Lama Pacaran Tak Jamin Awetnya Pernikahan

18 09 2008

HUBUNGAN asmara yang telah terjalin sekian lama ternyata tak dapat memastikan ikatan pernikahan berjalan selaras.

Banyak kasus yang menunjukkan kondisi tersebut lantaran pasangan yang telah lama berpacaran itu saling memaksakan ketidakcocokan di antara keduanya. Mengenai hal itu, psikolog Rudangta Arianti Sembiring membenarkannya.

“Banyak kasus pasangan yang telah lama berpacaran setelah menikah tidak dapat mempertahankan hubungan. Dari beberapa kasus yang terjadi, pada dasarnya mereka sudah menyadari bahwa saat keduanya pacaran telah merasakan tidak adanya ketidaksesuaian antara satu sama lain,” papar Rudangta kepada okezone saat dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu (17/9/2008).

Menurut psikolog yang concern dengan psikologi anak ini, kondisi memaksakan untuk menikah saat keduanya saling tidak cocok dilandasi alasan terbentur keluarga besar.

“Hubungan yang sudah lama tentu melibatkan keluarga, jadi sulit sekali bagi mereka menolak untuk melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan. Akhirnya mereka jalan terus, tetapi justru setelah menikah semakin intensif dan membuat satu sama lain semakin tak dapat mengelak bahwa di antara keduanya sudah tidak ada ketidakcocokan. Dengan demikian, perpisahan (perceraian) adalah jalan terbaiknya,” papar psikolog lulusan Universitas Padjajaran itu.

Tak hanya itu saja, menurut psikolog dari Universitas Kristen Satya Wacana ini alasan lain yang membuat mereka memutuskan untuk menikah ialah karena keduanya malas untuk memulai hubungan yang baru dan harus beradaptasi dengan pasangan barunya itu.

Nah sebelum memutuskan untuk segera menikah kendati tidak ada kecocokan, maka Anda dan pasangan harus segera mengkaji kembali tujuan hidup. Bila pernikahan memang dirasa memang jalan terbaik, maka cara terbaik yang harus ditempuh ialah saling belajar.

“Inti dalam sebuah hubungan adalah saling belajar. Melalui belajar Anda dan pasangan dapat saling beradaptasi. Dengan begitu adanya keanehan atau ketidakcocokan itu dapat diatasi,” beber ibu satu anak ini.

Menurutnya lagi, setelah dapat saling menyesuaikan diri, Anda dan pasangan harus dapat pula mengikuti perubahan yang terjadi dengan berusaha untuk selalu saling berbagi waktu.

“Tak ketinggalan ialah komunikasi. Suatu hubungan tak akan berjalan mulus tanpa adanya komunikasi yang baik. Untuk itu, saat dirasa perlu untuk memperbaiki hubungan dengan melakukan perbaikan komunikasi, maka lakukanlah untuk mendapat jalan terbaik,” pungkasnya.

Sumber : okezone

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: