Tips membuat karyawan lebih betah bekerja

3 03 2010

By Freddy Liong, MBA, CBA

–         Karyawan memiliki hubungan kerja yang harmonis dengan atasan langsung

Salah satu kebutuhan manusia yang paling utama adalah diterima didalam komunitas, tidak saja diterima tetapi memiliki hubungan yang baik. Hubungan kerja yang harmonis artinya antara atasan dan bawahan memiliki komunikasi dua arah yang lancar, atasan bawahan bisa kompak didalam menjalankan berbagai tugas, atasan bawahan saling percaya dan dapat dipercaya.

–         Karyawan memiliki pemahaman yang jelas tentang tugas

Karyawan yang paham dengan jelas tentang tugas-tugasnya akan bekerja lebih tenang dan tidak bingung. Tetapi sebaliknya karyawan yang sering mendapat tugas-tugas yang mendadak, yang tidak ia kuasai, yang tidak ada bimbingan dari atasan akan membuat karyawan menjadi bingung, stress dan patah semangat.

–         Karyawan mendapat kesempatan didengar ide/saran-sarannya

Saat ide seseorang didengar oleh si atasan, karyawan akan merasa termotivasi untuk mencari ide yang lebih baik, dengan tujuan untuk menyenangkan hati si atasan. Apalagi bila ide tersebut diakui dan dipakai oleh perusahaan, maka si bawahan akan merasa lebih berguna ditempat kerjanya.

–         Karyawan mendapatkan kesempatan untuk belajar hal-hal baru

Saat karyawan mendapat kesempatan pengembangan diri/pelatihan, maka ia akan merasa karirnya bertambah maju. Pada umumnya karyawan akan menghargai atasan yang bisa membimbing mereka bekerja lebih baik (bukan hanya menyuruh saja). Apa yang ditabur oleh si atasan akan dibalas secara positif oleh bawahan dengan cara bekerja lebih baik dan giat.





Leadership Bos Buruk Bikin Karyawan Sakit

12 12 2008

Kepemimpinan seorang manajer atau bos di sebuah perusahaan ternyata dapat memberikan efek signifikan bagi kesehatan karyawan.

Buruknya skill leadership seorang bos ditambah penilaian buruk dari karyawan terhadap kinerja pimpinannya akan menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan, demikian laporan hasil riset terbaru para ahli di Karolinska Institute di Stockholm, Swedia.

Dalam risetnya, peneliti memantau sekitar 3.000 pekerja pria berusia rata-rata 42 dan telah bekerja selama 10 tahun.  Hasil studi menemukan adanya hubungan yang kuat antara kualitas kepemimpinan dengan kesehatan para karyawan.

Peneliti menyimpulkan, para karyawan yang terjebak pada situasi tidak kondusif di kantor cenderung rentan mengidap penyakit jantung ketimbang mereka yang bekerja dengan bos yang supportif.

Selain itu, kaitan antara kepemimpinan  dengan kesehatan karyawan juga tak dipengaruhi faktor lain seperti  kelas sosial, tingkat pendapatan, kebiasaan merokok atau minum alkohol. Masalah-masalah yang timbul pun dapat bersifat kumulatif, artinya semakin lama seseorang bekerja dengan pimpinan yang buruk, semakin buruk pula kualitas kesehatan yang dimiliki.

Para ahli yang mempublikasikan riset ini dalam jurnal Occupational and Environmental Medicine – menganjurkan setiap perusahaan untuk membenahi dan memperbaiki kemampuan manajerialnya guna memelihara kualitas kesehatan karyawannya.





Supaya Diperhatikan di Tempat Kerja

22 11 2008

Dalam polling terakhir yang dilakukan oleh sebuah harian terkenal, mayoritas karyawan menganggap bahwa tampil serius dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan saja tidak cukup untuk mendongkrak karier seseorang. Ada cara lain yang lebih efektif bila Anda ingin mendapatkan kesempatan ke jenjang karier yang lebih baik. Caranya yaitu menjalin kontak (baik secara eksternal maupun internal), dan mencari tugas-tugas yang menantang namun potensial.

Pertama, berteman dengan rekan-rekan kerja dari departemen lain. Dengan menjalin hubungan persahabatan dengan rekan kerja dari bagian lain, hal itu akan membuat Anda dikenal sebagai figur yang supel, dan pada akhirnya akan membuka kesempatan Anda mendapat promosi di masa datang atau kenaikan gaji. Bila kelak Anda ditunjuk untuk mengepalai suatu proyek misalnya, luasnya pergaulan Anda akan memudahkan Anda untuk memilih orang-orang yang memang capable/mampu dalam pekerjaannya.

Kedua, menjalin networking dengan karyawan perusahaan lain. Mempunyai jaringan koneksi ke perusahaan lain akan membuat profil Anda di mata rekan-rekan menjadi tinggi. Anda mungkin akan menjadi orang yang paling diAndalkan karena mengetahui perkembangan perusahaan lain. Selain itu, secara tidak langsung Anda akan dianggap sebagai juru bicara tidak resmi perusahaan bagi orang lain, yang menunjukkan kemampuan leadership Anda.

Ketiga, mempelajari teknologi terbaru. Saat ini ada pakem baru yang berlaku di dunia bisnis : siapa yang menguasai teknologi, maka dialah yang menguasai dunia. Meski Anda sudah bekerja, bukan berarti Anda tidak perlu lagi belajar. Bisa lebih dulu menguasai salah satu kemajuan teknologi seperti program-program komputer yang beredar sekarang ini akan membuat profil Anda semakin tinggi di mata rekan-rekan kerja.

Keempat, ambil resiko dengan melakukan pekerjaan sulit. Mungkin dalam karier Anda akan menjumpai tugas/assignment yang saking sulitnya, rekan-rekan kerja Anda jadi enggan untuk dipilih sebagai project officer. Cermati baik-baik, mungkin pekerjaan ini bisa menjadi tiket utama Anda mendapat kesempatan. Jangan takut gagal, sebab meski nanti akhirnya pekerjaan tersebut hanya bisa diselesaikan setengahnya saja, nama Anda akan dikenal sebagai orang yang berani mengambil resiko dan mau bekerja keras.

Kelima, kenali limit kemampuan Anda. Boleh-boleh saja Anda melakukan berbagai tugas yang sulit, namun jangan sampai mengerjakannya dengan asal-asalan. Tujuan Anda adalah supaya orang-orang (dan atasan) tahu bahwa Anda mempunyai kemampuan untuk mengerjakan tugas-tugas sulit. Kalau tidak mampu, buat apa dipaksakan? Nanti hasilnya malah akan berimbas negatif pada citra diri Anda di depan rekan-rekan.

Sumber : Berbagai Sumber





Gaji Di Bawah Standar ?

6 10 2008

BILA Anda merasa gaji yang diterima kurang, Anda tak sendirian. Bahkan di negara maju seperti Amerika Serikat saja, menurut situs salary.com, separuh pekerja di sana merasa gaji mereka terlalu kecil. Meski kenyataannya hanya 22 persen saja yang benar-benar gajinya di bawah standar.

Tak pernah ada sisa uang di akhir bulan bukanlah tanda gaji Anda terlalu kecil. Bisa jadi memang Anda yang kurang pintar mengelola uang. Tapi, sebenarnya Anda bisa mengetahui apakah gaji yang diterima sudah sesuai dengan standar yang berlaku di pasaran atau tidak.

* Gali informasi
Tak sulit mengetahui nilai jual untuk sebuah jabatan. Anda bisa mencarinya di internet lewat situs-situs sumber daya manusia, mailing list profesi, atau mencari tahu lewat headhunter.

* Bertanya
Bertanyalah kepada mentor atau rekan kerja yang punya level jabatan lebih tinggi. Pastikan tempat Anda bertanya adalah orang yang dapat dipercaya. Bila ternyata gaji Anda di bawah dari standar internal, mintalah saran bagaimana mengajukan permintaan kenaikan gaji.

* Lihat lowongan
Bila Anda mendengar kantor Anda sedang membuka lowongan untuk posisi yang selevel dengan Anda, carilah informasi mengenai jumlah gaji yang ditawarkan. Tak sedikit lowongan yang menyebutkan hal itu dalam iklannya.

* Cek perjanjian kerja
Dalam perjanjian kerja biasanya disebutkan rincian tugas dan tanggung jawab Anda. Teliti kembali apakah dalam perjanjian tersebut disebutkan gaji Anda tergantung pada pencapaian target pekerjaan. Bandingkan dengan tugas-tugas rekan sekerja untuk mengetahui apakah memang gaji Anda terlalu kecil atau Anda saja yang kurang giat bekerja. Bila ini yang terjadi, diskusikan dengan atasan untuk minta tambahan tanggung jawab.

* Gaji tak sebanding biaya hidup
Besar kecilnya gaji memang relatif. Menurut konsultan keuangan Safir Senduk, biaya hidup di kota tempat Anda tinggal juga ikut menentukan apakah gaji Anda terlalu kecil. Misalnya saja kenaikan gaji setiap tahun tak seimbang dengan kenaikan biaya hidup. Bila Anda tetap tak merasa cukup selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, maka bisa jadi gaji Anda memang terlalu kecil.

Sumber : Kompas





Lima Tips Atasi Si Iri Hati

5 10 2008

Banyak perasaan-perasaan negatif yang dapat mengganggu kita di kantor. Tapi yang paling umum terjadi dan kerap harus dihadapi adalah perasaan iri hati. Kebanyakan para profesional mempunyai perasaan iri dan juga merasakan orang lain iri terhadapnya. Di bawah ini ada beberapa tips untuk menghadapi rasa iri teman sekantor terhadap Anda:

1. Pusatkan perhatian sebagai anggota tim
Seringkali kita bekerja keras untuk mendapatkan promosi, tugas khusus, atau pujian dari atasan yang membuat kita sampai lupa pada sekeliling. Namun, jangan lupa untuk lebih memperhatikan teman sekerja. Misalnya, pada waktu rapat tim kerja, gunakan kata-kata, “kami” bukan “saya”, buat daftar nama-nama teman sekerja untuk melakukan proyek besar.

2. Beritahu atasan
Tidak ada peraturan yang menyebutkan bahwa Anda harus mengerjakan semua tugas sendirian. Bila Anda merasa tidak nyaman karena sikap iri hati dari teman sekantor, bicarakan dengan atasan. Tak perlu dengan sikap mengadu apalagi memperbesar masalah, cukup ceritakan apa adanya.

3. Hindari gosip
Teman sekerja yang iri biasanya hanya mencetuskan dan menggosipkan pegawai yang membuat mereka terancam. Apa pun yang Anda lakukan, jangan tergoda untuk terbawa arus negatif. Bila mendengar gosip miring mengenai Anda atau rekan lainnya, hindari saja. Bila tidak, teman-teman sekantor akan memerhatikan dan menyadari bahwa bila ada gosip, pasti datangnya dari orang yang sama. Yang lebih parah bila orang tersebut adalah Anda.

4. Catat situasi membahayakan
Beberapa teman yang jahat mencoba melakukan sabotase terhadap salah satu teman yang sukses. Bila Anda yang dicemburui, perhatikan diri Anda. Catat hal-hal yang membahayakan yang diucapkan mengenai diri Anda dan pastikan Anda punya bukti untuk menjelaskan bahwa hal tersebut tidak benar. Mudah-mudahan atasan Anda cukup bijak dan pandai untuk menyadari gosip tersebut tidak benar pada waktu dia mendengarnya. Bila tidak, Anda akan berada dalam bahaya.

5. Pertahankan sikap profesional
Bila perasaan iri menyakiti hati Anda, yang paling baik dilakukan adalah menghadapinya secara profesional dan tetap melakukan pekerjaan Anda sebaik-baiknya. Hal ini berarti mencoba untuk tidak memberi komentar yang kasar dan tidak melakukan pembalasan. Bila teman sekantor iri dengan sukses yang Anda raih, tunjukkan kepada mereka mengapa Anda bisa sukses. Berikan contoh bahwa profesionalisme di kantor adalah cara nyata untuk mencapai sukses.

Sumber : Kompas





Jangan Jadikan Karyawan TI ‘Sapi Perah’

2 09 2008

Seringkali karyawan TI harus bekerja lembur. Ironisnya, gaji mereka sering tidak sebanding dengan jumlah jam kerja. Ketika mengajukan protes, suara mereka tidak digubris.

Hal ini terungkap dalam sebuah survei yang digelar sebuah situs lowongan kerja di Inggris.

Survei yang melibatkan 500 karyawan TI ini mengungkap bahwa hampir separuh responden bekerja lebih lama daripada yang mereka lakukan dua tahun lalu. Lebih dari seperempat responden bekerja selama 48-60 jam per minggu. Walaupun 3/4 responden mengaku jam kerjanya tidak melebihi peraturan jam kerja di kawasan Eropa, yakni maksimal 48 jam per minggu. Sementara, sekitar 5 persen responden mengaku bekerja selama 60-75 jam dalam seminggu.

Dikutip detikINET dari Vnunet, Rabu (27/8/2008), jumlah jam kerja yang melampaui batas ini merugikan karyawan. Sekitar 40 persen responden menyebutkan bahwa kesehatan mereka menjadi terganggu, 64 persen mengaku bahwa kehidupan sosial mereka menjadi terganggu, dan 41 persen mengaku tidak memiliki kehidupan sosial.

“Majikan harus bertanggung jawab terhadap dampak jumlah jam kerja berlebihan yang dapat merugikan kesehatan karyawan,” tandas Alex Farrell, managing director http://www.theitjobboard.co.uk.

Hanya 10 persen karyawan TI yang mengaku mendapat gaji tambahan untuk kerja lembur, walaupun lebih dari separuhnya mengaku harus membawa pulang pekerjaan tambahan tersebut. Kendati mendapat perlakuan yang kurang adil, hanya 15 responden yang mengaku mengajukan protes kepada pimpinan mereka. Malangnya, sekitar 80 persen dari yang mengajukan komplain mengaku tidak mendapat tanggapan dari pimpinannya.

Sumber: http://www.detikinet.com