Kebiasaan Negatif Yang Harus Dihindari

22 02 2010

–         Mengeluh

Mengeluh seperti membuang sampah kekecewaan pada orang lain. Menceritakan kekecewaan, kekhawatiran, kesusahan, seakan-akan dirinya cukup sial. Orang seperti ini akan akan mengeluh hanya karena teriknya matahari mengganggu kulitnya. Biasanya ia akan selalu minta dikasihani, butuh perhatian/ingin didengarkan. Hentikan kebiasaan mengeluh karena tidak semua orang mau dijadikan keranjang sampah. Tips : Tidak hanya anda yang sedang mempunyai masalah, mungkin orang lain mempunyai masalah yang lebih berat dari anda.

–         Tidak tahu diri

Orang yang tidak tahu diri biasanya melakukan sesuatu seenaknya sendiri. Orang seperti ini selalu berpikir ”Semau gue”. Tips : Seandainya anda sebagai dirinya, bagaimana perasaan anda? Untuk itu mulailah untuk mengerti perasaan orang lain.

–         Membual

Orang yang suka ”omong besar” biasanya mempunyai cerita-cerita yang menakjubkan mengenai dirinya. Ia suka membanggakan tentang kehebatan dirinya. Ia juga mempunyai ide-ide yang kedengaran ”wah”, suka mengobral janji-janji namun tidak pernah menepatinya. Tips : Bila bertemu orang seperti ini, lebih baik anda tidak terpancing oleh cerita-ceritanya. Mendengarkan menunjukkan anda perhatian dengan ceritanya, dengan demikian anda akan lebih disukai.

–         Tidak peka

Tidak hanya sekedar ingin tahu permasalahan orang lain saja, orang yang seperti ini mempunyai kebiasaan berbicara ”ceplas ceplos” tanpa memikirkan perasaan orang lain. Kadang ia suka bercanda dengan hal yang sama sekali tidak lucu tetapi dapat menyakiti perasaan orang lain. Anehnya orang yang seperti ini selalu menggangap dirinya humoris dan perhatian terhadap orang lain. Tips : Seandainya anda diejek orang lain, apakah anda sanggup menerima hinaan itu? Berbicara seperlunya saja dan mendengarkan pembicaraan orang lain sampai selesai akan membuat anda lebih dihargai oleh orang lain.

–         Menjelekkan orang lain

Gosip bareng teman-teman memang asyik apalagi ada seseorang yang pintar membuat pembicaraan menjadi seru. Tidak semua orang menyukai cerita-cerita miring tentang orang lain, kadang gosip tidaklah selalu benar, hal-hal kecil dapat menjadi besar.

–         Keras kepala

Orang yang keras kepala selalu berpikir untuk menang dalam hal sekecil apapun, ia akan tetap mempertahankan prinsipnya tanpa mau mendengarkan orang lain. Ia akan tetap ngotot dalam hal sepele. Ia tidak tertarik untuk mendengarkan/memperhatikan hal-hal menyangkut kegiatan orang lain. Egonya tertuju pada dirinya sendiri sehingga sangat sulit menerima kesalahan/nasihat orang lain.

–         Pelit

Orang pelit biasanya lebih senang dibagi daripada berbagi. Ia akan selalu mengatakan bahwa dirinya tidak mempunyai uang ketika temannya membutuhkan pertolongan padahal ia mempunyai uang tabungan lebih. Biasanya orang pelit tidak hanya pelit kepada orang lain saja, melainkan kadang pelit terhadap dirinya sendiri. Tips : Berbagi kebahagiaan  dengan orang lain mempunyai nilai yang lebih berarti yang tidak dapat dinilai dengan uang seberapa pun jumlahnya. Bersikap tulus ketika memberi dengan merasakan kebahagiaan dan berbagi kesenangan dengan orang lain akan membuat anda sendiri merasa bahagia dan akrab dengannya.

–         Berbohong

Orang yang suka berbohong menciptakan kebohongan secara spontan, kreatif dan tampak wajar sehingga mudah dipercaya oleh orang lain. Orang seperti ini akan terus berbohong secara terus-menerus untuk menutupi kebohongan-kebohongan yang sebelumnya. Tips : Tidak perlu berbohong, belajarlah untuk berkata jujur dan menanggung konsekuensi dengan berjiwa besar. Berbohong sekali maka anda akan berbohong untuk seterusnya dan sewaktu-waktu bisa saja anda lupa dengan kebohongan yang anda ciptakan sendiri.

–         Tidak mempunyai pendirian

Orang yang tidak mempunyai pendirian sering merasa kebingungan dengan sikap yang harus diambil, hal-hal yang menjadi prinsipil dapat tergoyahkan hanya karena rayuan/bujukan orang lain. Keyakinan dapat juga berubah setiap saat sehingga orang semakin susah untuk percaya kepadanya. Tips : Anda harus menentukan sikap tertentu mana yang terbaik untuk diri anda dan berguna untuk orang lain. Pertegas pada diri anda setiap kali anda menemukan hal yang dapat menggoyahkan prinsip anda sebelumnya, pisahkan mana yang boleh anda lakukan dan mana yang tidak boleh.

–         Sombong

Orang sombong merasa dirinya superior, mempunyai ego yang kuat. Ia merasa dirinya lebih hebat dibandingkan orang lain, cenderung meremehkan, mencela dan mengkritik orang lain. Tips : Ubah cara berpikir anda dalam memandang orang lain. Tidak ada orang yang mempunyai kelebihan kalau bukan dari kebaikannya. Anda dapat menjadi orang besar hanya karena kebaikan hati kepada orang lain, dan orang lainlah yang akan menilai diri anda, bukan anda sendiri

–         Sensitif

Mudah tersinggung, pemarah, suka menilai sikap orang lain yang ia anggap menyerang perasaannya, merupakan ciri-ciri orang yang sensitif. Biasanya ia juga bersikap hati-hati dengan sikap dan perkataannya sendiri karena ia berharap orang lain bersikap yang sama pula terhadapnya. Tips : Orang sensitif akan dijauhi orang karena mereka takut kepada anda, takut anda tersinggung/marah karenanya. Menerima orang lain dengan berpikir positif akan menghambat perasaan-perasaan negatif yang dapat merusak suasana hati anda. Jangan mudah tersinggung..

–         Pemalas

Orang malas biasanya terbentuk dari kebiasaan sehari-hari. Orang malas sangat tergantung pada orang lain. Ia akan mencari alasan tertentu untuk mengelak dari tugas yang seharusnya ia lakukan. Akhirnya orang seperti ini juga menghindari dari tanggung jawab. Tips : Saatnya anda untuk melakukan hal-hal yang berguna untuk diri anda. Apa yang anda kerjakan akan memberi makna pada diri anda sendiri. Hasil jerih payah sendiri lebih berharga daripada penilaian orang lain.





Benarkah Kita Sdh Mengenal Diri Sendiri

29 12 2008

Dalam pergaulan kerap ditemui orang yang persepsi tentang dirinya sendiri tidak klop dengan kenyataan. Tapi umumnya orang mengatakan, saya paham betul siapa dirinya.

Semakin tua orang diharapkan semakin matang. Bisa diibaratkan seperti bawang, yang terkelupas kulitnya satu per satu, sehingga tidak perlu membentengi dirinya dengan segala macam kebohongan atau kepura-puraan. Ia tak perlu topeng, sehingga hidupnya lebih enak, lebih ringan, karena menjadi diri sendiri.

Tapi tidak demikian dengan Bu Intan. Ia tak pernah menampilkan diri apa adanya. Wanita pintar berambut lebat ini lebih suka menarik diri dari pergaulan karena tidak bisa berbahasa Inggris.

“Dibanding teman-teman, saya bukan apa-apa,” katanya. Ia minder, merasa dirinya tidak pantas diperhitungkan dan tempatnya di belakang, karena tidak pernah bisa berkomunikasi jika ada tamu bule. Maka Bu Intan selalu menyingkir atau pura-pura sakit jika harus bertemu orang dari negara lain.

Padahal teman-temannya tidak pernah menganggapnya remeh. Bu Intan bahkan sangat disukai dan dihormati, karena ia orang yang paling teliti dalam pekerjaan. Ia juga pendengar yang baik, sehingga menjadi tempat curhat teman-temannya.

Sayangnya hal-hal positif itu tidak dianggapnya penting, dan dia lebih menampilkan dirinya sebagai orang yang nilainya lebih rendah. Padahal, banyak orang lain yang tidak bisa bahasa Inggris tetap sukses dalam pekerjaan dan pergaulan.
Ini berkebalikan dengan Pak Badu, sebutlah begitu. Anak muda yang belum lama masuk dunia politik ini, menilai dirinya terlalu besar. Dengan posisi politik dan kedudukannya sebagai anggota DPR, ia mengira bisa mengatur negara dan menentukan ini itu seperti yang diinginkannya.

Di hadapan rekan-rekannya dalam suatu acara reuni misalnya, dia bisa berkata, “Oh, gampang itu. Saya akan atur nanti supaya si Itu dilepaskan dari kabinet dan diganti dengan si Ini.”

Dalam acara dengar pendapat dengan seorang penegak hukum yang reputasi, integritas, dan moralnya sangat bagus dia berkata, “Saya ingin menguji Saudara….,” atau bahkan, “Saya ingin menasihati Saudara….”

Mendengar itu semua, teman yang mengenal Pak Badu terheran-heran. “Dia itu siapa, kok, berani-beraninya bicara begitu kepada orang tua yang sangat disegani itu.” Temannya yang lain berkomentar, “Kasihan betul Badu ini, dia sudah tidak kenal lagi siapa dirinya.”

Kenyataan dan Asumsi

Mengapa orang bisa seperti itu? Mengapa harus membohong terus? Mungkin mereka dan bahkan kita sendiri mencoba tampil seperti yang kita kira bagus, tapi sebetulnya tidak sesuai dengan kenyataan diri kita.

Lalu, siapa diri kita sebenarnya? Apa yang kita tahu betul tentang diri kita? Apakah kita tahu tentang kelemahan dan kekuatan kita? Dan apa yang kita kira kita tahu tentang diri sendiri itu lantas terbukti atau sesuai dengan kenyataan? Kalau itu kelebihan, apakah orang lain juga mengakuinya? Dan kalau itu kita kira sebagai kekurangan, apakah orang lain juga mengakui itu kekurangan kita?

Semakin mendekati jarak antara kenyataan dengan apa yang kita asumsikan tentang diri kita, itu berarti baik karena kita mengenal diri sendiri. Begitu pula sebaliknya. Semakin jauh jarak antara kenyatan dengan apa yang kita perkirakan tentang diri sendiri, artinya buruk sekali pengenalan diri kita.

Apa akibatnya jika orang tidak kenal dirinya, sehingga jarak antara asumsi dan kenyataan tentang diri sendiri begitu jauh? Tak bisa lain, orang itu harus terus berusaha mengingkari kenyataan tentang dirinya.  Barangkali dalam kenyataan sehari-hari muncul dan sering kita temui dalam bentuk over compensation, membual, melebih-lebihkan, atau bahkan mengecilkan orang lain untuk meninggikan diri sendiri, berbohong dan seterusnya jika merasa dirinya paling hebat. Ia tidak berpijak pada kenyataan, sehingga dalam bekerja biasanya hanya omong doang.

Begitu pula sebaliknya orang yang mengira diri sendiri negatif, akan sangat minder, menarik diri dari pergaulan, mengurung diri, tidak mau melakukan apa pun. “Apalah artinya saya, siapa yang mau mendengarkan saya,” adalah contoh ungkapan yang sering diucapkan orang dengan persepsi diri negatif. Orang ini sebetulnya sangat tertekan pada kelemahan dirinya.

Baik yang menilai dirinya terlalu tinggi maupun terlalu rendah, keduanya tidak sesuai kenyataan dan itu berarti jelek. Hal ini secara mental atau psikologis tidak sehat. Orang yang selalu pakai kedok akan capek, lalu memberikan stres yang besar pada diri sendiri.

Solusi
Dalam psikologi ada konsep yang disebut Johari Window atau Jendela Johari, yang menggambarkan pengenalan diri kita. Ada empat jendela dalam Jendela Johari.

(1) Jendela terbuka. Hal-hal yang kita tahu tentang diri sendiri, tapi orang lain pun tahu. Misalnya keadaan fisik, profesi, asal daerah, dan lain-lain.

(2) Jendela tertutup. Hal-hal mengenai diri kita yang kita tahu tapi orang lain tidak tahu. Misalnya isi perasaan, pendapat, kebiasaan tidur, dan sebagainya.

(3) Jendela buta. Hal-hal yang kita tidak tahu tentang diri sendiri, tapi orang lain tahu. Misalnya hal-hal yang bernilai positif dan negatif pada kepribadian kita.

(4) Jendela gelap. Hal-hal mengenai diri kita, tapi kita sendiri maupun orang lain tidak tahu. Ini adalah wilayah misteri dalam kehidupan.

Semakin besar daerah/jendela terbuka kita akan semakin baik, karena berarti kita mengenal diri secara baik. Orang yang memiliki daerah tertutup lebih besar akan mengalami kesulitan dalam pergaulan. Adapun mereka yang memiliki daerah buta sangat besar, bisanya akan membuat orang lain merasa kasihan.

Kepada orang yang kita kenal dekat, jendela itu harus dibuka semakin besar, juga bila kita ingin bekerjasama dengan orang lain. Bagaimana membuka jendela? Bagaimana kita bisa kenal diri sendiri? Bagaimana kita memiliki jendela terbuka yang semakin besar?

1. Bersedia menerima umpan balik, secara verbal maupun non-verbal.

a. Bersedialah untuk menerima kritik, saran dan pendapat dari orang lain tentang diri kita. Kalau ada orang yang memberikan kritik sangat pedas, ada baiknya dikaji. Jika merasa tidak benar, tanyakan, mengapa dia mengungkapkan hal itu, cari klarifikasi, dan bukan membalas menghajarnya atau mengkritik balik. Kritik adalah bentuk umpan balik yang berisi informasi negatif tentang diri kita, yang mungkin kita anggap kelemahan. Harusnya kritik itu berisi saran, karena kritik itu berarti menunjukkan kesalahan dan harus bisa memberitahu bagaimana jalan keluarnya

b. Kita juga harus mau lebih membuka diri. Ungkapkan kalau ada uneg-uneg, kekesalan, kejengkelan dan sebagainya. Bisa lisan bisa tertulis harus diungkapkan terus terang. Bisa juga kita membuka  kekuatan atau kelemahan diri kita,dibagi kalau berupa kekuatan. Ini cara supaya orang lain lebih mengenali diri kita, dan kita pun makin tahu tentang diri sendiri. Kita tidak mungkin mengenali diri sendiri hanya dari muka cermin, tapi juga melalui orang lain supaya kita mendapat gema atau echo dari orang lain.

2. Bagaimana cara kita membuka diri? Banyak bergaul, berteman baik, memperluas hubungan interpersonal dan berkomunikasi. Dengan cara ini kita akan mendapat masukan dari banyak orang. Semakin luas pergaulan akan mendapat masukan lebih banyak mengenai diri kita.





Hari Kelahiran Tentukan Kepribadian

15 12 2008

Tahukah kepribadian bisa dilihat dari hari kelahiran seseorang? Memang ini kedengarannya sedikit klenik, tapi kamu bisa buktikan kebenarannya.

Mau tahu benar atau tidaknya, simak beberapa hari lahir dan kepribadian yang selalu mengikuti gerak gerik seseorang.

Bagi yang lahir pada hari Senin, biasanya memiliki sifat tidak pelit, ikhlas hati dalam memberi sesuatu kepada orang lain. Tetapi sayangnya, tidak bisa menyimpan uang alias boros dan mudah tersinggung. Lahir di hari Senin, selalu senang membela kebenaran tapi tidak pandai berbicara.

Lahir di hari Selasa, biasanya memiliki sifat tidak mempuntai pendirian tetap alias plin plan, mudah naik darah, tidak sabaran dan selalu mau menang sendiri.

Jika lahir di hari Rabu, biasanya memiliki sifat pendiam tapi kalau sudah bicara, maka bisa membuat semua orang terperangah dengan argumen yang dikemukakannya. Tidak suka mencampuri urusan orang lain, baik hati, suka menolong dan banyak rejeki.

Untuk yang lahir di hari Kamis, biasanya memiliki pendirian yang tidak tetap, senang dipuji, mudah emosi, mudah terbujuk oleh rayuan halus dan tidak sabar akan sesuatu hal.

Apabila lahir di hari Jumat, biasanya memiliki sifat disenangi banyak orang, kuat mental, suka menolong, suka memberi nasehat yang baik dan suka mempelajari ilmu pengetahuan

Kamu yang lahir di hari Sabtu, biasanya memiliki sifat giat bekerja, rajin, ulet dan lihai mencari rejeki, ditakuti orang banyak, pandai menempatkan diri dan bisa menyelesaikan apa yang menjadi tanggung jawabnya dengan baik.

Sedangkan yang lahir di hari Minggu, biasanya memiliki sifat pandai bergaul, disukai orang banyak, berjiwa besar, suka merendahkan diri, pandai berbicara dan dapat mengatasi masalah yang dihadapnya dengan baik.

Percaya atau tidak, silakan kamu buktikan sendiri





Kekuatan & Kelemahan Kepribadian

14 11 2008

Sanguinis (kepribadian seorg sanguinis populer ; ekstrovert, suka bicara, optimis)

Kekuatan :

Emosi : kepribadian yang menarik, suka berbicara, menghidupkan situasi, rasa humor yg hebat, emosional dan demonstrative, antusias dan ekspresif, periang dan penuh semangat, penih rasa ingin tahu, baik di panggung, lugu dan polos, hidup dimasa sekarang, mudah diubah, berhati tulus, selalu ceria.

Di pekerjaan: sukarelawan utnuk tugas, memikirkan kegiatan baru, tampak hebat di permukaan, kreatif, dan inovatif, punya energi dan antusiasme, mengilhami org lain untuk ikut, mempesona org lain untuk bekerja.

Sbg teman : mudah berteman, mencintai org, suka dipuji, tampak menyenangkan, dicemburui org lain, bukan pendendam, cepat minta maaf, mencegah saat membosankan, suka kegiatan spontan.

Sbg org tua : membuat rumah menyenangkan, menjadi teman bagi anak2, mengubah bencana menjadi humor, merupakan pemimpin sirkus.

Kelemahan :

Tidak ada tindak lanjut, org tanpa kesalahan (mereka tidak benar2 percaya bahwa mereka punya kesalahan besar), mereka tidak benar2 menerima diri secara serius, suka bicara banyak, mementingkan diri sendiri, punya ingatan yang belum dikembangkan, tidak tetap pikiran dan pelupa, menyela dan menjawab untuk org lain, tidak tertib dan tampak tidak dewasa.

Melankolis (kepribadian seorg melankolis sempurna : introvert, pemikirm pesimis)

Kekuatan :

Emosi : mendalam dan penuh pikiran, analitis, serius dan tekun, cenderung jenius, berbakat dan kreatif, artistic atau musical, filosofis dan puitis, menghargai keindahan, perasa terhadap org lain, suka berkorban, penuh kesadaran, idealis.

Di pekerjaan : berorientasi jadwal, perfeksionis, standar tinggi, sadar perincian, gigih dan cermat, tertib dan terorganisasi, teratur dan rapi, ekonomis, melihat masalah, mendapat pemecahan kreatif, perlu menyelesaikan apa yg dimulai, suka diagram, grafik, bagan, dan daftar.

Sbg teman : hati2 dalam berteman, puas tinggal di latar belakang, menghindari perhatian, setia dan berbakti, mau mendengarkan keluhan, bisa memecahkan masalah org lain, sangat memperhatikan org lain, terharu oleh air mata belas kasihan, mencari teman hidup ideal.

Sbg org tua : menetapkan standar tinggi, ingin segalanya dilakukan dengan benar, menjaga rumah selalu rapi, merapikan barang anak2, mengorbankan keinginan sendiri untuk org lain, mendorong inteligensi dan bakat.

Kelemahan : mudah tertekan, punya citra diri rendah, suka menunda-nunda, mengajukan tuntutan yg tidak realistis kepada org lain

Koleris (kepribadian koleris kuat : ekstrovert, pelaku, optimis)

Kekuatan :

Emosi : berbakat memimpin, dinamis dan aktif, sangat memerlukan perubahan, harus memperbaiki kesalahan, berkemauan kuat dan tegas, tidak emosional dalam bertindak, tidak mudah patah semangat, bebas dan mandiri, memancarkan keyakinan, bisa menjalankan apa saja.

Di pekerjaan : berorientasi target, melihat seluruh gambaran, terorganisasi dengan baik, mencari pemecahan praktis, bergerak cepat untuk bertindak, mendelegasikan pekerjaan, menekankan hasil, membuat target, merangsang kegiatan, berkembang karena saingan.

Sbg Teman : tidak terlalu perlu teman, mau bekerja untuk kegiatan, mau memimpin dan mengorganisir, biasanya selalu benar, unggul dalam keadaan darurat.

Sbg org tua : memberikan kepemimpinan kuat, menetapkan tujuan, memotivasi keluarga sebagai kelompok, tahu jawaban yg benar, mengorganisir rumah tangga.

Kelemahan : tuan tanpa salah (org lain yg salah), pekerja keras, harus terkendali, tidak tahu bagaimana cara menangani org lain.

Phlegmatis (kepribadian phlegmatic damai : introvert, pengamat, pesimis)

Kekuatan :

Emosi : rendah hati, mudah bergaul dan santai, diam, tenang, sabar, seimbang, konsisten, cerdas, simpatik dan baik hati, menyembunyikan emosi, bahagia menerima kehidupan, serba guna.

Di pekerjaan : cakap dan mantap, damai dan mudah sepakat, punya kemampuan administrative, menjadi penengah masalah, menghindari konflik, baik di bawah tekanan, menemukan cara yg mudah.

Sbg Teman : mudah diajak bergaul, menyenangkan, tidak suka menyinggung, pendengar yg baik, selera humor yg menggigit, suka mengawasi org, pny banyak teman, punya belas kasihan dan perhatian.

Sbg org tua : menjadi org tua yg baik, menyediakan waktu bg anak2, tidak tergesa2, bisa mengambil yg baik dari yg buruk, tidak mudah marah.

Kelemahan : seperti tidak ada masalah, melawan perubahan, tampaknya malas, punya kemauan baja yg tenang, tampaknya tidak berpendirian.





Mengintip Kepribadian Sang Pacar (Lelaki) dari “Ringtone HP”

16 10 2008

Hanya dari nada dering ponselnya, Anda bisa menebak laki-laki seperti apa yang duduk di depan Anda. Seperti ponsel, nada dering juga bisa mencerminkan karakter yang mengesetnya lho.

1. STANDAR
Ringtone yang digunakan merupakan standar pabrik alias yang tersedia di ponselnya. Si dia dengan ringtone ini bisa dimasukkan ke kategori pria yang apa adanya, seleranya tidak neko-neko. Laki-laki dengan nada dering ini cenderung menganggap ponsel bukan sekadar untuk gaya-gayaan, melainkan memang kebutuhan.

2. LAGU TOP 40
Laki-laki yang ponselnya bernada dering lagu-lagu top 40 alias yang sedang hit adalah tipe laki-laki yang cukup bergaul. Dari nada deringya, bisa ketahuan jenis musik yang disukai sehingga bisa ditebak karakter aslinya.

– Pop
Laki-laki dengan selera musik ini biasanya punya temperamen yang tenang, cukup sensitif, mudah bergaul, dan bisa klik ke mana saja. Ia bukan tipikal yang senang memperpanjang persoalan. Namun, terkadang dia moody dan mudah bosan.

– Rock
Biasanya laki-laki yang ringtone-nya lagu-lagu rock mempunyai karakter diri yang kuat, cuek, tak peduli penilaian orang tentang dirinya, dan spontan. Romantis? Bisa saja. Bukan dengan cara mengirimkan bunga, melainkan dalam bentuk perhatian.

– R&B
Karakternya easy going, fun, dan menghadapi hidup tanpa kening berkerut. Ia juga tipe yang cuek, senang gaul, tapi pembawannya cukup cool. Ia memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan terkadang ia cenderung egois dan fokus pada pemikirannya sendiri.

– Dance
Wah, laki-laki dengan ringtone ini bukan tak mungkin suka dugem. Ia juga pria yang aware pada penampilan dan biasanya pintar memikat perempuan. Ia adalah tipe romantis yang bisa tiba-tiba saja mengajak Anda berdansa di bawah bintang.

– Rohani
Ia tipe laki-laki yang religius, sederhana dan agak introvert. Ia juga cenderung hati-hati dalam bicara dan berperilaku. Dia juga cukup serius dan tak bisa main-main untuk hal-hal yang dianggapnya penting. Hidupnya sederhana dan emosinya lumayan stabil.

– Dangdut dan daerah
Karakternya humoris meski terkadang jayus dan jahil. Ia bisa membuat dunia tersenyum dengan lelucon-leluconnya meski terkadang overdosis. Dalam mengerjakan sesuatu sebenarnya ia cukup serius meski terkadang angin-anginan. Makanya, ia butuh sesuatu yang bisa membuatnya fokus.

– Anak-anak
Senang mendapat perhatian dan kejutan, terutama dari orang-orang yang dicintainya. Selain itu, yang menonjol darinya adalah ia bisa jadi sangat lucu, pendiam, tetapi sedetik kemudian ia bisa mendadak sedih.

3. SUARA OTOMOTIF
Ia laki-laki yang maskulin, berkepribadian kuat, senang tantangan, dan terkadang larut dalam dunianya sendiri. Ia juga tidak suka menjadi pusat perhatian. Meski begitu, anehnya, perempuan acap kali datang ke kehidupannya tanpa perlu diundang.

4. REKAMAN SUARA
Ia cukup kreatif dan punya rasa ingin tahu yang lumayan besar terhadap semua hal yang menarik perhatiannya. Laki-laki penyuka dering ini juga tipikal orang yang senang mencoba. Selain itu, terkadang untuk menaikkan egonya ia membutuhkan pengakuan dari orang lain, terutama dari orang-orang dekatnya.