best.
* The idea of love is fueled by childhood fantasies. The love shown in movies, as obtainable as it may be, is rare to say the least.
* You just may find your soul-mate sooner than you want to.
* If you feel any doubt of love your partner has for you, it is probably true. when you give and receive love 100%, you will have no doubt in your heart.
* Don’t ask for love – you should receive love because your partner wants to give you love – not because you want it from your partner.
* Do not force love – it will come in good time, it will come.

Believe. God will give you in best time. Learn to love your self and learn to love other in right way. Soon, you’ll find your soulmate.





Perlukah Bayi Dititipkan di Baby Day Care ?

31 10 2008

Di negara kita, kaum pria yang diberi cuti untuk mengurus bayi mungkin masih berada di awang-awang. Bahkan menjadi wacana pun belum pernah terdengar. Apa boleh buat, ketika akhirnya tidak ada orang yang dapat dimintai bantuan untuk merawat bayi, istri akhirnya berhenti bekerja.

Walau begitu, buat ibu bekerja yang ingin memastikan bahwa bayinya selamat sentosa, ada juga pilihan untuk menitipkan bayi di baby day care. Di Jakarta sendiri sudah ada beberapa baby day-care yang didirikan di dekat wilayah perkantoran. Umumnya, baby day-care yang baik bukanlah tempat penitipan anak semata, namun dilengkapi fasilitas serta program-program yang disusun sedemikian rupa sehingga memungkinkan anak bereksplorasi dengan aman. Kagan, seorang ahli psikologi perkembangan, mengemukakan bahwa umumnya anak usia 4 bulan sudah bisa dimasukkan dalam day-care center, seperti yang terjadi di Amerika Serikat.

Yang jadi pertanyaan sekarang, apakah memang perlu untuk menitipkan anak pada baby day care?

Bila melihat fakta bahwa ibu bekerja dan tidak ada famili yang dapat dititipi bayi, maka program ini tentu saja masuk akal. Namun kenyataannya, kecenderungan untuk menitipkan anak dalam program child day-care bukanlah disebabkan karena ibu  harus bekerja sepanjang hari, melainkan lebih banyak dipengaruhi oleh alasan trend saja. Tak jarang, bayi mungil dititipkan di tempat ini karena orangtuanya tidak mau repot mendidik atau mengajari beberapa keterampilan pada bayi mereka dengan harapan anak akan lebih pintar bila dididik oleh orang yang ahli.

Apakah sebenarnya kebutuhan bayi yang belum berusia setahun? Menurut  psikolog perkembangan yang lain, Erik Erikson, kebutuhan dasar anak pada masa bayi (baru lahir) sampai dengan kurang lebih 1 tahun adalah kebutuhan yang bersifat biologis dan psikologis.

Kebutuhan biologis mencakup makan, minum, pakaian, dan segala urusan pencernaan. Kebutuhan psikologis meliputi kebutuhan akan rasa aman, merasa diri dicintai dan diperhatikan, dan kebutuhan untuk dilindungi. Untuk itu, diperlukan figur orang tua dan pola pengasuhan yang konstan sehingga anak bisa memercayai dan meyakini bahwa orangtua selalu siap menanggapi kebutuhannya.

Jika ternyata dalam prosesnya terjadi hambatan yang menyebabkan hubungan antara keduanya terganggu, misalnya karena orang tua meninggal, terlalu sibuk, sakit, atau situasi apa pun yang menyebabkan terpisahnya hubungan antara anak dengan orang tuanya, maka sang anak akan berpikir bahwa dirinya tidak lagi dicintai. Anak berpikir begitu karena pola pikir mereka yang masih egosentris.

Menurut Erik, anak yang tidak mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang konstan di tahun pertama kehidupannya, akan tumbuh semacam rasa basic mistrust. Ia akan merasa kurang percaya diri (persepsinya mengatakan bahwa dirinya ditolak atau  diabaikan) dan kurang dicintai oleh orang tuanya. Anak tersebut juga akan tumbuh menjadi orang yang sulit mempercayai orang lain karena semasa kecilnya ia tidak menerima kehadiran orang tua yang konstan, stabil, dan predictable.

Masalahnya adalah, anak yang demikian nantinya mungkin akan berkembang menjadi anak yang bermasalah, misalnya, selalu harus menempel pada ibu, lebih suka menyendiri dari pada bermain bersama teman-teman yang lain, pemalu, minder, takut terhadap orang asing, terlalu sering menangis, dan berpotensi mengalami masalah dalam pelajaran sekolah.

Tapi, tak berarti dengan demikian baby day care bukan solusi. Sebab, ketimbang Anda mengambil risiko lebih tinggi dengan meninggalkan anak di rumah dengan pengasuh anak yang tidak terlatih dan tidak terpercaya, institusi ini boleh jadi merupakan suatu jawaban. Hanya, seperti juga memilih pengasuh, Anda perlu berhati-hati memilihnya. Carilah day-care yang benar-benar berkualitas, apakah sesuai dengan kebutuhan yang sedang dihadapi, dan apakah memang benar-benar dibutuhkan. Lihat juga apakah tempat terkait menunjukkan faktor kebersihan dan keamanan yang memadai. Selain itu, peraturan sebaiknya juga fleksibel, di mana Anda diizinkan untuk menelepon pengawas baby day care bila ingin mengecek kondisi anak.