Napas Segar Selama Puasa

22 08 2009

Menggosok gigi tidak hanya asal sikat. Itu pun bukan satu-satunya cara yang menjamin napas segar selalu. Langkah-langkah berikut ini bisa membantu Anda menghilangkan bau mulut. Ikuti, yuk!

Gosok Gigi

Rajin menggosok gigi (terutama selesai makan) adalah langkah terpenting jika tak ingin bau mulut menyerang. Namun, jangan asal menggosok gigi. Luangkan waktu 3-4 menit untuk menggosok gigi dan sela-selanya. Tujuannya agar semua permukaan gigi bisa dibersihkan dari bakteri. Ingat, gosok pelan saja agar gusi tidak terluka.

Benang Gigi

Celah gigi biasanya tidak terjangkau oleh sikat gigi, tapi tenang saja, ada benang gigi yang bisa menolong. Ingat, di celah gigi bakteri “tinggal” dengan nyamannya. Nah, menggunakan benang gigi berarti menyelesaikan pekerjaan yang dilakukan dengan menggosok gigi. Lebih komplet, lebih sehat.

Pembersih Lidah

Bakteri juga bersembunyi di lidah. Atasi dengan pembersih lidah yang ampuh membuang lapisan lidah yang berbakteri. Hati-hati membersihkan bagian belakang lidah, ya, jangan sampai tersedak.

Cairan Pencuci Mulut

Untuk menghindari plak gigi, pilihlah mouthwash yang alami (dari daun sirih atau cengkeh) dan berkadar alkohol rendah. Sebab, semakin banyak alkohol dalam mouthwash, semakin mudah juga membuat mulut kering yang memicu si bau mulut.

Advertisements




Ramadhan, Tahan Diri dari Makanan Tak Sehat

11 09 2008

Pola makan tidak sehat seperti makan terlalu banyak atau konsumsi gula berlebih seringkali sulit diubah. Alasan klasik adalah kesulitan menahan diri.

Ramadhan menjadi salah satu bagian dari solusi masalah dengan memberikan motivasi, kotrol diri dan kesempatan untuk melaksanakan kebiasaan yang lebih baik.

Saat seseorang berpuasa, maka dia belajar mengontrol nafsu terhadap makanan atau minuman yang disukai secara berlebihan. Selanjutnya, dapat melatih menghentikan melakukan sesuatu yang merusak kesehatan dan kehidupan.

Pakar Nutrisi Universitas West Virginia, Amerika Serikat, Profesor Dr. Mohammad Zafar A. Nomani mengatakan, berpuasa menjaga panas atau perasaan sebah pada perut dan asam pada mulut untuk sebagian masyarakat.

“Yang biasanya disebabkan kenaikan asam gastrik pada lambung,” ujar Nomani seperti dilansir Islamonline.net, beberapa waktu lalu.

Mengistirahatkan pencernaan dari kue donat dan kopi serta makanan ringan, lalu memilih konsumsi makanan kaya protein, serat dan bergizi seperti roti gandum, sayuran,kacang-kacangan, dan buah akan mengurangi produksi asam gastrik dan produksi asam oleh empedu.

Bagi para perokok, ada keuntungan lain di bulan puasa yaitu dapat menahan diri seharian. Berdasarkan data dari Rumah Sakit Lehigh Valley dan Jaringan kesehatan, merokok satu bungkus dalam sehari selama setahun menambah dua gelas tar pada paru-paru perokok.

Tubuh sebenarnya dapat menghilangkan racun tar saat seseorang berhenti merokok termasuk di bulan Ramadhan. Diakhir bulan bebas rokok, indra perasa dan pembau akan kembali berfungsi seperti sedia kala. Anda tidak lagi bernafas pendek dan terjadi peningkatan energi.

Menurut studi yang dilakukan komunitas ilmu jiwa Amerika, kafein dan nikotin memanfaatkan kenaikan potensi marah selama puasa. Tapi, diakhir bulan Ramadhan, tingkat emosi perokok menurun ke level terendah dari sebelumnya selama bulan puasa dimulai.

Dengan meningkatkan perhatian terhadap pola makan selama bulan puasa, maka seseorang akan termotivasi untuk memakan lebih banyak buah dan meminum lebih banyak dari kebiasaan sehari-hari. Selain itu, bulan suci juga akan dipengaruhi oleh meningkatnya kesadaran atas keberadaan Allah SWT.

Menjelang hari akhir bulan puasa, teruskan mengatur pembatasan pola konsumsi dari makanan yang tidak sehat seperti makanan ringan, rokok, kafein, gula. Anda akan menyadari, bisa bertahan tanpa dan merasa lebih baik.

Sesekali anda harus menghilangkan racun pada tubuh dari kafein, gula dan nikotin. Niscaya sakit kepala menghilang dan merasa lebih berenergi dibandingkan saat mengonsumsi kopi setiap pagi.

Sumber : Republika Online





Puasa Tak Bahaya bagi Ibu Hamil

11 09 2008

Puasa tak mempengaruhi kondisi janin yang dikandung. Puasa tidak berpengaruh terhadap kesehatan. Bahkan perempuan yang sedang hamil sekalipun tetap diperbolehkan menjalankan ibadah puasa. ”Puasa tidak mempengaruhi kondisi janin yang berada di dalam kandungan,” jelas dokter ahli kandungan dan kebidanan, dr Maman Hilman SPOG.”Justru yang terpengaruh adalah kondisi sang ibunya sendiri, apakah dia sehat dalam menjalankan ibadah puasa atau tidak,” ujarnya pada Republika, Kamis (13/10). Pada usia kehamilan dengan kisaran antara empat sampai tujuh bulan, menurut dokter Maman, puasa tidak akan berpengaruh apa-apa. Sebab pada masa itu biasanya kondisi kesehatan sang ibu sudah dalam taraf penyesuaian.

Masalahnya akan lain bila masa kehamilannya masih muda. Pada masa ini biasanya si ibu hamil sering merasa mual-mual dan terkadang berlanjut dengan muntah. Lantaran kondisi kesehatannya tak memungkinkan, maka ibu hamil terpaksa tidak berpuasa. ”Sebetulnya kalau daya tahan sang ibu kuat, ya tidak ada masalah. Dan, ini tetap saja tidak mempengaruhi janin,” ungkap Maman. ”Tapi, janganlah memaksakan diri untuk berpuasa,” anjur dokter RS Hermina Depok itu. Dia kembali menegaskan bahwa pengaruhnya memang tidak terjadi langsung pada janin. Akan tetapi, tambah dokter Maman, pada si ibu hamil itu sendiri. Antara lain terjadi kekurangan cairan di dalam tubuh karena sering keluar lewat muntah. ”Yang jelas lihat dulu kondisi kesehatan. Hukum Islam pun menganjurkan bahwa jika dalam keadaan sakit diperbolehkan tidak berpuasa. Tapi, akan lebih baik lagi jika ini dikonsultasikan dengan dokter kandungan langganannya,” lanjutnya.

Mantan dokter RS Pasar Rebo yang dikeluarkan karena menentang privatisasi ini menambahkan, bayi yang ada dalam kandungan tidak terpengaruh secara langsung berkaitan dengan kegiatan pola makan yang dilakukan sang ibu. Sebab, tutur dokter Maman, bayi yang berada dalam kandungan mendapat asupan makanan dari plasenta atau ari-ari lewat aliran darah dan langsung menyebar ke seluruh tubuh. Sebelumnya dengan dipompa terlebih dahulu lewat jantung kemudian disalurkan.
Bagaimana pula dengan ibu yang hamil tua? Bolehkah berpuasa? Dokter Maman sekali lagi berpulang pada kondisi kesehatan sang ibu. Bila kondisi fisiknya memungkinkan, tak masalah sang ibu berpuasa. Yang patut diperhatikan adalah bahwa pada usia kehamilan lebih dari tujuh bulan biasanya janin memerlukan asupan makanan lebih banyak. Inilah yang menyebabkan si ibu terlihat sering lemas. ”Cara mensiasatinya selain jangan dipaksakan apabila memang benar-benar tidak kuat, juga harus minum sebanyak-banyaknya sewaktu sahur dan berbuka puasa untuk menambah cairan dalam tubuh,” lanjutnya. Menyangkut konsumsi cairan selama puasa itu, Dr Piprim B Yanuarso menyebutkan bahwa pada dasarnya puasa bagi ibu hamil
sama dengan ibu menyusui. ”Sang ibu harus pandai-pandai memperbanyak cairan dalam tubuh ketika berbuka puasa atau sahur. Sebab pada dasarnya hanya memindah kegiatan jam makan saja,” kata Piprim, secara terpisah. ”Sama saja dengan ibu menyusui yang bisa terus berpuasa apabila sang bayi tidak rewel. Begitu juga bagi ibu yang hamil tua, jangan dipaksakan apabila gerak bayi tidak seperti biasanya,” tambah Direktur Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) itu.

Ia mengatakan pada usia kehamilan delapan bulan biasanya ibu sudah bisa merasakan gerakan janin dalam kandungnya. Apabila janin ada perubahan dari biasanya, misalnya geraknya menjadi sedikit atau bahkan tidak bergerak sama sekali, janganlah dipaksakan berpuasa. ”Pengaruhnya juga untuk sang ibu, kalau tidak kuat bisa hipogrikemi atau kadar gula menurun. Yang ini tentu saja kurang bagus untuk anak,” tambahnya. Prinsipnya, kalori tidak boleh berkurang. Perlu makanan yang nilai kalorinya lebih tinggi dari biasanya. Makanan itu bisa didapat dengan selain makan sehat diselingi makan buah-buahan. Dan untuk menambahnya bisa dengan minum es krim susu.

Sumber : www.hypno-birthing.web.id





Kita Puasa Kita Sehat

9 09 2008

Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan bulan Romadhan, bulan yang indah dan penuh berkah. Subhanalloh, berlapar-laparnya orang beriman di bulan Romadhan, menahan rasa lapar dan haus ternyata tersirat hikmah yang besar khususnya bagi kesehatan jasmani.

Friend..

Salah satu kebutuhan manusia yang sangat penting untuk mempertahankan kehidupan adalah makan. Iya kan ? secara gitu lho, manusia memiliki jasmani yang butuh energi untuk bergerak. Tapi inget lho, kalo hidup bukan untuk makan, melainkan makan untuk hidup. Jadi kaya lagu slank ‘Makan nggak makan asal kumpul’. Kumpul dalam kebaikan dan kebenaran. (tambahan-nya).

Friend..

Ada 3 tingkatan makanan yang dikonsumsi manusia :

1. Tingkatan Haajat yakni makanan yang dibutuhkan. Yang ini hanya sebatas untuk menegakan tulang punggung.

2. Tingkatan Kifayah yakni makanan ukuran kecukupan. Yang ini makanan yang mengisi perut 1/3 perut (makanan dan pernafasan)

3. Tingkatan Fudlah yakni makanan yang berlebihan. Yang ini makanan yang mengisi perut lebih dari sepertiganya. Ini dia yang mengakibatkan gangguan pencernaan dan pernafasan.

Friend..

Lambung merupakan salah satu organ pencernaan. Lambung ini juga merupakan sarang penyakit. Jadi ketika lambung difungsikan melampaui dan hilang kemampuan kita untuk menguasai diri, melahap apa saja yang ditemui (makan minum sepuasnnya diatas kapasitas alat pencernaan) maka penyakitlah yang akan timbul. Namanya juga kebanyakan, berlebihan, kelewat batas yang akibatnnya nggak baik buat kesehatan. Misalnnya aja makan daging kambing berlebihan, akan mengakibatkan hipertensi, peningkatan kolesterol, penyempitan pembuluh darah dan serangan jantung. Juga kalo kita makan dan minum yang manis-manis, mengandung kadar gula yang tinggi, kita konsumsi secara berlebihan ini sama saja kita mengundang sang penyakit datang, kencing manis atau diabetes.

Friend..

Nggak mau kan, lambung kita menjadi korban yang mengenaskan? Makannya friend, makan dan minum jangan berlebihan sebab peran lambung dalam organ tubuh kita itu sangat vital. Kalo pencernaan kita sakit, otomatis tubuh kita akan sakit.

Rosululloh bersabda :

“Lambung (perut) adalah kolam tubuh. Urat-urat seluruhnya bermuara padanya. karena itu jika lambung sehat, maka urat-urat akan tumbuh sehat. Jika lambung sakit, maka urat-urat akan tumbuh sakit. (HR. Thabrani)

Friend..

Perut adalah penyakat yang terbanyak diderita orang-orang dari segala macam penyakit. Perut ibarat stasiun. Banyaknya makanan dan minuman yang tersimpan maka akan menimbulkan efek yang tidak baik.

Dengan pengendalian diri terhadap makanan dan minuman yang dikonsumsi adalah cara yang tepat. Mau tahu gimana Rosululloh SAW sangat menjaga apa-apa yang dikonsumsinya. Beliau yang mulia makan makanan yang halal dan toyib. Beliau makan dengan tiga jari dan setelah makan beliau mengisap atau mebersihkan jarinnya. Dalam Al Quran Alloh SWT berfirman, sebagai pengingat untuk kita manusia :

“Makan dan minumlah dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al ‘Arof : 31)

Friend..

Ada seorang Dokter yang terkenal pada masa Rosululloh, namanya Al Haris bin Kaidah. Ia ditanya apakah esensi obat itu? Al Haris menjawab, “Melakukan diet dengan tepat.” Memberikan ungkapan yang dikenal dengan ilmu kedokteran hingga kini “Lambung adalah rumah penyakit dan diet (berpantangan) adalah pangkal segala obat.”

Variasi makanan boleh asalkan jangan terlalu berlebihan ya..

Friend..

Disini letak pentingnnya ajaram berpuasa, shoum di bulan Ramadhan merupakan salah satu upaya pelatihan diri dari pola makanan yang melampaui batas berlebihan. Dalam tubuh manusia ada sampah Fesses (tinja), urine, pencernaan. Contohnya bahaya sembelit akibat penumpukan sisa-sisa makanan diusus, yang menyebabkan tinja (sisa-sisa makanan yang diserap oleh tubuh dengan puasa berarti membatasi suplay makanan yang masuk, menghindari penumpukan racun, kotoran sehingga tubuh bersih dari racun, kotoran dan ampas.

Friend..

Seorang Dokter ahli bedah & psikiater di Amerika, Dr. Alexis Karl mengatakan : “Sesungguhnya makan banyak dan berlebihan dapat merusak fungsi makan. Padahal besar sekali fungsi makanan bagi kelangsungan hidup manusia, oleh karena itu pelu adanya pengaturan makanan. Karena itu diharuskannya berpuasa selama beberapa waktu.”

Friend..

Memang sih, puasa satu hari saja badan kayanya perut udah bersenandungkan lagu lapar alias minta asupan. Belum lagi ini berakibat juga pada gangguan fisik kita misalnnya, badan jadi 3 L, lemah, letih, lesu. Tapi dibandingkan itu semua, jauuuuhhh lebih banyak faedahnya. (u-nya banyak berarti banyak banget lho faedahnnya) daripada hanya sekedar lemah fisik.

Apa aja faedahnya? Antara lain : menormalkan denyut jantung, membakar lemak, memfungsikan cadangan protein, mengurangi intensitas kerja hati, sehingga melestarikan kesaimbangan organ-organ dalam dan kesehatan jantung. Puasa juga berfungsi membersihkan dan mengukuhkan jalinan seluruh syaraf yang ada dalam tubuh kita.

So, what do you think about healt? Puasa kita bikin jasmani sehat !





Manfaat Kurma Untuk Kesehatan

9 09 2008

Bulan puasa adalah bulan yang penuh barokah. Segala kehangatan dan kesejukan terasa di bulan ini pula sebagian besar orang mengkonsumsi buah kurma sebagai penghilang rasa lapar selepas seharian berpuasa. Tetapi di balik rasanya yang manis itu, tersimpan berbagai manfaat yang berguna untuk kesehatan tubuh. Lantas apa sajakah manfaat kurma untuk kesehatan?

Puasa identik dengan kurma, itu kata sebagaian orang yang menyadari betapa seringnya mereka melihat orang berjualan kurma di bulan Ramadhan dibandingkan dengan buah-buahan lainnya. Mereka menganggap dengan kurma secukupnya, dapat menghilangkan rasa lapar sementara sebelum melakukan ibadah lanjutan lainnya.

Kurma yang mempunyai nama latin phoenix dactilifera sudah dikenal sejak zaman paleolitik. Kurma merupakan sejenis tanaman palma yang banyak ditanam di daerah jazirah Arab dan sebagian orang menganggap kurma hanya hidup di padang pasir. Namun di daerah lain yang memiliki tinggal kekeringan cukup tinggi, kurma dapat pula hidup. Kini, buah yang rasanya manis itu menjadi komoditas pertanian andalan yang laku keras untuk dijual oleh bangsaa Arab, Afrika dan bahkan China.

Menurut Prof Dr Ir Ali Khomsan, MS, kurma memiliki kandungan nutrisi yang berguna bagi tubuh. “Setidaknya gula (glukosa) menjadi komponen utama dengan komposisi yang mencapai 50 persen dari seluruh kandungan buahnya,” katanya. Guru besar IPB ini juga mengatakan, kandungannya lebih besar dibandingkan buah-buahan lainnya yang hanya mencapai 20-30 persen saja.

Pada kurma yang masih lembek (matang di pohon dan belum dijemur) kandungan gulanya sekitar 60 persen. Sedangkan kurma yang telah dikeringkan kandungannya cukup tinggi, sekitar 70 persen. Kandungan gula dalam kurma memiliki daya serap yang buruk, sekitar 45-50 menit sehingga waktu untuk pengolahan menjadi nutrisi yang disalurkan ke dalam darah menjadi lumayan lama.

Buah padang pasir ini juga mengandung berbagai vitamin yang diperlukan oleh tubuh. Vitamin A, thiamin, riboflavin, zat besi, vitamin B berada dalam buah kurma. Riboflavin dan niasin misalnya, akan membantu melepaskan energi dari makanan, sementara thiamin membantu melepaskan energi dari karbohidrat. Vitamin A dan niasin memainkan peranan dalam membentuk dan memelihara kulit yang sehat. Thiamin pentingn bagi sel-sel saraf, semeentara niasin menjaga fungsi normal saraf.

Mineral juga sangat banyak ditemukan dalam kurma. Magnesium dan kalium setidaknya berada dalam jumlah yang cukup bisa diandalkan untuk membantu kinerja tubuh menjadi lebih baik. “Banyak juga terkandung serat-serat seperti layaknya buah yang lainnya,” tutur Prof Ali. Menurut beliau, serat tersebut dapat membuat pencernaan menjadi baik. Kandungan kurma membuat usus menjasi lunak dan mengaktifkannya sehingga secara alamiah seseorang secara mudah dapat buang air besar.

Kurma untuk Kesehatan

Bahan-bahan alami yang telah disediakan di alam memang memiliki manfaat bagi tubuh. Begitu pula dengan kurma. Buah yang satu ini juga memiliki khasiat yang dirasa cukup ampuh untuk membuat tubuh menjadi sehat dan juga mengatasi permasalahan yang sering timbul dalam dunia kesehatan.

Kandungan kalium kurma yang tinggi, menurut Prof Ali sangat menguntungkan jantung dan pembuluh darah. Denyut nadi menjadi semakin teratur dan otot-otot menjadi kontraksi sehingga membantu menstabilkan tekanan darah. Hanya saja, kadar kalium yang tinggi tidak diimbangi dengan kadar garam yang tinggi (natrium). “Sehingga bagi mereka yang memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi) saya kira tidak cocok untuk mengkonsumsi kurma, apalagi jika mengkonsumsinya secara berlebih,” katanya. Beliau juga menambahkan kalau kalim itu juga mampu membuat kita terhindar dari kaku otot.

Potasium yang tinggi juga ada dalam kurma. Sekedar pengingat saja kalau potasium mempunyai manfaat untuk mengendalikan tekanan darah, terapi bagi mereka yang bertekanan darah tinggi, membersihkan karbon dioksida dalama darah serta memicu kerja otot dan simpul saraf.

Zat tannin yang tinggi pada kurma dapat digunakan sebagai anti diare. Kurma juga dapatdigunakan sebagai obat flu, radang tenggorokan, mengatasi mabuk serta meningkatkan trombosit dalam darah bagi mereka yang terkena demam berdarah. Caranya yaitu dengan memblender 500 gram kurma yang telah dibuang kulitnya, kemudian campur dengan lima gelas air putih sampai halus. Hasil dari blenderan tersebut diminum sebanyak satu gelas tiap satu jam selama sehari.

Mereka yang terkena sakit kepala juga dapat terobati dengan mengkonsumsi buah kurma. Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata dalam kurma terdapat zat salisilat (suatu zat yang lazim dipakai sebagai bahan baku obat sakit kepala, penghilang rasa skit hingga demam). Tetapi kurma sebaiknya tidak dimakan oleh mereka yang memiliki penyakit diabetes. Bukannya membaik, kurma akan membuat kadar gula penderita diabetes yang sudah cukup tinggi menjadi lebih tinggi. “Saya juga tidak menyarankan itu,” ujar Prof Ali.

Kurma dan Bulan Puasa

Memakan kurma saat berbuka adalah sesuatu yang nikmat. Rasa manis kurma mampu menggantikan tenaga yang hilang saat matahari bepijar. Tetapi yang akan dimakan itu jumlahnya jangana terlalu banyak karena akan membuat kita cepat kenyang.”Dalam agama disarankan untuk mengkonsumsi lima buah kurma dan saya kira itu cukup,” ungkap Prof Ali.

Beliau menyarankan jumlah yang tidak banyak tersebut karena apabila kita mengkonsumsinya terlalu banyak, akan menyusahkan kita saat melakukan ibadah. Selain itu, rasa kenyang yang timbul akan membuat kita tidak angin mengkonsumsi makanan lainnya (seperti empat sehat lima sempurna) yang justru kita butuhkan sebagai pengganti ion-ion tubuh yang hilang.

Dalam beberapa literature, masih terjadi perdebatan mengenai perlu atau tidaknya kurma dikonsumsi saat sahur. Sebagian mengatakan perlu karena kandungan serat yang tinggi dalam kurma memang diperlukan saat siang menjelang. Sedangkan mereka yang beragumen tidak perlu, seperti Prof Ali mengatakan kalau serat dalam kurma membuat perut cepat sekali kenyang. Akibatnya mereka yang akan berpuasa tidak ada cadangan tenaga untuk berpuasa pada siang harinya.

Sumber : http://www.indospiritual.com





Puasa vs Penyakit

6 09 2008

Jika berpuasa dilakukan secara benar, ternyata berbagai jenis penyakit dapat dikendalikan. Misalnya diabetes, darah tinggi, kolesterol tinggi, maag hingga kegemukan. Bagaimana cara berpuasa yang memberi manfaat kesehatan?

Puasa berarti mengistirahatkan saluran pencernaan (usus) beserta enzim dan hormon yang biasanya bekerja untuk mencerna makanan terus menerus selama kurang lebih 18 jam. Dengan berpuasa organ vital ini dapat istirahat selama 14 jam..

Puasa akan mengaktifkan sistem pengendalian kadar gula darah. Apabila kadar gula darah turun, maka cadangan gula dalam bentuk glikogen yang ada di hati mulai kita gunakan.

Namun penderita penyakit hati yang berat, seperti sirosis hati, dianjurkan untuk tidak berpuasa, karena berisiko terjadi penurunan gula darah (hipoglikemia) , akibat cadangan glikogen hati sangat berkurang. Pada orang normal tidak akan menjadi masalah jika kadar gula sangat turun.

Puasa juga merupakan kesempatan menurunkan berat badan bagi yang gemuk, dengan cara tidak makan berlebihan pada waktu buka, sehabis buka dan sewaktu sahur.. Kadar lemak darah, kolesterol dan trigliserida bisa berkurang karena tingkat konsumsi makanan gorengan dan bersantan berkurang.

Bagi yang hipertensi, tekanan darah dapat turun, jika selama berbuka hingga sahur tidak makan makanan yang asin-asin dan tidak lupa minum obat hipertensi pada waktu sahur.

Pada penderita diabetes (terutama yang gemuk) dengan berpuasa gula darah lebih terkontrol. Tidak semua penderita diabetes mellitus atau kencing manis aman untuk menjalankan puasa. Yang aman adalah penderita diabetes yang kadar gulanya kurang dari 200 mg/dl, dan mendapat pengobatan bentuk tablet yang diminum. Jika mendapat suntikan insulin , dosis harus kurang dari 40 unit/hari dengan 1 x suntikan per hari.

Para penderita sakit maag atau gastritis yang ringan boleh puasa, kadang-kadang keluhannya berkurang. Bila berat, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter dulu apakah boleh puasa.

Sumber : www.baznas.or. id





Kesilapan Muslim dibulan Ramadhan

4 09 2008

Pada hemat saya, kita bolehlah mengatakan bahawa objektif atau sasaran yang perlu dicapai oleh Muslim dibulan Ramadhan ini kepada dua yang terutama. Iaitu taqwa dan keampunan. Perihal objektif taqwa telah disebut dengan jelas di dalam ayat 183 dari surah al-Baqarah. Manakala objektif ‘mendapatkan keampunan’ ternyata dari hadith sohih tentang Sayyidatina Aisyah r.a yang bertanya kepada nabi doa yang perlu dibaca tatkala sedar sedang mendapat lailatul qadar. Maka doa ringkas yang diajar oleh Nabi SAW adalah doa meminta keampunan Allah SWT.

Bagaimanapun, kemampuan untuk mendapatkan kesempurnaan pahala ramadhan kerap kali tergugat akibat kekurangan ilmu dan kekurang perihatinan umat Islam kini. Antara yang saya maksudkan adalah :-

1) Makan dan minum dengan bebas setelah batal puasa dengan sengaja (bukan kerana uzur yang diterima Islam). Perlu diketahui bahawa sesiapa yang batal puasanya dengan sengaja tanpa uzur seperti mengeluarkan mani secara sengaja, merokok, makan dan minum. Ia dilarang untuk makan dan minum lagi atau melakukan apa jua perkara yang membatalkan puasa yang lain sepanjang hari itu. (Fiqh as-Siyam, Al-Qaradawi, hlm 112). Ia dikira denda yang pertama baginya selain kewajiban menggantikannya kemudiannya. Keadaan ini disebut di dalam sebuah hadith, Ertinya : “sesungguhnya sesiapa yang telah makan (batal puasa) hendaklah ia berpuasa baki waktu harinya itu” (Riwayat al-Bukhari)

2) Makan sahur di waktu tengah malam kerana malas bangun di akhir malam . Jelasnya, individu yang melakukan amalan ini terhalang dari mendapat keberkatan dan kelebihan yang ditawarkan oleh Nabi SAW malah bercanggah dengan sunnah baginda. “Sahur” itu sendiri dari sudut bahasanya adalah waktu terakhir di hujung malam. Para Ulama pula menyebut waktunya adalah 1/6 terakhir malam. (Awnul Ma’bud, 6/469). Imam Ibn Hajar menegaskan melewatkan sahur adalah lebih mampu mencapai objektif yang diletakkan oleh Nabi SAW. (Fath al-Bari, 4/138)

3) Bersahur dengan hanya makan & minum sahaja tanpa ibadah lain . Ini satu lagi kesilapan umat Islam kini, waktu tersebut pada hakikatnya adalah antara waktu terbaik untuk beristigfar dan menunaikan solat malam. Firman Allah ketika memuji orang mukmin ertinya : ” dan ketika waktu-waktu bersahur itu mereka meminta ampun dan beristighfar” (Az-Zariyyat : 18)

4) Menunaikan solat witir sejurus selepas terawih . Menurut dalil-dalil yang sohih, waktu yang terbaik bagi solat witir adalah penutup segala solat sunat di sesuatu hari itu berdasarkan hadith ertinya “Jadikanlah solat sunat witir sebagai solat kamu yang terakhir dalam satu malam”. (Fath al-Bari, no 936). Sememangnya tidak salah untuk melakukan witir selepas terawih, cuma sekiranya seseorang itu yakin akan kemampuannya untuk bangun bersahur dan boleh melakukan solat sunat selepas itu, maka adalah lebih elok ia melewatkan witirnya di akhir malam.

5) Tidak menunaikan solat ketika berpuasa . Ia adalah satu kesilapan yang maha besar. Memang benar, solat bukanlah syarat sah puasa. Tetapi ia adalah rukun Islam yang menjadi tonggak kepada keislaman sesorang. Justeru, ‘ponteng’ solat dengan sengaja akan menyebabkan pahala puasa seseorang itu menjadi ‘kurus kering’ pastinya.

6) Tidak mengutamakan solat Subuh berjemaah sebagaimana Terawih . Ini jelas suatu kelompongan yang ada dalam masyarakat tatakala berpuasa. Ramai yang lupa dan tidak mengetahui kelebihan besar semua solat fardhu berbanding solat sunat, teruatamnya solat subuh berjemaah yang disebutkan oleh Nabi SAW bagi orang yang mendirikannya secara berjemaah, maka beroleh pahala menghidupkan seluruh malam.

7) Menunaikan solat terawih di masjid dengan niat inginkan meriah . Malanglah mereka kerana setiap amalan di kira dengan niat, jika niat utama seseorang itu ( samada lelaki atau wanita) hadir ke masjid adalah untuk meriah dan bukannya atas dasar keimanan dan mengharap ganjaran redha Allah sebagaimana yang ditetapkan oleh Nabi SAW di dalam hadith riwayat al-Bukhari. Maka, “Sesungguhnya sesuatu amalan itu dikira dengan niat”. (Riwayat al-Bukhari)

8) Bermalasan dan tidak produktif dalam kerja-kerja di siang hari dengan alasan berpuasa. Sedangkan, kerja yang kita lakukan di pejabat dengan niat ibadat pastinya menambahkan lagi pahala. Justeru, umat Islam sewajarnya memperaktifkan produktiviti mereka dan bukan mengurangkannya di Ramadhan ini.

9) Memperbanyakkan tidur di siang hari dengan alasan ia adalah ibadat . Sedangkan Imam As-Sayuti menegaskan bahawa hadith yang menyebut berkenaan tidur orang berpuasa itu ibadat adalah amat lemah. (al-Jami’ as-Soghir ; Faidhul Qadir, Al-Munawi, 6/291)

10) Menganggap waktu imsak sebagai ‘lampu merah’ bagi sahur . Ini adalah kerana waktu imsak sebenarnya tidak lain hanyalah ‘lampu amaran oren’ yang di cadangkan oleh beberapa ulama demi mengingatkan bahawa waktu sahur sudah hampir tamat. Ia bukanlah waktu tamat untuk makan sahur, tetapi waktu amaran sahaja. Lalu, janganlah ada yang memberi alasan lewat bangun dan sudah masuk imsak lalu tidak dapat berpuasa pada hari itu. Waktu yang disepakti ulama merupakan waktu penamat sahur adalah sejurus masuk fajar sadiq (subuh). (As-Siyam, Dr Md ‘Uqlah, hlm 278)

11) Wanita berterawih beramai-ramai di masjid tanpa menjaga aurat . Ini nyata apabila ramai antara wanita walaupun siap bertelekung ke masjid, malangnya kaki dan aurat mereka kerap terdedah da didedahkan berjalan dan naik tangga masjid di hadapan jemaah lelaki. Tatkala itu, fadhilat mereka solat di rumah adalah lebih tinggi dari mendatangkan fitnah buat lelaki ketika di masjid.

12) Tidak memperbanyakkan doa tatkala berpuasa dan berbuka . Ini satu lagi jenis kerugian yang kerap dilakukan oleh umat Islam. Nabi SAW telah menyebut :-

Ertinya : “Tiga golongan yang tidak di tolak doa mereka, pemimpin yang adil, individu berpuasa sehingga berbuka dan doa orang yang di zalimi” ( Riwayat At-Tirmizi, 3595, Hasan menurut Tirmizi. Ahmad Syakir : Sohih )

Selain itu, doa menjadi bertambah maqbul tatkala ingin berbuka berdasarkan hadith.
Ertinya
: “Sesungguhnya bagi orang berpuasa itu ketika berbuka (atau hampir berbuka) doa yang tidak akan ditolak” ( Riwayat Ibn Majah, no 1753, Al-Busairi : Sanadnya sohih)

Ceramah Ust. Hj. Zaharuddin Bin Hj. Abd Rahman