Sang Buah Hati Masih Mengompol? Tak Perlu Cemas…

3 09 2008
Sang Buah Hati Masih Mengompol? Tak Perlu Cemas…


Mengompol sering kali dialami oleh anak-anak dibawah usia 4 atau 5 tahun. Pada usia tersebut, anak belum bisa mengontrol kandung kemihnya sehingga rasa ingin buang air kecil timbul tiba-tiba dan anak tersebut mengompol, tanpa disadari oleh orangtua atau orang disekitarnya terlebih dahulu. Maka wajar saja jika orangtua atau kerabat, saat sedang menggendong atau memangku anak, tiba-tiba merasa ada sesuatu yang membasahinya dan itu tidak lain bahwa anda diompoli oleh sang anak.

Tidak jarang pada anak yang sudah berusia diatas 5 tahun, mereka masih mengompol. Hal itu dikarenakan anak pada usia tersebut belum bisa konsisten untuk tidak mengompol lagi. Jika hal itu terjadi pada buah hati anda, sebaiknya tidak perlu panik atau bahkan sampai memarahi anak, karena butuh proses dan kesabaran untuk menghilangkan kebiasaan anak yang mengompol. Untuk itu anda bisa melakukan beberapa langkah seperti dibawah ini:

*

Ajarkan kepada anak untuk mengatakan jika ia ingin buang air kecil supaya orang dewasa didekatnya (orangtua, keluarga atau pengasuh) bisa mengantarkan ke toilet dan anak tidak pipis disembarang tempat.

*

Hindarkan anak dari minuman yang bersoda, karena soda memicu anak untuk sering buang air kecil.

*

Jangan ajarkan anak untuk selalu bergantung pada popok, karena jika anak terus dikenakan popok dalam aktivitasnya dan pada saat tidur, anak tidak akan belajar untuk percaya diri dalam menggunakan toilet saat ingin buang air kecil.

*

Pada malam hari sebelum tidur, pastikan anak sudah dalam keadaan bersih dan sudah buang air kecil terlebih dahulu sebelum naik ke tempat tidur dan batasi pula pada anak untuk banyak minum air mineral dimalam hari

*

Ajaklah anak anda dalam pembicaraan ringan dan santai untuk membahas kebiasaan ngompolnya yang belum berhenti. Dengan demikian akan terjadi pembahasan dua arah antara anda dengan sang buah hati untuk menyampaikan segi negatif dari mengompol dan mencari solusinya. Namun jangan sampai membuat anak tertekan dengan pembicaraan tersebut.

Sumber : http://www.hanyawanita.com/_mother_child/parenting/article.php?article_id=8459


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: