Sebuah Berkat Dari Perkataan “Tidak”

9 04 2010

Saya bertanya pada Tuhan untuk mengambil kesombonganku. Tuhan bilang “tidak”, bukan bagian Aku yang mengambil, tapi kamu yang harus menyerahkannya.

Saya bertanya padaNya untuk mengambil semua cacat fisikku, Tuhan bilang “tidak”. Roh yang ada padamu utuh, tubuh hanya bersifat sementara.

Saya minta Tuhan untuk mengaruniai kesabaran untukku. Tuhan bilang “tidak”. Kesabaran adalah hasil dari ketekunan, bukan dikaruniakan tapi harus diusahakan.

Saya minta kebahagiaan pada Tuhan, Tuhan bilang “tidak”. Aku memberimu berkat, jadi hidupmu bahagia/tidak adalah tergantung kamu.

Saya bertanya pada Tuhan untuk membuang rasa sakitku, Tuhan bilang “tidak”. Penderitaan membuat kamu saling peduli, dan membawamu lebih dekat lagi padaKu.

Saya minta Tuhan untuk membuat rohku bertumbuh, Tuhan bilang “tidak”. Kamu harus bertumbuh sendiri, tetapi Aku akan menjagamu supaya kau berbuah.

Saya minta semua hal yang membuat saya dapat menikmati hidup, Tuhan bilang “tidak”.. Aku sudah memberimu kehidupan sehingga kamu dapat menikmat semua hal.

Saya minta Tuhan untuk menolong saya mengasihi sesama seperti Dia mengasihiku. Tuhan berkata….Ahhhh, akhirnya kamu mengerti.

Bagaimana jika, Tuhan tidak punya waktu untuk memberkati kita hari ini karena kita tidak punya waktu untuk bersyukur padaNya kemarin?

Bagaimana jika, Tuhan memutuskan berhenti untuk memimpin kita esok hari karena kita tidak mengikuti Dia hari ini?

Bagaimana jika, kita tidak pernah melihat bunga bersemi lagi karena kita selalu bersungut-sungut kalau Tuhan member hujan?

Bagaimana jika, Tuhan tidak berjalan bersama kita hari ini karena kita tidak mengerti bahwa ini adalah hariNya Tuhan?

Bagaimana jika, pintu surga tertutup karena kita tidak mau buka hati kita?

Bagaimana jika, Tuhan berhenti mengasihi dan peduli pada kita karena kita tidak pernah mengasihi dan peduli sesama?

Bagaimana jika, Tuhan tidak mau mendengar doa-doa kita hari ini karena kita tidak mau mendengarNya kemarin?

Bagaimana jika, Tuhan menjawab doa-doa kita dengan cara seperti kita menjawab panggilanNya untuk melayani yang notabene tidak sungguh-sungguh, sering terpaksa, bahkan sering tidak meresponi panggilanNya?

Tuhan tidak selalu menjawab doa kita dengan “ya”, tapi Dia selalu memberi yang terbaik untuk kita.

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: