Jangan Berbohong Sama Anak Kecil

22 09 2008

Seorang pemuda bule yang sedang mabuk, berjemur dipantai tanpa busana sama sekali. Ketika dia melihat seorang anak gadis kecil seusia 7 tahun berjalan melewatinya, dia menutup bagian tubuh tertentu dengan koran yang sedang dia baca.

Karena heran, anak gadis kecil itu berkata: “Apa sih yang Oom tutupi dengan koran itu ?” tanya gadis kecil itu polos sambil menunjuk koran.

Karena malu, pemuda itu menjawab: “Ah tidak ada apa-apa. Itu hanya seekor burung pipit.”

“Seekor burung pipit?” tanya gadis itu penasaran.

“Betul, hanya seekor burung pipit” jawab pemuda itu.

Setelah gadis kecil itu pergi berlalu, si pemuda kembali membaca koran sambil menenggak bir-nya. Dan tak lama kemudian, si pemuda tertidur.

Ketika terbangun, Pemuda tersebut berada di rumah sakit dan merasa nyeri yang amat sangat.

Seorang polisi menanyainya: “Apa yang terjadi?”

“Saya tidak tahu. Saya sedang berjemur di pantai, lalu ada gadis kecil menanyai saya sebentar dan tidak lama setelah dia pergi, saya tertidur dan kini tiba-tiba berada di sini.”

Polisi itu pergi ke pantai mencari gadis kecil dan bertanya: “Apa yang kamu lakukan terhadap lelaki yang sedang berjemur ?”

Gadis kecil itu menjawab: “Saya tidak melakukan apa-apa terhadap Oom itu. “Cuma waktu dia tidur, saya main dengan burung pipit miliknya tapi….. tidak lama kemudian, burung itu meludahi muka saya, karena itu saya patahkan leher dan paruhnya, saya pecahkan telur-telurnya dan saya bakar sarangnya !”





Punya anak 10 namanya sama

20 09 2008

Seorang wanita mendatangi Kantor Dinas Sosial untuk mengajukan permohonan tunjangan sosial Anak.

“Berapa jumlah anakmu?”, tanya petugas.

“10 orang Pak!”

“Sepuluh orang? Siapa saja nama mereka?”

“Angga, Angga, Angga, Angga, Angga, Angga, Angga, Angga, Angga dan Angga.”

“Hah? Namanya sama semua? Apa Anda tidak jadi bingung?”

“Oh tidak Pak. Malah jadi gampang. Kalau mereka lagi main di luar saya cuma berteriak, ‘Angga… Makan!’ atau ‘Angga… tidur!’ dan mereka semua akan segera masuk.”

“Bagaimana jika kamu mau ngomong kepada salah seorang saja?”, tanya petugas yang masih bingung itu.

“Ah itu gampang saja Pak. Saya tinggal memanggil nama bapak mereka saja.”





Diberi obat karena kurang minum air putih

19 09 2008

Setelah memeriksa pasiennya, dokter menuliskan resep dan memberikannya ke si pasien.

Sambil menunjuk resep yang diberikannya, dokter tersebut berkata, “Minum pil yang berwarna kuning dengan segelas air putih di pagi hari, yang biru diminum dengan segelas air putih sesudah makan siang, dan yang merah diminum dengan segelas air putih juga, sebelum tidur.”

“Sebenarnya saya sakit apa, Dok?” tanya si pasien.

“Anda cuma kurang minum air putih.”





Humor 3 Pendekar

13 09 2008

Dalam suatu kontes senjata tajam dunia, tiga orang finalis lolos. Jago pedang dari Spanyol, samurai jepang dan pendekar silat dari Indonesia. Di babak final, semua peserta mesti unjuk kemampuan membunuh seekor lalat. Kotak lalat dibuka, seekor lalat terbang dengan lincahnya, sang jago pedang dari Spanyol menghunuskan senjatanya dan mengibasnya cepat. Tubuh lalat itu terpotong dua. Penonton bersorak mengaguminya.

Giliran samurai jepang menghunuskan senjatanya. Dengan satu jurus secepat kilat, tanpa ampun tubuh lalat itu terbagi tiga bagian. Tepuk tangan penonton pun membahana, memuji sang samurai.

Kini giliran pendekar silat Madura. Segera ia menghunus senjata khasnya, clurit. Dengan konsentrasi tinggi beberapa detik, ia kibaskan clurit diudara menyambut lalat yg dilepas. Juri dan penonton yg sejak tadi menahan napas, heran melihat lalatnya tetap utuh dan masih terbang.

Melihat reaksi demikian, sang pendekar segera berkata, “Sampeyan jangan salah sangka, itu lalat baru saja saya sunat.”





Dokter spesialis anak

12 09 2008

Seorang dokter spesialis anak mencoba beramah tamah dengan pasien-pasiennya sebelum prakteknya dimulai :

Dokter : “Wah, manis sekali nih si kecil, siapa namanya ?”

Pasien 1 : “Dona”

Dokter : “Wah, ibunya pasti ngidam donat ya ! Nah, kalau yg satu ini siapa namanya ?”

Pasien 2 : “Dwi..”

Dokter : “Hhmm.. kalau yg ini ibunya ngidam duit ya…”

Tiba-tiba pasien ketiga langsung lari keluar. Ibunya menarik lengan anaknya sambil berkata : “ayo TITI, kita pulang saja !!”





Membeli burung

12 09 2008

Seorang wanita pergi ke toko hewan dan melihat seekor betet besar yang indah. Terpampang harganya yang hanya Rp 50 ribu.

“Kok murah?” tanya wanita itu pada pemilik toko.

Si pemilik menjawab,”Begini, pertama-tama saya harus ceritakan dulu bahwa betet ini dulunya dipelihara di rumah bordil, jadi kadang-kadang dia ngomong kata-kata yang lumayan jorok”.

Si wanita berpikir sejenak, tapi tetap memutuskan untuk membeli burung yang indah itu. Ia membawanya pulang dan menaruhnya di sangkar, menggantungnya di ruang tamu dan menunggu burung itu bicara.

Burung itu melihat ke sekeliling ruangan, lalu melihat si wanita, dan berkata, “Rumah baru, germo baru”.

Wanita itu merasa kaget, tapi lalu menganggapnya lucu, “Tidak apalah”.

Saat dua anak gadisnya pulang dari sekolah, burung itu melihat mereka dan berkata, “Rumah baru, germo baru, perek baru”. Gadis-gadis dan wanita itu merasa sedikit tersinggung tapi akhirnya bisa mengerti.

Beberapa saat kemudian suami sang wanita, Jimmy, datang dari kantor.

Burung itu melihatnya dan berkata, “Eh…, halo Jim…. ketemu lagi…”





Bule Berjemur

11 09 2008

Seorang wanita bule menghabiskan hampir seluruh waktu liburannya dengan berjemur di atap hotel tempat dia menginap. Ia mengenakan pakaian renangnya pada hari pertama. Tapi pada hari ke dua, ia menyimpulkan bahwa tak ada seorangpun yang melihatnya, maka iapun melepaskan seluruh pakaian renangnya.

Ia baru saja akan mulai berjemur, ketika didengarnya seseorang berlari menuju ke tempatnya berjemur. Saat itu ia sedang menelungkup, maka ia hanya menutupi bagian belakang tubuhnya saja dengan handuk.

“Maaf nona,” kata asisten manager hotel itu dengan terengah-engah karena menaiki tangga. “Hotel ini tidak berkeberatan anda berjemur di atap, tetapi kami lebih menghargai anda, bila anda mengenakan pakaian renang anda seperti kemarin”.

“Lho, kenapa ?” tanya wanita itu, ” Kan tidak ada yang bisa melihat saya di atas sini, lagipula kan saya memakai handuk untuk menutupi sebagian tubuh saya ?”.

“Bukan begitu,” kata sang asisten manager dengan malu-malu, “Tapi anda tengkurap santai di atas atap ruang makan kami yang tembus pandang, sehingga restoran kami ramai penonton yang hanya ingin melihat, tanpa memesan makanan.”