Jangan Terlalu Serius Urusan Jodoh

2 10 2008

Berikut ini adalah tulisan yang ditulis oleh Bill Bracy, salah satu produser CBN internasional yang berpusat di Virginia Beach Amerika. Tulisan ini meskipun akan membuat Anda tertawa, namun bagi yang masih men-jomblo terdapat pesan ampuh yang tersirat yang akan membantu Anda segera melepas status jomblo Anda. Simak kisahnya:

Beberapa tahun lalu, ketika saya sedang putus asa mencari pacar, maksudnya mencari isteri, saya membaca sebuah kisah tentang Abraham yang mengutus pembantunya pergi untuk mencarikan anaknya seorang isteri.

Pembantu Abraham pergi ke sebuah sumur, tempat wanita-wanita setempat biasa mengambil air setiap hari. Disana dia mulai berdoa. Dalam doanya dia meminta agar bertemu dengan seorang wanita yang mau memberi dia dan unta-untanya minum. Jika ada, maka pastilah ia wanita yang tepat.

Belum selesai doanya, datanglah Ribka, menawarkan air untuknya. Benar-benar wanita sempurna yang memenuhi kategori dalam doanya. Maka jadilah Ribka sebagai isteri Ishak, anak Abraham. Kisah itu membuat saya berpikir selama beberapa waktu, mungkin tidak ya, kisah itu terjadi dalam hidup saya.

Saya mulai tertawa sendiri. Aneh sekali kalau kisah itu diterapkan dalam kehidupan modern seperti sekarang. Itu artinya saya harus pergi dulu ke pedesaan, dimana terdapat sumur yang masih dipakai warga sebagai sumber air. Tunggu dulu, bukan harus saya sendiri yang pergi. Menurut kisah itu, saya harus punya seorang pembantu. Pembantu? Gaji sebulan untuk diri sendiri saja pas-pasan. Kembali saya tertawa lagi. Ah, sudahlah!

Malam itu saya pulang agak malam karena ada jadwal bermain tenis meja dengan beberapa rekan sekerja. Menuju pulang saya merasa sangat haus dan kemudian memutuskan untuk mampir ke dispenser kantor dekat pintu keluar, saat tiba-tiba seorang wanita mendahului saya dari belakang, membawa sebuah gelas.

Di benak saya hanya ada satu hal “Wah, keduluan deh! Buruan mbak, haus banget nih!” Tiba-tiba wanita itu menoleh dan berkata “Kamu mau minum juga? Saya bantu ambil yaa…” Kemudian dia mulai mengambilkan saya air…”.

Senyum dan kalimatnya seperti bom Hiroshima dan Nagasaki di telinga saya. Saya teringat tentang semua kisah Abraham yang saya baca. Di depan wanita itu saya bengong cukup lama. Terngiang semua doa-doa saya dalam mencari kekasih. Inikah wanita yang akan menjadi isteri saya? Kira-kira dia suka saya atau tidak, ya? Inikah ibu dari anak-anak saya nanti?

Seketika saya sadar dan berusaha kembali tenang, sambil tetap meyakinkan diri bahwa saya tidak bau badan dan nafas saya biasanya cukup segar. Aduh, saya bodoh sekali! Ini kan hanya pertemuan tidak sengaja selama beberapa detik, bisa-bisanya saya berpikir sejauh itu. Saya teguk air sebanyak mungkin dan menarik nafas panjang untuk menghilangkan tanda-tanda keanehan yang mungkin sejak tadi jelas terlihat olehnya.

Cerita diatas terjadi 25 tahun lalu. Diperlukan 2 tahun penuh bunga, permen, kue, film, puisi romantis dan sebuah cincin untuk akhirnya meminta “wanita dispenser” tadi untuk menikahi saya. Tuhan telah menolong Abraham dan saya dengan cara yang kurang lebih sama.

Jadi kalau anda seorang pria atau wanita yang sedang berjuang mencari isteri atau suami, berdoalah, dan jangan lupa minum hari ini!

Sumber : jawaban

Advertisements




Lima Kriteria Jodoh Pilihan Tuhan

22 09 2008

Rasanya janggal kalau sebagai orang kristen kita masih mempertanyakan bagaimana menentukan bahwa jodoh itu adalah pilihan hati atau pilihan Tuhan. Apa memang ada yang seperti itu? Bukti pertanyaan diatas memang ada, diketahui dari banyaknya perkawinan yang kandas di tengah jalan, terjadinya ketidakharmonisan, atau perceraian. Kenyataan-kenyataan seperti ini yang seringkali kita pakai untuk mencetuskan pertanyaan di atas. Yang bertengkar terus menerus dan bercerai merupakan pasangan yang bukan merupakan pilihan Tuhan. Sedangkan yang harmonis dan bahagia hidupnya adalah mereka yang memang telah disatukan oleh Tuhan.

Yang jelek pasti bukan dari Tuhan dan yang baik pastilah jodoh yang dikehendaki-Nya. Kita sendiri tidak punya resep bagaimana caranya menentukan antara jodoh pilihan hati atau pilihan Tuhan. Namun yang bisa kita lakukan dengan mencermati kriteria-kriteria yang baik untk membentuk sebuah keluarga. Ada kriteria yang bisa kita pakai sebagai dasar untuk mengetahui siapa jodoh kita.

1. Anda berdua harus memiliki minat yang banyak

Dalam usaha mencari pasangan hidup, carilah orang yang telah hidup dalam kehidupan yang menarik, seorang yang mempunyai banyak saluran dan yang telah banyak terlibat dalam kegiatan-kegiatan. Anda tidak perlu mempunyai yang disukai dan tak disukai yang sama kalau Anda berdua adalah orang yang mudah menyesuaikan diri, tetapi lebih disukai adalah orang yang secara jelas bisa mendemonstrasikan bahwa dia memiliki energi, imaginasi, dan konfiden.

Dengan berkata demikian, maka kita mengenali bahwa “batu kebosanan akan bisa menenggelamkan bahtera perkawinan”. Dalam usaha mencari jodoh, tambahkan kekuatan kepada kekuatan, bukan kelemahan kepada kekuatan. Dengan kata lain, Anda akan berusaha menambahkan kekuatan Anda kepada kekuatannya. Bukan kekuatanmu kepada kelemahannya.

Formula ini berlaku juga bagi setiap orang yang memikirkan jenjang relasi perkawinan.

Dengan demikian merupakan hal yang sangat penting bahwa Anda sendiri mengalami kehidupan yang sangat menarik sebelum Anda menikah, sesuatu yang dipenuhi dengan suatu variasi keprihatinan dan ketrampilan. Tujuan perkawinan memang membuka pandangan pengalaman baru yang luas, persahabatan baru dan kesuka-citaan baru. Perkawinan tidak dirancang untuk memperbesar beban-beban dan rintangan-rintangan baru. Seorang yang menikah hanya sekedar menghilangkan kejenuhan mengalami kesulitan bercumbu.

Kalau seorang tidak mempunyai baik semacam ketrampilan, maupun minat yang besar, dia akan bisa memberikan sumbangan yang kecil saja kepada suatu kehidupan perkawinan yang diharapkan untuk berlangsung bertahun-tahun. Otot-otot yang kuat seorang lelaki dan tubuh seksi seorang perempuan masih belum cukup.

Karena apa yang akan terjadi kalau otot dan tubuh itu mulai layu dan kendor setelah usia 40 tahun?

Hidup berpasangan melibatkan berbagai rasa-perasaan, melakukan pekerjaan bersama, berbagi-rasa dalam percakapan yang mencakup banyak pokok, dan pencarian bersama minat-minat yang lebih besar.

2. Anda berdua harus mampu tertawa bersama

Bisakah calon pasangan Anda tertawa bersama dengan Anda? tertawa menyatakan sifat lentur/fleksibel yang merupakan lawan dari sifat kaku. Seorang yang memiliki sifat humor yang sungguh akan mampu untuk menyesuaikan diri dengan situasi yang terjadi. Yang di luar kendali orang untuk mengaturnya, dan banyak situasi yang demikian itu terjadi di dalam kehidupan perkawinan.

Dengan bisa tertawa bersama, anda bisa lebih siap untuk menerima keterbatasan dan kekurangan satu sama lain dan bisa membangun kenikmatan mutualistis yang menjadikan kehidupan memuaskan dan sekaligus bermakna. Tanpa tawa perkawinan itu membosankan dan monoton. Perlu diingat bahwa tertawa itu mutualistis. Kalau Anda menjadi cemburu dan defensif ketika dia bercerita tentang gadis cantik atau pria ganteng, Anda bermasalah.

Barangkali percintaan itu seharusnya dimulai dengan tertawa seperti yang berlaku pada banyak orang, daripada ketertarikan fisikal kekaguman, atau kesepian. Kemampuan untuk bisa tertawa menyatakan toleransi. Ada para ahli mengatakan bahwa “ada kekejaman di semua humor”.

Kalau hal itu benar, bagaimana percintaan itu memancar melalui tawa? Rata-rata pada awal relasi antara seorang gadis dengan seorang pemuda, seorang perempuan dengan laki-laki, sendiri atau kelompok. Ada masa kesedihan, kesendirian itu sedih, malu itu sedih, rasa tidak nyaman itu pun sedih, khawatir juga sedih.

3. Anda berdua harus memiliki perasaan secara fisik yang kuat

Tidak usah berpretensi, sebagai orang kristen sekalipun seorang mau memilih jodohnya, dia tidak bisa tanpa aspek ketertarikan kepada fisik. Adakah rasa ketertarikan yang kuat secara fisik satu sama lain? Biasanya seorang gadis lebih lambat daripada seorang pemuda yang secara spontan akan muncul keinginan seksualnya.

Disinilah letak kerawanan dalam kencan dengan teman laki-laki. Jikalau seorang lelaki mengencani seorang gadis sudah tiga kali dan si gadis sudah bisa menerimanya, dan ternyata si lelaki tidak juga menunjukkan tanda-tanda ketertarikannya secara fisik, lebih baik cari yang lain.

Tanda-tanda ketertarikan itu bisa berupa lirikan yang disertai senyuman khas atau memegang tangan sebagai suatu lamaran.

Jikalau anda suka kepadanya maka sebaiknya menanggapi dengan cara tersenyum balik; kalau si lelaki meremas tangan anda dengan kuat, balaslah secara lemah-lembut, kalau sampai meraba secara kuat, tolaklah dengan cara halus; kalau dia mulai mencium anda…ya…memang harus hati-hati (Kej 24:12,16,18).

Jikalau dia mendesak untuk mengadakan hubungan seksual, perkawinan bukanlah tujuannya. Jangan membiarkan perasaan fisikal anda menjadi demikian kuat sehingga anda tidak mampu melihat “daerah-daerah berbahaya”. Lebih dari semuanya itu, jangan menikah karena hal seksual saja.

4.Anda berdua harus setuju dengan sasaran kehidupan

Inilah pokok yang sangat vital. Tidak terlalu penting memang apakah seorang pemuda itu mempunyai uang atau tidak, tapi pertanyaannya adalah apakah dia seorang yang memiliki minat bekerja atau tidak? Apakah dia seorang yang mempunyai tanggung-jawab tentang hidup ini atau tidak? Jikalau calon anda adalah seorang pemuda dari keluarga kaya, dan berpangkat, dengarkan kepada apa yang dikatakan olehnya tentang sasaran hidup yang ingin dicapainya. (Kej 24:10).

Kemajuan jaman memaksa manusia untuk berpacu satu sama lain. Sehingga sudah terlalu banyak perkawinan yang kandas, disebabkan oleh suami yang rendah ambisinya untuk maju.

5.Anda harus setuju tentang Agama

Banyak permasalahan dalam pacaran yang isu pokoknya adalah perbedaan agama. Sangat menarik untuk disimak bahwa sejak Abraham mau mencari menantu, masalah yang paling dipikirkan oleh Abraham adalah bahwa anaknya Ishak, harus menikah dengan seorang gadis yang beragama bahkan bersuku sama. Kalau mau mencari jodoh yang dikehendaki oleh Tuhan, yang terutama perlu diperhatikan adalah bahwa dia adalah seagama dengan anda.

Jangan sampai masa pacaran itu sudah sedemikian mendalam baru dibicarakan tentang keagamaan anda. Agama harus dibicarakan cukup dini, sehingga kalau harus berpisah luka batin yang dialami tidak harus merusak seluruh kehidupan anda (Kej 24:3-4).





Tanda Si Dia Jodoh Anda

20 09 2008

Anda merasa klik. Ia memenuhi kriteria laki-laki yang banyak diinginkan perempuan: tampan, mapan dan budiman. Tapi apakah dia Mr. Right yang dapat menjadi teman hidup?

Untuk mengetahuinya, Susan Swimmer dalam buku Is He The One? 101 Question That Will Lead You to The Truth, Whatever That Is, memberi beberapa pertanyaan untuk menentukan Si Dia Mr. Right atau si Mr. Wrong. Kuncinya di sini adalah menjawab dengan jujur. Siap?

1. Apakah dia berpikir dia adalah pria yang beruntung?

Lelaki berjiwa positif dan selalu merasa beruntung, meski dilanda kesulitan hidup, akan memancarkan aura kebahagiaan. Lebih jauh, kehadiran Anda di sisinya ia anggap sebagai berkah. Itu sangat bagus. Pria seperti ini akan selalu jadi supporter berat Anda. Ia akan menularkan aura positifnya pada Anda. Selain itu, dia membuat Anda yakin bahwa Andalah pujaan hatinya.

2. Apakah kebiasaan buruk dia bisa Anda terima?

Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan kecil dan punya kebiasaan buruk. Apakah Anda bisa menerima itu semua? Jika iya, itu pertanda bagus. Karena berarti Anda bisa melihat sesuatu dari kacamata yang lebih besar. Apa yang terpenting dalam diri pasangan hidup? Menurut Susan, ia harus punya visi yang jelas, perhatian, respek, jujur dan terpenting, mencintai Anda.

3. Pernahkah dia melihat Anda dalam keadaan terburuk?

Ia pernah melihat wajah Anda lebih buruk daripada wajah tanpa make up, kusut saat bangun tidur, tubuh sedang gemuk-gemuknya dan berbagai kondisi yang membuat orang tak tertarik pada Anda. Apa reaksi dia? Terkejut, langsung pergi tanpa kembali dan mengkritik Anda habis-habisan di depan orang lain? Atau dia hanya tersenyum dan tetap punya cinta yang besar untuk Anda? Jika jawabannya yang terakhir, dia patut Anda pilih.

4. Apakah dia menyimpan rahasia?

Setiap orang pasti punya rahasia pribadi. Apakah Anda dan dia punya kesamaan pandangan tentang mana rahasia yang perlu dibagi dan mana yang tidak? Jika ya, itu bagus. Karena ke depan Anda dan dia tak akan berselisih paham soal ini. Tanpa perlu diminta atau dipaksa, Anda dan dia akan saling menceritakan rahasia, tanpa salah satu merasa terganggu dan tak enak hati.

5. Apakah Anda tahu berapa gajinya?

Anda tak harus mengetahui jumlah detailnya. Setidaknya, Anda tahu bahwa gaji dia sekian rupiah. Anda mesti tahu karena sebelum memasuki fase lebih serius dari sebuah hubungan, Anda dan dia perlu mendiskusikan hal ini secara terbuka. Mengapa? Karena kebanyakan hubungan berantakan karena adanya ketidakjujuran dalam soal keuangan.

6. Apakah Anda bisa menyebutkan bagian tubuh Anda yang dia anggap menarik?

Jika Anda tahu tanpa perlu bertanya padanya, bahwa dia menyukai mata, kaki dan senyum Anda, itu awal yang bagus. Mengapa? Karena itu menandakan dia sering memuji Anda. Dia bukan orang yang pelit memberi pujian. Dan itu sangat menyenangkan perempuan.

7. Apakah dia tidak keberatan membantu Anda?

Meski malam sebelumnya dia belum tidur karena harus lembur, dia tak pernah keberatan, bahkan mengajukan diri untuk menjemput dan mengantar Anda ke dokter gigi keesokan harinya. Lelaki seperti ini sangat layak dipertimbangkan. Karena dia tipe pasangan yang dapat diandalkan.

8. Apakah dia membuat Anda tertawa?

Seorang pria yang bisa membuat Anda tertawa menandakan dia orang yang menikmati hidup. Ia bisa bersenang-senang. Hidup dengan pria seperti ini akan membawa keceriaan. Dia bisa membuat Anda melupakan masalah dan tak berlama-lama bersedih. Hidup tidaklah mudah, dan bayangkan jika Anda hidup dengan orang yang sulit tertawa, stres pasti akan melanda.

9. Apakah dia memakai seatbelt?

Pertanyaan terakhir ini agak menggelikan. Tapi menurut Susan, ada kaitannya dalam menilai seseorang. Mengenakan seatbelt adalah sebuah isyarat bahwa dia peduli pada dirinya dan masa depannya. Ia bukan orang yang mau merusak diri sendiri dan orang yang dicintainya. Anda tak perlu khawatir hidup dengan pria seperti ini karena dia orang yang bisa menjaga Anda.

Kunci utama dalam suatu hubungan Kristen yang berniat masuk ke jenjang pernikahan adalah SEIMAN dan SEPADAN. Semua hal di atas dapat Anda jadikan kriteria tapi bukan pegangan ataupun patokan untuk menikah. Karena jika pasangan yang Anda cintai memenuhi semua kriteria di atas, namun tidak masuk dalam kebenaran Firman Tuhan sebagai pasangan yang SEIMAN dan SEPADAN, Anda tahu apa yang harus Anda lakukan jika Anda ingin tetap berjalan dalam kebenaran Firman Tuhan. Walaupun mungkin itu bukan suatu keputusan yang mudah untuk Anda ambil.

Jadi, apakah Si Dia sudah memenuhi semua kriteria di atas?

sumber : jawaban





Waktunya Bicara Jodoh

3 09 2008

Jika kamu single dan sedang berusaha mencari jodoh, pasti akan ada satu atau dua waktu di mana kamu dihadapkan dengan waktu untuk keluar makan atau ngobrol panjang dengan ‘target’-mu. Dan supaya si target tidak lari kemana-kemana setelah menghabiskan waktu denganmu, kamu harus tahu peraturan untuk bercakap-cakap dengannya:

1. Hindari percakapan yang menginterogasi

Perbincangan adalah suatu hal dasar yang sangat natural. Jika lawan bicaramu tertarik untuk membuka diri, maka ia akan menceritakannya dengan natural pula, tanpa perlu interogasi dari kamu. Tipe perbincangan interogasi juga bisa membuat lawan bicaramu takut dan tertutup.

2. Jangan takut memimpin pembicaraan

Peraturan ini hanya berlaku jika perbincangan di antara kalian berdua menjadi sangat membosankan dari waktu ke waktu. Contohnya jika kamu membicarakan pekerjaanmu yang sangat monoton. Kamu bisa langsung mengajak ‘target’-mu untuk mengubah topik (asal jangan memotong pembicaraan!).

3. Buatlah kontak mata

Pastikan kamu menatap lawan bicaramu dengan sopan ketika sedang berbicara. Selain menunjukkan rasa percaya diri, ini menunjukkan ketertarikanmu terhadap percakapannya dan tentu saja ketertarikanmu pada si pemilik mata.

4. Terhadap orang lain

Walaupun ketika sedang berdua orang lain serasa tidak ada, tapi kamu akan melakukan kesalahan besar jika kamu terhanyut di dalamnya. Justru inilah saatnya kamu menunjukkan ke ‘target’-mu tentang kepribadian kamu. Contohnya jika kamu di restoran, bicaralah dengan ramah kepada pelayannya. Jika kamu naik taksi, bicaralah juga dengan ramah pada supirnya. Jika kamu memperlakukan siapapun dengan baik dan penuh rasa hormat, ‘target’-mu pasti akan memperhatikannya diam-diam dan memberikan nilai plus.

5. Percakapan santai

Dalam percakapan santai, kamu bisa melakukan dua hal. Satu, benar-benar menikmati percakapan dengannya dan yang kedua, kamu bisa menilai responnya terhadap perbincangan santai kalian. Kadang dari perbincangan yang santai, kepribadian seseorang justru bisa dinilai. Contohnya, bicarakan tentang makanan kesukaan atau hobi.

6. Jangan kuatir dengan diam

Kata orang, salah satu tanda kamu bisa merasakan nyaman dengan seseorang, yaitu jika kamu bisa berbagi diam dengannya dan tidak merasa bahwa kamu sudah kebanyakan bicara. Jadi jika pembicaraan kamu berakhir dengan waktu diam sesaat, jangan panik! Nikmati saja. Untuk memulainya kembali, biarkan ‘target’-mu yang memulainya.

7. Jangan coba untuk mengesankan

Jangan bicara tentang hal-hal yang membuat kamu terkesan sombong dan berusaha untuk mengesankan lawan bicaramu. Jika kamu pria, perbincangan seperti ini akan semakin mengganggu di mata ‘target’-mu. Karena itu, jadilah rendah hati. Jika ‘target’-mu harus tahu bahwa kamu pintar, biarkan ia yang menilai dan mengetahui dengan sendirinya, bukan dari promosi mulutmu. Kerendahan hati yang terpancar lewat kalimat-kalimatmu nilainya sangat tinggi.

8. Hindari pertanyaan fatal

Dalam percakapan dengan ‘target’, hindari pertanyaan fatal seperti “Apakah saya tipemu?” atau “Apakah kamu suka dengan sifat saya?”. Pertanyaan seperti itu menjurus ke terburu-buru dan sedikit memaksa. Lebih baik alon-alon asal kelakon.

Ready to talk?

Sumber : http://www.jawaban.com/





Jodoh

2 09 2008

A ONE CAR CARRIER SERVICES

Renungkanlah sedalam-dalamnya ……………….

Tidak,
Jodoh tiada kaitan dengan keturunan. Hanya belum sampai masanya. Ia bagai menanti jambatan untuk ke seberang. Kalau panjang jambatannya jauhlah perjalanan kita. Ada org jodohnya cepat sebab jambatannya singkat. Usia 25 tahun rasanya belumlah terlalu lewat. Dan usia 35 tahun belum apa2 kalau sepanjang usia itu telah digunakan untuk membina kecemerlangan. Nyatakanlah perasaan dan keinginan anda itu dalam doa2 lewat sembahyang. Allah mendengar.

Wanita baik untuk lelaki yang baik, sebaliknya wanita jahat untuk lelaki yang jahat. Biar lambat jodoh asalkan mendapat Mr Right dan biar seorang diri drpd menjadi mangsa lelaki yang tidak beriman kemudian nanti.

Memang kita mudah ter silap mentafsir kehidupan ini. Kita selalu sangka, aku pasti bahagia kalau mendapat ini. Hakikatnya, apabila kita benar2 mendapat apa yang kita inginkan itu, ia juga dtg bersama masalah.

Kita selalu melihat org memandu kereta mewah dan terdetiklah di hati kita, bahagianya org itu. Hakikatnya apabila kita sendiri telah memiliki kereta mewah kita ditimpa pelbagai kerenah. Tidak mustahil pula org yang memandu kereta mewah(walaupun sebenarnya tak mewah) terpaksa membayar lebih tatkala berhenti untuk membeli durian di tepi jalan. Orang lain membeli dengan harga biasa, dia terpaksa membayar berlipat ganda.

Ketika anda terperangkap dalam kesesakan jalan raya, motosikal mencelah-celah hingga mampu berada jauh di hadapan. Anda pun mengeluh, alangkah baiknya kalau aku hanya menunggang sebuah motosikal seperti itu dan cepat sampai ke tempat yang dituju. Padahal si penunggang motosikal mungkin sedang memikirkan bilakah dia akan memandu kereta ditgh2 bandar raya.

Bukan semua yang anda sangka membahagiakan itu benar2 membahagiakan. Bahagianya mungkin ada tapi deritanya juga datang sama. Semua benda, pasti ada baik buruknya.

Demikian juga perkawinan. Ia baik sebab ia dibenarkan oleh agama, sunnah Nabi, sebagai saluran yang betul untuk melepaskan shahwat di samping membina sahsiah dan sebagainya, tapi ia juga buruk sebab ramai org yang berkawin hidupnya semakin tidak terurus.

Ramai orang menempah neraka sebaik sahaja melangkahkan kaki ke alam berumahtangga. Bukankah dengan ijab dan Kabul selain menghalalkan hubungan kelamin, tanggung jawab yang terpaksa
dipikul juga turut banyak? Bukankah apabila anda gagal melaksanakannya, anda membina dosa seterusnya jambatan ke neraka?

Berapa ramaikah yang menyesali perkahwinan masing2 padahal dahulunya mereka bermati-matian membina janji, memupuk cinta kasih malah ada yang sanggup berkorban apa sahaja asalkan segala impian menjadi nyata?

Jika tidak sanggup untuk bergelar isteri atau suami tidak usah berkawin dulu.
Jika merasakan diri belum cukup ilmu untuk bergelar ibu ataupun ayah, belajarlah dulu. Jika rasa2 belum bersedia untuk bersabar, carilah dulu kesabaran itu. Jangan berkawin dahulu sebab kenyataannya ramai yang tidak bersedia untuk melangkah tetapi telah melompat, akhirnya jatuh terjerumus dan tidak jumpa akar berpaut tatkala cuba mendaki naik.

Berkawin itu indah dan nikmat bagi yang benar2 mengerti tuntutan2nya.

Berkawin itu menjanjikan pahala tidak putus2 bagi yang menjadikannya gelanggang untuk mengukuhkan iman, mencintai Tuhan dan menjadikan surga sebagai matlamat. Berkawin itu sepadan dari ketidaksempurnaan insan kepada kesempurnaan insan – bagi yang mengetahui rahasia2nya.

Berkawinlah anda demi Tuhan dan Nabi-Nya, bukan berkawin karena perasaan dan mengikut kebiasaan. Jodoh usah terlalu dirisaukan, tiba masanya ia akan datang menjemput, namun perlu juga anda membuka lorong2nya agar jemputan itu mudah sampai dan tidak terhalang

Seorang teman pernah berpesan..

“Kadang2 Allah sembunyikan matahari..
Dia datangkan petir dan kilat..
kita menangis dan tertanya-tanya,
kemana hilangnya sinar..
Rupa2nya.. Allah hendak hadiahkan kita pelangi..” ”

Sumber :
Mohd Rozahan