Jangan Mengumbar Air Mata di Kantor

28 10 2008

Seperti halnya tertawa, menangis adalah ekspresi emosi. Tapi, jangan suka mengumbar air mata di kantor, karena bisa merugikan karir.

Sebagai manusia, menangis adalah hal yang wajar. Tapi, bila baru ditegur atau dikritik atasan saja Anda sudah berlinang air mata, ini namanya Anda sudah berlaku kurang logis dan tidak profesional karena terlalu emosional.

Memang tidak ada aturan yang melarang Anda untuk menangis karena hal ini sama saja dengan melarang Anda memiliki emosi. “Menangis adalah salah satu ekspresi emosi, seperti gembira dan tertawa. Hanya bedanya ada stigma negatif yang dihubungkan dengan tangisan,” kata Laurent Duperval, konsultan dan communication coach.

Namun menunjukkan emosi lewat tangisan tak selalu buruk. Yang perlu Anda pahami, seperti halnya ekspresi emosi yang lain, semua ada aturannya. Tentu Anda tak akan tertawa di rapat saat si bos memaparkan turunnya pendapatan, bukan?. Demikian juga bila si bos melontarkan humor (yang dirasanya lucu), masakan Anda akan diam saja saat peserta lain tertawa?

Dengan kata lain, menunjukkan emosi, termasuk menangis, sah-sah saja tergantung situasi dan kondisinya. “Bila Anda terlalu sering menangis atau tangisan itu dibarengi dengan tantrum atau kekerasan, sudah pasti dampaknya akan buruk pada reputasi Anda,” kata Duperval.

Mungkin, satu-satunya situasi yang bisa dimaklumi untuk cucuran air mata adalah saat Anda mendengar kabar buruk atau berita kematian orang yang Anda kenal. “Menangis dalam hal ini bukan tanda kelemahan, tapi tanda kalau kita manusia, bukan robot,” kata Marcia Reynolds, psikolog organisasi.

Meski demikian, yang perlu Anda ingat, dalam situasi apa pun, atasan dan rekan kerja mengharapkan Anda memiliki sikap profesional. Apalagi dalam kaitannya dengan gender, bila Anda menangis, rekan-rekan kerja akan menghubungkannya dengan stigma lemah kaum perempuan. Selain itu, melihat Anda menangis, mungkin rekan sekerja yang pria akan menjaga jarak karena malas melihat Anda menangis lagis.

Jadi, kendalikanlah emosi Anda. Jauhi sikap melibatkan emosi dalam urusan pekerjaan. Bagaimana bila air mata terlanjur mengalir? Jika itu terjadi, segeralah minta maaf dan segera perbaiki situasi yang terlanjur tidak enak.

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: