“Misunderstanding : Success is a destination”

16 11 2008

Salah pengertian jika menganggap sukses adalah suatu tujuan. Mengapa?

Sukses adalah perjalanan. Life is a never-ending journey. Kita selalu mencapai puncak satu dan puncak lainnya. Selalu ada lebih banyak dan lebih baik atas apa yang telah kita capai. Mari kita menyadari bahwa lebih banyak tidak selalu lebih baik. Sebagai contoh : lebih banyak uang tidak selalu berarti kualitas hidup yang lebih baik (bukan maksudnya uang tidak dapat meningkatkan kualitas hidup lho, tentu uang dapat meningkatkan kualitas hidup untuk hal yang baik, contohnya orang perlu uang untuk beli obat jika sakit , ke dokter untuk kualitas kesehatannya, orang perlu uang untuk meningkatkan kualitas gizi makanan keluarganya, orang perlu uang untuk rekreasi meningkatkan kualitas hidup, tapi jika digunakan untuk membeli narkoba atau hal-hal buruk, uang tidak meningkatkan kualitas hidup). Dalam perjalanan hidup kita, selalu ada suatu yang lebih banyak dan lebih baik yang dapat kita capai.

Maksudnya bukan semata-mata “selalu untuk diri sendiri” melainkan dari itu, lebih banyak lagi yang kita dapat capai. Apakah artinya?

Ketika kita telah mencapai “kecukupan untuk diri sendiri”, tidak antusias lagi berusaha untuk mencoba mencapai lebih banyak dan lebih banyak lagi untuk diri sendiri dan lagi-lagi untuk diri sendiri, yaitu banyaknya uang yang dibutuhkan seseorang untuk keperluannya dan keluarganya. Akan tiba saatnya berpikir bahwa kita dapat mencapai lebih baik dengan mencapai lebih banyak bagi orang lain (khususnya orang-orang yang kurang beruntung).

Jadi ketika kita merasa telah mencapai sesuatu bagi diri sendiri apakah kita akan berhenti?
Sudahkah kita mencapai tujuan ?

Tidak, teruslah berjalan dan teruslah mencapai lebih banyak dan lebih baik, agar berguna juga bagi orang lain.

contoh :
cerita 1 :

Seorang muda yang miskin. Kemudian ia memutuskan untuk bekerja giat dan membuka usaha sendiri sebagai wira usaha. Setiap hari ia berkerja dengan begitu kerasnya untuk memajukan usaha dagangnya yang kecil. Singkat cerita usahanya semakin berkembang dan maju pesat, hingga akhirnya ia dapat membuka cabang, melakukan inovasi-inovasi, mendirikan usaha yang lebih besar, mengangkat karyawan-karyawan baru dan akhirnya ia merasa sudah mencapai tujuan dan sukses. Ia merasa tujuannya telah tercapai, dalam hatinya ia mengatakan “Inilah hasil usaha keras yang kulakukan dan sekarang saatnya aku memetik dan menikmati hasil usahaku” Kemudian ia mulai menikmati hasil buahnya tanpa pemeliharaan yang baik lagi. Awalnya sih baik-baik saja, tapi setelah sekian lama ia terus merasa telah sukses dan tidak melakukan apa2 lagi bagi perkembangan usahanya, tidak melakukan inovasi baru, tidak mengangkat karyawan baru, dan tidak mentraining hal-hal baru untuk karyawan yang sudah ada, tidak mempelajari teknologi baru dan membekali karyawannya dengan ilmu-ilmu modern sehingga akhirnya saat persaingan dagang semakin ketat, perusahaan pesaing begitu banyaknya yang menggunakan inovasi dan teknologi komputerisasi, ia mulai tersingkir dari kejayaannya, dan satu per satu cabangnya tutup karena omzet yang semakin dikit dan tidak dapat menutupi biayanya.

cerita 2 : Seorang muda yang miskin. Kemudian ia memutuskan untuk bekerja di sebuah bank sebagai staf. Dalam bekerja ia ulet, terus mencari ilmu, selalu disiplin dalam pekerjaannya, dan bekerja keras melebihi standard pekerjaan seperti yang lainnya, setiap kesempatan ia mencoba menambah pengetahuannya dengan menuntut ilmu yang lebih baik Singkat cerita karena keuletan dan kerja kerasnya maka jabatannya semakin tinggi dan akhirnya ia diberi kuasa jadi direktur cabang perbankan. Di saat itu dia mulai merasa inilah saatnya saya memetik hasil kerja saya. Sehingga ia mulai lebih banyak menghabiskan waktunya bersama anak-anaknya di rumah, dan mengabaikan tugas-tugasnya, selalu datang dan pulang kantor sesuka hatinya (berhubung sudah jadi direktur tidak ada yang berani menegurnya), tidak lagi mencari ilmu tentang informasi penting. Awalnya semua berjalan baik-baik saja namun saat krisis ekonomi terjadi, banyak bank dinyatakan kolaps. kemudian banyak orang-orang muda yang baru yang giat mulai naik jabatan dan setara dengan jabatannya. Di saat manajemen puncak memutuskan untuk mengurangi secara besar-besaran jumlah karyawannya, karena salary yang besar tapi tidak menghasilkan banyak bagi perusahaan, maka si bapak ini akhirnya ikut kena PHK.

Ketika seseorang merasa sukses setelah ia mencapai tujuannya, maka ia tidak lagi bekerja giat, tidak lagi antusias berkarya , tidak lagi menciptakan inovasi-inovasi baru, maka semua itu dapat menjerumuskannya. Sebaliknya, dengan menganggap bahwa sukses adalah suatu perjalanan, maka seseorang akan terus berkarya dan menciptakan inovasi baru untuk mencapai lebih banyak dan lebih baik bagi dirinya juga bagi orang lain.

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: