Nama, Hadiah Pertama Si Kecil

31 10 2008

Menanti sang buah hati adalah salah satu pengalaman menyenangkan sekaligus mendebarkan bagi calon orangtua. Termasuk memilih nama yang tepat bagi si kecil.

Memilih nama memang menyenangkan, meski kadang membuat orangtua bingung. Pasalnya, nama adalah hadiah pertama yang diberikan bagi sang buah hati yang akan digunakan selamanya. Sebaiknya proses mencari nama untuk calon bayi jangan hanya sembarangan dan asal pilih saja.

Nama merupakan persoalan penting. Meskipun William Shakespeare mengatakan,“What’s in the name, a rose is a rose“. Apalah artinya sebuah nama, setangkai mawar tetaplah mawar yang harum mewangi.

Pemilihan nama yang tidak biasa atau unik memang semakin banyak dilakukan oleh para pasangan muda saat ini.

Tengok saja pasangan Chris Martin dan Gwyneth Paltrow yang menamakan putrinya, Apple. Tak kalah unik, pasangan Arthur Ashe dan Jeanne Moutoussamy menamai anaknya, Camera. Nama Fuchsia menjadi pilihan Sting dan Trudie Styler untuk putrinya.

Dari pasangan selebritis Indonesia juga dapat ditemukan nama unik. Pasangan Melly Goeslaw dan Anto Hoed juga memilihkan nama unik bagai kedua putranya. Putra pertama pasangan ini dinamai Anakku Lelaki Hoed. Nama putra kedua pasangan Melly dan Anto juga tidak kalah unik yaitu Pria Bernama Hoed.

Selain itu, artis sinetron Lucky Hakim menamai putri pertamanya, Nokia Alike Putri Hakim. Yang artinya, bintang penghubung nan cantik. Dia menuturkan, ingin agar Nokia bisa menjadi penghubung ayah dan ibunya kelak.

“Kami mengambil nama Nokia bukan karena merek handphone, tetapi Nokia diambil dari bahasa Italia yang punya arti bintang penghubung,” jelas Lucky.

Menurut Penulis buku best seller Baby Name Book in the world, Bruce Lansky, beberapa orangtua menyesuaikan dengan memberi nama yang umum namun dimodifikasi dari pengucapapan atau ejaannya.

“Bahkan beberapa orangtua berusaha untuk mencari nama baru yang diperoleh dari tempat-tempat yang jauh,” ujar Lansky yang baru-baru ini merilis buku terbarunya Baby Names Around the World.

Dia menuturkan, saat ini perbedaan gender tidak lagi menjadi persyaratan mutlak untuk pemberian nama. Lansky mengungkap, tren yang terjadi ialah anak perempuan seringkali diberi nama yang biasanya diberikan nama anak laki-laki.

“Kini terdapat nama-nama yang dapat digambarkan sebagai nama androgini, yaitu nama yang dapat digunakan oleh anak laki-laki dan perempuan. Misalnya, nama seperti Terry, Chris, Dana dan Cameron,” paparnya.

Lansky menyarankan, untuk memilih nama anak sebaiknya kembali ke latar belakang yang paling fundamental, yang biasanya merupakan kebalikan dari pemberian nama sesuai tren.

“Pilihlah nama yang paling mudah diingat dan mudah diucapkan. Kemudian, pilihlah nama yang memiliki image positif dan tidak mudah untuk diejek. Serta, pilihlah nama panggilan yang disukai oleh orangtua,” saran Lansky.

Lebih baik berbagi pendapat dalam keluarga mengenai nama yang akan dipilih. Kemudian lihatlah respon ketika mereka mendengar nama tersebut.

“Pilihlah nama yang mendapat respon positif dibandingkan gumaman yang tidak senang,” tukas Lansky. (ri)

Tips Memilih Nama

Ada beberapa hal yang sebaiknya dipertimbangkan sewaktu orangtua memilih dan menentukan nama bayi, antara lain:

  • Pilihlah nama yang terdengar indah sewaktu diucapkan dan serasi dengan nama keluarga Anda, bila menggunakan nama keluarga dibelakang nama si kecil kelak.
  • Memilih nama yang unik tetap bagus asalkan tetap indah didengar, serasi dan mudah diucapkan. Unik tidak berarti menjadi nama yang terdengar aneh atau sulit diucapkan.
  • Memilih nama yang mengandung makna dan arti yang positif untuk kehidupan. Salah satu hal yang penting, jangan memberi nama yang mengandung arti dan makna buruk. Ingat nama tersebut akan dibawa selamanya oleh anak Anda.
  • Pilihlah nama yang mudah untuk mengambil nama singkat atau panggilan sehari-hari. Juga pilihlahnama yang mudah untuk diucapkan.
  • Pertimbangkn untuk memilih nama yang menunjukkan jenis kelamin yang jelas. Meskipun tengah tren memberikan nama yang dapat digunakan untuk pria dan wanita, sebaiknya Anda pertimbangkan lagi.
  • Tampunglah semua ide-ide nama yang ada dengan suatu daftar, bisa dari majalah, tv, atau keluarga dan teman Anda. Sebaiknya jangan membiarkan siapapun memaksa untuk memberikan nama yang Anda tidak suka.
  • Diskusikan bersama pasangan untuk memberi nama yang terbaik bagi si buah hati. Yang terpenting ialah kedua orangtua memilih dan memutuskan nama bayi yang disukainya.

Sumber : Republika

Advertisements




Perlukah Bayi Dititipkan di Baby Day Care ?

31 10 2008

Di negara kita, kaum pria yang diberi cuti untuk mengurus bayi mungkin masih berada di awang-awang. Bahkan menjadi wacana pun belum pernah terdengar. Apa boleh buat, ketika akhirnya tidak ada orang yang dapat dimintai bantuan untuk merawat bayi, istri akhirnya berhenti bekerja.

Walau begitu, buat ibu bekerja yang ingin memastikan bahwa bayinya selamat sentosa, ada juga pilihan untuk menitipkan bayi di baby day care. Di Jakarta sendiri sudah ada beberapa baby day-care yang didirikan di dekat wilayah perkantoran. Umumnya, baby day-care yang baik bukanlah tempat penitipan anak semata, namun dilengkapi fasilitas serta program-program yang disusun sedemikian rupa sehingga memungkinkan anak bereksplorasi dengan aman. Kagan, seorang ahli psikologi perkembangan, mengemukakan bahwa umumnya anak usia 4 bulan sudah bisa dimasukkan dalam day-care center, seperti yang terjadi di Amerika Serikat.

Yang jadi pertanyaan sekarang, apakah memang perlu untuk menitipkan anak pada baby day care?

Bila melihat fakta bahwa ibu bekerja dan tidak ada famili yang dapat dititipi bayi, maka program ini tentu saja masuk akal. Namun kenyataannya, kecenderungan untuk menitipkan anak dalam program child day-care bukanlah disebabkan karena ibu  harus bekerja sepanjang hari, melainkan lebih banyak dipengaruhi oleh alasan trend saja. Tak jarang, bayi mungil dititipkan di tempat ini karena orangtuanya tidak mau repot mendidik atau mengajari beberapa keterampilan pada bayi mereka dengan harapan anak akan lebih pintar bila dididik oleh orang yang ahli.

Apakah sebenarnya kebutuhan bayi yang belum berusia setahun? Menurut  psikolog perkembangan yang lain, Erik Erikson, kebutuhan dasar anak pada masa bayi (baru lahir) sampai dengan kurang lebih 1 tahun adalah kebutuhan yang bersifat biologis dan psikologis.

Kebutuhan biologis mencakup makan, minum, pakaian, dan segala urusan pencernaan. Kebutuhan psikologis meliputi kebutuhan akan rasa aman, merasa diri dicintai dan diperhatikan, dan kebutuhan untuk dilindungi. Untuk itu, diperlukan figur orang tua dan pola pengasuhan yang konstan sehingga anak bisa memercayai dan meyakini bahwa orangtua selalu siap menanggapi kebutuhannya.

Jika ternyata dalam prosesnya terjadi hambatan yang menyebabkan hubungan antara keduanya terganggu, misalnya karena orang tua meninggal, terlalu sibuk, sakit, atau situasi apa pun yang menyebabkan terpisahnya hubungan antara anak dengan orang tuanya, maka sang anak akan berpikir bahwa dirinya tidak lagi dicintai. Anak berpikir begitu karena pola pikir mereka yang masih egosentris.

Menurut Erik, anak yang tidak mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang konstan di tahun pertama kehidupannya, akan tumbuh semacam rasa basic mistrust. Ia akan merasa kurang percaya diri (persepsinya mengatakan bahwa dirinya ditolak atau  diabaikan) dan kurang dicintai oleh orang tuanya. Anak tersebut juga akan tumbuh menjadi orang yang sulit mempercayai orang lain karena semasa kecilnya ia tidak menerima kehadiran orang tua yang konstan, stabil, dan predictable.

Masalahnya adalah, anak yang demikian nantinya mungkin akan berkembang menjadi anak yang bermasalah, misalnya, selalu harus menempel pada ibu, lebih suka menyendiri dari pada bermain bersama teman-teman yang lain, pemalu, minder, takut terhadap orang asing, terlalu sering menangis, dan berpotensi mengalami masalah dalam pelajaran sekolah.

Tapi, tak berarti dengan demikian baby day care bukan solusi. Sebab, ketimbang Anda mengambil risiko lebih tinggi dengan meninggalkan anak di rumah dengan pengasuh anak yang tidak terlatih dan tidak terpercaya, institusi ini boleh jadi merupakan suatu jawaban. Hanya, seperti juga memilih pengasuh, Anda perlu berhati-hati memilihnya. Carilah day-care yang benar-benar berkualitas, apakah sesuai dengan kebutuhan yang sedang dihadapi, dan apakah memang benar-benar dibutuhkan. Lihat juga apakah tempat terkait menunjukkan faktor kebersihan dan keamanan yang memadai. Selain itu, peraturan sebaiknya juga fleksibel, di mana Anda diizinkan untuk menelepon pengawas baby day care bila ingin mengecek kondisi anak.





Jangan Mengguncang Bayi Terlalu Keras !

17 09 2008

Jangan Mengguncang Bayi Terlalu Keras !

Tujuan awal untuk menimang-nimang si buah hati adalah untuk menenangkannya dari kerewelan atau agar ia segera tertidur, tetapi, karena terlalu keras  melakukannya, sehingga menyerupai guncangan, akibatnya malah bisa fatal bagi bayi. Shaken Baby Syndrome, adalah cedera yang diderita bayi atau balita akibat diguncang keras-keras. Akibat goncangan keras ini, bagian paling parah yang mengalami cedera biasanya adalah otak.

Keadaan itu terjadi karena saat bayi diguncang, otak dan tulang tengkorak bergerak ke arah yang berlawanan secara berulang kali, akibatnya, bisa terjadi kerusakan pada pembuluh darah halus yang memang masih rentan pada bayi, sehingga terjadi perdarahan. Bila perdarahan terjadi di dalam otak atau retina mata, dapat menimbulkan kebutaan, paralisis (kelumpuhan), serangan jantung, retardasi mental, bahkan kematian.

Dua gejala yang dapat membuktikan terjadinya Shaken Baby Syndrome adalah :

1. Subdural hematoma (pembengkakan di bawah selaput keras otak)

2. Retinal haemorrhagin (perdarahan pada retina mata).

Goncangan terlalu keras biasanya dilakukan ketika orang tua panik dalam usaha menenangkan anaknya yang menangis rewel, oleh karena itu, jika anak rewel dan semua usaha untuk menenangkannya telah diupayakan, misalnya menimang atau memutarkan musik lembut namun tidak berhasil juga, maka pengasuh atau orang tua disarankan meninggalkan diri dulu sebelum melakukan tindakan selanjutnya.

sumber: Ayahbunda





Tahapan Pemberian Makan Bayi

17 09 2008

Usia 0 – 4 bulan:

Makanan yang sebaiknya diberikan adalah ASI Eksklusif atau hanya susu formula jika ibu tidak dapat memberikan ASI.

Usia 4 – 6 bulan:

Mulai mendapatkan makanan padat. Namun masih dalam bentuk halus, contoh, bubur, jus, dll.

Usia 6 – 8 bulan:

Diperkenalkan pada buah dan sayuran yang tidak lagi dihaluskan. Namun pilih buah dan sayuran yang lunak dan tidak berbiji, agar anak tidak tersedak.

Usia 8 – 10 bulan:

Makanan yang kenyal, contoh, makaroni, jeli. Bentuk makanan ini sebaiknya dapat dipegang anak, guna merangsang keterampilan motorik halusnya.

Usia 10 – 12 bulan:

Dapat mengkonsumsi berbagai makanan, dan mulai berusaha makan sendiri.

sumber: Ayahbunda





Kandungan Kimia Botol Bayi Berbahaya

11 09 2008

Kalau anda masih memberikan susu bayi dengan botol, sebaiknya kini berpikir ulang. Dalam penelitian di Amerika baru-baru ini, bisphenol A, salah satu bahan kimia yang digunakan untuk membuat botol bayi dan minuman soda dinyatakan berbahaya untuk kesehatan anak-anak dan masih memerlukan penelitan lebih dalam untuk bisa dipastikan aman digunakan.

Tes terhadap hewan telah menunjukkan efek yang berbahaya dari kandungan kimia bahan ini, yang terkenal disebut BPA. The National Toxicology Program melaporkan resiko bahan kimia ini terhadap anak-anak. Orang tua disarankan membatasi penggunaan botol-botol ini dalam keluarga mereka, tapi institusi ini belum merekomendasikan perubahan standar kesehatan Amerika.

Dalam penelitian ini, versi terakhirnya telah dilaporkan sejak April, yang menggarisbawahi perbedaan dengan pernyataan pemerintah mengenai standar keamanan zat kimia ini. Staf dari Administrasi Makanan dan Obat mengatakan bahwa laporan terakhir bulan lalu ada selisih perbedaan keamanan untuk bisphenol A ketika digunakan dalam produk yang kontak dengan makanan.

“Tidak tertutup kemungkinan BPA mempunyai efek terhadap kesehatan manusia,” ujar John Bucher, Direktur Toxicology Group. Dalam pernyataannya, Bucher menambahkan bahwa melihat perkembangan pengaruh bisphenol A terhadap hewan, yang mempunyai tingkat sama dengan manusia.

Sementara pada Apri lalu, Kanada menjadi negara pertama yang memastikan label bisphenol A adalah racun dan melarang penggunaannya di botol bayi. Sedangkan Senator dari Partai Demokrat di New York Charles Schumer mengaku akan memperhatikan masalah ini dan mengharapkan bahan kimia ini tidak digunakan dalam produk anak-anak. “Tapi butuh penelitian yang lebih detil dan jelas.”

Bisphenol A sendiri sesudah jamak digunakan pada produk botol-botol bayi dan minuman soda. Perusahaan minuman soda menggunakan bahan ini untuk melindungi minuman bersentuhan langsung dengan alumunium.





12 ‘Kejutan’ pada Bayi Baru

10 09 2008

Siap-siap ya. Bayi-bayi baru lahir senang sekali memberi ‘kejutan’. Seringkali benar-benar tak terduga lho…

Meski Anda sudah membaca seabrek ulasan tentang seorang bayi, entah mengapa, kehidupan dengan bayi baru selalu saja diwarnai dengan hal-hal yang menakjubkan. Ternyata, ada banyak juga yang bisa dipelajari langsung dari bayi Anda kalau nggak mau repot-repot buka buku atau sharing dengan orang lain.

Berikut berbagai kejutan yang mungkin diberikan oleh si kecil, namun mengkhawatirkan orang tua baru pada hari-hari pertamanya:

“Kok, bayiku jelek?”

Biasanya, Anda bayangkan idealnya bayi itu montok, pipinya kemerah-merahan, dan cute . Jika kepala bayi Anda agak aneh dan bentuknya kerucut pada awalnya, mungkin saja ini karena ia sudah berjam-jam terjepit di panggul. Agar pas melalui jalan lahir, mau tidak mau tengkorak kepala menyesuaikan diri. “Ini untuk melindungi terjadinya retaknya tengkorak atau kerusakan otak selama persalinan via vagina,” kata Anne Hansen, MD, dokter anak di Children’s Hospital Boston, Amerika Serikat.

Masih banyak lagi ‘daftar’ kejelekan si kecil. Misalnya, mata bengkak, wajah dan kepala agak memar jika lahir dengan bantuan forsep (alat untuk menjepit dan menariknya ke luar) atau vakum, dan sebagainya. Bersabarlah, dalam waktu singkat, dia akan berubah jadi malaikat kecil Anda.

“Dia gemetar terus.”

Setelah berbulan-bulan melekuk dalam kantung air di rahim yang cozy, namun sempit, sekarang kaki dan tangan bayi baru Anda bebas bergerak ke sana-sini. Hanya saja, dia belum mengerti bagaimana cara mengendalikan tubuhnya. Makanya, lambaian tangannya agak tersentak-sentak.

Bayi juga lahir dengan refleks Moro. Begitu diangkat dan diturunkan lagi secara tiba-tiba, misalnya, kedua tangan dan kakinya akan merentang, lalu menutup kembali. Jemarinya juga menekuk seolah-olah mencengkeram sesuatu. Jangan takut, refleks ini akan hilang ketika dia berusia 3 bulan.

Lalu, sistem saraf yang sedang berkembang suka mengirim lebih banyak impuls listrik ke otot-otot dari yang diperlukan, sehingga dagu dan kakinya sering gemetar. Setelah beberapa minggu, dia sudah tidak gemetaran lagi.

“Wow, kelaminnya besar sekali!”

Sebelum suami Anda keburu ge-er gara-gara bayi laki-lakinya punya buah zakar yang besar, dia harus tahu bahwa genetik atau hormon laki-laki yang super perkasa sekalipun tidak ada pengaruhnya terhadap ukuran buah zakar. Membesarnya buah zakar terjadi akibat terdesaknya bayi selama kelahiran, seperti kalau cairan terjebak dalam jaringan.

Juga, dalam tubuh semua bayi baru masih mengalir hormon-hormon ibunya. Nah, hormon tersebut membuat buah zakar (bayi laki-laki) atau bibir luar kelamin (bayi perempuan) seolah-olah besar alias bengkak. Biasanya, alat kelamin tersebut akan mengempis beberapa hari kemudian.

“Bayiku lapar terus.”

Pada minggu-minggu pertama, Anda mungkin saja heran. Kok si kecil makan terus? Permintaan bayi yang bertubi-tubi ini adalah cara alami untuk meningkatkan suplai ASI Anda. Melalui trail and error , akhirnya bisa ditemukan takaran yang pas untuk memenuhi selera makannya. Bayi yang menyusu cenderung lebih sering minum, sebab ASI lebih mudah dicerna dan diserap ketimbang susu formula.

Nah, alasan untuk minum ‘gila-gilaan’ ini, tentu saja, karena si kecil harus tumbuh. Jangan heran, kalau berat badannya pada usia 6 bulan jadi 2 kali lipat dari berat lahirnya. “Selama periode percepatan pertumbuhan, jangan kaget kalau bayi Anda jadi super rakus. Nafsu minum yang gila-gilaan ini pertama kali terjadi ketika usianya 4-6 minggu,” kata Glade Curtis, MD , dokter kandungan yang juga pengarang dari “Your Baby’s First Year week by Week”.

“Tangan dan kakinya dingin.”

Sebelum Anda buru-buru membungkusnya dengan berlapis-lapis selimut, pegang dulu tubuhnya. Jika tubuhnya hangat dan agak pink, ini berarti ia tidak kedinginan. Sistem peredaran darahnya masih berkembang, sehingga darah bolak-balik ke organ tubuh yang paling membutuhkan. Nah, tangan dan kaki termasuk dalam ‘antrian’ paling akhir mendapat pasokan darah bersih. Butuh waktu sekitar 3 bulan bagi sistem peredaran darah untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan di luar rahim. Jadi, tidak apa-apa kalau jari-jari tangan dan kakinya dingin dan agak pucat.

“Ada darah di popoknya.”

Hormon ibu yang menyebabkan bibir luar kelamin membengkak, juga bertanggung jawab terhadap terjadinya perdarahan pada beberapa bayi baru. Jadi, tenang-tenang sajalah kalau ada setetes darah atau noda di popok si kecil pada minggu-minggu pertama kehidupannya. “Periode haid yang super pendek ini hanya akan berlangsung selama beberapa hari, kata Dr. Curtis. Kadangkala, apa yang kelihatannya seperti darah mungkin saja merupakan urin yang pekat, sehingga agak gelap di lipatan popok.

“ Ada tonjolan kecil di bibirnya.”

Banyak bayi baru yang bibir atasnya ada tonjolan kecil atau lepuhan akibat terlalu bersemangat menghisap susu dari botol maupun payudara ibunya. Akibatnya, si kecil jadi tidak nyaman. Sebenarnya, tonjolan itu akan membuat bibir jadi lebih mudah ‘menangkap’ puting susu. Tonjolan ini akan hilang sendiri dalam beberapa bulan, atau bisa saja berulang kali muncul dan hilang.

“Pupnya cair. Diare nggak ya?”

Kotoran bayi menyusu yang berwarna kuning seperti mustard dan mirip biji-bijian biasanya cair, sementara pup bayi susu formula cenderung berwarna kecokelatan dan kental seperti es krim. Beberapa bayi akan pup beberapa kali dalam sehari, sedangkan yang lainnya pup beberapa kali dalam seminggu. Sepanjang berat badan bayi Anda terus bertambah, serta tidak masalah pada perut atau kembung, berapapun frekuensi pupnya tetap oke kok.

Memang, agak susah untuk membedakan pup biasa dengan pup akibat diare, khususnya pada bayi yang menyusu. Biasanya sih, bayi ASI pup sehabis makan, dan kotorannya lebih cair. Jadi? Mau tidak mau Anda harus belajar mengenali kotoran si kecil. Jika frekuensi, volume, dan kekentalannya berubah secara drastis, segera bawa ke dokter.

“Si kecil bersin terus.”

Bayi baru sering banget bersin. Meski begitu, ini tidak berarti ia pilek atau sakit. Bisa jadi, ia hanya sedang melonggarkan rongga hidung dan saluran napas dari berbagai sumbatan dan partikel-partikel udara. “Ketika menyusu, bayi bisa saja menempel erat-erat pada Anda. Akibatnya, hidungnya jadi gepeng atau salah satu lubang hidungnya tertutup,” kata Dr. Curtis. “Setelah minum, bayi akan menghela napas atau bersin untuk melonggarkan rongga hidungnya lagi.”

“Kulit tangan dan kakinya terkelupas.”

Ketika bayi berenang dalam lautan air ketuban, kulitnya terlindung dari lingkungan yang basah berkat lapisan kulit berwarna putih dan mirip lilin yang disebut vernix . Tapi, sekali si kecil terpapar udara, vernix akan mengering dan mulai mengelupas. Jangan gosok-gosok serpihan kulit sisanya, sebab bisa jadi Anda malah mengelupas kulit yang sebenarnya belum siap untuk rontok. Proses pengelupasan ini akan berlangsung sekitar 1-2 minggu.

“Bayiku nggak napas!”

Bisa jadi Anda beberapa kali agak histeris begitu melihat si kecil tidak bernapas secara teratur ketika terlelap. Ini normal-normal saja. Sesekali, bayi Anda seakan-akan berhenti bernapas sebentar, lalu bernapas lagi dengan cepat. “Sebenarnya, itu adalah bagian dari perkembangan diafragma (sekat rongga badan antara dada dan perut) dan sistem saraf,” kata Dr. Curtis. Pada usia 6 minggu, ia akan memiliki pola napas yang lebih teratur. Hanya saja, jangan lupa telentangkan si kecil, serta singkirkan semua barang dan mainan lembut dari boksnya untuk mencegah terjadinya SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) atau sindroma kematian bayi secara tiba-tiba.

“Suara tangisannya kok sama?”

Jika Anda belum juga piawai dalam menerjemahkan bahasa pertama bayi Anda, nggak usah terlalu cemas. “Seiring dengan berjalannya waktu, Anda akan mengenali jeritan keras dari tangisannya karena sakit atau rengekan berkepanjangan ketika ia kecapaian,” kata Dr. Hansen. Nah, suara tangisan karena lapar biasanya di antara kedua suara itu. Meski begitu, ada juga sih bayi-bayi yang terdengar agak desperate (dan juga keras) ketika mau makan pada saat itu juga. Namun, pada hari-hari pertama, tidak perlu terlalu panik kalau si kecil mulai menangis. Sebab, bisa saja ia menangis tanpa alasan apapun. Yang penting, Anda harus bereaksi sama, yakni menunjukkan perhatian dan kasih sayang. Habis, itu memang yang diinginkan dan juga dibutuhkan si kecil.

Sumber : www.hypno-birthing.web.id





Berikan Makanan Padat Pertama yang Tepat Untuk Bayi Anda

3 09 2008

Berikan Makanan Padat Pertama yang Tepat Untuk Bayi Anda


Memilih makanan untuk bayi memang gampang-gampang susah. Pasalnya, ada bayi yang memiliki alergi-alergi terhadap jenis makanan tertentu. Belum lagi jika Ia mendadak sulit makan, pasti kepusingan kita sebagai orang tua pun semakin menjadi. Tetapi sekarang tidak perlu khawatir lagi, berikut ini adalah jenis makanan yang mudah untuk dikonsumsi si kecil dan terjamin kesehatannya.

Sereal Beras


Tekstur sereal beras adalah yang termudah untuk dikonsumsi bayi bila dibandingkan dengan makanan padat lainnya seperti biskuit. Apabila Anda memberi biskuit pada si kecil, pastikan biskuit terseebut telah dicelup dengan air sehingga mudah untuk dikonsumsi. Anda harus ingat, si kecil pasti enggan memakan sesuatu yang dirasa “sulit” untuk dikonsumsi. Selain itu untuk alternatif, Anda bisa juga mencampur sereal beras dengan air, susu formula atau bahkan dengan ASI untuk hasil yang maksimal.

Buah

Apel, jeruk dan pisang adalah jenis buah-bauhan yang paling mudah dan sering dikonsumsi untuk bayi. Selain kaya gizi, Anda pun sebagai orang tua dapat dengan mudah memberi makan buah karena bisa dengan banyak cara seperti dilumatkan, di tim ataupun dipotong kecil-kecil. Biasakanlah si kecil dengan buah-buahan agar ketika Ia memasuki usia balita, Ia dapat mengganti cemilannya yang mungkin kurang bergizi dengan buah yang kaya manfaat.

Sayur

Rasa sayuran yang tidak manis memang kerap membuat si kecil enggan untuk memakannya, apalagi jika selama ini Ia terbiasa dengan susu formula atau ASI. Ada baiknya Anda memperkenalkan sayuran lebih dahulu sebelum mengenalkan buah, agar Ia tidak memiliki bandingannya, karena sebetulnya sayuran adalah makanan padat terbaik pertama untuk bayi Anda.

Sumber : http://www.hanyawanita.com/_mother_child/parenting/article.php?article_id=8423