Sikap Kerja Yang Tidak Disukai Atasan

18 02 2010

Oleh Freddy Liong, MBA, CBA

-         Kalau melakukan kesalahan, tidak cepat-cepat lapor ke atasan

Alasannya biasanya cukup klasik, yaitu takut dimarahi oleh boss. Cepat lambat pasti ketahuan juga dan akan dimarahi oleh atasan, maka sebaiknya, bertindak secara jujur dan gentle, dan jelaskan kesalahan anda apa adanya. Semakin jujur dan cepat mengakui, semakin baik.

-         Menolak tugas-tugas tambahan dari atasan

Kadangkala atasan akan menguji sejauh mana anda memiliki tingkat ketaatan yang tinggi. Sejauh mana kesiapan anda bersedia menolong beban kerja atasan. Sejauh mana juga, anda siap berkorban demi kesuksesan bagian yang dipimpin oleh atasan

-         Terlalu diam/terlalu cerewet

Pada umumnya atasan tidak suka terhadap karyawan yang terlalu diam, pasif, kurang inisiatif, takut salah mengutarakan pendapat, baru bicara kalau ditanya, dan kurang proaktif. Namun ekstrim selanjutnya kebanyakan atasan juga tidak suka dengan jenis karyawan yang banyak bicara tetapi tidak berprestasi, terlalu banyak kritik tetapi tidak punya way out, terlalu banyak mengeluh, tukang gosip, terlalu banyak becanda dan kurang mendengarkan orang lain

-         Yang ingin menonjolkan diri sendiri

Jenis karyawan seperti ini biasanya selalu memanfaatkan berbagai situasi untuk terlihat ”lebih” dihadapan atasan. Biasanya karyawan tipe ini selain akan dijauhi oleh para rekan kerjanya juga akan membuat si boss tarik nafas melihat ulah ”lebaynya”

-         Tipe orang yang bila diberi tugas ”nggak ngerti-ngerti aja”

Orang seperti ini akan bolak balik tanya pada si atasan tentang tugas yang harus dijalankan. Selain menyita waktu atasan, perilaku ini akan sangat menjengkelkan karena si karyawan terlihat tidak siap untuk tugas-tugasnya





Mencari Job Sesuai Kepribadian Anda

22 08 2009

Anda pasti setuju dengan pernyataan, bahwa untuk bisa total mengerjakan sebuah pekerjaan, harus mencintai pekerjaan tersebut. Namun, bagaimana bisa mencintai pekerjaan yang ada sekarang, jika sebenarnya pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan kepribadian?

Sama seperti ketika Anda mencari pasangan hidup, Anda menginginkan karier yang bisa cocok dengan karakter Anda, bukan berkonflik dengannya. Contoh, jika Anda adalah tipe orang yang aktif dan supel, Anda mungkin akan sulit untuk bekerja di balik meja seharian. Begitu juga sebaliknya, jika Anda adalah orang yang pemalu, Anda mungkin akan tak nyaman jika harus berhubungan dengan banyak orang. Begitu pun, jika Anda adalah orang yang lebih senang bekerja sendiri, pasti tak akan nyaman bekerja dalam sebuah tim.

Berikut adalah 6 tipe kepribadian beserta dengan pekerjaan yang sekiranya cocok dengan kepribadian tersebut. Namun, perlu dicatat, beberapa pekerjaan atau profesi yang tercantum memerlukan pendidikan, pelatihan, dan kualifikasi tertentu.

Artistik
Kepribadian semacam ini adalah mahluk kreatif sejak diciptakan. Mereka memiliki imajinasi yang sangat luas. Tipe semacam ini senang mengekspresikan dirinya melalui hasil karya. Mereka lebih nyaman bekerja tanpa aturan, dan senang bekerja yang berkaitan dengan bentuk, desain, warna, kata, dan pola. Profesi yang cocok untuk tipe kepribadian ini: editor, desainer grafis, guru drama atau kesenian, arsitek lanskap, pembuat produk, dan produser.

Konvensional
Tipe kepribadian semacam ini menyenangi segala hal yang konvensional, seperti aturan, prosedur, jadual, dan instruksi. Mereka senang bekerja dengan detail dan data ketimbang harus mengutarakan ide. Tipe semacam ini senang dengan rutinitas dan urutan, segala yang keteraturan. Tipe pekerjaan yang cocok untuk tipe semacam ini antara lain; akuntan, aktuaria, inspektur keamanan, keuangan, perencana keuangan, dan penulis teknis.

Wirausahawan
Tipe wirausahawan adalah orang yang pandai memimpin. Mereka jeli melihat sebuah hasil kerja dari awal hingga akhir, khususnya yang berhubungan dengan bisnis. Mereka tipe pelaku, bukan pemikir, dan lebih senang melihat “gambaran besar” ketimbang gambar-gambar kecil yang justru sebagai fondasi awalnya. Pekerjaan yang cocok untuk orang seperti ini adalah; agen sales di advertising, pekerja finansial, analisis manajemen, direktur program, dan sales manager .

Penyelidik
Tipe seperti ini senang bekerja sendiri, karena dia senang menyelidiki sesuatu. Mereka lebih senang menggunakan logika ketimbang imajinasi, menyelesaikan masalah dan misteri, menyatukan hal-hal yang tercerai seperti puzzle, presisi, dan ilmu pasti. Pekerjaan yang memerlukan atensi mendetail amat membuatnya merasa senang. Profesi yang tepat untuk tipe kepribadian seperti ini adalah; analis sistem komputer, pengurus perpustakaan, optometris, profesor ilmu alam, insinyur piranti lunak, dan pelaku statistik.

Realistik
Senang dengan hasil akhir, tipe ini adalah orang yang menyukai soal dan masalah yang harus dipecahkan. Mereka senang bekerja di luar ruang, bekerja dengan mesin, alat-alat berat, dan perhiasan. Profesi yang tepat untuk tipe realistis adalah ahli elektro, ahli nuklir, dokter gigi, dan ahli kunci.

Sosialis
Sosialis senang membantu orang lain dan bekerja di dalam tim. Mereka pandai berkomunikasi dan merasa nyaman dalam berinteraksi dengan orang lain. Mereka lebih baik bicara dengan orang lain ketimbang bekerja dengan mesin atau data. Pekerjaan yang terbaik untuk mereka adalah untuk membuatnya bertemu dengan orang lain, seperti pelatih pribadi, psikolog sekolah, bimbingan siswa, guru, dan motivator.





Karir Mentok..Saatnya Rebranding

13 12 2008

Ingin sukses dalam pekerjaan? Bosan selalu jadi the invisible di kantor? Sudah saatnya Anda memaksimalkan daya jual dengan cara melakukan re-branding.

Seperti halnya sebuah produk yang penting, diri kita pun harusnya memilliki brand (citra) yang baik. Kalau selama ini brand yang melekat terlanjur biasa-biasa saja, maka Anda perlu merombak dan memperbaikinya.

Menurut Handito Hadi Joewono, dari Branding Indonesia, peran brand sangat penting bagi setiap orang, khususnya para karyawan. Antara lain membuat kita mudah dikenal dan bisa membangun citra perusahaan.

“Makin baik brand kita, makin luas networkingnya, kita bisa menjadi ambassador perusahaan, Pada akhirnya akan meningkatkan kepuasan pelanggan pada perusahaan,” papar Hadi.

Dengan kata lain, jika memiliki brand yang baik kita tak hanya makin dikenal tapi juga ikut berkontribusi pada perusahaan dalam hal pencapaian visi dan misi perusahaan. Hal ini tentu saja akan meningkatkan daya jual kita sehingga perusahaan akan melihat kita sebagai aset yang berharga. Ujung-ujungnya tentu saja kompensasi yang sesuai, baik berupa kenaikan jabatan atau gaji.

Untuk melakukan re-branding, menurut Hadi ada beberapa langkah yang perlu kita lakukan, yakni:

1. Perumusan

Pada langkah pertama ini kita perlu menentukan positioning yang ingin kita pilih. Maksudnya kita tentukan persepsi yang ingin orang lihat pada diri kita. Misalnya saja si pekerja keras, si suka membantu, dan sebagainya.

2. Brand Identity

Menentukan identitas berarti kita perlu memilih simbol-simbol yang konsisten sehingga identitas ini akan melekat pada diri kita. Simbol yang dimaksud di sini ada yang berupa fisik atau penampilan yang menjadi ciri khas, misalnya selalu mengenakan kemeja lengan panjang yang digulung.

Ada pula simbol yang non fisik, misalnya karakter atau perilaku, seperti humoris atau smart. Simbol non fisik juga termasuk nama panggilan. “Tentukan nama panggilan kita yang mudah diingat dan dikenal,” saran Hadi.

3. Komunikasikan

Setelah menentukan positioning dan brand identity, terakhir adalah mencari cara jitu untuk mempromosikan brand kita, baik di kantor atau di luar kantor. Hal ini bisa dimulai dari hal sederhana, semisal selalu menyebutkan nama kita saat bertemu klien. Layaknya sebuah produk, ia akan makin dikenal jika terus diiklankan.





Alasan Bergaji Tinggi

12 12 2008

Menurut US News, lupakan kerja keras karena ada hal-hal (di luar kehendak) yang membuat orang digaji lebih besar. Di antaranya:

1. Bertubuh tinggi

Menurut beberapa penelitian, orang bertubuh tinggi menghasilkan uang lebih banyak dari mereka yang bertubuh pendek.

2. Kidal

Aneh memang, tapi kenyataannya di Amerika kebanyakan orang bertangan kidal memiliki gaji lebih tinggi. Mungkin ini ada hubungannya dengan orang kidal lebih kreatif.

3. Berkelamin Lelaki

Masalah gender ini memang terjadi di mana-mana, bahwa lelaki umumnya berpenghasilan lebih besar daripada perempuan.

4. Status: Suami

Lelaki menikah dianggap lebih fokus pada pekerjaan dan tak repot mengurusi rumah tangga. Itu sebabnya, mereka lebih berprestasi dan mendapat gaji tinggi.

5. Perempuan Lajang

Begitu pula dengan perempuan lajang yang bisa bekerja lebih fokus dan lebih dari 40 jam seminggu (karena belum sibuk mengurusi suami dan anak).

6. Jenis Pendidikan

Menurut penelitian American Association of University Women Education Foundation, banyak perempuan lebih memilih bidang pendidikan, psikologi dan kesehatan yang tak memberi gaji sebesar ketimbang bidang teknik atau matematika yang banyak ditekuni lelaki.

7. Koneksi

Anda mungkin kenal baik dengan kepala divisi SDM/Personalia atau kepala divisi keuangan. Ini bisa saja mempengaruhi jumlah penghasilan yang Anda terima.

8. Bakat

Pada beberapa profesi, bakat juga berpengaruh. Seorang arsitek yang punya bakat besar, tentu bisa memberikan mutu kerja yang hebat pula.

9. Kerja Keras

Mengapa banyak orang bekerja lebih keras? Tentu dengan harapan mendapat kenaikan jabatan dan otomatis kenaikan gaji.





Menghadapi Boss Killer

12 12 2008

Punya bos killer? Jangan gampang ciut. Kunci menghadapinya, perkecil intensitas pertemuan.

1. Jadwalkan beberapa jam setiap harinya untuk membahas segala permasalahan dengan bos. Pagi hari merupakan waktu yang tepat, karena pikiran masih segar dan masih siap untuk menerima omelan.

2. Selain jam yang Anda jadwalkan, usahakan untuk tidak berinteraksi secara langsung. Anda bisa menghubungi atasan lewat telepon atau e-mail.

3. Laporkan perkembangan pekerjaan setiap beberapa jam. Jika atasan mengetahui perkembangan pekerjaan, tidak ada alasan bagi dia untuk meneror Anda.

4. Selesaikan tugas sesegera mungkin. Performa yang baik, efektif  meluluhkan hati atasan.

5. Perbaiki terus perilaku Anda yang kurang menyenangkan hati bos.

6. Bekerjalah dengan santai. Anggap saja omelan dari atasan memang bagian dari tugas. Terpenting, usahakan kinerja Anda tetap memukau.








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.