Strategi Mengubah Perilaku Buruk

10 12 2008

Mengubah perilaku tak sehat butuh disiplin dan niat kuat. Juga perlu strategi dan rencana yang tak sama cara pendekatannya untuk masing-masing orang.
Berikut ini sejumlah langkah yang mungkin berguna bagi Anda untuk hidup lebih sehat:

1. Bikin daftar kebiasaan tak sehat

Contohnya, makan terlalu cepat, lebih sering ngemil daripada makan besar, lebih senang duduk manis nonton televisi sambil ngemil daripada jalan pagi, dan lain-lain.

2. Pilih dan fokus pada satu perubahan

Mencoba mengubah lebih dari satu perilaku tak sehat dapat membuat Anda kewalahan. Fokus pada satu perubahan akan meningkatkan kemungkinan Anda untuk sukses mengubah diri.

3. Pertimbangkan cara mengembangkan kebiasaan sehat

Cari tahu apa penyebab kesenangan ngemil? Adakah berkaitan dengan stres yang sering melanda?

4. Pikirkan cara realistis mengubah perilaku jadi sehat

Mengunci pintu kulkas tentu bukan cara bijaksana menghindari kebiasaan ngemil. Pilih cara yang realistis seperti membawa kotak makan siang yang banyak sayur dan buah serta rencanakan berolahraga seusai kerja.

5. Pikirkan cara alternatif untuk menghindari halangan

Contohnya, ubah jadwal olahraga jadi pagi hari jika tengah hari Anda tak bisa menghindari rapat atau pertemuan dengan klien.

6. Tetapkan tanggal untuk mencapai tujuan

Tetapkan tanggal yang realistis sehingga Anda dapat mencapainya dengan nyaman dan tak tergesa-gesa. Anda mungkin butuh waktu beberapa hari untuk mengubah diri, berminggu-minggu, atau bahkan berbulan-bulan.

7. Evaluasi kesuksesan Anda

Ketika tujuan tak tercapai, apa yang didapat dari perubahan gaya hidup itu? Adakah strategi alternatif sehingga tujuan bisa tercapai lebih baik?

8. Jadikan kebiasaan baru ini permanen

Jangan biarkan kesibukan kerja menyebabkan Anda melewati waktu makan siang. Ini akan membuat Anda kembali ke kebiasaan ngemil sepanjang hari.

9. Setelah berhasil mengubah satu, ulangi untuk kebiasaan buruk yang lain
Kebiasaan tak sehat lain juga bisa diubah dengan langkah-langkah sama.





Empat Tipe Stress

9 12 2008

Sepertinya kita memang tak bisa luput dari stres. Di kantor, di rumah, bahkan tak melakukan apa-apa pun bisa menyebabkan stres. Menurut situs stressfocus.com, ada empat tipe stres yang dibagi dalam dua kelompok, yakni positif stres dan negatif stres. Yang termasuk dalam positif stres adalah eustres, yakni saat stres muncul, seseorang justru lebih produktif atau malah lebih kreatif dalam menyelesaikan pekerjaan.

Positif stres bisa membantu kita melakukan perubahan dalam hidup. Tak sedikit yang berganti profesi atau menemukan jalan keluar yang jitu dari suatu masalah. Positif stres juga membantu kita menyadari ada sesuatu yang salah dan harus diperbaiki. Penemuan-penemuan penting dalam bidang teknologi atau disain kreatif biasanya berasal dari stres tipe ini.

Yang termasuk dalam kelompok negatif stres diantaranya adalah distress. Perasaan stres ini muncul saat seseorang sedang frustasi, takut, atau punya kemarahan yang belum dilampiaskan. Bila terlalu sering mengalami distress, akibatnya adalah tekanan mental. Kemudian ada juga understress, yang terjadi saat seseorang mulai kehilangan tantangan. Manajemen kantor yang salah atau minimnya kesempatan untuk berpartisipasi dan menunjukkan skill sering menyebabkan stres tipe ini. Understress bisa mendorong kita pada masalah baru. Jenuh dan perasaan tak berdaya adalah dua efek dari stres ini, akibatnya kita jadi kehilangan motivasi untuk bekerja.

Tipe negatif stres terakhir adalah over-stress. Stres ini terjadi setelah seseorang bekerja keras atau berusaha berlebihan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan demi memenuhi tenggat. Kondisi ini terus berulang karena kita tak punya waktu untuk break dan menarik napas sejenak, sehingga pikiran kita hanya terfokus pada cara menyelesaikan pekerjaan secepat mungkin. Over-stress bisa berakibat pada berkurangnya kemampuan atau kreatifitas.

Bagaimana jika pekerjaan kita rawan stres? Carilah cara untuk selalu memompa energi baru. Melakukan kegiatan yang bersifat relaksasi, cuti, berlibur, atau tidak memikirkan pekerjaan setelah jam kantor adalah sebagian dari usaha untuk mengelola stres.





Kurangi Stress, Perbaiki Produktivitas

8 12 2008

Apakah Anda mendapati diri sendiri mengerjakan sejumlah proyek dan melewatkan hari-hari tanpa sempat memeriksa detail proyek itu karena tak terorganisasi dengan baik? Itu tandanya Anda butuh manajemen waktu yang efektif. Manajemen ini baik untuk kesehatan karena bisa mengurangi stres dan memperbaiki kualitas hidup.

–   Bikin rencana harian

Ini akan memudahkan Anda mengontrol hidup. Buat daftar kerja harian dan utamakan pekerjaan penting untuk dilaksanakan pertama agar mengurangi konflik.

–   Susun daftar prioritas

Anda mungkin pernah menghabiskan banyak waktu untuk sesuatu yang remeh dalam pekerjaan. Buat hal-hal yang perlu diprioritaskan, sehingga energi Anda lebih banyak tercurah untuk hal penting.

–   Katakan “tidak” pada pekerjaan tak penting

Pertimbangkan tujuan dan jadwal yang ada sebelum menyetujui tugas tambahan.

–   Kalau perlu, delegasikan

Lihat kembali daftar tugas dan pertimbangkan hal yang perlu dihapus atau didelegasikan ke orang lain.

–   Beri waktu yang cukup untuk pekerjaan berkualitas

Mengerjakan proyek untuk pertama kali memang membutuhkan waktu lebih banyak. Harap diingat bahwa kesalahan biasanya menyebabkan kebutuhan waktu lebih untuk mengoreksi. Akibatnya, diperlukan waktu keseluruhan lebih banyak.

–   Uraikan tugas besar yang menyita waktu menjadi tugas kecil

Berusahalah mencicil pekerjaan. Kerjakan tugas besar itu beberapa kali sampai akhirnya semua selesai.

–   Praktikkan aturan 10 menit

Kerjakan tugas rutin yang menyebalkan bagi Anda selama 10 menit sehari. Contohnya, menyusun file, menyusun laporan pertanggungjawaban dinas luar kota, membuat laporan harian atau mingguan. Sekali dimulai, tahu-tahu Anda akan menemukannya sudah selesai dan siap dilaporkan.

–   Evaluasi cara Anda mengisi waktu

Buat buku harian tentang apa saja yang Anda lakukan selama tiga hari untuk mengetahui pola kerja Anda. Perhatikan waktu yang dapat digunakan secara bijak. Contohnya, Anda bisa memilih naik bus ke tempat kerja sambil membaca laporan keuangan, sehingga waktu luang untuk keluarga bisa lebih banyak.

–   Olahraga dan tidur cukup

Keduanya akan memperbaiki fokus dan konsentrasi Anda. Ini akan membantu memperbaiki efisiensi, sehingga Anda dapat menyelesaikan pekerjaan lebih cepat.

–   Istirahatlah ketika diperlukan

Stres berlebih dapat mengganggu keinginan Anda menjadi orang yang rapi dan efisien. Istirahatlah ketika diperlukan, jalan-jalanlah ke taman atau lakukan peregangan di sekitar meja kerja. Bila memungkinkan, ambil cuti sehari.





Apakah Jiwa itu Eksis?

25 11 2008

Pagi-pagi sekali pada tanggal 28 Juli 1976, gempa bumi paling mematikan di Abad ke-20 dan ketiga terbesar dalam catatan sejarah telah mengguncang Tangshan, China. Sekitar seperlima dari kota tersebut binasa dalam malapetaka itu, dan ribuan orang telah tertolong dari kuasa kematian.

Suatu survei sosiologis telah dilakukan terhadap orang-orang yang telah kembali dari kondisi hampir meninggal untuk mencari tahu apa yang mereka alami pada saat-saat yang paling kritis dalam hidup mereka.

Anehnya, banyak yang menjawab bahwa saat ambang kematian, mereka tidak merasakan sakit ataupun penyesalan, namun mengalami semacam kegembiraan, seolah-olah mereka telah terbebas dari tubuh fisik mereka. Beberapa mengatakan bahwa mereka telah melihat suatu terowongan cahaya dan sebagian mengatakan telah melihat makhluk lain.

Mungkin banyak orang terbiasa dengan cerita semacam ini, yang dikenal oleh para ahli sebagai Pengalaman Hampir Meninggal (Near Death Experiences – NDE).

Keberadaan NDE menimbulkan suatu masalah bagi pemahaman kontemporer mengenai pikiran, dimana ilmu pengetahuan modern bertahan bahwa pikiran merupakan suatu produk dari reaksi neurochemical (syaraf), daripada suatu kesatuan independen dari otak dan kadang-kadang terpisah dari tubuh fisik. Fenomena NDE memberi kesan bahwa suatu makhluk hidup tidak hanya memiliki tubuh tetapi juga memiliki jiwa. Secara alami, para ilmuwan punya pendapat berbeda mengenai keberadaan jiwa sebagai suatu kesatuan individual.

Suatu studi yang menyelidiki hal ini telah diselenggarakan oleh dokter medis Duncan MacDougall dari Haverhill, Massachusetts, pada tahun 1907. MacDougall bekerja dengan enam pasien yang semuanya berada dalam kondisi kritis. Ia menimbang berat mereka sesaat sebelum kematian, dan kemudian seketika mengikuti kepergian mereka.

Hasilnya, diterbitkan dalam jurnal medis kontemporer, ditemukan bahwa para pasien tersebut rata-rata kehilangan berat 21 gram persis saat kematian mereka. Dr MacDougall menarik kesimpulan bahwa perbedaan ini merupakan berat dari jiwa manusia, suatu fakta ganjil yang menjadi terkenal dalam film di tahun 2003, “21 grams.”

Sekarang studi ini mendapat sedikit perhatian, menghilang seakan tak lebih hanya sebagai anekdot dalam lingkungan ilmiah, sejak para pemfitnah mengatakan bahwa kesalahan pengukuran bisa saja disebabkan oleh beberapa faktor. Namun, sejauh ini tak ada seorangpun yang mengulang eksperimen itu baik untuk menguatkan ataupun menolaknya.

Si “penyangkal” itu secara alami skeptis terhadap keberadaan dari kemungkinan suatu kesadaran independen. Ilmuwan Francis Crick–yang berbagi Hadiah Nobel bersama James Watson di tahun 1962 karena menemukan struktur pilihan ganda dari DNA–barangkali adalah perwakilan kontemporer paling terkenal untuk sudut pandang ini.

Dalam sebuah studi yang dilaksanakan selama beberapa tahun, Profesor Crick menyatakan bahwa: “jiwa kita-perilaku dari otak kita-dapat dijelaskan dengan interaksi dari sel-sel syaraf (serta sel lainnya) dan molekul-molekul yang terhubung dengannya.”

Akan tetapi, beberapa ilmuwan membantah bahwa Profesor Crick berpegang teguh pada suatu sudut pandang yang ekstrem. “Ini seperti mengatakan bahwa katedral adalah seonggok batu dan kaca. Ini benar, namun sangat sederhana dan itu pemahaman keliru,” kata Michael Reiss, profesor pada University of London, seorang pendeta yang sekaligus ilmuwan.

Studi terlengkap tentang NDE hingga saat ini telah dilakukan oleh Pim van Lommel dan sebuah tim dokter dari Belanda terhadap 344 pasien dari 10 rumah sakit. Para pasien telah tersadarkan setelah cardiac arrest (aktivitas jantung terhenti total).

Studi itu, dilaporkan di Lancet pada tahun 2001, ditemukan bahwa 62 dari pasien (18 persen) memiliki beberapa ingatan tentang pengalaman hampir meninggal (NDE), sedangkan 41 dari mereka menjelaskan telah mengalam suatu pengalaman yang “mendalam” atau “sangat mendalam.”

Sebagian dari mereka yang melaporkan pengalaman NDE mengatakan bahwa mereka sadar sedang meninggal, sedangkan 56 persen mengatakan mereka mengalami emosi positif. 50 orang (24 persen) mengatakan punya pengalaman di luar tubuh, sementara 31 persen mengalami bergerak menelusuri sebuah lorong. Delapanbelas mengatakan mereka melihat suatu “pemandangan surgawi.” Sepertiganya mengatakan mereka bertemu dengan keluarga yang telah meninggal, dan delapan mengatakan bahwa mereka telah melihat ringkasan ulang hidup mereka.

“Konsep tersebut hingga sekarang diterima, tapi tidak pernah dibuktikan secara ilmiah, bahwa kesadaran dan ingatan terletak di dalam otak,” demikian ditulis Profesor Van Lommel dalam “About the Continuity of Our Consciousness” (Mengenai Kesinambungan Kesadaran Kami, red).

“Bagaimana bisa suatu kesadaran jernih di luar tubuh seseorang dialami pada saat otak tidak lagi berfungsi selama suatu masa kematian klinis dengan EEG* datar?” tanya Van Lommel. “Lagi pula, orang buta telah menggambarkan (persepsi bahwa setuju dengan realitas) selama pengalaman di luar tubuh pada pengalaman ini.” Van Lommel mengatakan pengalaman hampir meninggal telah menyentuh batas-batas pemahaman medis mengenai jangkauan kesadaran manusia dan hubungan pikiran-otak.
Sementara persoalan itu sepertinya menyisakan isu perdebatan di dalam lingkungan ilmiah, studi-studi lebih lanjut mungkin diperlukan untuk membuktikan pertanyaan abadi: Adakah kehidupan setelah kematian?

Sumber : Erabaru





Memaafkan Diri Sendiri

26 10 2008

Terkadang stress bukan datang dari faktor luar, tapi dari dalam diri sendiri. Seperti ketika kita melakukan sebuah kesalahan dan merasa bersalah terus karenanya. Rasa bersalah yang terus-menerus kita rasakan akan membuat diri kita selalu dihinggapi ketakutan. Takut berbuat kesalahan lagi dan kehilangan kepercayaan diri.

Ketidakmampuan kita untuk memaafkan diri sendiri bisa menjadikan kita terhenti. Kita yang akan terus terbeban karena perasaan bersalah itu membuat kita sendiri tidak bisa maju dan melanjutkan hidup. Yang jelas, walaupun kita merasa bersalah, kita tidak perlu terus-menerus menghukum diri sendiri. Dr. Phil McGraw, psikolog Amerika mengatakan bahwa kita punya pilihan: Kita bisa menjadi orang yang menyedihkan karena memikirkan rasa bersalah itu terus-menerus, atau kita mengijinkan diri sendiri untuk sembuh dan mencoba menjadi pribadi yang lebih baik.

Ada beberapa cara yang bisa diikuti untuk berdamai dengan diri sendiri:

Langkah Pertama: Bukalah Hati Dan Pikiran

Ketika sedang dihadapkan pada suatu pengalaman pahit, entah karena diri sendiri atau orang lain, pikiran dan hati kita akan tertutup untuk menghindari akan disakiti lagi.

Cobalah buka diri kita kembali dengan melihat apa yang sebenarnya terjadi dan yang kita alami. Katakan pada diri sendiri, “Saya bersedia mempertimbangkan bahwa ada jalan lain untuk menghadapi masalah saya daripada menutup hati dan diri saya.”

Langkah Kedua: Berikan Pilihan Kepada Diri Sendiri Untuk Kembali Mencintai

Rasa bersalah adalah istilah yang kita berikan untuk menampung semua yang jelek dan negatif dari yang pernah kita lakukan. Satu cara yang cukup ampuh dan menghindari rasa bersalah berkepanjangan adalah penyangkalan. Jika Anda terus membenci diri sendiri dan tidak bisa mencintai diri sendiri, maka kita tidak akan bisa menyembuhkan diri sendiri.

Langkah Ketiga: Hadapilah Rasa Bersalah Dan Cobalah Memahaminya

Kebanyakan orang beranggapan bahwa rasa bersalah kita adalah karena kita kehilangan orang yang kita kecewakan. Well,.. bukan hak kita melarang dia. Dia sudah memaafkan kita, dan dia harus menghadapi rasa terlukanya dengan caranya sendiri. Kita pun juga begitu, jangan terus menyalahkan diri sendiri. Hadapi rasa bersalah dengan memahaminya. Memahami setiap konsekuensi dari apa yang telah kita lakukan dan hadapi itu.Langkah Keempat: Ijinkan Diri Sendiri Untuk Menyembuhkan Diri

Rasa bersalah bukan berarti kita tidak layak untuk berubah. Memaafkan diri sendiri juga berarti kita berhak untuk tidak dihukum selamanya. Menghukum diri terus-menerus bukan jalan keluar yang baik dan benar dan itu juga tidak akan mengubah kita menjadi pribadi yang lebih baik. Jika kita tetap menyimpan rasa bersalah, maka kita pun akan takut melakukan sesuatu untuk merubah diri ke arah yang lebih baik.

Langkah Kelima: Buatlah Suatu Hubungan Baru

Jika diri kita tidak sanggup memaafkan diri sendiri, berarti selama ini kita hanya mengharapkan sesuatu yang tidak nyata dengan kata, “Kalau saja…” dan itu tidak akan pernah selesai. Kita harus terus melanjutkan hidup. Sekali kita memutuskan untuk terus, kita harus membina hubungan baru dengan diri sendiri.





Terapi Menangis Dan Tertawa Untuk Hadapi Krisis

26 10 2008

Krisis keuangan global sedang melanda dunia, berbagai bisnis seperti telur di ujung tanduk. Di Amerika, banyak orang mengalami gangguan jiwa bahkan tak sedikit yang bunuh diri karena rumahnya disita, kehilang pekerjaan dan bankrut. Efek dari tekanan ekonomi dunia yang tak menentu ini, melanda seluruh belahan bumi. Diperkirakan Negara-negara miskin dan berkembang yang akan paling menderita, karena pastinya mereka akan semakin miskin dan menderita.

Namun haruskah orang menjadi tertekan karena krisis ekonomi global ini? Seorang teman sharing beberapa hari lalu, “Seorang pembicara berkata, tahun 1998 lalu pada saat krisis apakah keadaan sangat buruk? Dan banyak orang berkata ya. Lalu apakah Anda tidak bisa makan dan minum atau mati? Tidak, Anda masih berada disini bukan? Anda dapat melaluinya.”

Krisis bukanlah akhir segala-galanya. Namun tekanan pasti ada. Namun tekanan itu seperti pahat ditangan seorang seniman ketika dia sedang membuat sebuah patung. Tekanan itu jika direspon dengan baik, hanya mengikis hal-hal yang menutupi keindahan dalam hidup Anda. Lalu bagaimana jika saya merasa tertekan dan stress? Hal itu adalah sesuatu yang wajar, sedikit tips ini mungkin bisa membantu.

Lepaskan pegangan Anda untuk mengendalikan hidup Anda sendiri. Banyak orang merasa tertekan karena semua berjalan diluar kendalinya. Sadarilah hal ini, keadaan mungkin diluar kendali Anda, namun semua itu tidak pernah berada diluar kendali Tuhan. Serahkan kendali kehidupan Anda ditangan Tuhan, Sang Pencipta Anda. Menurut data Departemen Kesehatan, hampir 50 % pasien yang masuk rumah sakit jiwa karena mereka kehilangan pengharapan saat di phk, mengalami kesulitan keuangan dan masalah keluarga. Anda bisa kehilangan segalanya dalam hidup ini, namun Anda tetap bisa memiliki pengharapan didalam Tuhan.

Menangislah. Tidak ada yang salah dengan menangis, baik Anda seorang pria maupun wanita. Menangis bisa melepaskan tekanan yang menyesakkan hati Anda. Tapi, menangislah dengan benar. Jangan tangisi masalah Anda, jangan menangis karena kehilangan pekerjaan, ataupun bisnis yang gagal. Jangan menangis karena kehilangan harapan karena keuangan Anda yang morat-marit. Menangislah karena rasa syukur kepada Tuhan, sebab dalam keadaan seperti apapun saat ini, Anda masih hidup dan dapat datang pada-Nya. Ungkapkanlah segala kekuatiran dan kebutuhan Anda kepada-Nya, lalu terimalah jawaban doa Anda dengan ucapan syukur dan penuh iman. Raja Daud, seringkali datang pada Tuhan dengan berbagai ungkapan rasa sakit, dan juga berbagai permasalahan, namun dalam semua doa yang dituliskannya dalam kitab Mazmur akan selalu Anda temui bahwa dia mengagungkan Tuhan. Dengan cara itu dia mengakui bahwa Tuhan lebih besar dari segala masalahnya.

Bersukacita dan tertawa. Hari-hari ini banyak orang mengikuti terapi tertawa. Menurut penelitian tertawa adalah salah satu olahraga yang sangat efektif dampaknya bagi kesehatan seseorang.

Seorang ahli gelotologi Jerman menemukan manfaat-manfaat fisik dari tertawa sebagai pengganti olah raga. Dikatakan, hanya dengan satu menit tertawa terbahak-bahak, sama menyegarkannya seperti melakukan olah raga 45 menit.

Dalam majalah kesehatan Jerman Apotheke Umschau, Profesor Gunther Sickl, ahli gelotologi dari Universitas Berlin – menerangkan bahwa untuk membuat sebuah tertawa yang lepas, dibutuhkan kerja dari 80 otot, kedua bahu bergerak, rongga dada berguncang dan diafragma (sekat rongga dada) bergetar dan semua itu membuat tubuh mendapat latihan yang sangat menyehatkan, hanya dengan sedikit usaha yang dikeluarkan untuk tertawa.

Hal ini akan membuat jantung berdetak lebih cepat, tekanan darah meningkat dan kadar oksigen dalam darah juga akan bertambah karena nafas bertambah cepat. Mungkin yang terpenting dari semua itu, yaitu dilepaskannya endorfin otak – ini bukan hanya mendorong perasaan sangat nyaman namun disebut-sebut oleh para dokter sebagai satu obat alami yang terbaik. Setelah tawa selesai, tekanan darah kembali turun dan hormon-hormon stres berkurang. Hal ini meningkatkan kekuatan sistem imunitas (kekebalan tubuh) kita.

Alkitab menuliskan bahwa hati yang gembira adalah obat, dan berkali-kali dalam surat-suratnya Rasul Paulus menasehatkan pada jemaat untuk bersukacita karena Tuhan dan bersukacita senantiasa.

Berbagilah dengan sahabat Anda. Sahabat, baik itu pasangan atau teman Anda, adalah seseorang dimana Anda bisa berbagi curahan hati. Jangan pernah menanggung sesuatu sendiri. Anda membutuhkan orang lain dalam hidup ini.

Krisis seperti apapun yang terjadi didunia ini, jangan ijinkan hal itu menguasai hidup Anda. Datanglah, menangislah dan tertawalah dihadapan Tuhan. Dan ijinkan Dia memperbaharui pengharapan Anda.





Menyikapi Emosi Dan Menentramkan Diri

25 10 2008

Masalah yang Anda hadapi semakin membuat Anda tak bisa mengontrol emosi belakangan ini? Atau malah sampai membuat Anda kehilangan nafsu makan bahkan mudah jatuh sakit? Inilah saatnya Anda perlu melakukan langkah-langkah yang dapat membantu Anda mengatasi hal ini.

Beberapa tips untuk Anda :

1. Jika pikiran Anda tidak tenang dan susah konsentrasi

* Streching. Latihan ini akan memompa oksigen ke otak sehingga mempermudah Anda berkonsentrasi. Gerakkan kaki dan tangan Anda selama 2 menit, setelah itu Anda juga akan merasa lebih rileks karena otot-otot Anda melemas.
* Menyikat gigi. Percayalah, rasa segar pada mulut dengan mudah dapat menyegarkan pikiran Anda.
* Pertahankan selera humor Anda. Ketika Anda stress, tak jarang semua canda jadi Anda anggap serius. Cobalah untuk tetap bisa menikmati sebuah lelucon atau situasi yang lucu, karena tertawa akan melegakan Anda.
* Tulislah kelebihan Anda di sebuah kertas. Jangan biarkan otak Anda hanya diisi oleh pikiran negatif.
* Pelampiasan. Buanglah beban pikiran Anda pada sebuah alat, misalnya aktifitas tinju atau taebo.
* Jika Anda berangkat pagi, arahkan mata Anda kepada sinar matahari pagi yang ramah. Pejamkan mata Anda dan biarkan hangatnya sinar matahari pagi mengenai kulit Anda.

2. Jika tubuh Anda tegang

* Perbaiki sikap tubuh. Tubuh yang tegang biasanya mendorong seseorang untuk duduk membungkuk. Dengan mengubah posisi tubuh menjadi tegak, Anda akan merasa seperti diberi semangat baru dan memberi pesan “semua akan baik-baik saja.”
* Relaksasi dengan cara tersenyum atau mengunyah permen karet. Wajah bisa terasa lebih rileks, terutama jika ketegangan ‘mengganggu’ bagian wajah Anda.
* Mini massage. Anda bisa minta bantuan rekan Anda untuk melakukan sedikit pijatan di bagian punggung, leher dan bahu.

3. Jika emosi Anda sedang labil

* Belajar lebih asertif. Jangan pendam kemarahan atau kekecewaan Anda. Belajarlah mengekspresikan apa yang Anda rasakan, pikirkan dan jangan ragu untuk mendiskusikan permasalahan ini sehingga tercapai win-win solution.
* Mendengarkan musik dan menyanyi akan membawa Anda pada kondisi yang menyenangkan hati.
* Menerima kenyataan bahwa Anda harus belajar bersabar. Tidak semua hal dapat berjalan sesuai keinginan Anda.
* Hargai diri Anda. Penghargaan terhadap diri sendiri sangatlah diperlukan agar bisa memicu dan meningkatkan kemampuan.