Silent Killer

18 02 2010

Kanker? Penyakit yang mengerikan dan seringkali didengungkan dimana-mana. Menurut WHO, jumlah penderita kanker di seluruh dunia bertambah 6,25 juta orang tiap tahun. Dalam 10 tahun mendatang diperkirakan 9 juta orang akan meninggal setiap tahun akibat kanker. Dua pertiga dari penderita kanker berada di negara-negara berkembang. Penyakit kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker. Sel-sel kanker ini dapat menyebar ke bagian tubuh sehingga menyebabkan kematian.

Masyarakat seringkali menyebut kanker sebagai tumor, padahal tidak semua tumor adalah kanker. Tumor adalah benjolan tidak normal yang bukan radang. Tumor dibagi menjadi tumor jinak dan ganas. Kanker adalah istilah umum untuk semua jenis tumor ganas. Penyusupan sel kanker ke jaringan alat tubuh lainnya dapat merusak alat tubuh sehingga fungsi alat tersebut menjadi terganggu.

Kanker berpotensi menimpa semua orang dan pada semua golongan umur. Kanker dapat timbul pada pria, wanita maupun anak-anak. Umumnya sebelum kanker meluas/merusak jaringan disekitarnya, penderita tidak merasakan adanya keluhan/gejala lain, bila sudah ada keluhan/gejala biasanya penyakitnya sudah lanjut.

Pada stadium dini kanker tumbuh setempat. Jikalau ada benjolan/kelainan walau tidak dirasakan sangat mengganggu perlu diwaspadai sebagai kanker sampai terbukti bukan kanker. Ada 7 gejala yang perlu diperhatikan dan diperiksa oleh dokter untuk memastikan ada/tidaknya kanker yaitu :

-         Waktu buang air besar/kecil ada perubahan kebiasaan/gangguan

-         Alat pencernaan terganggu dan susah menelan

-         Suara serak/batuk yang tak sembuh-sembuh

-         Payudara/tempat lain ada benjolan

-         Andeng-andeng(tahi lalat) yang berubah sifatnya menjadi makin besar dan gatal

-         Darah/lendir yang abnormal keluar dari tubuh

-         Adanya koreng/borok yang tak sembuh-sembuh

Upaya pencegahan kanker dapat dilakukan dengan cara hidup sehat :

-         mengurangi makanan berlemak yang berlebihan

-         lebih banyak makan makanan yang berserat

-         lebih banyak makan makanan yang banyak mengandung vitamin A,C dan sayuran

-         mengurangi makanan yang telah diawetkan/disimpan terlalu lama

-         membatasi minuman alkohol

-         hindari diri dari penyakit akibat hubungan seks

-         hindari kebiasaan merokok

-         upayakan hidup seimbang dan hindari stress

-         periksakan kesehatan secara berkala dan teratur

Sebagian besar dari kanker dapat disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat, seperti kebiasaan makan tidak seimbang, kebiasaan merokok, kontak dengan sinar matahari yang berlebihan, berganti-ganti pasangan seks dan lingkungan hidup serta pekerjaan yang ada hubungannya dengan penyebab kanker.

Oleh karena itu, upaya mencegah kanker dan menemukan kanker pada stadium dini merupakan upaya yang penting karena disamping membebaskan masyarakat dari penderitaan kanker juga menekan biaya pengobatan kanker yang mahal. Mari kita bergaya hidup sehat sejak dini…





Stress Bisa Memperparah Alergi

16 12 2008

Tekanan kejiwaan dan kegelisahan dapat menyebabkan serangan alergi musiman semakin parah dan dapat mengakibatkan alergi menetap lebih lama, demikian menurut penelitian yang dipublikasikan Agustus lalu, dalam pertemuan tahunan American Psychological Association di Boston.

“Seseorang mungkin sedang mengalami masalah alergi pada dirinya serta merasa tertekan dan gelisah ketika alergi menyerangnya,” Dr. Janice Kiecolt-Glaser, professor of psychology and psychiatry di Ohio State University, Columbus menjelaskan dalam wawancara telepon dengan Reuters Health.

Untuk mengukur seberapa besar stress dan kegelisahan mempengaruhi penderita alergi, Kiecolt-Glaser dan koleganya melibatkan 28 pria dan wanita yang memiliki sejarah medis menderita alergi debu dan alergi musiman untuk bergabung dalam laboratorium studi.

Pada hari yang berbeda, relawan diperlakukan dalam kondisi stres ringan –membaca majalah dengan diam– dan kondisi stres yang benar-benar berat –dengan memberikan ceramah video tape selama 10 menit di depan sekelompok penilai perilaku dan mengerjakan soal matematika tanpa kertas atau pena di depan kelompok tersebut dan kemudian melihat penampilan mereka sendiri lewat videotape.

Para peneliti melakukan penilaian tingkat stres dan kegelisahan para relawan dan mengambil tes alergi standar dengan uji tusuk kulit (skin-prick test) sebelum dan sesaat setelah stress terjadi, demikian juga di hari berikutnya.

Kegelisahan yang mengikuti stress berat, dikatakan para peneliti, meningkatkan reaksi alergi melalui uji tusuk kulit (skin-prick test). Reaksi alergi ini nampak pada lengan bawah sebagai luka ringan atau luka gores semacam biduran atau kaligata.
Orang yang cukup stress dalam percobaan menderita bercak 75% lebih besar seusai mengalami stres berat dibandingkan dengan respon yang terjadi pada orang yang sama setelah keadaan stres ringan.

Orang dengan stres tinggi memiliki bercak dua kali lipat setelah mereka diberi tekanan dibandingkan ketika mereka tidak mengalami tekanan. Lebih dari itu, orang dengan stres tinggi ini nampak menunjukkan empat kali lipat bercak alergi sepanjang hari setelah kejadian stres berat.

Ini menunjukkan, kata para peneliti, bahwa orang dengan stres berat memiliki respon yang berkelanjutan dan menguatkan zat-zat penyebab alergi.

“Nampaknya stres mempengaruhi mereka hingga ke hari berikutnya,” jelas Kiecolt-Glaser.  Begitulah, menjadi stres nampaknya menyebabkan alergi seseorang memburuk pada hari berikutnya.

Menurut ahli immunologist Negara Bagian Ohio, Dr. Ronald Glaser, yang terlibat dalam studi ini, kegelisahan yang lebih parah terkait dengan meningkatnya produksi hormon stres dalam tubuh yang disebut catecholamines dan protein yang berhubungan dengan peradangan yang disebut interleukin6.

Dia berpendapat meningkatnya kedua komponen ini merupakan penyebab tertundanya reaksi alergi.

Respon alergi yang tertunda ini “benar-benar yang terburuk dari suatu alergi,” Kiecolt-Glaser menekankan, karena mereka secara khusus tidak responsif terhadap antihistamin.

Dia, menyarankan untuk tetap menjaga stres pada skala minimum, bila memungkinkan, selama periode alergi terjangkit





Demam : Kompres Dingin Atau Hangat ?

6 12 2008

Demam merupakan pengalaman yang sangat tidak menyenangkan. Akibat meningkatnya suhu tubuh, badan terasa tidak nyaman, kepala terasa nyeri, menggigil, makan tidak selera, tidur tidak nyenyak, gelisah karena semua posisi tubuh rasanya salah, dibawa nonton tv malah tambah parah, dibawa ngobrol tidak berubah. Kalau mau ditulis semua penderitaan yang dialami saat demam, daftarnya akan panjang sekali.

Semua kita akan sepakat, gejala sangat tidak nyaman tersebut harus segera hilang dari tubuh. Caranya ? Suhu tubuh harus diturunkan.

Untuk menurunkan suhu tubuh, kita boleh mengkonsumsi obat-obat penurun panas yang dijual bebas. Banyak macamnya, ada parasetamol, ibuprofen, dan ada yang tersedia sebagai kombinasi dengan obat batuk, obat pilek, atau dengan kafein yang membuat tubuh terasa segar.

Biasanya, setelah makan obat antipanas (antipiretik), demam akan turun. Tapi peperangan belum selesai kawan, penyebab demam harus ditemukan, kalau tidak, setelah efek antipanas hilang tubuh akan kembali demam.

Biang demam banyak jenisnya. Paling sering adalah infeksi dan letak infeksi ini bisa dimana saja di tubuh. Jika penyebab infeksi adalah bakteri atau parasit, obatnya antibiotik. Jika penyebabnya virus, obatnya perkuat daya tahan tubuh. Obat antivirus sebenarnya ada, tapi hanya untuk virus-virus tertentu seperti virus cacar air (asiklovir) dan virus flu (oseltamivir, yang belakangan digunakan juga untuk flu burung).

Dehidrasi juga dapat menyebabkan demam. Untuk mengatasinya, pemberian cairan yang cukup akan mengatasi gejala demam. Penyebab lain ada juga sih, seperti penyakit kolagen (Lupus Eritomatosus), kanker, dan metabolik (hipertiroid), tapi angka kejadiannya jarang.

Nah adakalanya demam membandel. Obat penurun panas sudah diberikan, demam hanya turun sebentar kemudian naik lagi. Sebaiknya jangan ambil resiko untuk memakan obat antipanas lebih sering dari yang dianjurkan. Biasanya, obat panas diminum selang 8 jam. Parasetamol misalnya, berefek merusak hati jika dikonsumsi berlebihan.

Jadi harus bagaimana? Kompres saja. Kompres walaupun kurang praktis dibanding obat obatan, tetapi efek sampingnya hampir tidak ada. Pertanyaannya, kompresnya pakai apa?

Secara logika, tubuh yang panas mesti didinginkan. Untuk mendinginkannya tentulah dengan sesuatu yang dingin, misalnya air dingin atau air es. Maka, moyang kita dulu, kalau mengompres selalu dengan air dingin atau air es. Kebiasaan ini juga sempat dianut oleh dunia medis.

Belakangan baru diketahui, bahwa tubuh tidak pasrah begitu saja menerima kenyataan meningkatnya suhu tubuh. Ternyata di salah satu bagian otak kita (hipotalamus) terdapat pusat pengatur suhu (termoregulator). Nah, jika suhu tubuh meningkat, pusat pengatur suhu ini berusaha menurunkannya. Begitu juga sebaliknya.

Itulah sebabnya, orang demam yang dikompres dengan air dingin atau es akan lebih demam saat kompres dihentikan. Karena saat dikompres air dingin atau es, pusat pengatur suhu menerima sinyal bahwa suhu di sekitar sedang dingin, dan tubuh harus segera di hangatkan. Jadi kontra dengan yang diharapkan.

Lain halnya jika dikompres air hangat. Pusat suhu akan menerima informasi bahwa suhu sekitar sedang hangat, segera turunkan. Inilah efek yang diharapkan. Untungnya lagi, saat demam kita memang merasa kedinginan walaupun tubuh kita panas. Kompres hangat membantu mengurangi rasa dingin dan menjadikan tubuh lebih nyaman.

Sumber : WartaMedika.com





Kanker Pankreas

4 11 2008

KANKER PANKREAS
Kanker pankreas merupakan salah satu jenis kanker yang sangat serius. Kanker pankreas berkembang ketika sel-sel kanker terbentuk pada jaringan-jaringan pankreas Anda. Pankreas Anda mengeluarkan enzim yang membantu pencernaan dan hormon-hormon yang membantu mengatur metabolisme karbohidrat. Tanda-tanda dan gejala-gejalanya mungkin tidak muncul sampai penyakit ini menjadi cukup parah. Pada saat itu, kanker ini sepertinya sudah menyebar ke bagian-bagian lain tubuh dan pengangkatan kanker dengan operasi sudah tidak mungkin lagi.

TANDA DAN GEJALA KANKER PANKREAS
Sakit pada perut bagian atas yang dapat menyebar ke punggung bagian tengah atau atas. Sakit ini bisa menjadi lebih parah ketika Anda makan atau ketika Anda berbaring. Kehilangan napsu makan dan kehilangan berat badan yang tidak direncanakan. Kehilangan berat badan terjadi pada kebanyakan jenis kanker sebab sel-sel kanker yang berbahaya dapat menghilangkan sel-sel nutrisi yang sehat, dan hal ini khususnya biasa terjadi pada kanker pankreas.

Kulit dan bagian putih mata berwarna kekuningan (jaundice). Selain itu, urine Anda akan menjadi berwarna cokelat gelap. Sekitar setengah dari orang-orang yang terkena kanker pankreas akan mengalami jaundice, yang terjadi ketika bilirubin – produk pecahan dari sel darah yang letih, terakumulasi dalam darah Anda. Secara normal, bilirubin akan diserap oleh empedu, tetapi jika tumor pankreas memblok aliran empedu, kelebihan bilirubin akan merubah warna kulit dan bagian putih mata Anda menjadi kuning.

Gatal. Pada kanker pankreas stadium lanjut, Anda mungkin akan merasakan rasa gatal yang hebat karena tingkat asam empedu yang tinggi terakumulasi pada kulit Anda.

Mual dan muntah. Pada kasus kanker pankreas yang sudah parah, tumor akan menghalangi bagian sistem pencernaan, biasanya bagian atas usus dua belas jari Anda, menyebabkan rasa mual dan muntah. Masalah pencernaan. Ketika kanker mencegah pengeluaran enzim di pankreas ke usus, Anda akan kesulitan mencerna makanan, khususnya makanan yang mengandung lemak tinggi. Hal ini juga bisa menyebabkan hilangnya berat badan secara signifikan.

PENYEBAB KANKER PANKREAS
Pertumbuhan sel diatur oleh DNA. Ketika DNA rusak, perubahan terjadi pada instruksi-instruksi setiap proses kimia di tubuh kita. Salah satu hasilnya adalah bahwa sel-sel akan mulai tumbuh di luar kendali dan akhirnya terbentuklah sebuah tumor – kumpulan sel-sel yang berbahaya.Para peneliti belum tahu secara pasti apa yang menyebabkan kerusakan DNA di banyak kasus kanker pankreas. Namun diketahui bahwa persentase kecil orang-orang terkena kanker pankreas adalah karena kecenderungan genetik. Dalam hal ini, resiko terkena kanker pankreas akan meningkat bagi mereka yang memiliki hubungan yang dekat dengan penderita kanker, seperti hubungan orang tua-anak dan hubungan saudara.

Walaupun begitu, hanya sekitar 10 persen kanker pankreas diakibatkan karena faktor keturunan.Jumlah yang besar penyebab kanker pankreas adalah karena lingkungan dan faktor gaya hidup, seperti merokok, makan dan unsur
kimia yang berlebihan. Kebanyakan kanker pankreas terjadi pada orang berusia 65 tahun ke atas. Faktor risiko penting lainnya termasuk:

Ras.
Orang berkulit hitam memiliki resiko lebih tinggi terkena kanker pankreas.Jenis kelamin. Lebih banyak pria yang terkena kanker pankreas dibandingkan perempuan.

Perokok.
Jika Anda merokok, maka Anda memiliki resiko terkena kanker pankreas dua sampai tiga kali lebih tinggi daripada mereka yang tidak merokok. Merokok mungkin merupakan faktor resiko terbesar yang diketahui menjadi penyebab kanker pankreas.

Metabolisme glukosa yang tidak normal.
Memiliki diabetes dapat meningkatkan risiko Anda terkena kanker pankreas. Perlawanan terhadap insulin atau tingginya tingkat insulin dapat juga menjadi faktor resiko kanker pankreas.Kerusakan pankreas yang menurun. Kemungkinan Anda terkena kanker pankreas akan meningkat jika Anda memiliki keturunan kerusakan pankreas yang kronis. Kelebihan berat badan. Orang yang berat badannya sangat berlebih atau obesitas memiliki risiko yang lebih besar terkena kanker pankreas daripada orang dengan berat badan normal.

Pola makan.
Pola makan yang mengandung lemak hewani yang tinggi dan sedikit buah-buahan dan sayur-sayuran dapat meningkatkan resiko terkena kanker pankreas.

Terkena zat kimia berlebih.
Orang yang bekerja dengan kandungan petrolium, termasuk gasolin dan unsur-unsur kimia lainnya, memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap kanker pankreas daripada orang yang tidak terkena unsur-unsur kimia tersebut.

KOMPLIKASI PANKREAS
Pankreas memroduksi sejumlah enzim yang berfungsi memecahkan makanan sehingga tubuh Anda dapat menyerap nutrisi yang terkandung dalam makanan. Tetapi tumor pankreas seringkali menghambat produksi atau penyaluran enzim ini. Akibatnya, tubuh Anda tidak bisa dengan mudah menyerap nutrisi, yang kemudian membuat Anda terkena diare dan kehilangan berat badan yang drastis. Komplikasi lainnya termasuk:

Masalah dengan metabolisme glukosa.Tumor yang memengaruhi kemampuan pankreas Anda memroduksi insulin dapat mendorong pada masalah dengan metabolisme glukosa, termasuk diabetes.

Jaundice, terkadang diikuti dengan rasa gatal yang hebat. Menguningnya kulit dan bagian putih mata Anda dapat terjadi jika tumor pankreas menyumbat saluran empedu Anda, pipa tipis yang membawa empedu dari liver ke usus dua belas jari Anda. Warna kuning berasal dari kelebihan bilirubin. Asam empedu dapat menyebabkan rasa gatal jika kelebihan bilirubin tersebut mengendap di kulit Anda.

Rasa sakit. Tumor pankreas yang besar akan menekan lingkungan sekitar saraf, menimbulkan rasa sakit di punggung atau perut yang terkadang bisa menjadi hebat. Metastasis. Ini adalah komplikasi paling serius dari kanker pankreas.

Pankreas Anda dikelilingi oleh sejumlah organ vital, termasuk juga perut Anda, limpa kecil, liver, paru-paru dan usus. Karena kanker pankreas jarang terdeteksi pada stadium awal, kanker ini seringkali menyebar ke organ-organ tersebut atau ke dekat ujung limpa.

PENCEGAHAN KANKER PANKREAS
Walaupun tidak selalu mungkin untuk mencegah kanker pankreas, gaya hidup dapat membantu mengurangi resiko Anda: Berhenti merokok. Asap rokok mengandung karsinogen yang dapat merusak DNA yang mengatur perkembangan sel.Jaga berat badan sehat Anda. Kelebihan berat badan dapat
meningkatkan resiko terkena kanker pankreas. Namun, tetap jaga pengurangan berat badan tersebut agar tidak kehilangan berat secara drastis dalam waktu yang singkat. Lakukan perlahan-lahan dengan 30 menit atau lebih olahraga aerobik, seperti berjalan, jogging, atau bersepeda.Berolahragalah secara teratur. Para ahli percaya bahwa melakukan olahraga yang cukup setiap minggu dapat mengurangi resiko Anda terkena kanker pankreas.Makan makanan yang sehat. Pola makan yang kaya akan buah-buahan dan sayur-sayuran dan rendah lemak hewani dapat mengurangi resiko Anda terkena kanker pankreas.





Terlalu Berlebihan Minum Kopi, Hati-Hati Kanker Pankreas

4 11 2008

Letak Pankreas berada di rongga perut bagian belakang, jika terjadi perubahan patologis tidak mudah diketahui, pada umumnya ketika diketahui timbul gejala penyakit kanker pankreas, namun sudah merupakan tahap lanjut, baru-baru ini seorang wanita di Rumah Sakit Tai Cung tidak ada catatan sejarah penyakit apa pun, hanya menjadi ketagihan terhadap minum kopi, hampir sebulan ini tidak nafsu makan, berat badan tiba-tiba menurun 8-9 kg, awalnya dikira penyakit usus dan lambung dan dibawa ke dokter, namun belakangan baru dipastikan adalah penyakit kanker pankreas, tidak bisa dieksisi (potong) dan harus menjalani kemoterapi dan terapi sinar radioaktif.

Kepala bagian penyakit hati, empedu, usus dan lambung rumah sakit Taiwan yakni dr. Xia Xin Xian menunjukkan, bahwa pada umumnya penderita penyakit kanker pankreas lebih banyak diderita laki-laki, adalah 1,5 kali lipat dari wanita, sebab utamanya adalah terlalu berlebihan merokok dan minum arak dan berlebihan menyerap lemak, namun hasil penelitian ilmu kedokteran di luar negeri baru-baru ini juga ditemukan, bahwa terlalu berlebihan minum kopi, mungkin akan mengidap penyakit kanker pankreas, dan seorang penderita wanita yang belakangan ini suka minum kopi, sepertinya telah membuktikan hasil penelitian tersebut.

Dokter juga mengatakan, bahwa kanker pankreas sulit diketahui, adalah pembunuh yang tersembunyi, sebagian besar penderita ketika diketahui mengidap penyakit ini, namun sudah merupakan tahap lanjut, tidak bisa dilakukan pembedahan, hanya bisa dengan cara kemoterapi dan terapi sinar radioaktif untuk memperpanjang usia.








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.