Mudah Marah, Mudah Melupakannya

28 08 2009

Ada orang, agaknya dengan sedikit bangga, berkata bahwa “Memang aku mudah marah, tapi aku segera melupakannya.” Mereka dianugerahi kemampuan untuk menyembuhkan sendiri luka hatinya. Tak heran, meski amarahnya meledak-ledak tak terkendali, hanya dalam hitungan detik mereka sudah berbaikan lagi; bersendau gurau seolah tak terjadi sesuatu apa. Betapa sebuah anugerah yang tak ternilai.

Seorang bijak pernah berujar, “Bukankah demikian pula ketika bom atom dijatuhkan? Diperlukan beberapa menit saja untuk lari dari area peledakan. Namun, lihatlah kerusakan yang terjadi. Rasanya seabad tak cukup untuk menyembuhkan kerusakan yang terjadi.

Amarah menimbulkan dua luka; di hati si empunya dan lebih dalam lagi di hati si korban. Mungkin mudah mengobati luka hati sendiri. Tetapi, apakah kita bisa menjamin kesembuhan luka orang lain?

Anugerah yang lebih bercahaya adalah bila kita mampu membantu menyembuhkan luka hati orang lain.


Actions

Information

One response

28 08 2009
motivasi259.blogspot.com

terima kasih artikel anda sangat bermanfaat bagi saya dan keluarga comment 381

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: