Mitos Dalam Pernikahan

5 10 2008

Tidak mudah memang mengambil keputusan untuk menikah. Selain diperlukan sikap dewasa dan tanggung jawab yang besar dalam mengarungi sebuah rumah tangga, juga dibutuhkan persiapan matang dalam segala sesuatunya.

Oleh karena itu tidak sedikit pasangan yang kerap kali ragu-ragu dalam menentukan hari pernikahan mereka. Ditambah lagi dengan mitos-mitos yang berkembang di masyarakat pada umumnya. Mitos-mitos ini masih dipercaya hingga sampai saat ini.

Seperti yang dikutip dalam Femalefirst, wanita kerap kali mengurungkan niatnya ketika pasangannya mengajaknya menikah, hal ini juga disebabkan beberapa mitos yang berkembang di masyarakat, seperti:

Karir sulit berkembang

Hal yang paling ditakuti wanita adalah pada saat ia telah menggapai impiannya dan karirnya dalam pekerjaan semakin mapan, tanpa diduga sang kekasih hati mengajaknya menikah.

Cenderungnya bagi sebagian wanita hal ini merupakan ancaman, karir yang telah dibina dengan susah payah kini menjadi lebih sulit untuk berkembang dan beberapa di antara mereka kerap meminta pasangannya untuk fokus mengurus rumah tangga tanpa harus pergi ke kantor setiap hari.

Apabila Anda tidak setuju akan pendapatnya, tidak perlu marah tapi bicarakanlah dengan baik-baik agar Anda tetap bisa mengurus rumah tangga tanpa harus membatasi karir yang semakin lama semakin berkembang.

Perlakuan yang berubah

Ketika sedang menjalani tahap pacaran, si dia tampaknya begitu manis dan penuh perhatian. Kini setelah menikah, dia berubah 180 derajat. Hal inilah yang sering menggangu pikiran wanita. Mereka menganggap pasangannya kini sudah berubah menjadi pribadi yang tidak lagi penuh dengan perhatian dan romantis ketika mengarungi bahtera rumah tangga.

Padahal yang sesungguhnya terjadi, kaum adam beranggapan bahwa masa pacaran yang penuh dengan keromantisan telah terlewati dan sekarang adalah waktunya untuk menjalani sebuah pernikahan yang penuh dengan tanggung jawab.

Bagaikan Terpenjara

Sebelum menemukan pasangan hidup, wanita atupun pria bisa bebas melakukan apa saja tanpa adanya larangan dari pihak manapun. Kini setelah menikah bukan hanya larangan saja, tetapi banyak peraturan yang diterapkan pasangan Anda yang harus ditaati. Rasanya seperti terpenjara bila orang yang paling kita cintai sedikit membatasi aktivitas kita.

Bila dilihat dari segi positifnya, belum tentu pasangan bermaksud membatasi kebebasan. Ini adalah sebagian dari rasa sayangnya yang ingin melindungi Anda dan mengingatkan bahwa kini Anda tidaklah sendiri lagi.

Sumber : Okezone

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: