Sering Kerja Lembur = Workaholic

4 09 2008

Sering kerja lembur, mengerjakan tugas kantor di rumah, khawatir dipecat karena kurang kerja keras, serta hubungan yang minim dengan keluarga merupakan beberapa indikasi dari workaholism atau “ketagihan” kerja.

Pegawai di Jepang adalah contoh ekstrem pekerja workaholic yang menghabiskan 12 jam sehari untuk mengerjakan tugas kantor. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang memang tertinggi di dunia (2.450 jam per tahun). Padahal, bekerja lebih dari 40 jam per minggu saja sudah diindikasikan sebagai workaholic.

Workaholism di Jepang bahkan begitu seriusnya hingga menyebabkan kematian. Mereka menghabiskan berjam-jam mengerjakan tugas kantor sehingga menimbulkan efek samping seperti kelelahan, stres, kurang tidur, serangan jantung, bahkan stroke. Perdana Menteri Jepang Keizo Obuchi adalah salah satunya. Dia terkena stroke dan meninggal karena bekerja kelewat keras.

Di kota besar seperti Jakarta, sering pekerja workaholic tidak sadar bahwa mereka sudah “ketagihan” kerja karena tingginya tuntutan kantor terhadap pegawainya. Mereka terbiasa bekerja keras sampai tidak bisa lagi menyeimbangkan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan. Bukan lagi bekerja untuk hidup, tapi hidup untuk bekerja.

Jika pekerjaan anda sering menyebabkan stress atau penyakit, itu mungkin pertanda anda terkena efek workaholic. Cepat cari solusinya sebelum terkena efek yang lebih parah.

Sumber: Dexton Indonesia – Majalah Online untuk Pebisnis Pemula

http://www.dexton.adexindo.com


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: