Karir Mentok..Saatnya Rebranding

13 12 2008

Ingin sukses dalam pekerjaan? Bosan selalu jadi the invisible di kantor? Sudah saatnya Anda memaksimalkan daya jual dengan cara melakukan re-branding.

Seperti halnya sebuah produk yang penting, diri kita pun harusnya memilliki brand (citra) yang baik. Kalau selama ini brand yang melekat terlanjur biasa-biasa saja, maka Anda perlu merombak dan memperbaikinya.

Menurut Handito Hadi Joewono, dari Branding Indonesia, peran brand sangat penting bagi setiap orang, khususnya para karyawan. Antara lain membuat kita mudah dikenal dan bisa membangun citra perusahaan.

“Makin baik brand kita, makin luas networkingnya, kita bisa menjadi ambassador perusahaan, Pada akhirnya akan meningkatkan kepuasan pelanggan pada perusahaan,” papar Hadi.

Dengan kata lain, jika memiliki brand yang baik kita tak hanya makin dikenal tapi juga ikut berkontribusi pada perusahaan dalam hal pencapaian visi dan misi perusahaan. Hal ini tentu saja akan meningkatkan daya jual kita sehingga perusahaan akan melihat kita sebagai aset yang berharga. Ujung-ujungnya tentu saja kompensasi yang sesuai, baik berupa kenaikan jabatan atau gaji.

Untuk melakukan re-branding, menurut Hadi ada beberapa langkah yang perlu kita lakukan, yakni:

1. Perumusan

Pada langkah pertama ini kita perlu menentukan positioning yang ingin kita pilih. Maksudnya kita tentukan persepsi yang ingin orang lihat pada diri kita. Misalnya saja si pekerja keras, si suka membantu, dan sebagainya.

2. Brand Identity

Menentukan identitas berarti kita perlu memilih simbol-simbol yang konsisten sehingga identitas ini akan melekat pada diri kita. Simbol yang dimaksud di sini ada yang berupa fisik atau penampilan yang menjadi ciri khas, misalnya selalu mengenakan kemeja lengan panjang yang digulung.

Ada pula simbol yang non fisik, misalnya karakter atau perilaku, seperti humoris atau smart. Simbol non fisik juga termasuk nama panggilan. “Tentukan nama panggilan kita yang mudah diingat dan dikenal,” saran Hadi.

3. Komunikasikan

Setelah menentukan positioning dan brand identity, terakhir adalah mencari cara jitu untuk mempromosikan brand kita, baik di kantor atau di luar kantor. Hal ini bisa dimulai dari hal sederhana, semisal selalu menyebutkan nama kita saat bertemu klien. Layaknya sebuah produk, ia akan makin dikenal jika terus diiklankan.





Alasan Bergaji Tinggi

12 12 2008

Menurut US News, lupakan kerja keras karena ada hal-hal (di luar kehendak) yang membuat orang digaji lebih besar. Di antaranya:

1. Bertubuh tinggi

Menurut beberapa penelitian, orang bertubuh tinggi menghasilkan uang lebih banyak dari mereka yang bertubuh pendek.

2. Kidal

Aneh memang, tapi kenyataannya di Amerika kebanyakan orang bertangan kidal memiliki gaji lebih tinggi. Mungkin ini ada hubungannya dengan orang kidal lebih kreatif.

3. Berkelamin Lelaki

Masalah gender ini memang terjadi di mana-mana, bahwa lelaki umumnya berpenghasilan lebih besar daripada perempuan.

4. Status: Suami

Lelaki menikah dianggap lebih fokus pada pekerjaan dan tak repot mengurusi rumah tangga. Itu sebabnya, mereka lebih berprestasi dan mendapat gaji tinggi.

5. Perempuan Lajang

Begitu pula dengan perempuan lajang yang bisa bekerja lebih fokus dan lebih dari 40 jam seminggu (karena belum sibuk mengurusi suami dan anak).

6. Jenis Pendidikan

Menurut penelitian American Association of University Women Education Foundation, banyak perempuan lebih memilih bidang pendidikan, psikologi dan kesehatan yang tak memberi gaji sebesar ketimbang bidang teknik atau matematika yang banyak ditekuni lelaki.

7. Koneksi

Anda mungkin kenal baik dengan kepala divisi SDM/Personalia atau kepala divisi keuangan. Ini bisa saja mempengaruhi jumlah penghasilan yang Anda terima.

8. Bakat

Pada beberapa profesi, bakat juga berpengaruh. Seorang arsitek yang punya bakat besar, tentu bisa memberikan mutu kerja yang hebat pula.

9. Kerja Keras

Mengapa banyak orang bekerja lebih keras? Tentu dengan harapan mendapat kenaikan jabatan dan otomatis kenaikan gaji.





Menghadapi Boss Killer

12 12 2008

Punya bos killer? Jangan gampang ciut. Kunci menghadapinya, perkecil intensitas pertemuan.

1. Jadwalkan beberapa jam setiap harinya untuk membahas segala permasalahan dengan bos. Pagi hari merupakan waktu yang tepat, karena pikiran masih segar dan masih siap untuk menerima omelan.

2. Selain jam yang Anda jadwalkan, usahakan untuk tidak berinteraksi secara langsung. Anda bisa menghubungi atasan lewat telepon atau e-mail.

3. Laporkan perkembangan pekerjaan setiap beberapa jam. Jika atasan mengetahui perkembangan pekerjaan, tidak ada alasan bagi dia untuk meneror Anda.

4. Selesaikan tugas sesegera mungkin. Performa yang baik, efektif  meluluhkan hati atasan.

5. Perbaiki terus perilaku Anda yang kurang menyenangkan hati bos.

6. Bekerjalah dengan santai. Anggap saja omelan dari atasan memang bagian dari tugas. Terpenting, usahakan kinerja Anda tetap memukau.





Cara Tuk Bertahan di Masa Percobaan

10 12 2008

Biasanya, sebelum perusahaan merekrut seseorang menjadi karyawan, mereka memberikan masa percobaan. Masa percobaan biasanya menjadi masa yang kritis. Pada masa ini perusahaan akan mengamati dan menilai calon karyawan secara cermat dan menyeluruh, mulai dari cara kerja, kebiasaan hingga penampilan.

Berikut ini 10 strategi untuk bertahan di masa percobaan. Selamat berjuang!

1. Dua minggu pertama, berusahalah untuk berkenalan dengan rekan-rekan baru Anda. Jangan terpikir untuk menjadi seorang penyendiri. Sembilan puluh lima persen kegagalan di masa percobaan terjadi karena kandidat dinilai kurang mampu beradaptasi dengan sekitar. Penilaian itu bahkan kadang mengabaikan hasil kerja Anda. Jadi, bergaullah!

2. Pada paruh pertama masa percobaan, mintalah waktu pada atasan untuk membicarakan hasil kerja Anda selama ini. Jangan tunggu sampai atasan Anda yang mencari Anda untuk bicara. Bersikaplah aktif dan progressif. Atasan Anda pasti terkesan dengan semangat Anda.

3. Catat kegiatan kerja Anda sehari-hari. Bandingkan dengan job description yang diberikan bagian personalia pada Anda. Ini berguna, bila Anda menemukan bahwa ternyata tugas keseharian Anda tidak sesuai dengan jabatan Anda. Anda berhak untuk meminta kenaikan jabatan atau tambahan gaji, bila perlu.

4. Lakukanlah sesuatu yang di luar kebiasaan, namun berarti. Carilah proyek yang dapat membuat orang teringat bahwa itulah hasil karya Anda. Strategi ini akan segera meningkatkan nilai Anda di mata atasan. Proyek ini bisa sebatas departemen Anda, atau meliputi hal yang lebih dari itu.

5.Cermati cara orang bekerja sama di kantor Anda. Siapa yang menyelesaikan rantai pekerjaan pada tim tersebut? Pikirkanlah cara untuk menjadi bagian dari sinergi rantai pekerjaan tersebut, sehingga tanpa Anda, pekerjaan di kantor Anda tak akan dapat diselesaikan.

6. Cermati persaingan yang terjadi di antara rekan kerja. Perhatikan hal-hal yang terjadi di sekitar Anda. Kembangkanlah sayap jaringan Anda, bertukar informasi, majalah serta info internet terbaru. Nyalakan radar Anda. Intinya, jangan jadi orang yang paling akhir tahu.

7. Pancarkan sinar aura Anda. Perhatikan, nilai-nilai apa yang paling dijunjung tinggi oleh perusahaan Anda. Bila perusahaan menyadari apa kontribusi Anda, mereka tak akan melepaskan Anda. Buat perusahaanmu bangga karena Anda bekerja di sana.

8. Anggaplah semua orang sebagai klien. Berikan respon dan pelayanan yang terbaik.

9. Hidup seimbang. Tidur cukup dan gunakan waktu senggang untuk bersenang-senang. Dengan begitu, saat kembali ke kantor Anda selalu berada dalam kondisi yang prima.

10. Tentukan tujuan masa depan Anda. Apa yang ingin Anda perbaiki bila beberapa tahun ke depan Anda masih bekerja di perusahaan ini? Dalam setiap tugas yang Anda lakukan, anggaplah Anda sudah menjadi karyawan tetap di perusahaan ini. Itu akan menumbuhkan rasa memiliki Anda pada perusahaan dan Anda pasti semakin bersemangat dalam bekerja.





Di Balik Bahasa Diam Si Bos

10 12 2008

Bahasa tubuh seseorang bisa menggambarkan isi hatinya. Bila atasan tak banyak bicara, coba ungkap pesan yang ingin disampaikan lewat bahasa tubuhnya.

Melepas jam tangan

Bila saat presentasi, tiba-tiba atasan Anda melepas jam tangan dan meletakannya di tempat yang dapat terlihat oleh peserta rapat, ini berarti ia ingin menyampaikan pesan bahwa dirinya adalah orang yang sangat penting dan sibuk. Baginya, semua harus dimulai dan diakhiri tepat waktu.

Berdiri di balik podium

Ketika atasan berdiri di hadapan para karyawan, dan berbicara bahwa ia sangat menghargai kinerja para karyawannya, cobalah perhatikan sikap tubuhnya. Bila saat menyampaikan pesan atasan lebih memilih berbicara di balik podium, ini menunjukkan dia bukan orang yang terbuka dan defensif. Anda harus berhati-hati dalam menyampaikan kritikan kepadanya.

Menyilangkan lengan setelah bicara

Jika tangan atasan bergerak-gerak sebelum atau ketika ia berbicara, ini menandakan adanya keterbukaan dan keterusterangan. Namun, jika ia berbicara lebih dulu, setelah itu membuat gerakan-gerakan tertentu, seperti memasukkan tangan ke saku, atau menyilangkan kedua lengan di dada, ini menunjukkan ada sesuatu yang membuatnya ragu.

Menatap mata

Saat atasan menyampaikan sesuatu dengan menatap mata Anda, ini menunjukkan bahwa ia ingin Anda benar-benar memerhatikan apa yang ia sampaikan. Biasanya, ia akan melakukan gerakan ini untuk menyampaikan perubahan besar, peluang strategis, atau bahkan menyampaikan kabar buruk yang harus segera ditindaklanjuti.