Perempuan Lebih Cocok Berbisnis

20 10 2008

Selain sama-sama perempuan, apa kesamaan antara Oprah Winfrey, Sumiwilujeng “Brownies Kukus Amanda”, dan Moeryati Soedibyo?

Ya, ketiganya adalah perempuan-perempuan yang sukses membuat terobosan sekaligus menjadi enterpreuneur hebat di bidangnya masing-masing. Oprah sukses di industri media antara lain lewat talkshownya yang fenomenal “The Oprah Show”, Sumiwilujeng mendulang untung dari brownies kukus Amanda yang menjadi salah satu oleh-oleh kuliner favorit dari Bandung, sementara Moeryati Soedibyo merupakan pengusaha kosmetik papan atas di negeri ini.

Tentu ada banyak tokoh perempuan lainnya yang sukses berbisnis. Ketiga sosok tersebut hanyalah contoh kecil saja. Malahan, Anda pun bisa menjadi salah satunya. Apalagi, ternyata kaum hawa amat cocok berkecimpung di dunia bisnis. Simak empat alasan utama mengapa perempuan harus berbisnis, seperti yang disampaikan General Manager Yummy Food Utama, Muassis Andang dalam seminar “Perempuan dan Uang” yang digelar Nova dan BundaInbiz.

1. Memperkecil Risiko
Di masa sekarang, bukan hal asing lagi kalau dalam rumah tangga baik suami maupun istri sama-sama bekerja. Namun, tak jarang pula hanya suami yang bekerja dan jadi tulang punggung ekonomi keluarga. Nah, agar bisa semakin mendukung kebutuhan hidup sehari-hari, tak ada salahnya bila istri menjalankan bisnis dari rumah.

Dengan begitu, sumber pemasukan dari suami tetap “aman” sementera istri bisa ikut menunjang nafkah keluarga. Risiko suami ditegur kantor karena berbisnis di luar pekerjaan utamanya pun bisa dihindari. Yang perlu diingat, suami-istri saling mendukung dalam menjalankan bisnis tersebut.

2. Multitasking
Salah satu kelebihan yang dimiliki perusahaan adalah bisa mengerjakan banyak hal sekaligus (multitasking). Misalnya, memasak sambil menjaga anak. karateristik ini adalah kompetensi dasar yang dibutuhkan dalam berbisnis. “Dan ini tidak dimiliki pria,” kata Muassis. Perempuan bisa menjalankan fungsi-fungsi dalam bisnis sekaligus mulai dari pemasaran, penjualan, sampai manajemen SDM.

3. Pengambil keputusan
Coba perhatikan, umumnya siapa yang akan menentukan pilihan rumah akan dibeli, perabotan dan keperluan rumah tangga, atau baju dan kemeja untuk suami. Para ibu, bukan? “Disadari atau tidak, wanita merupakan pengambil keputusan untuk hampir setiap pembelian yang terjadi,” ujar Muassis.

Bisa dikatakan, perempuan adalah konsumen terbesar dari hampir semua produk yang ada di pasaran. Jika posisinya di balik perempuan sebagai produsen atau pebisnis, maka “perempuan akan lebih faham dan dapat merasakan keinginan konsumen sebagai representasi dirinya sendiri,” jelas Muassis.

4. Era Informasi
Satu hal lagi yang menjadi kelebihan perempuan adalah kemampuannya membentuk networking dan berkomunikasi. Ini bisa ditunjukkan lewat komunitas-komunitas yang diikuti dan dibentuk perempuan. utamanya, di era teknologi dan informasi seperti sekarang ini. Muassis menyebutkan, sebuah penelitian di AS menunjukkan pada tahun 2000, 6 dari 10 pengguna website adalah perempuan. Bisnis online pun menjadi alternatif yang menguntungkan.

Dengan naluri berkomunikasi dan networking perempuan yang umumnya melebihi pria, Muassis optimis perempuan akan lebih sukses berbisnis dengan memanfaatkan teknologi informasi yang berkembang kian pesat.

Siapa tahu, dengan mengoptimalkan empat hal tersebut dan disertai perencanaan dan pengelolaan yang matang, Anda pun bisa menjadi Oprah, Moeryati, dan Sumiwilujeng berikutnya.

Sumber : Nova

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: