Tangis, Tak Sekadar Cucuran Air Mata

27 11 2009

Anda mungkin termasuk orang yang mudah menitikkan air mata, entah itu di acara pernikahan, ulang tahun, melihat kucing telantar, atau kegiatan lain yang menurut Anda mengharukan. Atau, barangkali Anda tipe orang yang lupa kapan terakhir Anda menangis.

Sebenarnya, apa alasan di balik tangisan? Mengapa ada orang yang gampang menangis dibanding orang lain? Pada dasarnya orang menangis karena sedih atau bahagia. Namun, para pakar tak melihatnya sesederhana itu.

“Menangis adalah respon emosional terhadap perasaan tertentu, biasanya karena sedih dan terluka. Tetapi, orang juga menangis karena berada dalam situasi atau peristiwa tertentu,” kata Stephen Sideroff, PhD, Profesor psikiatri dari University of California Los Angeles, AS.

Selain untuk melepaskan emosi, menangis juga merupakan mekanisme pertahanan. “Saat kita menangis, itu adalah sinyal Anda ingin menyampaikan suatu hal. Misalnya saja saat kita sedang dilanda frustasi, bergembira, atau untuk mendapat perhatian orang lain,” kata Jodi DeLuca, PhD, ahli neuropsikologi dari Florida.

Selain alasan-alasan itu, para ahli berpendapat menangis punya tujuan biokemikal, yakni untuk melepaskan hormon stres atau racun dari tubuh. Lauren Bylsma, PhD, peneliti yang memfokuskan diri pada tangisan, mengatakan menangis juga punya tujuan sosial.

Terkadang, kita mendapat dukungan dari orang lain gara-gara tangisan. Cucuran air mata memang bisa membuat hati luluh. Tak heran jika menurut Bylsma tangisan  sering dimanipulatif agar keinginan seseorang terpenuhi. Misalnya saat Anda berharap pasangan memaafkan perselingkuhan atau saat si kecil merengek minta es krim.

Lalu, mengapa ada orang yang gampang menangis dibanding orang lain? Para ahli berpendapat hal ini ada kaitannya dengan temperamen seseorang. “Orang yang punya riwayat trauma biasanya lebih cengeng,” kata Sideroff.  Wanita yang sering cemas atau juga berkepribadian tertutup dan mudah berempati juga tergolong dalam kelompok orang yang mudah menangis.





Jangan Takut Menangis

26 10 2008

Ketika kita dihadapi oleh berbagai masalah yang membuat kepala kita pusing, adalah wajar jika kita membutuhkan seseorang untuk berbagi. Selain bisa merasa lebih lega, mungkin saja ia bisa membantu kita memberikan solusi. Tetapi sering pula kita mengalami kesulitan mengungkapkannya, dan alih-alih yang muncul adalah air mata atau menangis.

Menurut Dr William Frey dari Minnesota, menangis dapat membuat seseorang merasa lebih baik karena air mata yang keluar berfungsi menghapus ketegangan syaraf pada tubuh, yang salah satu penyebabnya adakah stres, karena terbeban masalah. Air mata itu sendiri sebenarnya terbagi dua :

1. Air mata iritasi, air mata yang keluar karena ada benda asing yang masuk ke mata.
2. Air mata emosional, air mata yang keluar karena dorongan emosi atau perasaan.

Jika stress dianalogikan seperti racun, maka jika tidak dikeluarkan dari tubuh akan menurunkan sistem kekebalan tubuh dan proses biologis lainnya. Proses pengeluaran racun dari dalam tubuh biasanya adalah ketika kita berkeringat dan menangis. Selain melegakan, menangis itupun sehat.

Alasan lain kenapa orang merasa lebih baik menangis saat emosional adalah karena air mata yang keluar mengandung lebih banyak protein termasuk hormon penyebab stress. Dengan aktivitas menangis ini, air mata yang keluar akan menstimulasikan produksi hormon endorphin, sehingga muncullah rasa lebih baik pada diri kita.

Menyadari fungsi airmata, tak heran para psikolog merekomendasikan ‘menangis’ sebagai langkah awal untuk memulai penyembuhan stress Anda. Jadi jika memang Anda merasa tidak sanggup menahannya, menangislah…itu akan melegakan Anda!





Murung? No Way!!

16 09 2008

Ada kalanya seseorang sedih atau murung. Meskipun kondisi tersebut wajar, namun bisa berdampak negatif pada aktivitas harian Anda. Menghilangkan kemurungan tidak susah kok. Sebuah riset mengungkapkan mereka dapat mengubah sesuatu yang berhubungan dengan emosi, seperti rasa atau aroma dapat memperbaiki semangat dan menghilangkan kemurungan seketika.

Nah, mulai sekarang jangan biarkan kemurungan menguasai diri Anda. Caranya?

Makan makanan penggugah selera

Tahukah Anda bahwa sebenarnya indra pengecap dapat memperbaiki suasana hati yang gundah? Caranya, rangsang indra pengecap dengan berbagai cita rasa makanan. Misalnya: Gurame asam manis atau masakan pedas seperti rica-rica. Coba masakan yang tidak pernah Anda rasakan atau makanlah masakan yang asing di lidah. Sesuatu yang baru akan membuat pikiran Anda keluar dari kebiasaan lama dan membuat pusat syaraf di otak lebih fokus menstimulasi rangsangan baru yang asing. Atau dengan kata lain, pikiran Anda teralihkan, dan rasa murung pun hilang.

Meningkatkan kualitas mandi

Mandi terutama berendam dalam bathtub adalah salah satu cara memanjakan diri dan relaksasi. Bagi Anda yang tidak memiliki bathtub, Anda bisa meneteskan minyak kayu putih di lantai kamar mandi atau di tempat yang berisi air panas sebelum Anda mandi. Aroma kayu putih akan mengaktifkan sensor pada indra penciuman, dan melancarkan aliran darah dan meningkatkan kadar oksigen di otak, sehingga Anda merasa lebih bersemangat dan senang. Anda juga bisa menggunakan minyak-minyak aromaterapi seperti lavender atau citrus yang segar.

Tersenyum

Kata orang senyum itu menular, dan memang benar. Coba Anda lihat wajah seseorang yang tersenyum kepada Anda. Meskipun Anda tidak mengenalnya, Anda akan terpancing untuk ikut tersenyum dan ikut tertular energi positifnya. Sama halnya jika Anda tersenyum. Mungkin awalnya terkesan palsu, tapi paksakan diri Anda. Menurut Mary Marcdanter, pengarang buku Living with Enthusiasnm, orang-orang yang dapat tersenyum selama 16 detik atau lebih lama akan merasa lebih positif dibanding dengan orang-orang yang tidak melakukannya. Dengan begitu, Anda akan merasa lebih senang dalam waktu kurang dari 1 menit. Wow!





Suasana Hati Bisa Membuat Gemuk

15 09 2008

Tubuh gemuk tak hanya disebabkan karena nafsu makan yang berlebihan, namun ternyata mood (suasana hati) juga ikut berperan di dalamnya. Riset yang dilakukan Cornell University menyatakan, orang yang tengah bersedih hati cenderung mengidap pola makan sembrono atau tidak memperdulikan apa yang mereka makan. Tapi tidak demikian halnya dengan orang yang tengah berbahagia, mereka jauh lebih selektif memilih makanan yang mereka konsumsi.

Para peneliti meminta 38 responden untuk melihat film komedi ringan (Sweet Home Alabama) dan film yang menguras air mata (Love Story). Selain menonton mereka juga disediakan cemilan tinggi garam seperti popcorn mentega dan anggur tanpa biji. Hasilnya, mereka yang nonton Love Story makan lebih banyak popcorn (sekitar 36 persen) dibanding mereka yang melihat film komedi.

“Mereka yang melihat Sweet Home Alabama lebih banyak menghabiskan waktunya untuk tertawa daripada mengunyah anggur atau popcorn,” papar Brian Wansink, Professor of Marketing, Applied Economics and Management, Cornell University. Mereka yang memiliki mood bagus lebih bisa memilih jenis makanan yang akan mereka konsumsi, sementara yang mood-nya buruk cenderung sembrono memilih makanan dan lebih terfokus pada suasana hati mereka.

Untuk melengkapi studi mereka, tim meminta responden untuk melakukan beberapa hal yang berhubungan dengan kondisi mental mereka, menjawab sedikitnya empat pertanyaan yang membuat mereka bahagia atau sedih, termasuk membaca cerita pendek dengan ending bahagia dan menyedihkan. Hasilnya kembali membuktikan bahwa mereka yang membaca atau melihat objek yang mengacu pada kesedihan makan popcorn dua kali lebih banyak dibanding saat mereka membaca materi yang membuat hati mereka bahagia.

“Kami bisa menyimpulkan mereka yang bahagia bisa mengenali dan menggali informasi gizi lebih dalam tentang makanan yang merekan konsumsi, sementara mereka yang depresi cenderung tak mengindahkan gizi dan kandungan makanan yang mereka konsumsi, mereka akan makan apapun, asal bisa membuat mood mereka kembali baik,” tambah Wansink yang menulis studinya dalam jurnal Food Psychology Cornell.





If You Feeling Down…

15 09 2008

Ini adalah sebuah renungan yang aku peroleh di buletin board. Sesuatu yang mengajarkan kita untuk dapat selalu bersyukur…. semoga menjadi berkat…

*Jika Anda bangun pagi dan sehat,
nasibmu lebih baik
dibandingkan lebih dari 3 miliar
manusia lain

*jika Anda belum pernah mengalami
bahaya perang,
kesepian di penjara,
nyaris mati sebab siksaan, dan
kelaparan karena tak bisa makan,
maka nasibmu lebih baik
dibandingkan 500 juta manusia lainnya

*jika Anda bisa beribadah
dengan rasa aman
tanpa ancaman,
maka nasibmu lebih baik
dibandingkan lebih dari 3 miliar
manusia

*jika Anda punya makanan dikulkas,
pakaian di badan,
tempat tinggal, dan
ranjang untuk tidur,
maka Anda lebih kaya
dibandingkan 75% umat manusia di dunia

*jika Anda punya uang di bank,
di dompet, dan
di tabungan,
maka Anda termasuk golongan
8% manusia elit di dunia

*jika Anda masih mempunyai
kedua ortu yang masih hidup,
dan masih dalam jalinan pernikahan,
maka Anda benar-benar istimewa
dan termasuk manusia langka