Menjadi Tempat ‘Curhat’ Tanpa Terlarut

6 09 2008

Anda bermaksud menjadi ‘dewa penolong’ ketika teman terjerat masalah. Anda menjadi tempat curhatnya dan juga ikut memikirkan solusinya. Tapi sayangnya, Anda ikut tenggelam dalam masalah yang seharusnya tak perlu. Belum lagi jika saran yang Anda berikan ternyata justru memperburuk keadaan sang teman. Akibatnya Andapun merasa lelah lahir batin gara-gara jadi ‘psikolog amatir’.

Simak 5 trik cerdik berikut agar Anda tidak ikut menjadi stres karena tengah menolong menyelesaikan masalah seorang teman.

Mendengar Yes, Tertarik No

Saat ia bercerita, sediakan telinga Anda selebar mungkin tetapi tidak usah terlalu banyak menyela dan bertanya ini-itu. Biarkan ia mengungkapkan apa yang tengah menimpa dirinya. Tunjukkan lewat ekspresi wajah dan sikap tubuh bahwa Anda di sini untuk dia. Dalam keadaan seperti ini, ia hanya ingin didengar dulu untuk meringankan bebannya. Anda tak perlu buru-buru ‘masuk’ ke dalam permasalahannya.

Tak Perlu Merasa Bersalah

Berhati-hatilah menampung terlalu banyak masalah orang lain, bisa mempengaruhi emosi dan pikiran Anda. Ketika Anda memberikan saran atau solusi, maka ada beberapa kemungkinan. Keadaan semakin membaik, semakin memburuk atau saran yang Anda berikan dipersepsikan berbeda sehingga solusi yang diambil salah. Jika itu terjadi, Anda tidak perlu merasa bersalah karena Anda bukanlah psikolog profesional yang ahli dalam memberikan solusi yang tepat atas semua jawaban dari masalah orang lain. At least you tried!

Empati Dan Simpati Yang Proporsional

Menjadi tempat ‘curhat’ membutuhkan rasa empati (pengertian terhadap perasaan, kebutuhan dan penderitaan pribadi orang lain), tanpa melibatkan sikap emosional atau simpati yang berlebihan.

Luangkan Waktu Untuk Diri Sendiri

Awalnya Anda memang excited ketika orang lain menumpahkan perasaannya pada Anda. Timbul rasa dibutuhkan dan dipercaya. Namun ketika sms Anda selalu penuh dengan keluh kesah sang teman, bisa dipastikan Anda mulai merasa jenuh. Jika ini mulai mengganggu, bukan kewajiban Anda untuk terus menomorsatukan dirinya. Prioritaskan apa yang paling penting dulu, baru ladeni ia (itupun jika Anda mau melakukannya tidak dengan terpaksa). Bila tak ingin diganggu, matikan telepon saat Anda butuh istirahat. Pakailah waktu untuk diri sendiri dengan melakukan hobi Anda misalnya.

Jangan Jatuh Iba

Jangan terlalu terpengaruh dengan masalah sang teman sehingga Anda sampai begitu jatuh iba padanya. Anda hanya perlu memberikan tanggapan positif ketika ia selesai bercerita seperti tersenyum, memeluknya atau melontarkan lelucon agar suasana menjadi lebih ceria.

Sumber : http://www.jawaban.com


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: