Tips Menghadapi Atasan Yang Otoriter

12 02 2010

By Freddy Liong, MBA, CBA

Atasan tipe ini sangat mendewakan jabatan dan kedudukannya, umumnya suka perintah, mau terima beres, tidak mau tahu kesulitan anak buah, susah menerima saran orang lain, takut disaingi, mau menang sendiri, sering pamer kekuasaan, dll

Bila anda kebetulan memiliki atasan seperti ini, jangan khawatir, seotoriter apapun seseorang, selalu ada cara untuk menghadapinya.

Beberapa tips praktis cara menghadapinya :

1. Selalu berpikiran positif – Jadikan atasan anda sebagai pemicu untuk berprestasi

Gunakan sifat otoriter si atasan sebagai alat pemecut diri anda, agar bekerja lebih baik, lebih berprestasi, lebih serius, lebih mandiri, dll

2. Selalu minta persetujuan

Jangan sekali-kali melakukan perubahan sistem & prosedur tanpa minta ijin darinya. Setiap kali anda ingin melakukan suatu perubahan jangan lupa minta persetujuan dan pendapat bos. Sebab bos yang otoriter biasanya lebih suka jika dimintai pendapatnya.

3. Hindari konfrontasi

Bila ingin memberi usulan yang membangun, jangan ragu untuk menyampaikannya pada si bos dengan catatan asal dikemukakan tanpa menimbulkan konfrontasi. Bos yang otoriter biasanya tidak suka bertele-tele. Sampaikan laporan secara singkat padat tapi jelas

4. Jangan pernah bilang tidak bisa

Bila anda mendapatkan tugas yang kelihatannya mustahil, jangan langsung memveto instruksinya. Endapkan dulu perintah atasan. Balik ke meja kerja anda. Pikirkan dengan lebih jernih dan analisa berbagai kemungkinan untuk melaksanakan tugasnya. Banyak diskusi dengan orang-orang kompeten. Bila memang mustahil, atur waktu untuk bertemu dengan atas dan kemukakan kesulitan anda dengan berbagai analisa dan alasan yang kuat. Biasanya atasan seperti ini, bila dijelaskan dengan data & fakta kuat, ia akan mempertimbangkan seluruh informasi anda.

5. Biar bagaimanapun, tetap hargai dan hormati atasan anda

Orang yang sulit seperti ini, biasanya selalu ingin dihargai. Mereka haus akan sanjungan dan kehormatan sehingga pujilah ia sesekali, bila waktunya memang berkenan. Hargai dia, saat idenya memang brilian. Apresiasi dia juga bila dia melakukan tindakan yang tepat/melakukan tugasnya dengan sukses.

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: