Silent Killer

18 02 2010

Kanker? Penyakit yang mengerikan dan seringkali didengungkan dimana-mana. Menurut WHO, jumlah penderita kanker di seluruh dunia bertambah 6,25 juta orang tiap tahun. Dalam 10 tahun mendatang diperkirakan 9 juta orang akan meninggal setiap tahun akibat kanker. Dua pertiga dari penderita kanker berada di negara-negara berkembang. Penyakit kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker. Sel-sel kanker ini dapat menyebar ke bagian tubuh sehingga menyebabkan kematian.

Masyarakat seringkali menyebut kanker sebagai tumor, padahal tidak semua tumor adalah kanker. Tumor adalah benjolan tidak normal yang bukan radang. Tumor dibagi menjadi tumor jinak dan ganas. Kanker adalah istilah umum untuk semua jenis tumor ganas. Penyusupan sel kanker ke jaringan alat tubuh lainnya dapat merusak alat tubuh sehingga fungsi alat tersebut menjadi terganggu.

Kanker berpotensi menimpa semua orang dan pada semua golongan umur. Kanker dapat timbul pada pria, wanita maupun anak-anak. Umumnya sebelum kanker meluas/merusak jaringan disekitarnya, penderita tidak merasakan adanya keluhan/gejala lain, bila sudah ada keluhan/gejala biasanya penyakitnya sudah lanjut.

Pada stadium dini kanker tumbuh setempat. Jikalau ada benjolan/kelainan walau tidak dirasakan sangat mengganggu perlu diwaspadai sebagai kanker sampai terbukti bukan kanker. Ada 7 gejala yang perlu diperhatikan dan diperiksa oleh dokter untuk memastikan ada/tidaknya kanker yaitu :

–         Waktu buang air besar/kecil ada perubahan kebiasaan/gangguan

–         Alat pencernaan terganggu dan susah menelan

–         Suara serak/batuk yang tak sembuh-sembuh

–         Payudara/tempat lain ada benjolan

–         Andeng-andeng(tahi lalat) yang berubah sifatnya menjadi makin besar dan gatal

–         Darah/lendir yang abnormal keluar dari tubuh

–         Adanya koreng/borok yang tak sembuh-sembuh

Upaya pencegahan kanker dapat dilakukan dengan cara hidup sehat :

–         mengurangi makanan berlemak yang berlebihan

–         lebih banyak makan makanan yang berserat

–         lebih banyak makan makanan yang banyak mengandung vitamin A,C dan sayuran

–         mengurangi makanan yang telah diawetkan/disimpan terlalu lama

–         membatasi minuman alkohol

–         hindari diri dari penyakit akibat hubungan seks

–         hindari kebiasaan merokok

–         upayakan hidup seimbang dan hindari stress

–         periksakan kesehatan secara berkala dan teratur

Sebagian besar dari kanker dapat disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat, seperti kebiasaan makan tidak seimbang, kebiasaan merokok, kontak dengan sinar matahari yang berlebihan, berganti-ganti pasangan seks dan lingkungan hidup serta pekerjaan yang ada hubungannya dengan penyebab kanker.

Oleh karena itu, upaya mencegah kanker dan menemukan kanker pada stadium dini merupakan upaya yang penting karena disamping membebaskan masyarakat dari penderitaan kanker juga menekan biaya pengobatan kanker yang mahal. Mari kita bergaya hidup sehat sejak dini…





Menarik Diri Memperburuk Kanker

6 10 2009

Isolasi sosial yang dilakukan oleh pasien kanker bisa menyebabkan penyakit lebih cepat memburuk, bahkan menimbulkan kematian. Studi laboratorium terhadap tikus percobaan membuktikan hal tersebut.

Dalam studi tersebut, tikus yang terkena kanker dan dipisahkan dari induknya mengalami perburukan penyakit dan kelenjar tumornya makin membesar. Menurut para ahli hal ini terjadi karena tikus yang diisolasi itu merasa stres.

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Cancer Prevention Research itu menggarisbawahi bahwa lingkungan sosial yang dikenal oleh penderita, dalam hal ini keluarga, bisa menekan terjadinya perkembangan biologi penyakit, dan menunjukkan hasil yang lebih baik.

Hormon stres menurut para ahli secara langsung bisa mengakibatkan perubahan aktivitas gen yang berpengaruh pada pertumbuhan sel tumor.

Pengaruh faktor psikologi pada perjalanan penyakit sejak lama sudah menjadi perhatian para peneliti. Berbagai studi juga menunjukkan stres dan depresi memiliki kaitan dengan timbulnya kanker.
Berada di sekitar lingkungan yang akrab dengan pasien kanker akan memberikan keuntungan bagi pasien. Misalnya saja pasien merasa nyaman, lebih dekat dengan keluarga, serta mengurangi kecemasan. Dengan demikian, keluhan terhadap penyakit pun bisa dikurangi.





Kurus Bisa Redam Resiko Kanker

1 01 2009

Mengurangi berat badan, menjauhi daging merah (sapi, kambing dan babi), mengurangi memakan daging babi olahan serta konsumsi alkohol menekan resiko kanker, kata suatu laporan internasional.

Dana Penelitian Kanker Dunia (WCRF) melakukan penyelidikan terbesar sejauh ini terhadap gaya hidup dan kanker, dan mengeluarkan beberapa rekomendasi yang tegas.

Rekomendasi itu termasuk tidak kelebihan berat badan, menghindari minuman bergula dan alkohol serta tidak makan daging olahan dalam bentuk bacon atau ham.

Setiap orang harus berniat untuk sekurus mungkin tanpa menjadi terlalu kurus.

Orang dengan Indeks Massa Tubuh (IMT), rumus yang memperhitungkan tinggi dan berat badan, antara 18,5 dan 25, dipandang berada dalam rentang berat yang “sehat”.

Namun penelitian ini mengatakan, resiko meningkat begitu orang mendekati angka 25 dan setiap orang harus sedekat mungkin dengan batas bawah.

Paling Komprehensif

Dokumen ini tidak menyertakan riset baru. Panel mengkaji 7.000 penelitian yang ada selama lima tahun.

Menurut mereka, hasil ini merupakan investigasi yang paling komprehensif terhadap resiko pilihan-pilihan gaya hidup tertentu.

Mereka melihat lemak tubuh sebagai faktor kunci dalam perkembangan kanker, dan memperkirakan lemak memiliki arti penting yang lebih besar daripada dugaan sebelumnya.

Para penyusun laporan mengatakan, mereka mengajukan satu daftar anjuran, bukannya “firman”.

“Namun, kalau orang berminat untuk mengurangi resiko kanker, maka mengikuti anjuran itu merupakan cara untuk melakukannya,” kata Profesor Martin Wiseman, yang ikut menyusun laporan tersebut.

Kanker bukan nasib, itu masalah resiko, dan Anda bisa menyesuaikan dengan resiko tadi dengan perilaku Anda. Sangat penting bahwa orang merasakan mereka memegang kendali atas apa yang mereka perbuat,” tambah Profesor Martin Wiseman, penyusun laporan tersebut.

Namun, dua pertiga kasus kanker diduga tidak terkait dengan gaya hidup, dan tidak banyak yang bisa ditempuh orang untuk mencegah kanker dalam kondisi semacam itu.

“Meski demikian, lebih dari tiga juta dari 10 juta kanker yang didiagnosis di seluruh dunia setiap tahun bisa dicegah jika rekomendasi itu dipenuhi,” kata Profesor Wiseman.

Sumber : BBC Indonesia





Kanker Tulang

26 11 2008

Definisi Tulang-Tulang

Tubuh anda mempunyai 206 tulang-tulang. Tulang-tulang ini melayani beragam fungsi-fungsi yang berbeda. Pertama, tulang-tulang anda menyediakan struktur pada tubuh anda dan membantu menyediakan bentuknya. Otot-otot melekat pada tulang-tulang dan mengizinkan anda untuk bergerak. Tanpa tulang-tulang, tubuh anda akan menjadi suatu timbunan dari jaringan-jaringan lunak tanpa struktur, dan anda akan tidak mampu untuk berdiri, berjalan, atau bergerak. Kedua, tulang-tulang membantu melindungi organ-organ yang lebih rentan dari tubuh. Contohnya, tulang-tulang dari tengkorak melindungi otak, vertebrae dari tulang belakang (spine) melindungi sumsum tulang belakang (spinal cord), dan tulang-tulang rusuk melindungi jantung dan paru-paru. Ketiga, tulang-tulang mengandung sumsum tulang (bone marrow), yang membuat dan menyimpan sel-sel darah baru. Akhirnya, tulang-tulang membantu mengontrol koleksi tubuh anda dari beragam protein-protein dan nutrisi-nutrisi termasuk kalsium dan phosphorus.

Definisi Kanker

Tubuh anda terbentuk dari banyak struktur-struktur kecil yang disebut sel-sel. Ada banyak tipe-tipe yang berbeda dari sel-sel yang tumbuh untuk membentuk bagian-bagian yang berbeda dari tubuh anda. Selama pertumbuhan dan perkembangan yang normal, sel-sel ini secara terus menerus tumbuh, membelah, dan membuat sel-sel baru. Proses ini berlanjut di seluruh kehidupan bahkan setelah anda tidak lagi tumbuh. Sel-sel berlanjut membelah dan membuat sel-sel baru untuk menggantikan sel-sel yang tua dan rusak. Pada seorang yang sehat, tubuh mampu untuk mengontrol pertumbuhan dan pembelahan dari sel-sel menurut keperluan-keperluan dari tubuh. Kanker adalah ketika kontrol yang normal ini dari sel-sel hilang dan sel-sel mulai tumbuh dan membelah diluar kontrol. Sel-sel juga menjadi abnormal dan telah merubah fungsi-fungsi pada pasien-pasien dengan kanker.

Ada banyak tipe-tipe yang berbeda dari kanker. Kanker biasanya dinamakan berdasarkan pada tipe dari sel yang dipengaruhi. Contohnya, kanker paru disebabkan oleh sel-sel yang diluar kontrol yang membentuk paru-paru, dan kanker payudara oleh sel-sel yang membentuk payudara. Suatu tumor adalah suatu kumpulan (koleksi) dari sel-sel abnormal yang mengumpul bersama. Bagaimanapun, tidak semua tumor-tumor adalah bersifat kanker. Suatu tumor dapat jinak (tidak bersifat kanker) atau ganas (bersifat kanker). Tumor-tumor jinak biasanya kurang berbahaya dan tidak mampu untuk menyebar ke bagian-bagian lain tubuh. Tumor-tumor ganas biasanya lebih serius dan dapat menyebar ke area-area lain dalam tubuh. Kemampuan sel-sel kanker untuk meninggalkan lokasi awal mereka dan bergerak ke lokasi lain didalam tubuh disebut metastasis. Metastasis dapat terjadi dengan sel-sel kanker memasuki aliran darah tubuh atau sistim getah bening (lymphatic system) untuk berjalan ke tempat-tempat lain didalam tubuh. Ketika sel-sel kanker bermetastasis ke bagian-bagian lain tubuh, mereka tetap dinamakan dengan tipe asal dari sel yang abnormal. Contohnya, jika suatu kelompok dari sel-sel payudara menjadi berpenyakit kanker dan bermetastasis ke tulang-tulang, ia disebut kanker payudra yang bermetastasis. Banyak tipe-tipe berbeda dari kanker mampu untuk bermetastasis ke tulang-tulang. Tipe-tipe kanker yang paling umum yang menyebar ke tulang-tulang adalah paru, payudara, prostate, tiroid, dan ginjal. Kebanyakan waktu, ketika orang-orang mempunyai kanker di tulang mereka, ia disebabkan oleh kanker yang telah menyebar dari tempat lain didalam tubuh ke tulang-tulang. Adalah lebih tidak umum untuk mempunyai suatu kanker tulang yang asli, suatu kanker yang timbul dari sel-sel yang membentuk tulang. Adalah penting untuk menentukan apakah kanker didalam tulang adalah dari tempat lain atau dari suatu kanker dari sel-sel tulang. Perawatan-perawatan untuk kanker-kanker yang telah bermetastasis ke tulang didasarkan pada tipe awal dari kanker.

Definisi Kanker Tulang

Kanker tulang disebabkan oleh suatu persoalan dengan sel-sel yang membentuk tulang. Lebih dari 2,000 orang-orang didiagnosis di Amerika setiap tahun dengan suatu tumor tulang. Tumor-tumor tulang terjadi paling umum pada anak-anak dan remaja-remaja dan lebih kurang umum pada orang-orang dewasa yang lebih tua. Kanker yang melibatkan tulang pada dewasa-dewasa yang lebih tua adalah paling umum akibat dari penyebaran metastasis dari tumor yang lain.

Ada banyak tipe-tipe yang berbeda dari kanker tulang. Tumor-tumor tulang yang paling umum termasuk osteosarcoma, Ewing’s sarcoma, chondrosarcoma, malignant fibrous histiocytoma, fibrosarcoma, dan chordoma.

Osteosarcoma adalah kanker tulang ganas utama yang paling umum. Ia paling umum mempengaruhi laki-laki yang berumur antara 10 dan 25 tahun, namun dapat lebih kurang umum mempengaruhi dewasa-dewasa yang lebih tua. Ia seringkali terjadi di tulang-tulang yang panjang dari lengan-lengan dan kaki-kaki pada area-area dari pertumbuhan yang cepat sekitar lutut-lutut dan bahu-bahu (pundak) dari anak-anak. Tipe kanker ini seringkali adalah sangat agresif dengan risiko penyebaran ke paru-paru. Angka kelangsungan hidup dari lima tahun adalah kira-kira 65%.

Ewing’s sarcoma adalah tumor tulang yang paling agresif dan mempengaruhi orang-orang yang lebih muda yang berumur antara 4-15 tahun. Ia adalah lebih umum pada laki-laki dan adalah sangat jarang pada orang-orang yang berumur lebih dari 30 tahun. Ia paling umum terjadi pada pertegahan dari tulang-tulang panjang dari lengan-lengan dan kaki-kaki. Angka kelangsungan hidup tiga tahun adalah kira-kira 65%, namun angka ini adalah jauh lebih rendah apabila telah menyebar ke paru-paru atau jaringan-jaringan lain dari tubuh.

Chondrosarcoma adalah tumor tulang yang paling umum kedua dan bertanggung jawab pada kira-kira 25% dari semua tumor-tumor tulang yang ganas. Tumor-tumor ini timbul dari sel-sel tulang rawan (cartilage cells) dan dapat tumbuh dengan sangat agresif atau relatif perlahan. Tidak seperti banyak tumor-tumor tulang lain, chondrosarcoma adalah paling umum pada orang-orang berumur diatas 40 tahun. Ia adalah sedikit lebih umum pada laki-laki dan dapat secara potensial menyebar ke paru-paru dan simpul-simpul getah bening. Chondrosracoma paling umum mempengaruhi tulang-tulang dari pelvis dan pinggul-pinggul. Kelangsungan hidup lima tahun untuk bentuk yang agresif adalah kira-kira 30%, namun angka kelangsungan hidup untuk tumor-tumor yang tumbuhnya perlahan adalah 90%.

Malignant fibrous histiocytoma (MFH) mempengaruhi jaringan-jaringan lunak temasuk otot-otot, ligamen-ligamen, tendon-tendon, dan lemak. Ia adalah keganasan jaringan lunak yang paling umum pada kehidupan kemudian dari dewasa, biasanya terjadi pada orang-orang berumur 50-60 tahun. Ia paling umum mempengaruhi anggota-anggota tubuh (kaki dan tangan) dan adalah kira-kira dua kali lebih umum pada laki-laki daripada wanita-wanita. MFH juga mempunyai suatu batasan yang lebar dari keparahan. Angka kelangsungan hidup keseluruhan adalah kira-kira 35%-60%.

Fibrosarcoma adalah jauh lebih jarang daripada tumor-tumor tulang lainnya. Ia adalah paling umum pada orang-orang yang berumur 35-55 tahun. Ia paling umum mempengaruhi jaringan-jaringan lunak dari kaki dibelakang lutut. Ia adalah sedikit lebih umum pada laki-laki daripada wanita-wanita.

Chordoma adalah suatu tumor yang sangat jarang dengan suatu kelangsungan hidup rata-rata dari kira-kira enam tahun setelah diagnosis. Ia terjadi pada dewasa-dewasa yang berumur diatas 30 tahun dan kira-kira dua kali lebih umum pada laki-laki daripada wanita-wanita. Ia paling umum mempengaruhi kolom tulang belakang (spinal column) ujung bawah atau ujung atas.

Sebagai tambahan pada kanker tulang, ada beragam tipe-tipe dari tumor-tumor tulang yang jinak. Ini termasuk osteoid osteoma, osteoblastoma, osteochondroma, enchondroma, chondromyxoid fibroma, dan giant cell tumor (yang mempunyai potensi untuk menjadi ganas). Seperti dengan tipe-tipe lain dari tumor-tumor jinak, ini tidak bersifat kanker.

Ada dua tipe lain dari kanker yang relatif umum yang berkembang didalam tulang-tulang: lymphoma dan multiple myeloma. Lymphoma, suatu kanker yang timbul dari sel-sel sistim imun, biasanya mulai di simpul-simpul getah bening namun dapat mulai di tulang. Multiple myeloma mulai di tulang-tulang, namun ia biasanya tidak dipertimbangkan sebagai suatu tumor tulang karena ia adalah suatu tumor dari sel-sel sumsum tulang dan bukan dari sel-sel tulang.

Gejala-Gejala Kanker Tulang

Gejala yang paling umum dari tumor-tumor tulang adalah nyeri. Pada kebanyakan kasus-kasus, gejala-gejala menjadi secara berangsur-angsur lebih parah seiring dengan waktu. Pada awalnya, nyeri mungkin hanya hadir waktu malam atau dengan aktivitas. Tergantung pada pertumbuhan dari tumor, mereka yang terpengaruh mungkin mempunyai gejala-gejala untuk berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau bertahun-tahun sebelum mencari nasehat medis. Pada beberapa kasus-kasus, suatu massa atau gumpalan mungkin dirasakan pada tulang atau pada jaringan-jaringan yang mengelilingi tulang. Ini adalah paling umum dengan MFH atau fibrosarcoma namun dapat terjadi dengan tumor-tumor tulang lainnya. Tulang-tulang dapat menjadi lemah oleh tumor dan menjurus pada suatu patah tulang setelah trauma (luka) yang kecil atau tidak ada trauma atau hanya dari berdiri pada tulang yang terpengaruh. Demam, gigil, keringat waktu malam, dan kehilangan berat badan dapat terjadi namun adalah lebih kurang umum. Gejala-gejala ini adalah lebih umum setelah penyebaran tumor ke jaringan-jaringan lain didalam tubuh.

Mendiagnosis Kanker Tulang

Hal pertama yang dilakukan dokter anda adalah mengambil suatu sejarah medis yang komplit. Ini akan memberikan dokter anda petunjuk-petunjuk pada diagnosis anda. Beberapa tipe-tipe kanker adalah umum pada orang-orang jika mereka mempunyai anggota-anggota keluarga yang dekat yang telah mempunyai tipe kanker itu. Suatu diskripsi (keterangan) dari gejala-gejala anda dapat membantu dokter anda mengidentifikasi kemungkinan dari kanker tulang dari penyebab-penyebab lain yang mungkin. Berikutnya, suatu pemeriksaan fisik yang komplit dapat membantu menemukan penyebab dari gejala-gejala anda. Ini mungkin termasuk menguji kekuatan otot anda, perasaan terhadap sentuhan, dan refleks-refleks. Tes-tes darah tertentu dapat dipesan yang dapat membantu mengidentifikasi suatu kanker yang mungkin.

Berikutnya, dokter anda akan kelihatanya memesan beberapa studi-studi imaging (pencitraan). X-rays sederhana seringkali diperintahkan pertama-tama. Pada beberapa kasus-kasus, jika kanker teridentifikasi sangat dini ia mungkin tidak menampakan diri pada x-rays sederhana. Penampakan dari suatu tumor pada x-ray dapat membantu menentukan tipe kanker dan apakah ia adalah jinak atau ganas. Tumor-tumor jinak adalah lebih mungkin mempunyai suatu tepi (batasan) yang halus dimana tumor-tumor ganas adalah lebih mungkin mempunyai suatu tepi yang compang-camping. Ini karena tumor-tumor jinak secara khas tumbuh lebih perlahan dan tulang mempunyai waktu untuk coba mengelilingi tumor dengan tulang normal. Tumor-tumor ganas adalah lebih mungkin untuk tumbuh lebih cepat, tidak memberikan tulang yang normal suatu kesempatan untuk mengelilingi tumor.

Suatu CT scan (CAT scan atau computed tomography) adalah suatu tes yang lebih maju yang dapat memberikan suatu gambar potongan melintang dari tulang-tulang anda. Tes ini memberikan detil yang sangat bagus dari tulang-tulang anda dan adalah lebih mampu untuk mengidentifikasi kemungkinan suatu tumor. Ia juga memberikan informasi tambahan pada ukuran dan lokasi dari tumor.

Suatu MRI (magnetic resonance imaging) adalah tes yang lebih maju lainnya yang dapat juga menyediakan gambar potongan melintang dari tubuh anda. MRI menyediakan detil yang lebih baik dari jaringan-jaringan lunak termasuk otot-otot, tendon-tendon, ligamen-ligamen, syaraf-syaraf, dan pembuluh-pembuluh darah daripada suatu CT scan. Tes ini dapat memberikan detil yang lebih baik pada apakah sudah atau belum tumor tulang pecah melalui tulang dan melibatkan jaringan-jaringan lunak yang mengelilinginya.

Suatu scan tulang adalah suatu tes yang mengidentifikasi area-area dari tulang yang tumbuh atau berubah bentuk secara cepat. Scan tulang seringkali diambil dari seluruh tubuh. Tes ini mungkin diperintahkan untuk melihat apakah ada area-area lain mana saja dari keterlibatan tulang diseluruh tubuh.

Jika suatu tumor diidentifikasi, dokter anda akan menggunakan semua informasi dari sejarah dan pemeriksaan fisik bersama dengan studi-studi laboratorium dan imaging untuk memasang suatu daftar dari kemungkinan penyebab-penyebab (differential diagnosis).

Dokter anda mungkin kemudian memperoleh suatu contoh biopsi dari tumor. Ini melibatkan mengambil suatu contoh kecil dari tumor yang dapat diuji di laboratorium untuk menentukan jenis tumornya. Biopsi dapat diperoleh melalui suatu jarum kecil (needle biopsy) atau melaui suatu sayatan kecil (incisional biopsy).

Merawat Kanker Tulang

Ada banyak metode-metode berbeda yang tersedia untuk dokter anda untuk merawat kanker tulang. Perawatan terbaik didasarkan pada tipe dari kanker tulang, lokasi kanker, berapa agresifnya kanker, dan apakah sudah atau belum kanker menyerang jaringan-jaringan yang mengelilinginya atau yang berjauhan (metastasized). Ada tiga tipe-tipe utama dari perawatan untuk kanker tulang: operasi, kemoterapi, dan terapi radiasi. Ini dapat digunakan secara sendiri-sendiri atau digabungkan dengan sesamanya.

Operasi seringkali digunakan untuk merawat kanker tulang. Tujuan dari operasi adalah biasanya untuk mengangkat seluruh tumor dan suatu area yang mengelilinginya dari tulang yang normal. Setelah tumor diangkat, seorang ahli patologi (pathologist) mengujinya untuk menentukan apakah ada tulang normal yang sepenuhnya mengelilingi tumor. Jika suatu porsi dari kanker ditinggalkan, ia dapat berlanjut tumbuh dan menyebar, memerlukan perawatan lebih jauh. Menurut sejarah, amputasi-amputasi seringkali digunakan untuk mengangkat kanker tulang. Teknik-teknik lebih baru telah mengurangi keperluan untuk amputasi. Pada banyak kasus-kasus, tumor dapat diangkat dengan suatu lingkar (rim) dari tulang yang normal tanpa keperluan untuk suatu amputasi. Tergantung pada jumlah tulang yang diangkat, ahli bedah akan menggantikan sesuatu pada lokasinya. Untuk area-aea yang lebih kecil, ini mungkin adalah semen tulang (bone cement) atau suatu cangkok tulang (bone graft) dari tempat lain ditubuh anda atau dari bank tulang. Untuk area-area yang lebih besar, ahli bedah mungkin menempatkan cangkok-cangkok yang lebih besar dari bank tulang atau metal implants. Beberapa dari metal implants ini mempunayi kemampuan untuk memanjang ketika digunakan pada anak-anak yang sedang tumbuh.

Anda mungkin dirujuk pada seorang ahli kanker medis (oncologist) untuk kemoterapi. Ini adalah penggunaan dari beragam obat-obat yang digunakan untuk mencba menghentikan pertumbuhan dari sel-sel kanker. Kemoterapi dapat digunakan sebelum operasi untuk mencoba menyusutkan tumor tulang untuk membuat operasi lebih mudah. Ia dapat juga digunakan setelah operasi untuk mencoba membunuh sel-sel kanker yang tersisa yang ditinggalkan setelah operasi.

Anda dapat juga dirujuk pada seorang ahli radiasi kanker untuk terapi radiasi. Terapi radiasi menggunakan x-ray berkekuatan tinggi yang ditujukan pada tempat dari kanker untuk mencoba membunuh sel-sel kanker. Perawatan ini diberikan dalam dosis-dosis kecil setiap hari melalui suatu periode waktu dari berhari-hari sampai berbulan-bulan.

Efek-Efek Sampingan Perawatan Kanker Tulang

Sayangnya, ada risiko-risiko dan efek-efek sampingan dengan setiap perawatan untuk kanker tulang. Risiko-risiko utama yang berhubungan dengan operasi termasuk infeksi, kekambuhan dari kanker, dan luka pada jaringan-jaringan yang mengelilinginya. Dalam rangka untuk mengangkat seluruh kanker dan mengurangi risiko kekambuhan, beberapa jaringan normal yang mengelilinginya harus juga diangkat. Tergantung pada lokasi dari kanker, ini mungkin memerlukan pengangkatan dari porsi-porsi dari tulang, otot, syaraf-syaraf, atau pembuluh-pembuluh darah. Ini dapat menyebabkan kelemahan, kehilangan sensasi, dan risiko dari patah tulang atau patah tulang dari tulang yang tersisa. Anda dapat dirujuk pada seorang ahli rehabilitasi untuk terapi fisik dan pekerjaan setelah operasi untuk mencoba memperbaiki kekuatan dan fungsi anda.

Kemoterapi menggunakan obat-obat yang sangat kuat untuk mencoba membunuh sel-sel kanker. Sayangnya, beberapa sel-sel normal juga terbunuh dalam prosesnya. Obat-obat dirancang untuk membunuh sel-sel yang membelah atau tumbuh secara cepat. Sel-sel normal yang terpengaruh seringkali termasuk rambut, sel-sel pembentuk darah, dan sel-sel pelapis sistim pencernaan. Efek-efek sampingan termasuk mual dan muntah, kehilangan rambut, infeksi, dan kelelahan. Untungnya, efek-efek sampingan ini biasanya hilang setelah kemoterapi selesai. Nutrisi yang baik adalah penting untuk tubuh anda untuk melawan kanker. Anda mungkin dirujuk pada ahli nutrisi untuk membantu dengan ini, terutama jika anda mengalami mual dan kehilangan nafsu makan.

Efek-efek sampingan utama dari terapi radiasi termasuk kelelahan, kehilangan nafsu makan, dan kerusakan pada kulit dan jaringan-jaringan lunak sekelilingnya. Terapi radiasi sebelumnya dapat juga meningkatkan risiko persoalan-persoalan luka dari operasi pada area yang sama.

Masa Depan Untuk Pasien-Pasien Dengan Kanker Tulang

Telah ada banyak kemajuan belakangan ini dalam pengertian dan perawatan dari kanker tulang. Ini telah menjurus pada terapi radiasi yang lebih terfokus untuk mengurangi risko pada jaringan-jaringan sekelilingnya, kombinasi-kombinasi yang lebih baik dari kemoterapi dengan risiko dan efek-efek sampingan yang lebih sedikit, dan opsi-opsi perawatan yang telah diperbaiki, termasuk operasi yang menyelamatkan anggota tubuh, yang mengurangi keperluan untuk amputasi.

Sekarang ini banyak pekerjaan sedang dilakukan pada setiap area-area ini dan begitu juga penyelidikan-penyelidikan pada penyebab-penyabab kanker. Diharapkan bahwa suatu pengertian yang lebih baik dari penyebab-penyebab spesifik dari kanker akan menjurus pada teknik-teknik terapi gen untuk mentargetkan sel-sel kanker spesifik dengan risiko yang terbatas pada sel-sel normal lainnya.





Kanker Payudara

25 11 2008

Prakata Pencegahan Kanker Payudara

Untuk banyak wanita, tidak ada penyakit yang lebih menyeramkan dari pada kanker payudara. Kanker payudara menimbulkan ketakutan-ketakutan yang berhubungan dengan kehilangan gambaran tubuh dan kebirahian, operasi, dan kematian. Seperti kasus pada kebanyakan kanker, penyebab yang tepat dari kanker payudara tidak diketahui secara jelas. Lebih jauh, pada saat ini tidak ada penyembuhan untuk penyakit yang telah lanjut, dan tidak ada cara yang pasti untuk mencegahnya.

Pengetahuan kita tentang bagaimana kanker payudara berkembang telah meluas dengan cepat. Sebagai hasilnya, obat-obat baru sedang dikembangkan untuk mengurangi risiko kanker payudara diantara wanita yang berada pada risiko tinggi mengontrak penyakit ini. Untuk kebanyakan wanita, perubahan-perubahan gaya hidup, suatu diet yang sehat, penggunaan yang hati-hati dari antioksidan-antioksidan yang dipilih, latihan, dan penurunan berat badan dapat membantu mengurangi kemungkinan mengembangkan kanker payudara. Pada masa kini, strategi yang paling penting dalam memperbaiki kelangsungan hidup adalah masih tetap screening kanker payudara dan deteksi awal. Kanker payudara adalah penyebab kedua tertinggi dari kematian kanker diantara wanita di Amerika. Penyebab yang memimpin adalah kanker paru-paru. Satu dari delapan wanita di Amerika mengembangkan kanker payudara. Risikonya bahkan lebih tinggi untuk wanita dengan kanker payudara sebelumnya, mereka yang mempunyai saudara derajat satu dengan kanker payudara, mereka dengan banyak anggota keluarga dengan kanker, dan mereka yang mempunyai gen-gen kanker yang diwariskan.

Penyebab-Penyebab Biologi Kanker Payudara

Kanker payudara, seperti semua kanker, pada awalnya berkembang karena kerusakan-kerusakan pada materi genetik deoxyribonucleic acid (DNA) dari suatu sel tunggal. Tubuh manusia terdiri dari triliunan sel-sel. Didalam nuleus dari setiap sel, DNA kita ditempatkan pada kromosom-kromosom. Setiap sel manusia mempunyai dua set dari 23 kromosom-kromosom. Setiap set diturunkan/diwariskan dari satu orangtua. DNA berada sebagai helai-helai panjang dan berspiral pada kromosom-kromosom ini. Segmen-segmen yang berbeda sepanjang helai-helai DNA mengandung informasi untuk beragam gen-gen. Gen-gen adalah cetakbiru-cetakbiru yang menyediakan instruksi-instruksi genetik untuk pertumbuhan, perkembangan, dan perilaku dari setiap sel. DNA manusia diperkirakan mengandung kira-kira 50,000 sampai 100,000 gen-gen. Kebanyakan gen-gen membawa instruksi-instruksi untuk tipe-tipe dan jumlah dari protein-protein, enzin-enzim, dan unsur-unsur lain yang dihasilkan oleh sel-sel. Gen-gen juga mengurus ukuran-ukuran dan bentuk-bentuk dari organ-organ dengan mengontrol angka pembelahan dari sel-sel didalam organ-organ ini. (Sewaktu pembelahan sel, sebuah sel membuat suatu kopi duplikat dari kromosom-kromosomnya dan kemudian membelah menjadi dua sel). Beberapa gen-gen membatasi pembelahan sel dan membatasi pertumbuhan jaringan.

Kerusakan-kerusakan pada helai-helai DNA dapat menjurus pada kesalahan-kesalahan kode gen, yang pada gilirannya dapat menyebabkan penyakit-penyakit. Ketika gen-gen yang biasanya membatasi pertumbuhan dan pembelahan-pembelahan sel absen (tidak hadir) atau rusak, sel-sel yang dipengaruhi dapat membelah dan berlipatganda tanpa pengekangan. Sel-sel yang membelah dan berlipatganda tanpa pengekangan membesar (membentuk suatu tumor) dan dapat juga menyerang jaringan-jaringan dan organ-organ yang berdekatan dengannya. Sel-sel ini lebih jauh dapat memisahkan diri dan berpindah kebagian yang jauh dari tubuh didalam suatu proses yang disebut metastasis. Kemampuan untuk berlipatganda tanpa pengekangan, kecenderungan untuk menyerang organ-organ lain, dan kemampuan untuk bermetastasis ke bagian-bagian lain tubuh adalah karakteristik-karakteristik kunci dari kanker-kanker — karakteristik-karakteristik yang disebabkan oleh kerusakan-kerusakan DNA.

Kerusakan-kerusakan DNA yang menyebabkan kanker dapat diperoleh pada kelahiran (diwariskan) atau dapat berkembang waktu kehidupan masa dewasa. Kerusakan-kerusakan DNA yang diwariskan hadir didalam setiap sel tubuh. Pada sisi lain, kerusakan-kerusakan DNA yang berkembang waktu masa dewasa terbatas pada keturunan-keturunan (produk-produk dari pembelahan sel) dari sel yang terpengaruh yang tungal. Umumnya, kerusakan-kerusakan DNA yang diwariskan mempunyai suatu kecenderungan yang lebih besar menyebabkan kanker-kanker dan kanker-kanker yang terjadi pada awal kehidupan dari pada kerusakan-kerusakan DNA yang berkembang dalam kehidupan waktu dewasa.

Penelitian telah menunjukan bahwa 5%-10% dari kanker-kanker payudara dihubungkan dengan mutasi-mutasi (defects) didalam dua gen yang dikenal sebagai gen-gen yang berhubungan dengan kanker payudara (BRCA), BRCA1 dan BRCA2. Gen-gen ini berfungsi untuk mencegah pertumbuhan sel yang abnormal yang dapat menjurus pada kanker. Setiap sel didalam tubuh mempunyai dua gen BRCA1 atau BRCA2, satu diwariskan dari setiap orangtua. Seorang wanita yang telah menerima satu gen BRCA1 atau BRCA2 yang rusak dari satu otangtua dan satu gen yang sehat dari orangtua lainnya disebut seorang pembawa (carrier) dari gen BRCA yang rusak. Walaupun hanya satu gen BRCA1 atau BRCA2 yang sehat diperlukan untuk membantu mencegah pertumbuhan sel-sel yang bersifat kanker, satu gen BRCA yang sehat yang tersisa adalah mudah terkena kerusakan waktu kehidupan masa dewasa oleh faktor-faktor lingkungan seperti racun-racun, radiasi, dan kimia-kimia lain seperti radikal-radikal bebas. Oleh karenanya, wanita yang mengandung suatu gen BRCA1 atau BRCA2 yang rusak berada pada suatu peningkatan risiko mengembangkan kanker-kanker payudara atau ovari. Wanita yang membawa gen-gen BRCA1 atau BRC2 yang rusak juga cenderung mengembangkan kanker-kanker ini diawal hidupnya.

Mutasi-mutasi genetik yang jarang lainnya adalah juga dihubungkan dengan suatu peningkatan risiko perkembangan kanker payudara, termasuk mutasi-mutasi dari gen p53 penekan tumor (tumor suppressor gene p53), gen CHEK-2 , dan gen ATM (ataxia-telangiectasia mutation).

Karena kerusakan-kerusakan DNA yang diwariskan berjumlah hanya 5%-10% dari kanker-kanker payudara, mayoritas dari kanker-kanker payudara disebabkan oleh kerusakan-kerusakan DNA yang berkembang waktu kehidupan dewasa. Faktor-faktor lingkungan yang dapat menyebabkan kerusakan DNA termasuk radikal-radikal bebas, kimia-kimia, radiasi, dan racun-racun tertentu. Namun bahkan diantara individu-individu tanpa kerusakan-kerusakan DNA yang menyebabkan kanker yang diwariskan, kemudahan mereka terkena kerusakan DNA, kemampuan mereka untuk memperbaiki kerusakan DNA, dan kemampuan mereka untuk menghancurkan sel-sel dengan kerusakan DNA, kelihatannya adalah diwariskan secara genetik. Ini adalah mungkin mengapa risiko kanker adalah lebih tinggi diantara saudara-saudara dari tingkat satu dari pasien-pasien kanker payudara bakan diantara famili-famili yang tidak membawa gen-gen penekan tumor BRCA1 dan BRCA2 yang rusak.

Beberapa dari kesalahan-kesalahan pada mekanisme-mekanisme kontrol yang normal mengizinkan akmulasi dari kesalahan-kesalahan tambahan dibagian-bagian lain dari sistim. Kesalahan-kesalahan ini dapat menjurus pada pembungkaman gen (gene silencing) dari gen-gen kontrol yang kritis atau aktivitas yang berlebihan dari gen-gen lain yang menstimulasi pertumbuhan dengan mengaktifkan tempat-tempat promotor yang berdekatan pada gen-gen yang jika tidak adalah gen-gen normal.

Unsur-unsur lain seperti estrogen (suatu hormon wanita) dan asam-asam lemak tertentu mungkin juga meningkatkan risiko kanker payudara dengan menstimulasi pertumbuhan dan pembelahan sel-sel dari jaringan payudara.

Faktor-Faktor Risiko Mengembangkan Kanker Payudara

Faktor-faktor risiko yang paling signifikan untuk kanker payudara adalah jenis kelamin (gender) dan umur. Pria dapat mengembangkan kanker payudara, namun wanita adalah 100 kali lebih mungkin untuk mengembangkan kanker payudara dari pada pria. Kanker payudara adalah 400 kali lebih umum pada wanita yang berumur 50 tahun dibanding dengan yang berumur 20 tahun.

Sejarah Keluarga

Faktor risiko penting lainnya adalah mempunyai saudara-saudara tingkat satu (ibu, kakak/adik perempuan, atau anak perempuan) dengan kanker payudara atau saudara-saudara lelaki dengan kanker prostat. Risiko terutama lebih besar jika keduanya ibu dan kakak/adik perempuan telah mempunyai kanker payudara, jika kanker-kanker pada saudara-saudara tingkat satu terjadi pada awal hidup (sebelum umur 50), atau jika kanker-kanker pada saudara-saudara ini ditemukan pada kedua payudara. Mempunyai seorang saudara lelaki dengan kanker payudara dan mempunyai kedua saudara-saudara dengan kanker payudara dan kanker ovari juga meningkatkan risiko seorang wanita untuk mengembangkan kanker payudara. Famili-famili dengan berbagai anggota-anggota dengan kanker-kanker lain dapat mempunyai suatu kerusakan genetik menjurus pada suatu risiko kanker payudara yang lebih tinggi.

Wanita-wanita yang telah mewariskan gen-gen BRCA1, BRCA2, p53 dan gen-gen yang memperbaiki yang rusak mempunyai suatu peningkatan risiko mengembangkan kanker payudara, kadangkala pada umur-umur awal, seperti yang telah dibahas sebelumnya. Namun bahkan pada ketidakhadiran dari satu dari kerusakan-kerusakan genetik yang mempengaruhi yang dikenal, suatu sejarah keluarga yang kuat dapat menandakan suatu peningkatan risiko karena faktor-faktor genetik atau lingkungan yang adalah spesifik terhadap famili tertentu itu. Contohnya, peningkatan risiko didalam famili-famili mungkin disebabkan oleh ekspose pada racun-racun lingkungan yang serupa dalam beberapa kasus-kasus.

Kanker Payudara Sebelumnya

Seorang wanita dengan suatu sejarah kanker payudara dapat mengembangkan suatu kejadian kembali dari kanker payudara yang sama bertahun-tahun kemudian jika sel-sel kanker telah menyebar pada nodul-nodul getah bening (lymph nodes) atau bagian-bagian lain tubuh. Seorang wanita dengan kanker payudara sebelumnya juga mempunyai tiga sampai empat kali lebih besar kemungkinan mengembangkan kanker payudara lainnya pada payudara seberangnya. Pada wanita-wanita yang telah dirawat untuk kanker payudaranya dengan terapi konservasi payudara [breast conservation therapy (BCT)], timbulnya kembali dari kanker diantara payudara yang telah dirawat dapat juga terjadi.

Kondisi-Kondisi Payudara Lainnya

Meskipun kebanyakan wanita-wanita dengan payudara-payudara yang fibrosistik (fibrocystic breasts) dan gejala-gejala yang berhubungan dengan payudaranya tidak mempunyai peningkatan risiko mengembangkan kanker payudara, tekstur dan kepadatan payudara-payudara yang tidak halus (bergumpal-gumpal) dapat menghambat deteksi awal kanker dengan mammography. Kadangkala, wanita-wanita dengan perubahan-perubahan payudara yang fibrosistik (fibrocystic breast) harus menjalankan biopsi-biopsi payudara (mendapatkan contoh-contoh jaringan kecil dari payudara untuk pemeriksaan dibawah mikroskop) untuk memastikan bahwa gumpalan-gumpalan yang jelas adalah bukan bersifat kanker.

Biopsi-biopsi payudara kadangkala dapat mengungkapkan perubahan-perubahan sel-sel yang abnormal namun masih belum bersifat kanker (disebut atypical hyperplasia). Wanita-wanita dengan atypical hyperplasia dari jaringan payudara mempunyai suatu empat sampai lima kali pembesaran kemungkinan mengembangkan kanker payudara. Beberapa perubahan-perubahan sel yang lunak lainnya pada jaringan payudara adalah juga dihubungkan dengan suatu peningkatan yang kecil pada risiko (satu setengah sampai dua kali normal). Ini diistilahkan hyperplasia dari jaringan payudara tanpa atypia, sclerosing adenosis, fibroadenoma dengan ciri-ciri yang kompleks, dan solitary papilloma.

Tumor payudara yang lunak (tidak berbahaya) yang umum dikenal sebagai suatu fibroadenoma, kecuali jika ia mempunyai ciri-ciri yang tidak biasa dibawah mikroskop, tidak menganugerahkan (memberi) suatu peningkatan risiko kanker.

Risiko risiko kanker payudara dapat menjadi additive. Contohnya, wanita-wanita yang mempunyai saudara-saudara tingkat satu dengan kanker payudara dan yang juga mempunyai atypical hyperplasia dari jaringan payudara mempunyai suatu risiko yang jauh lebih tinggi untuk mengembangkan kanker payudara dari pada wanita-wanita tanpa faktor-faktor risiko ini.

Terapi Radiasi

Wanita-wanita dengan suatu sejarah terapi radiasi pada area dada sebagai perawatan untuk kanker lain (seperti penyakit Hodgkin atau non-Hodgkin’s lymphoma) mempunyai suatu peningkatan risiko yang signifikan untuk kanker payudara, terutama jika perawatan radiasi diterima waktu umur muda.

Faktor-Faktor Hormon

Wanita-wanita yang memulai periode-periode datang bulannya sebelum umur 12 tahun, mereka yang mempunyai menopause yang terlambat (setelah umur 55), dan mereka yang mempunyai kehamilan pertamanya sesudah umur 30, atau mereka yang tidak pernah mempunyai anak-anak mempunyai suatu peningkatan risiko mengembangkan kanker payudara yang ringan (lebih rendah dua kali dari risiko yang normal). Timbulnya datang bulan yang awal, ketibaan menopause yang terlambat, dan kehamilan-kehamilan yang terlambat atau tidak ada, semuanya adalah faktor-faktor yang meningkatkan suatu tingkat ekspose estrogen wanita seumur hidup.

Studi-studi telah mengkonfirmasikan bahwa penggunaan jangka panjang (beberapa tahun atau lebih) dari terapi hormon setelah menopause, terutama estrogens dan progesterone digabungkan, menjurus pada suatu peningkatan risiko mengembangkan kanker payudara. Risiko ini tampak kembali ke normal jika seorang wanita telah tidak memakai terapi hormon untuk lima tahun atau lebih. Demikian pula, beberapa studi-studi menunjukan pil-pil pengontrol kelahiran menyebabkan suatu peningkatan risiko kanker payudara yang kecil, namun risiko ini juga kembali ke normal setelah 10 tahun tidak menggunakannya. Keputusan apakah menggunakan terapi hormon atau pil-pil pengontrol kelahiran melibatkan pertimbangan risiko-risiko melawan manfaat-manfaat dan harus dibedakan dari individu yang lain (individualized) setelah mengkonsultasikan dokternya.

Faktor-Faktor Gaya Hidup

Faktor-faktor diet (makanan) seperti makanan-makanan yang tinggi lemak dan konsumsi alkohol telah dilibatkan sebagai faktor-faktor yang meningkatkan risiko kanker payudara. Merokok, minum kopi, penggunaan antiperspirant, dan stres tidak nampak meningkatkan risiko kanker payudara. Adalah penting untuk mengingat bahwa 75% dari wanita-wanita yang mengembangkan kanker payudara tidak mempunyai faktor-faktor risiko lain dari pada umur. Jadi, screening dan deteksi awal adalah penting terhadap setiap wanita tidak perduli atas kehadiran faktor-faktor risiko.

Pentingnya Pendeteksian Awal Kanker Payudara

Tipe-tipe yang beragam dari kanker-kanker berkelakuan berbeda, dengan angka-angka pertumbuhan dan pola-pola penyebaran (metastasis) ke area-area lain dari tubuh yang berbeda. Beberapa kanker adalah “disukai” dan dapat dirawat, dimana lain-lainya adalah begitu agresif dan membahayakan dimana hampir tidak ada pada gudang senjata medis yang modern dapat membantu.

Dibandingkan dengan kanker-kanker lain, kanker payudara berada pada ujung yang lebih dapat dirawat dari spektrum jika didiagnosis secara dini. Ia dipertimbangkan sebagai suatu kanker yang “disukai” karena ia dapat dideteksi secara dini dengan pemeriksaan payudara atau dengan mammography. Kanker Pankreas (Pancreatic cancer), contohnya, berada pada ujung yang mematikan dari spektrum. Kanker pankreas adalah seringkali sulit untuk dideteksi sampai ia telah berlanjut sangat jauh.

Studi-studi telah dengan jelas menunjukan bahwa lebih kecil ukuran kanker payudara ketika dideteksi, lebih baik kemungkinan dari suatu penyembuhan melalui operasi dan kelangsungan hidup jangka panjang. Kemungkinan dari suatu penyembuhan juga lebih tinggi jika kanker diangkat sebelum ia menyebar ke nodul-nodul getah bening dan organ-organ lain seperti paru-paru, hati/liver, tulang-tulang, dan otak.

Sekarang ini, mammography dan pemeriksaan payudara melayani sebagai fondasi untuk screening kanker payudara. Adalah sangat penting untuk seorang wanita untuk mempunyai pemeriksaan-pemeriksaan payudara secara reguler dan juga mammograms untuk mendeteksi kanker payudara secara dini.





Diet Untuk Pejuang Kanker

19 11 2008

Mengatur diet termasuk “urusan penting” dalam pencegahan dan pengobatan kanker, tetapi masih banyak yang kurang menyadari atau kurang disiplin menjalaninya. Penyebabnya banyak. Mungkin memang belum tahu. Mungkin kurang ditekankan oleh dokter. Atau sebenarnya dokter sudah menyarankan untuk berdiet tapi tidak dihiraukan karena dianggap tidak terlalu penting. Mungkin juga bosan, tidak telaten, atau kehilangan selera makan.

Tetapi setelah tahu bahwa kanker ternyata penyakit degeneratif seperti tekanan darah tinggi dan kencing manis, tentunya kita menjadi sadar tentang pentingnya mengatur pola makan untuk memerangi kanker, seperti sadarnya penderita tekanan darah tinggi untuk tidak makan sate kambing dan minum kopi, atau sadarnya penderita diabetes untuk tidak terlalu banyak makan dan minum yang manis-manis.

Pantangan Bagi Pejuang Kanker

Saat ini dikenal berbagai macam diet untuk pejuang kanker. Ada diet yang “umum” seperti yang selama ini dikenal dan diikuti kebanyakan orang, dan sekarang banyak pula yang mengikuti pola diet “food combining”, diet sesuai golongan darah, maupun diet jenis lain.

Menurut Ny. Ning Harmanto dan beberapa sumber lain, dalam berdiet ada pantangan-pantangan yang harus dihindari pejuang kanker: Makanan yang menimbulkan alergi (merangsang produksi lendir yang merupakan “makanan” kanker).

Sayur: tauge (meningkatkan daya tumbuh kanker), sawi putih, kangkung (mengurangi daya serap obat), cabai (meningkatkan aktivitas bawah sadar sehingga menghabiskan persediaan oksigen).

Buah: lengkeng, nangka (meningkatkan daya tumbuh kanker), nanas, anggur, durian, duku (mengandung alkohol).

Minuman: es (menghambat sirkulasi darah), alkohol (meningkatkan aktivitas bawah sadar), softdrink (karsinogen), kopi, coklat, susu (merangsang lendir dan membuat

tubuh bersifat asam).

Seafood: udang, kerang, cumi2, kepiting (tinggi lemak).

Daging: kambing, sapi, kerbau, babi (berlemak dan membuat tubuh asam), ayam negeri, bebek, kalkun, burung (disuntik hormon pertumbuhan, berlemak), terutama kulit dan jerohan (tempat berkumpulnya racun-racun).

Makanan yang dipanggang, dibakar, dan digoreng dengan minyak jelantah atau sampai gosong. Makanan serta minuman yang mengandung pengawet, pewarna, perasa, dan zat-zat kimia buatan. Kesemuanya memicu kanker.

Makanan Yang Dianjurkan

Selain menghindari berbagai makanan dan minuman yang menjadi pantangan, yang tidak kalah pentingnya adalah mengkonsumsi makanan dan minuman yang menjadi anjuran. Jenis makanan ini dianjurkan karena mengandung zat-zat yang secara langsung maupun tidak langsung membantu menghancurkan kanker, mencegah kanker menyebar, mencegah terbentuknya sel kanker, mencegah sel sehat berubah menjadi sel kanker, atau mengembalikan sel kanker menjadi sel sehat kembali.

Jenis makanan dan minuman yang dianjurkan untuk dikonsumsi tersebut di antaranya:
Sayuran berwarna hijau tua: bayam, brokoli, sawi hijau, kailan, katuk, kenikir, pegagan, daun dewa, sambungnyawa, dll.

Sayuran berwarna hijau muda: selada, selada air, daun bawang.

Sayuran berwarna terang: kubis, bunga kol, lobak, wortel, kentang, rebung, ubi, dll.

Sayuran buah: tomat, terong, gambas, mentimun, pepaya, labu siam, kacang-kacangan, jagung, dll.

Buah-buahan: apel Malang/hijau, pepaya, tomat, jeruk, jambu biji, mangga, dll.

Aneka jamur. Beras, sayuran, dan buah sebisa mungkin yang organik.
Lauk-pauk: kacang-kacangan, tempe, tahu, ikan, telur ayam kampung, ayam kampung.
Air: gunakan air suling atau air yang dijernihkan dengan penjernih air berkualitas untuk segala keperluan masak-memasak.

Untuk memudahkan mengingat-ingat diet ini, secara garis besar ada rumus singkatnya:
Daripada makan makanan “berkaki” lima (beli di warung/restoran, terlebih di warung kakilima) lebih baik makan makanan berkaki empat (daging sapi, kerbau, kambing, babi). Daripada makan makanan berkaki empat lebih baik makan makanan berkaki dua (ayam, bebek, burung). Tetapi, daripada makan makanan berkaki dua, lebih baik makan makanan berkaki satu (jamur, sayuran, buah-buahan), atau tidak berkaki (telur ayam kampung, ikan). Intinya, semakin banyak kakinya harus semakin dihindari, sebaliknya semakin sedikit kakinya semakin dianjurkan.

Cara Penyajian

Cara memasak dan menyajikan makanan juga memegang peranan penting. Sejauh memungkinkan sebaiknya bahan makanan kita dalam kondisi segar/baru, 80% di antaranya dikonsumsi dalam kondisi segar dan mentah, terutama sayuran dan buah-buahan. Pejuang kanker dianjurkan setiap hari meminum jus buah dan sayur dari 1 kg bahan (wortel, apel, tomat, bayam, brokoli, dsb dijus tanpa air). Ini meningkatkan kadar antioksidan dan enzim-enzim tubuh untuk membunuh sel kanker. Jus harus diminum segera setelah dibuat (maksimum 10 menit), tidak boleh dimasukkan kulkas.

Makanan yang tidak memungkinkan dikonsumsi mentah sebaiknya dikukus, ditim, dipepes, ditumis, atau disayur. Penggunaan minyak dibolehkan tapi dibatasi, dan harus minyak baru.

Untuk memasak dan menyajikan hidangan gunakan alat dari stainless steel, keramik, atau kaca, jangan menggunakan alumunium, teflon, atau plastik.

Sumber : rumahkanker





Bagaimana Bawang Putih Melawan Kanker?

18 11 2008

Dalam masyarakat modern bawang putih (Allium sativum) dipercaya dapat mencegah serangan jantung, penggumpalan darah, menurunkan kadar kolesterol, tekanan darah, kadar gula darah, mengurangi tukak lambung, penawar racun, pembunuh bakteri/jamur/parasit, pengikat radikal bebas, dan banyak lagi yang lain. Benarkah bumbu masakan sehari-hari ini dapat menyembuhkan kanker juga?

Berbagai studi memang menunjukkan kemampuan bawang putih dalam mencegah dan mengobati kanker, terutama yang disebabkan oleh bahan-bahan kimia berbahaya, seperti kanker prostat, perut, kolorektal (usus dan dubur), payudara, liver, kulit, dan paru-paru.

Zat-zat aktif dalam bawang putih antara lain vitamin A, B, C, kalsium, potasium, besi, karoten, dan selenium. Yang paling dominan dalam memerangi kanker adalah komponen allyl sulfur seperti diallyl sulfide, diallyl disulfide, diallyl trisulfide, S-allyl cysteine, S-allylmercaptocysteine, allicin, dan ajoene. Zat-zat tersebut mencegah pembentukan dan pengaktifan nitrosamin di dalam tubuh, juga memblokir aflatoxin, azoxymethane, benzo(a)pyrene, dan lain-lain, yang kesemuanya merupakan zat karsinogen (pemicu kanker).

Pada tahap berikutnya komponen-komponen tersebut dapat mencegah mutasi gen, menghambat proliferasi (pertumbuhan/pembelahan) sel-sel kanker, memperbaiki struktur DNA yang rusak, bahkan merangsang sel kanker untuk bunuh diri (apoptosis).

Di sisi lain bawang putih juga berperan sebagai antioksidan, mengeluarkan racun dari dalam tubuh, dan membunuh kuman Helicobacter pylori yang dapat memicu berbagai macam kanker perut.

Cara Mengkonsumsi

Sudah tentu kerja zat-zat aktif bawang putih itu tergantung pada banyak hal, misalnya tanah di mana bawang putih itu tumbuh (berpengaruh pada kadar zat-zat aktif bawang putih), komposisi zat makanan lain yang dikonsumsi bersamaan dengannya, juga cara mempersiapkan dan mengkonsumsi bawang putih itu sendiri. Kombinasi dengan selenium, asam lemak tertentu (misal asam linoleat), dan vitamin A, dapat meningkatkan kemampuan bawang putih untuk menghambat proliferasi dan meningkatkan apoptosis.

Tetapi perlu disadari bahwa proses pengolahan bawang putih dapat mematikan daya kerja zat-zat antikanker itu. Satu menit saja diproses dalam microwave, hilanglah khasiat bawang putih sebagai antikanker. Begitu juga kalau dipanaskan dalam proses pemasakan lain. Jadi bagaimana? Haruskah bawang putih itu ditelan mentah-mentah?

Ternyata sederhana saja. Hancurkan bawang putih (digeprak, diiris tipis, atau diuleg) kemudian biarkan selama 15 menit sebelum dimasak (digunakan sebagai bumbu masak). Dalam waktu 15 menit itu terjadi reaksi kimia yang mengaktifkan zat-zat antikanker golongan allyl sulfur di atas, yang tidak rusak walau dimasak. Tetapi kalau setelah dihancurkan langsung dimasak, reaksi kimia itu tidak terjadi, otomatis khasiat antikankernya hilang.

Kalau mau, bawang putih juga boleh dikonsumsi mentah. Tapi tetap saja harus dihancurkan dulu dan dibiarkan selama 15 menit. Lalu bagaimana kalau bawang akan disajikan utuh, misalnya dalam acar? Cukup kupas kemudian  potong sedikit ujung-ujungnya. Lumayan, masih memiliki khasiat antikanker walau tidak sebagus kalau dihancurkan.

Potensi Bahaya

Mudah sekali bukan, menggunakan bawang putih untuk pencegahan dan pengobatan kanker? Harganya murah dan mudah didapat pula. Tetapi waspadalah, bukan berarti bawang putih boleh dikonsumsi sembarangan. Jangan mengira bahwa semakin banyak mengkonsumsi bawang putih semakin baik hasilnya.

Dosis yang disarankan untuk konsumsi bawang putih adalah 4-5 gram bawang putih segar/hari (kira-kira 1-2 siung). Kalau terlalu banyak, selain menimbulkan bau tidak sedap pada nafas dan kulit, kadang menimbulkan alergi, gangguan pencernaan (muntah, diare, iritasi, produksi gas berlebihan), asma bronkial, dermatitis, mengurangi kadar protein dan kalsium dalam darah, juga mengurangi produksi sperma.

Terlalu banyak bawang putih meningkatkan resiko perdarahan karena kemampuannya dalam mencegah pembekuan darah. Karena itu pada penderita yang hendak atau baru saja menjalani pembedahan, konsumsi bawang putih sebaiknya dibatasi.

Bawang putih juga meningkatkan kerja enzim-enzim dalam hati untuk membuang racun dari dalam tubuh. Pada orang sehat kemampuan ini sangat bermanfaat, tetapi hati-hatilah, dia juga bisa membuang obat-obat yang Anda telan dan obat-obat kemoterapi. Pengobatan Anda menjadi sia-sia, bukan? Karena itu, kalau Anda ingin menambah konsumsi bawang putih atau menggunakan produk suplemennya, konsultasilah dulu dengan dokter.

Sumber : rumahkanker