Tips Mengendalikan Penyakit Gila Belanja

2 11 2008

Dengan makin menjamurnya mal, orang-orang di kota besar pun terjangkit “penyakit” gila belanja alias sophaholic. Penyakit ini tak cuma menyerang perempuan saja, tapi juga laki-laki. Tak peduli eksekutif kaya maupun karyawan yang bergaji pas-pasan, ketika tampak tulisan Sale di toko semua pun jadi gelap mata.

Saking giatnya belanja, setiap akhir pekan tampak antrian kendaraan yang akan masuk ke mal atau hipermarket yang membuat lalu lintas macet. Lalu apa saja yang bisa dilakukan untuk mengendalikan penyakit ini? Hanya satu, jadilah pembelanja pintar. Ini dia caranya:

1. Buat inventaris
Sebelum kalap membeli barang-barang diskon, inventaris dulu barang apa saja yang sudah Anda punya dan mana yang benar-benar dibutuhkan. Inventarisasi ini memakan waktu satu hingga dua minggu. Caranya mudah, setiap hari saat sedang memilih outfit untuk ke kantor, perhatikan items apa saja yang dibutuhkan untuk menunjang penampilan dan padu padan apa yang bisa Anda terapkan pada barang-barang yang sudah ada.

2. Teliti
Sudah saatnya Anda bersikap lebih teliti dan berpikir dua kali setiap akan membeli sesuatu, seperti halnya saat akan membeli televisi. Meski yang Anda beli “hanya” sepasang sepatu, teliti baik-baik segi kenyamanan, ketahanan, hingga warna baju apa saja di lemari yang akan cocok dikenakan dengan sepatu itu. Jadi, jangan pernah membayar sesuatu sebelum Anda yakin 100 % barang itu benar-benar sesuai dengan yang kebutuhan.

3. Buat perbandingan
Setelah Anda menemukan barang yang dicari, cek harga di toko sekitarnya untuk mendapatkan harga yang termurah. Butuh waktu sedikit tak apa asalkan tak menyesal nantinya.

4. Beli yang dibutuhkan
Para sophaholic menghamburkan uang mereka karena sifat impulsifnya. Saat baju di manekin terlihat “lucu” atau modelnya sedang tren, serta merta baju itu dibeli tanpa memedulikan apakah akan nyaman dipakai atau cocok dengan bentuk tubuh.

Untuk menghindarinya, setiap naksir barang tertentu, pastikan Anda memiliki aksesori yang sesuai atau punya padanan yang pas. Coba setiap barang yang akan dibeli dan tinggalkan bila rasanya kurang sreg. Dengan cara ini, bukan hanya uang yang dihemat, tapi Anda juga akan mendapatkan baju yang terlihat bagus dipakai.

5. Simpan bon pembelian
Jangan buru-buru membuang struk atau bon pembelian. Siapa tahu ada cacat yang baru ditemukan di rumah. Segera tukarkan dengan barang yang lebih berkualitas dengan membawa struk pembelian.

6. Melihat ke dalam
Para sophaholic sering tak punya alasan jelas untuk belanja. Terkadang belanja hanya untuk mengisi waktu luang, sedang bosan, atau mengobati kesepian. Cari tahu lagi apa yang sebenarnya Anda butuhkan. Bila yang Anda butuhkan seorang teman, ajaklah teman atau sahabat saat berbelanja, bila yang Anda butuhkan sensasi rasa senang, alihkan perhatian pada hal lain yang punya efek sama.

Sumber : Kompas

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: