Silent Killer

18 02 2010

Kanker? Penyakit yang mengerikan dan seringkali didengungkan dimana-mana. Menurut WHO, jumlah penderita kanker di seluruh dunia bertambah 6,25 juta orang tiap tahun. Dalam 10 tahun mendatang diperkirakan 9 juta orang akan meninggal setiap tahun akibat kanker. Dua pertiga dari penderita kanker berada di negara-negara berkembang. Penyakit kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker. Sel-sel kanker ini dapat menyebar ke bagian tubuh sehingga menyebabkan kematian.

Masyarakat seringkali menyebut kanker sebagai tumor, padahal tidak semua tumor adalah kanker. Tumor adalah benjolan tidak normal yang bukan radang. Tumor dibagi menjadi tumor jinak dan ganas. Kanker adalah istilah umum untuk semua jenis tumor ganas. Penyusupan sel kanker ke jaringan alat tubuh lainnya dapat merusak alat tubuh sehingga fungsi alat tersebut menjadi terganggu.

Kanker berpotensi menimpa semua orang dan pada semua golongan umur. Kanker dapat timbul pada pria, wanita maupun anak-anak. Umumnya sebelum kanker meluas/merusak jaringan disekitarnya, penderita tidak merasakan adanya keluhan/gejala lain, bila sudah ada keluhan/gejala biasanya penyakitnya sudah lanjut.

Pada stadium dini kanker tumbuh setempat. Jikalau ada benjolan/kelainan walau tidak dirasakan sangat mengganggu perlu diwaspadai sebagai kanker sampai terbukti bukan kanker. Ada 7 gejala yang perlu diperhatikan dan diperiksa oleh dokter untuk memastikan ada/tidaknya kanker yaitu :

–         Waktu buang air besar/kecil ada perubahan kebiasaan/gangguan

–         Alat pencernaan terganggu dan susah menelan

–         Suara serak/batuk yang tak sembuh-sembuh

–         Payudara/tempat lain ada benjolan

–         Andeng-andeng(tahi lalat) yang berubah sifatnya menjadi makin besar dan gatal

–         Darah/lendir yang abnormal keluar dari tubuh

–         Adanya koreng/borok yang tak sembuh-sembuh

Upaya pencegahan kanker dapat dilakukan dengan cara hidup sehat :

–         mengurangi makanan berlemak yang berlebihan

–         lebih banyak makan makanan yang berserat

–         lebih banyak makan makanan yang banyak mengandung vitamin A,C dan sayuran

–         mengurangi makanan yang telah diawetkan/disimpan terlalu lama

–         membatasi minuman alkohol

–         hindari diri dari penyakit akibat hubungan seks

–         hindari kebiasaan merokok

–         upayakan hidup seimbang dan hindari stress

–         periksakan kesehatan secara berkala dan teratur

Sebagian besar dari kanker dapat disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat, seperti kebiasaan makan tidak seimbang, kebiasaan merokok, kontak dengan sinar matahari yang berlebihan, berganti-ganti pasangan seks dan lingkungan hidup serta pekerjaan yang ada hubungannya dengan penyebab kanker.

Oleh karena itu, upaya mencegah kanker dan menemukan kanker pada stadium dini merupakan upaya yang penting karena disamping membebaskan masyarakat dari penderitaan kanker juga menekan biaya pengobatan kanker yang mahal. Mari kita bergaya hidup sehat sejak dini…

Advertisements




Stress Bisa Memperparah Alergi

16 12 2008

Tekanan kejiwaan dan kegelisahan dapat menyebabkan serangan alergi musiman semakin parah dan dapat mengakibatkan alergi menetap lebih lama, demikian menurut penelitian yang dipublikasikan Agustus lalu, dalam pertemuan tahunan American Psychological Association di Boston.

“Seseorang mungkin sedang mengalami masalah alergi pada dirinya serta merasa tertekan dan gelisah ketika alergi menyerangnya,” Dr. Janice Kiecolt-Glaser, professor of psychology and psychiatry di Ohio State University, Columbus menjelaskan dalam wawancara telepon dengan Reuters Health.

Untuk mengukur seberapa besar stress dan kegelisahan mempengaruhi penderita alergi, Kiecolt-Glaser dan koleganya melibatkan 28 pria dan wanita yang memiliki sejarah medis menderita alergi debu dan alergi musiman untuk bergabung dalam laboratorium studi.

Pada hari yang berbeda, relawan diperlakukan dalam kondisi stres ringan –membaca majalah dengan diam– dan kondisi stres yang benar-benar berat –dengan memberikan ceramah video tape selama 10 menit di depan sekelompok penilai perilaku dan mengerjakan soal matematika tanpa kertas atau pena di depan kelompok tersebut dan kemudian melihat penampilan mereka sendiri lewat videotape.

Para peneliti melakukan penilaian tingkat stres dan kegelisahan para relawan dan mengambil tes alergi standar dengan uji tusuk kulit (skin-prick test) sebelum dan sesaat setelah stress terjadi, demikian juga di hari berikutnya.

Kegelisahan yang mengikuti stress berat, dikatakan para peneliti, meningkatkan reaksi alergi melalui uji tusuk kulit (skin-prick test). Reaksi alergi ini nampak pada lengan bawah sebagai luka ringan atau luka gores semacam biduran atau kaligata.
Orang yang cukup stress dalam percobaan menderita bercak 75% lebih besar seusai mengalami stres berat dibandingkan dengan respon yang terjadi pada orang yang sama setelah keadaan stres ringan.

Orang dengan stres tinggi memiliki bercak dua kali lipat setelah mereka diberi tekanan dibandingkan ketika mereka tidak mengalami tekanan. Lebih dari itu, orang dengan stres tinggi ini nampak menunjukkan empat kali lipat bercak alergi sepanjang hari setelah kejadian stres berat.

Ini menunjukkan, kata para peneliti, bahwa orang dengan stres berat memiliki respon yang berkelanjutan dan menguatkan zat-zat penyebab alergi.

“Nampaknya stres mempengaruhi mereka hingga ke hari berikutnya,” jelas Kiecolt-Glaser.  Begitulah, menjadi stres nampaknya menyebabkan alergi seseorang memburuk pada hari berikutnya.

Menurut ahli immunologist Negara Bagian Ohio, Dr. Ronald Glaser, yang terlibat dalam studi ini, kegelisahan yang lebih parah terkait dengan meningkatnya produksi hormon stres dalam tubuh yang disebut catecholamines dan protein yang berhubungan dengan peradangan yang disebut interleukin6.

Dia berpendapat meningkatnya kedua komponen ini merupakan penyebab tertundanya reaksi alergi.

Respon alergi yang tertunda ini “benar-benar yang terburuk dari suatu alergi,” Kiecolt-Glaser menekankan, karena mereka secara khusus tidak responsif terhadap antihistamin.

Dia, menyarankan untuk tetap menjaga stres pada skala minimum, bila memungkinkan, selama periode alergi terjangkit





Demam : Kompres Dingin Atau Hangat ?

6 12 2008

Demam merupakan pengalaman yang sangat tidak menyenangkan. Akibat meningkatnya suhu tubuh, badan terasa tidak nyaman, kepala terasa nyeri, menggigil, makan tidak selera, tidur tidak nyenyak, gelisah karena semua posisi tubuh rasanya salah, dibawa nonton tv malah tambah parah, dibawa ngobrol tidak berubah. Kalau mau ditulis semua penderitaan yang dialami saat demam, daftarnya akan panjang sekali.

Semua kita akan sepakat, gejala sangat tidak nyaman tersebut harus segera hilang dari tubuh. Caranya ? Suhu tubuh harus diturunkan.

Untuk menurunkan suhu tubuh, kita boleh mengkonsumsi obat-obat penurun panas yang dijual bebas. Banyak macamnya, ada parasetamol, ibuprofen, dan ada yang tersedia sebagai kombinasi dengan obat batuk, obat pilek, atau dengan kafein yang membuat tubuh terasa segar.

Biasanya, setelah makan obat antipanas (antipiretik), demam akan turun. Tapi peperangan belum selesai kawan, penyebab demam harus ditemukan, kalau tidak, setelah efek antipanas hilang tubuh akan kembali demam.

Biang demam banyak jenisnya. Paling sering adalah infeksi dan letak infeksi ini bisa dimana saja di tubuh. Jika penyebab infeksi adalah bakteri atau parasit, obatnya antibiotik. Jika penyebabnya virus, obatnya perkuat daya tahan tubuh. Obat antivirus sebenarnya ada, tapi hanya untuk virus-virus tertentu seperti virus cacar air (asiklovir) dan virus flu (oseltamivir, yang belakangan digunakan juga untuk flu burung).

Dehidrasi juga dapat menyebabkan demam. Untuk mengatasinya, pemberian cairan yang cukup akan mengatasi gejala demam. Penyebab lain ada juga sih, seperti penyakit kolagen (Lupus Eritomatosus), kanker, dan metabolik (hipertiroid), tapi angka kejadiannya jarang.

Nah adakalanya demam membandel. Obat penurun panas sudah diberikan, demam hanya turun sebentar kemudian naik lagi. Sebaiknya jangan ambil resiko untuk memakan obat antipanas lebih sering dari yang dianjurkan. Biasanya, obat panas diminum selang 8 jam. Parasetamol misalnya, berefek merusak hati jika dikonsumsi berlebihan.

Jadi harus bagaimana? Kompres saja. Kompres walaupun kurang praktis dibanding obat obatan, tetapi efek sampingnya hampir tidak ada. Pertanyaannya, kompresnya pakai apa?

Secara logika, tubuh yang panas mesti didinginkan. Untuk mendinginkannya tentulah dengan sesuatu yang dingin, misalnya air dingin atau air es. Maka, moyang kita dulu, kalau mengompres selalu dengan air dingin atau air es. Kebiasaan ini juga sempat dianut oleh dunia medis.

Belakangan baru diketahui, bahwa tubuh tidak pasrah begitu saja menerima kenyataan meningkatnya suhu tubuh. Ternyata di salah satu bagian otak kita (hipotalamus) terdapat pusat pengatur suhu (termoregulator). Nah, jika suhu tubuh meningkat, pusat pengatur suhu ini berusaha menurunkannya. Begitu juga sebaliknya.

Itulah sebabnya, orang demam yang dikompres dengan air dingin atau es akan lebih demam saat kompres dihentikan. Karena saat dikompres air dingin atau es, pusat pengatur suhu menerima sinyal bahwa suhu di sekitar sedang dingin, dan tubuh harus segera di hangatkan. Jadi kontra dengan yang diharapkan.

Lain halnya jika dikompres air hangat. Pusat suhu akan menerima informasi bahwa suhu sekitar sedang hangat, segera turunkan. Inilah efek yang diharapkan. Untungnya lagi, saat demam kita memang merasa kedinginan walaupun tubuh kita panas. Kompres hangat membantu mengurangi rasa dingin dan menjadikan tubuh lebih nyaman.

Sumber : WartaMedika.com





Kanker Pankreas

4 11 2008

KANKER PANKREAS
Kanker pankreas merupakan salah satu jenis kanker yang sangat serius. Kanker pankreas berkembang ketika sel-sel kanker terbentuk pada jaringan-jaringan pankreas Anda. Pankreas Anda mengeluarkan enzim yang membantu pencernaan dan hormon-hormon yang membantu mengatur metabolisme karbohidrat. Tanda-tanda dan gejala-gejalanya mungkin tidak muncul sampai penyakit ini menjadi cukup parah. Pada saat itu, kanker ini sepertinya sudah menyebar ke bagian-bagian lain tubuh dan pengangkatan kanker dengan operasi sudah tidak mungkin lagi.

TANDA DAN GEJALA KANKER PANKREAS
Sakit pada perut bagian atas yang dapat menyebar ke punggung bagian tengah atau atas. Sakit ini bisa menjadi lebih parah ketika Anda makan atau ketika Anda berbaring. Kehilangan napsu makan dan kehilangan berat badan yang tidak direncanakan. Kehilangan berat badan terjadi pada kebanyakan jenis kanker sebab sel-sel kanker yang berbahaya dapat menghilangkan sel-sel nutrisi yang sehat, dan hal ini khususnya biasa terjadi pada kanker pankreas.

Kulit dan bagian putih mata berwarna kekuningan (jaundice). Selain itu, urine Anda akan menjadi berwarna cokelat gelap. Sekitar setengah dari orang-orang yang terkena kanker pankreas akan mengalami jaundice, yang terjadi ketika bilirubin – produk pecahan dari sel darah yang letih, terakumulasi dalam darah Anda. Secara normal, bilirubin akan diserap oleh empedu, tetapi jika tumor pankreas memblok aliran empedu, kelebihan bilirubin akan merubah warna kulit dan bagian putih mata Anda menjadi kuning.

Gatal. Pada kanker pankreas stadium lanjut, Anda mungkin akan merasakan rasa gatal yang hebat karena tingkat asam empedu yang tinggi terakumulasi pada kulit Anda.

Mual dan muntah. Pada kasus kanker pankreas yang sudah parah, tumor akan menghalangi bagian sistem pencernaan, biasanya bagian atas usus dua belas jari Anda, menyebabkan rasa mual dan muntah. Masalah pencernaan. Ketika kanker mencegah pengeluaran enzim di pankreas ke usus, Anda akan kesulitan mencerna makanan, khususnya makanan yang mengandung lemak tinggi. Hal ini juga bisa menyebabkan hilangnya berat badan secara signifikan.

PENYEBAB KANKER PANKREAS
Pertumbuhan sel diatur oleh DNA. Ketika DNA rusak, perubahan terjadi pada instruksi-instruksi setiap proses kimia di tubuh kita. Salah satu hasilnya adalah bahwa sel-sel akan mulai tumbuh di luar kendali dan akhirnya terbentuklah sebuah tumor – kumpulan sel-sel yang berbahaya.Para peneliti belum tahu secara pasti apa yang menyebabkan kerusakan DNA di banyak kasus kanker pankreas. Namun diketahui bahwa persentase kecil orang-orang terkena kanker pankreas adalah karena kecenderungan genetik. Dalam hal ini, resiko terkena kanker pankreas akan meningkat bagi mereka yang memiliki hubungan yang dekat dengan penderita kanker, seperti hubungan orang tua-anak dan hubungan saudara.

Walaupun begitu, hanya sekitar 10 persen kanker pankreas diakibatkan karena faktor keturunan.Jumlah yang besar penyebab kanker pankreas adalah karena lingkungan dan faktor gaya hidup, seperti merokok, makan dan unsur
kimia yang berlebihan. Kebanyakan kanker pankreas terjadi pada orang berusia 65 tahun ke atas. Faktor risiko penting lainnya termasuk:

Ras.
Orang berkulit hitam memiliki resiko lebih tinggi terkena kanker pankreas.Jenis kelamin. Lebih banyak pria yang terkena kanker pankreas dibandingkan perempuan.

Perokok.
Jika Anda merokok, maka Anda memiliki resiko terkena kanker pankreas dua sampai tiga kali lebih tinggi daripada mereka yang tidak merokok. Merokok mungkin merupakan faktor resiko terbesar yang diketahui menjadi penyebab kanker pankreas.

Metabolisme glukosa yang tidak normal.
Memiliki diabetes dapat meningkatkan risiko Anda terkena kanker pankreas. Perlawanan terhadap insulin atau tingginya tingkat insulin dapat juga menjadi faktor resiko kanker pankreas.Kerusakan pankreas yang menurun. Kemungkinan Anda terkena kanker pankreas akan meningkat jika Anda memiliki keturunan kerusakan pankreas yang kronis. Kelebihan berat badan. Orang yang berat badannya sangat berlebih atau obesitas memiliki risiko yang lebih besar terkena kanker pankreas daripada orang dengan berat badan normal.

Pola makan.
Pola makan yang mengandung lemak hewani yang tinggi dan sedikit buah-buahan dan sayur-sayuran dapat meningkatkan resiko terkena kanker pankreas.

Terkena zat kimia berlebih.
Orang yang bekerja dengan kandungan petrolium, termasuk gasolin dan unsur-unsur kimia lainnya, memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap kanker pankreas daripada orang yang tidak terkena unsur-unsur kimia tersebut.

KOMPLIKASI PANKREAS
Pankreas memroduksi sejumlah enzim yang berfungsi memecahkan makanan sehingga tubuh Anda dapat menyerap nutrisi yang terkandung dalam makanan. Tetapi tumor pankreas seringkali menghambat produksi atau penyaluran enzim ini. Akibatnya, tubuh Anda tidak bisa dengan mudah menyerap nutrisi, yang kemudian membuat Anda terkena diare dan kehilangan berat badan yang drastis. Komplikasi lainnya termasuk:

Masalah dengan metabolisme glukosa.Tumor yang memengaruhi kemampuan pankreas Anda memroduksi insulin dapat mendorong pada masalah dengan metabolisme glukosa, termasuk diabetes.

Jaundice, terkadang diikuti dengan rasa gatal yang hebat. Menguningnya kulit dan bagian putih mata Anda dapat terjadi jika tumor pankreas menyumbat saluran empedu Anda, pipa tipis yang membawa empedu dari liver ke usus dua belas jari Anda. Warna kuning berasal dari kelebihan bilirubin. Asam empedu dapat menyebabkan rasa gatal jika kelebihan bilirubin tersebut mengendap di kulit Anda.

Rasa sakit. Tumor pankreas yang besar akan menekan lingkungan sekitar saraf, menimbulkan rasa sakit di punggung atau perut yang terkadang bisa menjadi hebat. Metastasis. Ini adalah komplikasi paling serius dari kanker pankreas.

Pankreas Anda dikelilingi oleh sejumlah organ vital, termasuk juga perut Anda, limpa kecil, liver, paru-paru dan usus. Karena kanker pankreas jarang terdeteksi pada stadium awal, kanker ini seringkali menyebar ke organ-organ tersebut atau ke dekat ujung limpa.

PENCEGAHAN KANKER PANKREAS
Walaupun tidak selalu mungkin untuk mencegah kanker pankreas, gaya hidup dapat membantu mengurangi resiko Anda: Berhenti merokok. Asap rokok mengandung karsinogen yang dapat merusak DNA yang mengatur perkembangan sel.Jaga berat badan sehat Anda. Kelebihan berat badan dapat
meningkatkan resiko terkena kanker pankreas. Namun, tetap jaga pengurangan berat badan tersebut agar tidak kehilangan berat secara drastis dalam waktu yang singkat. Lakukan perlahan-lahan dengan 30 menit atau lebih olahraga aerobik, seperti berjalan, jogging, atau bersepeda.Berolahragalah secara teratur. Para ahli percaya bahwa melakukan olahraga yang cukup setiap minggu dapat mengurangi resiko Anda terkena kanker pankreas.Makan makanan yang sehat. Pola makan yang kaya akan buah-buahan dan sayur-sayuran dan rendah lemak hewani dapat mengurangi resiko Anda terkena kanker pankreas.





Terlalu Berlebihan Minum Kopi, Hati-Hati Kanker Pankreas

4 11 2008

Letak Pankreas berada di rongga perut bagian belakang, jika terjadi perubahan patologis tidak mudah diketahui, pada umumnya ketika diketahui timbul gejala penyakit kanker pankreas, namun sudah merupakan tahap lanjut, baru-baru ini seorang wanita di Rumah Sakit Tai Cung tidak ada catatan sejarah penyakit apa pun, hanya menjadi ketagihan terhadap minum kopi, hampir sebulan ini tidak nafsu makan, berat badan tiba-tiba menurun 8-9 kg, awalnya dikira penyakit usus dan lambung dan dibawa ke dokter, namun belakangan baru dipastikan adalah penyakit kanker pankreas, tidak bisa dieksisi (potong) dan harus menjalani kemoterapi dan terapi sinar radioaktif.

Kepala bagian penyakit hati, empedu, usus dan lambung rumah sakit Taiwan yakni dr. Xia Xin Xian menunjukkan, bahwa pada umumnya penderita penyakit kanker pankreas lebih banyak diderita laki-laki, adalah 1,5 kali lipat dari wanita, sebab utamanya adalah terlalu berlebihan merokok dan minum arak dan berlebihan menyerap lemak, namun hasil penelitian ilmu kedokteran di luar negeri baru-baru ini juga ditemukan, bahwa terlalu berlebihan minum kopi, mungkin akan mengidap penyakit kanker pankreas, dan seorang penderita wanita yang belakangan ini suka minum kopi, sepertinya telah membuktikan hasil penelitian tersebut.

Dokter juga mengatakan, bahwa kanker pankreas sulit diketahui, adalah pembunuh yang tersembunyi, sebagian besar penderita ketika diketahui mengidap penyakit ini, namun sudah merupakan tahap lanjut, tidak bisa dilakukan pembedahan, hanya bisa dengan cara kemoterapi dan terapi sinar radioaktif untuk memperpanjang usia.





Anemia

16 10 2008

Apakah anemia itu?
Anemia adalah turunnya kadar sel darah merah atau hemoglobin dalam darah.

Bagaimana cara mendeteksi anemia?
Anemia biasanya sudah dapat dideteksi dengan pemeriksaan darah lengkap di laboratorium.

Apakah pemeriksaan darah lengkap?
Pemeriksaan darah lengkap adalah pemeriksaan yang dilakukan pada darah manusia dengan menghitung seluruh komponen pembentuk darah. Saat ini pemeriksaan darah lengkap dilakukan dengan menggunakan mesin khusus. Komponen pembentuk darah antara lain :
*Sel darah merah (RBC).
*Hematokrit
*Hemoglobin
*Sel darah putih (WBC).
*Komponen sel darah putih.
*Trombosit/Platelet.

Hanya tiga teratas dari keenam komponen darah ini yang berperanan dalam mendeteksi terjadinya anemia.

Apakah arti nilai hitung sel darah merah?
Sel darah merah (RBC) merupakan komponen darah yang terbanyak dalam satu mililiter darah. Setiap orang memiliki jutaan bahkan miliaran sel darah merah dalam tubuhnya. Penghitungan sel darah merah digunakan untuk menentukan apakah kadar sel darah merah rendah (anemia) atau tinggi (polisitemia).

Pada perhitungan sel darah merah, akan dinilai jumlah dan ukuran dari sel darah merah. Bentuk sel darah merah pun akan dievaluasi di bawah mikroskop. Segala informasi mulai dari jumlah, ukuran dan bentuk dari sel darah merah akan berguna dalam mendiagnosa suatu anemia. Juga pada pemeriksaan ini dapat diketahui jenis anemia berikut kemungkinan penyebabnya.

Apakah yang dimaksud dengan hematokrit?
Nilai hematokrit merupakan cara yang paling sering digunakan untuk menentukan apakah jumlah sel darah merah terlalu tinggi, terlalu rendah atau normal. Hematokrit sejatinya merupakan ukuran yang menentukan seberapa banyak jumlah sel darah merah dalam satu mililiter darah atau dengan kata lain perbandingan antara sel darah merah dengan komponen darah yang lain.

Bagaimana menghitung jumlah hematokrit?
Hematokrit dapat dihitung dengan mengambil sampel darah pada jari tangan atau diambil langsung pada vena yang terletak pada lengan.

Sel darah merah yang terdapat dalam sampel kemudian diendapkan dengan cara memutarnya menggunakan alat sentrifugal. Endapan ini kemudian di presentasekan dengan jumlah keseluruhan dari darah yang terdapat dalam tabung, nilai inilah yang dinamakan nilai hematokrit.

Apakah hemoglobin itu?
Hemoglobin adalah pigmen yang membuat sel darah berwarna merah yang pada akhirnya akan membuat darah manusia berwarna merah. Menurut fungsinya, hemoglobin merupakan media transport oksigen dari paru paru ke jaringan tubuh. Seperti kita ketahui bersama, oksigen merupakan bagian terpenting dari metabolisme tubuh untuk menghasilkan energi. Hemoglobin juga berfungsi membawa karbondioksida hasil metabolisme dari jaringan tubuh ke paru paru untuk selanjutnya dikeluarkan saat bernafas.

Apakah arti dari kadar hemoglobin yang rendah?
Orang dengan kadar hemoglobin yang rendah disebut dengan istilah anemia. Saat kadar hemoglobin rendah maka jumlah sel darah merah pun akan rendah. Demikian pula halnya dengan nilai hematokrit.

Apa akibatnya bila terjadi anemia?
Transportasi oksigen akan terganggu dan jaringan tubuh orang yang anemia akan mengalami kekurangan oksigen guna menghasilkan energi.

Bagaimana gejala anemia?
Orang yang mengalami anemia akan merasa cepat lelah, lemas, pucat, gelisah dan terkadang sesak.

Apa yang menyebabkan anemia?

Berikut adalah beberapa penyebab anemia yang paling sering ditemukan.

Kekurangan zat besi

Perempuan akan lebih mudah menderita anemia bila dibandingkan dengan laki laki karena perempuan mengalami kehilangan darah tiap bulan saat menstruasi. Perempuan juga rentan mengalami kekurangan zat besi.

Pada orang dewasa, kekurangan zat besi sering disebabkan oleh karena kehilangan darah khronis seperti menstruasi. Kehilangan darah khronis juga bisa disebabkan oleh karena kanker terutama kanker pada usus besar.

Anemia juga bisa disebabkan oleh karena perdarahan usus yang disebabkan oleh karena konsumsi obat obatan yang mengiritasi usus.Obat yang termasuk golongan ini terutama obat NSAID.

Pada bayi dan anak anak, anemia kekurangan zat besi biasanya disebabkan karena kurangnya asupan makanan yang mengandung zat besi.

Perdarahan

Perdarahan yang banyak saat trauma baik di dalam maupun di luar tubuh akan menyebabkan anemia dalam waktu yang relatif singkat. Perdarahan dalam jumlah banyak biasanya terjadi pada maag khronis yang menyebabkan perlukaan pada dinding lambung.

Genetik

Kelainan herediter atau keturunan juga bisa menyebabkan anemia. Kelainan genetik ini terutama terjadi pada umur sel darah merah yang terlampau pendek sehingga sel darah merah yang beredar dalam tubuh akan selalu kekurangan. Anemia jenis ini dikenal dengan nama sickle cell anemia. Gangguan genetik juga bisa menimpa hemoglobin yang mana produksi hemoglobin menjadi sangat rendah. Kelainan ini kita kenal dengan nama thalasemia.

Kekurangan vitamin B12

Anemia yang diakibatkan oleh karena kekurangan vitamin B12 dikenal dengan nama anemia pernisiosa.

Kekurangan asam folat

Kekurangan asam folat juga sering menyebabkan anemia terutama pada ibu ibu yang sedang hamil.

Pecahnya dinding sel darah merah

Anemia yang disebabkan oleh karena pecahnya dinding sel darah merah dikenal dengan nama anemia hemolitik. Reaksi antigen antibodi dicurigai sebagai biang kerok terjadinya anemia jenis ini.

Gangguan sumsum tulang

Sumsum tulang sebagai pabrik produksi sel darah juga bisa mengalami gangguan sehingga tidak bisa berfungsi dengan baik dalam menghasilkan sel darah merah yang berkualitas. Gangguan pada sumsum tulang biasanya disebabkan oleh karena mestatase sel kanker dari tempat lain.

Dan masih banyak penyebab lainnya.

Bagaimana mengobati anemia?

Seperti halnya penyakit lain, pengobatan anemia juga harus ditujukan pada penyebab terjadinya anemia. Misalnya anemia yang disebabkan oleh perdarahan pada usus maka perdarahan itu harus kita hentikan untuk mencegah berlanjutnya anemia. Jika memang diperlukan, operasi dapat dilakukan pada keadaan tertentu.

Suplemen besi diperlukan pada anemia yang disebabkan oleh karena kekurangan zat besi. Pemberian suntikan vitamin B12 diperlukan untuk mengkoreksi anemia pernisiosa. Transfusi darah merupakan pilihan untuk anemia yang disebabkan oleh perdarahan hebat.





Kanker Otak

9 10 2008

Kenali Gejala Kanker Otak

Anda sering sakit kepala, atau bahkan terkadang disertai dengan muntah-muntah. Waspadai gejala tersebut, karena bisa jadi Anda terkena penyakit tumor otak yang dapat menyebabkan kanker otak?

Pada kanker otak, terdapat sel-sel tubuh yang tumbuh secara tidak normal. Penyakit ini memang tidak menimpa banyak orang, tetapi dalam penyebarannya, kanker ini sangat menakutkan.

Dokter spesialis bedah saraf dari Rumah Sakit Omni Internasional, Serpong Tangerang, Dr Alfred Sutrisno, Sp BS, mengatakan, terdapat perbedaan antara tumor di otak dengan tumor di tempat lainnya. Pada tumor otak dibatasi dengan tulang kepala sehingga terdapat suatu masa akan menekan jaringan otak, apakah itu darah atau tumor.

“Nah proses penekanan di otak inilah yang akan menyebabkan pasien menderita sakit kepala pada awalnya, dan juga mengalami muntah-muntah yang proyektil. Maksudnya pasien muntah tidak sedang makan,” ujar dokter yang juga berprofesi sebagai konsultan bagian saraf ini.

Dokter yang mengambil gelar untuk dokter umum di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini menjelaskan, penyebab timbulnya penyakitini, berdasarkan teori, dapat terjadi karena adanya kelainan genetik, bawaan sejak lahir seperti craniopharyngioma dan lain-lain, virus maupun faktor etnis. Ini pun masih belum dipastikan. “Gejala dari penyakit ini tergantung dari letak tumor itu berada,” jelasnya.

Gejala yang umum dapat ditunjukkan berupa sakit kepala dan muntah-muntah yang proyektil. Kemudian jika mengenai daerah motorik ada gejala kelemahan anggota gerak sampai kelumpuhan, penurunan penglihatan sampai kebutaan, hilangnya keseimbangan, kesemutan, sampai tidak berasa sama sekali, gangguan penciuman, gangguan bicara kalau terkena di area atau pusat bicara, hingga turunnya kesadaran bila yang terkena batang otaknya.

Lebih lanjut dikatakan Alfred, berdasarkan jenisnya penyakit tumor otak ini terbagi menjadi dua, ada tumor jinak: misalnya meningioma, cavernous angioma, astrocytoma grade rendah (1,2), adenoma hipofise, acustic neurinoma, dan tumor ganas glioblastoma. “Penyakit kanker otak ini sangat identik dengan tumor ganas. Sebenarnya tumor di otak atau di mana pun tumor itu berada, tumor di bagi menjadi dua bagian yaitu tumor ganas atau kanker dan tumor jinak,” tutur dokter kelahiran Cirebon, 6 Februari 1958 ini.

Sedangkan berdasarkan lokasinya dibagi menjadi dua, yaitu tumor supratentorial dan tumor infratentorial. Artinya tumor di atas tentorium atau pada otak besar, dan tumor yang ada di bawah tentorium, yakni otak kecil dan batang otak.

Alfred menuturkan, jenis tumor otak yang paling parah di antaranya adalah glioblatoma (astrocytoma grade 4), dan neuroblastoma. Tapi kalau tumor ini letaknya di otak besar mungkin gejala yang timbul lambat. Nah, jika tumor ini terletak di otak kecil, maka gejalanya akan cepat terlihat.

“Pada tumor jenis glioblastoma, tumor otak lebih sering mengenai otak besar, sedangkan acustic neurinoma akan menyerang saraf pendengaran si penderita, sehingga letaknya di otak kecil,” papar dokter yang juga menjadi pengarang buku yang berjudul Stroke ???You Must Know Before You Get It!!! ini.

Anggota dokter bedah seluruh dunia ini menambahkan, penyakit tumor otak pada prinsipnya dapat disembuhkan. “Dengan catatan, dapat melakukan tindakan operasi dengan mengambil semua jaringan tumor, kecuali yang ganas karena meskipun kita telah mengambil total, nanti akan tumbuh lagi,” tandasnya.

Sejumlah teknik operasi dapat dilakukan untuk menyembuhkan penyakit tersebut. Yakni, operasi dengan bedah microsurgery atau endoscopic surgery, radiotherapy: sinar X maupun sinar gamma, atau gamma knife, chemotherapy, dan imunotherapy.

“Jika Anda mengalami gejala-gejala yang sudah disebutkan tadi, maka segera lakukanlah pemeriksaan diri dan dengan melakukan pemeriksaan MRI,” pesan Alfred.

Sementara itu, dokter spesialis kejiwaan dari Rumah Sakit Global Medika Tangerang Dr Andri, SpKJ berpendapat, pasien yang mengalami kanker otak dapat mengalami keadaan depresi, delirium, demensia, ataupun kejang. “Kanker otak merupakan salah satu kanker yang paling ditakuti. Kanker atau tumor otak bisa mengenai semua bagian otak tentunya,” jelas psikiater yang juga berpraktik di RS Omni Internasional, Serpong, Tangerang ini.

Dokter lulusan Universitas Indonesia ini menuturkan, perubahan pada daya intelektual juga bisa terjadi pada pasien kanker otak ini. Hanya saja perubahan daya intelektualnya tergantung dari letak tumornya sendiri. Jika terdapat di daerah frontal atau bagian depan otak, di mana banyak terdapat fungsi intelektual dan perasaan, maka bisa mengalami gangguan dalam fungsi intelektual termasuk daya ingat.

Namun, ada juga yang disebabkan karena depresi ataupun dementianya. Tentunya pada keadaan daya ingat yang terganggu akibat tumor, yang pertama kali adalah melakukan upaya pengobatan primer terhadap tumornya tersebut. “Terkadang ada keterbatasan dalam terapi tumornya sehingga pasien harus menderita lama. Hal ini secara bermakna akan meningkatkan gangguan depresi pada pasien itu,” ucap dokter yang lulus dengan predikat cum laude itu.

Bila pasien mengalami depresi yang pada banyak orang dapat menurunkan fungsi daya ingatnya juga, pengobatan dengan menggunakan obat dan psikoterapi harus dilakukan. Pasalnya, hal tersebut sangat penting demi perbaikan kualitas hidup pasien itu sendiri.” Ingat depresi tidak boleh dipandang sebagai suatu hal yang wajar pada pasien kanker apa pun jenisnya sehingga harus diterapi secara agresif,” pesan Andri.

Penyebab Kanker Otak

Penyebab kanker otak dibagi menjadi dua faktor yaitu dari dalam otak (intrinsik) dan faktor dari luar otak (ekstrinsik). Kanker ini memang tidak berdiri sendiri, kadang multifaktorial, yaitu banyak penyebabnya.

Faktor pencetus kanker otak dari dalam sbb:

1. Genetik : keturunan. Apabila ada garis keturunan yang menderita kanker otak maka hati-hati untuk tetap menjaga kesehatannya
2. Riwayat trauma atau benturan : benturan di kepala walaupun cidera kepala ringan tetap waspada, perubahan jaringan yang terbentur bisa juga menjadi penyebab tumbuhnya jaringan abnormal di otak

Faktor pencetus kanker otak dari luar seperti:

1. Pola hidup ( life style) : Pola hidup yang tidak sehat bisa juga menjadi penyebab kanker secara umum, seperti merokok, makanan kurang serat dll
2. Karsinogenik : bahan karsinogenik secara umu juga menjadi menyebab kanker, seperti minyak goreng yang dipakia berulang-ulan, bahan kimia yang terhirup, atau tercampur pada makanan.
3. Radiasi : radiasi bahan – bahan kimia bisa juga memicu tumbunhnya sel kanker.

10 Hal untuk hindari kanker otak :
Kanker otak adalah penyakit berbahaya yang sangat mematikan. Selain mematikan, pengobatannya pun menelan biaya yang sangat besar. Untuk menghindari penyakit tersebut, berikut ini sejumlah langkah-langkah untuk mencegah penyakit ini:

1. Kalau Anda mengalami gejala-gejala, seperti sering sakit kepala yang hilang timbul, atau tidak hilang-hilang, muntah-muntah tanpa sebab, penurunan penglihatan yang tidak dapat dikoreksi dengan kacamata, kelemahan anggota gerak secara bertahap, berjalan limbung, gejala layaknya vertigo atau sempoyongan, maka segera lakukan pemeriksaan diri dan dianjurkan melakukan pemeriksaan MRI.

2. Jangan biarkan stres berat menyerang terus-menerus, sempatkan waktu beristirahat, dan lakukan refreshing yang dapat mengurangi dan menghilangkan stres Anda.

3. Batasi radiasi langsung yang terlalu berlebihan pada tubuh, lebih baik gunakan hansfree bila menggunakan telepon seluler dalam waktu lama.

4. Terapkan pola makan sehat dengan gizi yang seimbang, misalnya memperbanyak konsumsi buah-buahan, sayur, dan biji-bijian. Ditambah membatasi diri mengonsumsi lemak.

5. Kurangi konsumsi makanan yang diasap, dibakar dan diawetkan dengat nitrit, maupun zat-zat kimiawi buatan lainnya.

6. Sudah saatnya Anda menghentikan konsumsi alkohol dan rokok.

7. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur. Apalagi kalau Anda mempunyai riwayat keluarga penderita kanker otak.

8. Jangan mengonsumsi obat-obatan tertentu sebelum mendapat resep rujukan dokter. Kesalahan penggunaan obat dapat merangsang perkembangan sel kanker.

9. Lakukan olahraga secara teratur dan pada porsi yang cukup.

10. Mulai sekarang biasakan mengaplikasikan gaya hidup sehat. Jangan terbawa arus gaya hidup “menghanyutkan”.