Tepat Janji

23 02 2010

Berbicara tentang janji, entah berapa kali kita mengalami kekecewaan karena janji yang diucapkan oleh orang lain kepada kita, tidak ditepati (atau kita sendiri yang melakukan ingkar janji).

Contoh, seorang ayah yang telah berjanji akan mengajak jalan-jalan anaknya ternyata tidak menepati janjinya. Seorang manajer yang menjanjikan kenaikan gaji kepada staffnya ternyata tidak tepat janji. Bahkan janji yang tertulis pada poin dalam surat kontrak pun, serba tidak tepat dari apa yang dijanjikan. Dan yang lebih mengecewakan adalah ketidaktepatan itu dibiarkan saja terjadi tanpa penjelasan apapun.

Sepertinya ketidaktepatan memenuhi janji memang sudah biasa dilakukan oleh manusia. Padahal jika ingin dianggap berintegritas, dapat dipercaya, profesional, setiap pribadi/organisasi, haruslah tepat janji.

Pilihan ada ditangan setiap kita, apakah kita ingin dianggap sebagai tukang ingkar janji/si tepat janji? Konsekuensi dari yang pertama adalah tidak dipercaya, dianggap tidak punya integritas, perusahaan abal-abal dan sebutan negatif lainnya. Sedangkan konsekuensi dari yang kedua kebalikan dari yang pertama. Pilih mana?

Sumber : J-Hop

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: