10 Resep Membuat Suami Betah di Rumah

16 09 2008

Membuat suami betah di rumah memang harapan setiap isteri. Kalau tak tahu resepnya, maka suami akan lebih memilih menghabiskan waktu di luar rumah ketimbang bersama isteri dan anak-anaknya. Nah, setelah mendengar pendapat dari para suami, inilah ringkasannya:

  • Rumah bersih
    Para suami sepakat ketika pulang kantor dan mendapatkan rumah dalam keadaan bersih, maka suasana hati pun menjadi nyaman. Beda jika melihat keadaan rumah porak poranda seperti kapal pecah, maka kepala jadi pusing dan memicu kemarahan.
  • Isteri bersih dan menarik
    Akan lebih baik kalau isteri berpenampilan menarik. Tidak menor tetapi juga tidak memakai daster atau baby doll melulu. Anak-anak juga perlu dijaga penampilannya, tidak kusut dan awut-awutan.
  • Makanan enak
    Alasan ini disepakati oleh para suami. Kalau makanan tak enak, maka suami cenderung makan diluar. Makanan enak tak harus mahal tetapi bisa juga murah asal sesuai dengan selera suami.
  • Tidak ada ketakutan & kecemburuan
    Tidak adanya ketakutan pada isteri ketika telat pulang ke rumah atau isteri yang mengomel ketika suami pulang dari kantor akan membuat suami merasa “welcome” di rumah mereka sendiri.
  • Tidak ada pertengkaran
    Para suami juga sepakat jika ada masalah dengan isteri harus diselesaikan dalam waktu sesingkat-singkatnya. Hal ini menghindari efek buruk di hari-hari berikutnya yang membuat suami malas berlama-lama di rumah.
  • Isteri peduli
    Di balik kekuatan seorang pria, mereka membutuhkan perhatian dari pasangannya. Suami akan merasa senang jika sesekali isterinya bertanya tentang pekerjaannya di kantor dan memuji keputusan-keputusan yang diambilnya.
  • Cinta isteri
    Yang pasti alasan inilah yang membuat para suami betah di rumah, isteri yang selalu menyenangkan suaminya akan semakin cinta dan membuat para suami ingin selalu berada di dekat isteri dan keluarganya sepanjang hari.
  • Tidak dibebani dengan tugas-tugas rumah tangga
    Para suami juga sepakat untuk membagi tugas rumah tangga dengan pasangan atau anggota keluarga lainnya. Bayangkan saja, bagaimana jika setiap hari sepulang kantor, suami masih dituntut untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah seperti menyapu, mengepel, atau mencuci pakaian karena tidak ada yang melakukannya di rumah. Wah…bisa pusing tuh…
Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: