Apakah Soulmate Benar-Benar Ada?

1 10 2008

“Pernikahan yang baik bukanlah saat 2 orang yang sempurna tinggal bersama, tapi saat 2 orang yang tidak sempurna belajar menikmati perbedaan mereka.” -Dave Meurer.

Sayangnya, banyak orang mempunyai kriteria yang aneh dalam memutuskan siapa yang akan mereka nikahi. Mereka mempunyai beberapa kriteria karakter tentang Mr. atau Miss. Right. berapa sering Anda mendengar seseorang berkata, “Aku menikah karena aku telah menemukan pasangan jiwaku”?

Dia mengenal kepribadianku
Meskipun tidak pernah didefinisikan secara resmi dalam buku manapun, istilah “soulmate” digunakan oleh banyak orang seolah-olah kita semua memiliki pengertian yang sama. Beberapa definisi dari “soulmate” adalah seseorang yang…
Mempunyai latar belakang yang sama dengan Anda.
Berpikir seperti Anda.
Mengerti tentang Anda.
Mengenal Anda bahkan sebelum dia benar-benar mengenali Anda.
Mengenal Anda lebih baik daripada Anda sendiri.
Anda sudah bisa berbicara panjang lebar dengannya bahkan saat pertemuan pertama.
Mempunyai ketertarikan dan hobi yang sama dengan Anda.

Yang lain mengatakan bahwa “soulmate” itu…
Dapat melihat sampai ke hati Anda yang paling dalam.
Seperti setengah dari bagian diri Anda.
Pasangan yang sangat cocok untuk Anda.
Seperti kembaran Anda atau lawan Anda.
Adalah satu-satunya pasangan yang paling tepat untuk Anda.
Dengan cepat bisa terhubung dengan Anda.

Jika Anda berpikir bahwa hanya ada 1 orang di luar sana yang benar-benar tepat bagi Anda, Anda akan lebih tergoda untuk cepat-cepat menikah saat Anda mengira Anda telah menemukan orang itu. Ada banyak bukti bahwa kenyataannya ada beberapa orang di dunia ini yang dapat menjadi pasangan yang tepat bagi Anda. Resiko dari berpikir sebaliknya adalah, saat Anda yakin Anda telah menemukan sang pasangan jiwa, Anda mengabaikan semua kepekaan dan akal sehat, serta termotivasi untuk segera menikahi orang itu. Beberapa orang percaya akan adanya pasangan jiwa karena pengalaman masa lalu mereka, “Hubunganku dengan mantanku tidak berhasil karena dia bukan soulmate-ku… sekarang aku akan berusaha menemukan pasangan jiwaku yang sesungguhnya…”

Karena Anda percaya bahwa ada yang namanya pasangan jiwa di dalam “dunia” Anda, Anda mempunyai beberapa dugaan dalam pikiran Anda. Beberapa orang mencari lawan jenis yang mirip dengan mereka. Yang lain percaya bahwa seseorang itu adalah pasangan jiwanya jika si lawan jenis mempunyai kesamaan latar belakang, pemikiran, dan sudut pandang. Yang lain lagi masih percaya bahwa mereka akan secara intuitif mengenali pasangan jiwa mereka melalui “ketersambungan” mereka dengan lawan jenis mereka. Kenyataannya, mempunyai banyak kesamaan atau kemiripan memang sangat relevan dalam sebuah pernikahan yang sukses. Namun masalahnya muncul ketika Anda menjalankan misi untuk menemukan seseorang yang mempunyai satu atau beberapa kemiripan atau karakter tertentu, dan Anda menganggapnya sebagai tanda untuk menikah.

Berusaha menemukan pasangan yang tepat adalah permulaan yang bagus, tapi seseorang itu mempunyai banyak sisi. Anda tidak bisa menilai seseorang itu tepat untuk Anda hanya karena dia mempunyai beberapa kesamaan atau kelihatannya begitu “tersambung” dengan Anda. Anda membutuhkan waktu untuk mempelajari dan mengenali semua aspek lainnya, seperti perbedaan-perbedaan di antara Anda, kebiasaan dan keunikan yang dimilikinya, nilai-nilai hidupnya, mimpi dan tujuannya, pendapatnya, kecocokannya dengan Anda dalam area-area tertentu, dan lain-lain. Jangan terjatuh dalam jebakan “mentalitas soulmate” dan mengira bahwa seseorang adalah pasangan jiwa Anda hanya berdasarkan kesan-kesan semata.

Pandangan bahwa dua orang yang hanya mempunyai setengah (masing-masing belum utuh) akan menjadi utuh setelah mereka bersatu, juga banyak menipu orang. Bayangkan saja seperti 2 gelas yang masing-masing hanya berisi air setengahnya. Untuk membuat 1 gelas penuh, 1 gelas lainnya harus menjadi kosong. Mereka tidak menjadi utuh. Hanya 2 orang yang utuh-lah yang akan tetap utuh saat mereka bersatu. “Utuh” di sini dapat meliputi: sehat secara mental, sudah menutup lembaran hubungan sebelumnya dan siap membuka lembaran baru, sudah pulih dari luka-luka batin masa lalu dan masalah emosional yang berat, dan lainnya. Intinya, seseorang yang utuh mengetahui siapa dirinya di dalam Kristus, mengetahui bahwa dia ada di dunia ini untuk suatu tujuan, dan menempatkan Tuhan sebagai Sumber utama dalam hidupnya.

Sumber : jawaban


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: