Jangan Mau Jadi Tawanan Cinta

13 12 2008

Anda sering merasa tertekan gara-gara kekasih hobi main perintah dan sering minta ini-itu? Hati-hati, jangan sampai Anda terlena dan tanpa sadar menjadi tawanan cintanya.

Selama 1 tahun berhubungan dengan Donny, rasanya nyaris tak ada satu hari terlewatkan tanpa pernyataan cintanya kepada Winda. Tentu saja kekasih Donny yang bekerja sebagai sekretaris direksi itu dibikin mabuk kepayang karenanya. Bukan hanya kata-kata manis, Donny juga gemar menghadiahi Winda karangan bunga yang dikirim ke kantornya. Entah dalam rangka Valentine, ulangtahun, atau sekadar ucapan ‘selamat hari Senin’.

Sayang, nyatanya Winda tidak sebahagia yang disangka orang lain. Meski senyum tak pernah lepas dari wajahnya, sesungguhnya hati Winda sering merintih perih lantaran ulah Donny terhadapnya. Tak ada yang tahu kalau Donny sering memaksakan keinginannya terhadap Winda, mulai dari gaya berpakaian, cara makan, sampai memilih teman-teman.

Menghadapi pasangan yang suka mengendalikan hidup Anda memang bukan hal yang mudah. Karena, menurut Barbara De Angelis, Ph.D, ada beberapa mental pengontrol yang sangat tidak sehat dan menimbulkan masalah serius dalam suatu hubungan, di antaranya:

– Ia memiliki kesulitan dalam mengungkapkan dan menunjukkan sisi-sisi emosionalnya kepada Anda.

–  Ia tidak suka mengakui bahwa dia sebenarnya membutuhkan Anda.

– Ia sangat membutuhkan diri Anda sehingga dia ingin mengontrol kehidupan Anda setiap saat.

– Ia jadi sangat mudah tersinggung, mudah mengungkapkan kemarahan atau kekecewaan hatinya.

– Ia tidak suka diberitahu apa yang harus mereka lakukan-perintah seperti ini membuat dia kehilangan kendali.

Mengapa dia memiliki karakter pengontrol? Seperti halnya semua pengontrol, semasa kanak-kanak, dia mungkin merasa dikendalikan atau dikontrol oleh orang-orang uang lebih dewasa atau lingkungan-lingkungan yang menyebabkannya merasa tak berdaya. Sehingga ketika dewasa, dia telah mengambil keputusan bahwa dia tidak akan pernah mau berada di bawah kendali orang lain. Ia harus mampu mengontrol dirinya sendiri. Dan, untuk mempertahankan kekuasaannya ini dia harus bisa mengontrol orang lain.

Banyak perempuan yang tak menyadari bahaya dari memiliki pasangan yang suka mengatur dan mengendalikan hidup. Anda tentu tidak mau menjadi salah satu korbannya, bukan? Pengekangan, tekanan dan perilaku-perilaku buruk yang dia tunjukkan pada Anda bukanlah tanda cinta. Karena cinta tidaklah menyakiti. Cinta juga tak hanya dibuktikan dengan ucapan, melainkan dengan tindakan. Kalau ketika berada di sisinya Anda sering kali merasa tidak nyaman, itu bukanlah pertanda cinta.

Keluar dari suatu hubungan yang enggak sehat tidak mudah. Alasan masih sayang jadi kekuatan utama buat Anda untuk bertahan. Padahal, Sekaranglah saatnya untuk menghancurkan tembok penjara kebebasan yang Anda bangun untuk diri sendiri. Beranilah berpendapat di depan dia. Jika Anda mulai merasa tidak nyaman dengannya, ungkapkan terus terang bahwa perilakunya mulai enggak asyik. Jika dia tidak juga bisa berubah, dapatkan bantuan apa saja dan kumpulkan keberanian untuk segera meninggalkan si dia saat ini juga. Karena hubungan yang baik adalah saat mereka saling menghargai, bukan menyakiti.

Sumber : Kompas

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: