Mengapa Cemburu ?

24 12 2008

Cemburu membuat kita menjaga kelekatan dan keterikatan dengan seseorang yang kita nilai berharga. Kecemburuan mengandung pesan bahwa “dia sangatlah penting bagi kita” itulah kenapa objek cemburu biasanya sangat disanjung dan dipuja. Akan tetapi cemburu seringkali dicap sebagai sesuatu yang buruk karena dapat dengan mudah membuat orang yang cemburu melakukan tindakan-tindakan yang tidak benar.

Bila seseorang percaya bahwa kelekatannya dengan seseorang adalah hak mutlaknya, (yang memberikan orang lain tidak memiliki hak untuk membubarkan kelekatan itu), kecemburuan dapat menjadi kejam. Cemburu bisa juga tidak realistis, seperti ketika pasangan kita diantar orang lain atau kekasih kita memakai pakaian yang menarik, lalu kita menafsirkannya sebagai ancaman terhadap hubungan.

Begitu kita terlibat dalam suatu hubungan cinta, kita akan mengeksklusifkan hubungan itu hanya antara si dia dan diri kita. Akibatnya bila ada pihak lain yang dirasakan akan mengganggu hubungan maka muncullah keterbangkitan emosi yang disebut cemburu. Semakin serius dan eksklusif hubungan itu, maka kecemburuan juga cenderung meningkat (Dugosh, 2000). Jadi intensitas kecemburuan seseorang yang baru pacaran sangat mungkin lebih rendah bila dibandingkan dengan seseorang yang sudah tunangan. Sudah jamak banyak yang mengeluh bahwa dulu pada awal-awal pacaran kekasihnya tidak cemburuan, tapi justru setelah sekian tahun pacaran menjadi sangat pencemburu.

Kita juga cemburu bila ada yang mengancam harga diri kita. Umumnya orang yang cemburu harga dirinya menurun. Kekasih dan hubungan cinta merupakan salah satu sumber harga diri. Bila dirasakan ada ancaman terhadap sumber harga diri itu dimana ada potensi untuk kehilangan maka muncullah respon cemburu. Potensi kehilangan bisa secara emosional (pasangan mencintai orang lain) maupun secara perilaku (pasangan melakukan hubungan seksual dengan orang lain).

Ada tipe kepribadian tertentu yang membuat seseorang menjadi lebih pencemburu. Orang yang memiliki tipe kepribadian egoistik, cenderung mementingkan diri sendiri, ambisius, dan berpandangan sempit umumnya lebih pencemburu. Orang yang memiliki tipe cinta passionate love juga memiliki kecemburuan yang tinggi. Mereka sangat mudah cemburu dan meledak-ledak sehingga sangat mempengaruhi pikiran dan perasaannya, serta perilakunya menjadi negatif. Demikian juga orang yang memiliki tipe kelekatan anxious/ambivalent umumnya sangat pencemburu.

Cemburu merupakan emosi yang dikontruksi secara sosial, artinya bahwa situasi timbulnya cemburu telah ditentukan secara kultural. Oleh karena itu ada perbedaan situasi yang menimbulkan cemburu diantara budaya-budaya yang berbeda. Dalam budaya Amerika, memegang lengan orang yang sudah menikah mungkin tidak akan membangkitkan kecemburuan, akan tetapi di Indonesia hal itu mengundang kecemburuan yang besar.

Sudah tentu kita memiliki panduan moral mengenai cemburu, sebagaimana semua bentuk emosi lainnya. Misalnya, kecemburuan pada anak karena menyita waktu pasangan kita sesuatu yang kurang diterima. Lalu kecemburuan kita pada kekasih kita karena harus sering menjenguk orang tuanya juga sesuatu yang kurang diterima.

Advertisements




Cemburu Buta Vs Cemburu Romantis

10 12 2008

Rubrik Konsultasi Psikologi asuhan Sawitri Supardi Sadarjoen di surat kabar KOMPAS edisi Minggu :

Banyak orang berpendapat, kehadiran perasaan cemburu dalam diri seseorang terhadap pasangan merupakan bukti cinta kepada pasangan. Benarkah?

Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita simak kasus di bawah ini.

”Ibu, saya benar-benar bingung dan jengkel sekali dengan sifat suami yang sangat pencemburu. Awalnya saya merasa berbahagia karena kecemburuan suami membuat saya yakin dia sangat mencintai saya, dia takut kehilangan saya.

Saat ini, setelah sekitar dua tahun kami menikah, saya justru merasa tertekan oleh kecemburuannya yang menjadi-jadi. Saya merasa terkekang, tidak bebas bergerak, bahkan dalam bekerja pun seolah seperti dikejar-kejar waktu. Mengapa? Karena dia akan sangat marah bila saya terlambat pulang ke rumah. Padahal, seperti Ibu ketahui, kemacetan lalu lintas sering tidak terduga, belum lagi karena posisi saya di bank cukup tinggi, sering harus menghadiri rapat mendadak yang diadakan atasan.

Belum sampai saya masuk rumah, dia sudah menghadang di muka pintu dan bertanya kenapa saya terlambat. Kalau saya mengatakan alasan apa pun, tidak pernah dia terima dengan baik. Bahkan, sering pertanyaannya diikuti cacian yang tidak dapat diterima akal sehat.

Dia dengan mudah mengungkap kata-kata kotor: tidak puas ya di rumah; cari kepuasan lain ya di luar rumah; dasar pelacur; tukang bohong; dan bahkan sering diikuti makian berisi nama-nama binatang secara beruntun.

Saya benar-benar jengkel dan terkadang tidak dapat menahan emosi sehingga dia saya pukul. Apa lacur, karena dia laki-laki dengan tenaga lebih kuat, dia akan memukul balik hingga terkadang tubuh saya memar-memar. Dia baru berhenti memukuli saya kalau saya minta ampun dan berjanji tidak akan terlambat pulang dari kantor.

Saat kami pergi bersama, bila saya bertemu teman lain jenis, apakah mantan teman sekolah atau teman kantor, saya dilarang menegur lebih dulu. Dan, kalaupun menjawab tegur sapa dengan ramah, sampai di rumah saya akan mendapat interogasi dan bahkan tuduhan saya pernah menjalin asmara dengan teman lain jenis tersebut.

Kejadian itu membuat saya meragukan cemburu pertanda cinta. Kalau cinta, mengapa memaki, menghina, melecehkan, bahkan memukuli. Kalau memang dia mencintai dan tidak mau kehilangan saya, seharusnya dia memperlakukan saya dengan baik, penuh kasih dan lembut, ya Bu.

Yang lebih menyakitkan, setelah memaki dan bahkan memukuli saya, dia akan memaksa saya melayani kebutuhan seksualnya. Saya ingin sekali menggugat cerai, Bu, tetapi saya tidak berani. Apa yang harus saya lakukan, Bu?” Demikian Ny S (30) dengan nada jengkel dan kesal sambil pelupuk matanya dipenuhi air mata.

Cemburu buta

Di samping istilah dan pemahaman tentang cinta buta, demikian pula dengan cemburu buta. Artinya, orang yang dilanda cemburu buta adalah orang yang perasaan cemburunya berlebihan, bahkan ekstrem. Rasa takut kehilangan sedemikian besarnya sehingga ketakutan ini justru memicu meluapnya dorongan agresi mereka.

Luapan dorongan agresi itu diungkap baik secara verbal dalam bentuk makian, cercaan, dan lecehan maupun secara nonverbal dalam bentuk pukulan dan tamparan yang menyebabkan memar.

Biasanya, perilaku agresi baik verbal maupun nonverbal diungkap dengan maksud agar istri kapok dan tidak terlambat pulang dari kantor, misalnya.

Cara mengungkap rasa cemburu tersebut justru terkesan meragukan dasar cinta kasih yang seyogianya melandasi sikap cemburu. Muncullah ungkapan Ny S, ”Kalau memang dia mencintai, kenapa sikapnya kejam seperti itu?”

Pencemburu buta pada dasarnya memiliki karakteristik kepribadian spesifik yang membuka peluang berkembangnya tingkat kecemburuan. Karakteristik itu, antara lain, adalah kurang percaya diri, tidak yakin akan cinta kasih dan kesetiaan pasangan, serta memiliki kecenderungan posesif sehingga apa pun yang dirasakan menjadi miliknya akan dipertahankan dengan segala cara. Istri pun ditempatkan dalam posisi sebagai milik mereka pribadi. Jadi, fokus perhatian dan penghayatan istri harus ditujukan hanya kepada dirinya seorang.

Apabila pencemburu buta melihat istri menegur kawan jenis lain, apalagi sambil tersenyum, dapat dipastikan mereka akan meradang.

Permasalahan lain, sering mereka kurang berhasil secara ekonomi sehingga terpaksa melepas istri bekerja membantu ekonomi keluarga. Jika kemudian istri lebih tinggi karier dan penghasilannya, kemungkinan kekejaman perlakuan sebagai manifestasi kecemburuan bisa lebih serius, bahkan mungkin saja fatal.

Cemburu romantis berbeda dari cemburu buta. Dalam cemburu romatis unsur kasih lebih dominan daripada unsur agresif yang terkait dengan sikap posesif. Kalaupun terdapat sedikit kecurigaan terhadap pasangan, kadar ungkapan agresi sangat minim, sekadar mengingatkan komitmen pasangan akan perkawinan.

Karakter ungkapnya pun mengandung unsur kasih yang tulus dari pasangan yang memiliki kemantapan dan stabilitas emosi optimal. Biasanya kecemburuan romantis justru meningkatkan kadar kemesraan pasangan. Dengan dasar kemantapan kepribadian kedua pasangan, keyakinan akan kasih antarkedua pasangan pun mantap pula.

Solusi

Tergesa-gesa memutuskan gugat cerai bukanlah solusi bijaksana. Kiranya dapat dicari waktu yang tenang guna mendiskusikan masalah kepercayaan dan kesetiaan antarpasangan.

1. Mendiskusikan iklim relasi yang terjalin antara S dan Ny S.

2. Menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing dengan jiwa besar.

3. Bersama mencari jalan keluar dengan berkonsultasi ke ahli dengan profesi yang relevan dan kompeten.

4. Mematuhi saran konstruktif dari ahli tersebut.

Dengan demikian, mudah-mudahan terbuka jalan terbaik bagi penyelesaian masalah cemburu buta tersebut bagi keluarga S.





Tips Atasi Cemburu

9 12 2008

Setiap orang pasti pernah merasakan detak gemuruh dalam dada saat dilanda cemburu. Bila itu terjadi pada Anda, coba atasi dengan cara sederhana ini.

1. Minum air putih paling sedikit tiga gelas.

2. Tarik napas dalam-dalam lalu hembuskan sekuat mungkin. Lakukan minimal 50 kali. Dijamin Anda kelelahan sendiri dan lupa pada rasa cemburu.

3. Anda juga bisa memutar musik dengan kencang, terutama musik beraliran keras. Cobalah ikut bernyanyi.

4. Sementara, simpan semua benda-benda yang bisa mengingatkan Anda padanya.

5. Alihkan pikiran pada hal-hal lain yang lebih positif. Misalnya, rencana masa depan yang menantang. Konsentrasikan terus bila selalu gagal. Jangan pernah menyerah pada rasa cemburu.

6. Pergilah ke pantai. Pandangi lautan bebas dan hiruplah udara segar sebanyak mungkin.

7. Anda juga bisa berenang, karena ini merupakan cara jitu mengatasi sesak di dada akibat cemburu.

8. Jangan mencari pelarian dengan mengonsumsi makanan secara berlebih karena pada akhirnya justru akan menambah masalah baru, yaitu kegemukan.

9. Temui sahabat lama. Bernostalgialah bersama. Usahakan kenangan yang menyenangkan saja.

10. Anda boleh kok, menangis sepuas hati.

11. Jangan lupa berdoa dan pasrahkan seluruh keadaan pada Tuhan. Mintalah petunjuk langkah apa yang harus ditempuh untuk mengatasi masalah cemburu Anda.





Kiat Sehat Tuk Pria Pencemburu

8 12 2008

Wanita biasanya lebih terbuka menyatakan kecemburuannya tanpa harus menjadi obsesif. Sebab, wanita punya social network yang lebih luas. Ia bisa curhat ke ibunya, sahabatnya, atau teman-temannya sehingga bisa mendapat second opinion. Inilah yang kemudian membuatnya punya kesempatan berefleksi diri dan mengubah sikap atau strategi.

Selain itu, Jacinta F Rini, Msi dari e-psikologi.com menyebutkan, “Wanita juga bisa mengolah energinya untuk mengasuh anak atau menyelesaikan pekerjaan rumah tangganya.” Mereka bisa mengalihkan perhatian ke hal-hal lain, sehingga bisa berpikir jernih. “Ah, jangan-jangan itu hanya pikiran saya saja. Atau memang saya yang keliru kurang memberi perhatian pada suami.”

Jadi, apa yang harus dilakukan pria yang suka cemburu?

1. Carilah teman atau sahabat yang bisa dijadikan tempat curhat. Yang paling baik adalah teman dekat.

2. Cobalah hidup dalam realitas. Artinya, jangan membuat asumsi bahwa pasangan akan melakukan sesuatu yang negatif. “Kalau memang karier istri bagus, wajar saja ia sibuk.”

3. Jangan mencoba melawan kecemburuan, karena pada tingkat tertentu, cemburu adalah sesuatu yang sangat normal. Jadi, akui saja bahwa suatu ketika, setiap orang bisa cemburu. Akui juga, memang ada orang atau pria lain yang lebih hebat dari kita dalam segala hal.

4. Tetap beri ruang untuk diri sendiri. Ini juga merupakan fondasi agar suami bisa lebih pe-de, tak bergantung pada orang lain. Biarkan istri memiliki privasi, menentukan siapa temannya, dan beri ia kesempatan mengembangkan karier, yang berarti berinteraksi dengan partner kerja yang terkadang lawan jenis.





Cemburu Pada Mantan Kekasih ? Wajar…

8 10 2008

Chris Martin, vokalis Cold Play, yang juga suami aktris Gwyneth Paltrow, pernah membuat pengakuan kalau ia masih cemburu pada mantan kekasih istrinya, Brad Pitt. “Bila istri Anda pernah kencan dengan Brad Pitt, Anda pasti ingin membuktikan diri lebih hebat,” katanya jujur. Ya, siapa sih pria yang tak cemburu melihat kesuksesan dan ketampanan Brad Pitt?

Martin dan Paltrow yang sudah menikah selama lima tahun dan memiliki dua anak itu saja ternyata tak luput dari rasa cemburu pada mantan kekasih. “Sedikit rasa cemburu justru bagus untuk sebuah hubungan karena itu menunjukkan Anda peduli,” kata Christine Northam. Namun ada kiatnya agar api cemburu itu tak terlanjur membesar.

Bila Anda cemburu
Bila rasa cemburu itu sangat kuat hingga mendominasi perasaan Anda, ini berarti Anda harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. “Setiap orang pasti pernah merasa tak pede, tapi Anda juga perlu mengevaluasi mengapa perasaan itu berubah jadi rendah diri,” kata Northam.

Di awal hubungan rasa yang mendominasi adalah gairah dan cinta yang menggebu-gebu, namun ketika semuanya mulai stabil, perasaan tak aman baru muncul. Saat itulah rasa cemburu timbul. “Cemburu yang berlebihan merupakan tanda ada sesuatu yang tak beres,” kata Northam. Segera bicarakan dengan pasangan dan ungkapkan hal-hal yang membuat Anda cemburu sehingga pasangan bisa bersikap lebih peka.

Bila Anda dicemburui
Bantu pasangan untuk menghilangkan rasa cemburunya, tak cuma lewat ucapan, tapi yakinkan dengan tindakan nyata. “Berempatilah pada perasaannya. Hindari menyebut nama mantan saat berbicara dengannya, apalagi sampai membanding-bandingkan,” kata Northam.

Sumber : Kompas