Selingkuh, Cerai Atau Bertahan ?

2 01 2009

Sebuah pepatah mengatakan, waktu memberikan warna yang lebih indah pada berbagai peristiwa. Saya percaya bahwa hal ini tentu benar. Waktu juga dapat mengubah pemikiran kita sebagai orangtua. Tetapi inilah keanehannya. Jika waktu begitu pandai menghalau hal yang menakutkan dari pikiran kita, maka mengapa kita merasa begitu sulit melupakan kejadian-kejadian dimana seseorang yang kita cintai sangat melukai kita? Mungkin ingatan mengenai perselingkuhan atau cara kita  diperlakukan ketika kita sangat membutuhkan dukungan. Anda tidak akan pernah meyadari kenangan baik apa yang Anda miliki sebelum Anda mencoba dengan segenap untuk melupakan kenangan buruk yang pernah terjadi.

Berkali-kali orang mengatakan kepada saya, “Saya benar-benar tidak dapat melupakannya – saya berharap bisa melakukannya.” Mungkin kita tidak dapat menghapus kenangan-kenangan itu – tetapi dengan kemauan, jangan berusaha mempertahankannya. Bagaimanapun kita dapat memaafkan.

Ketika Anne menceritakan kepada Jack tentang hubungan gelapnya yang sudah berakhir, Anne tidak yakin apa yang ia harapkan akan dilakukan oleh Jack. Dan pikirannya dipenuhi oleh banyak kemungkinan, termasuk kepergian Jack. Namun tidak ada yang terjadi. Tidak ada komentar, tidak ada air mata, tidak ada kemarahan, hanya berdiam diri – selama hampir dua bulan. Akhirnya dia menulis surat kepada Jack:

Jack,seandainya aku dapat mengulang hal ini tahun lalu, aku akan melakukannya berapapun biayanya. Aku sungguh tidak mengerti apa yang membuatku melakukan apa yang kulakukan. Aku tahu kita telah melewati masa yang buruk, tetapi tidak ada satu pun yang membenarkan tindakanku kepadamu. Aku mencintaimu dan mencintai anak-anak kita, tetapi seandainya kita mempunyai kesempatan untuk tinggal bersama, aku perlu meminta sesuatu padamu yang tidak patut aku terima. Aku ingin kamu memaafkan aku. Aku tidak ingin kamu mengatakan lagi padaku betapa bersalahnya aku. Aku tahu itu sekarang. Aku hanya ingin kamu memaafkanku.

Jalan untuk berbaikan bagi mereka dimulai dengan surat itu dan dengan menangisnya Jack seharian seperti seorang anak kecil. Tetapi Jack memaafkannya. Pada hari itu mereka memutuskan untuk memulai sekali lagi, berusaha sekuat tenaga untuk melupakan masa lalu. Ini bukanlah hal yang mudah; kadang-kadang Jack bangun dengan masih diliputi perasaan yang lama, tetapi dengan kemauan keras dia berjanji untuk melupakan luka hatinya. Peristiwa itu terjadi tujuh tahun yang lalu dan sampai hari ini Jack tidak pernah menyinggung isterinya mengenai kejadian itu, juga tidak pernah mengungkitnya pada saat kalah berdebat mengenai hal lain. Mereka telah menemukan cinta lagi – meski telah mengalami semua itu.

Mengampuni bukanlah suatu keputusan untuk menjadi orang yang kalah. Seorang laki-laki yang tidak dapat memutuskan untuk memilih antara kekasih atau isterinya, pulang di akhir minggu, lalu pergi lagi pada hari Senin dan berkata seperti anak berumur lima tahun, “Aku menginginkan kalian berdua,” tidak memerlukan pengampunan yang akan menyadarkan pikirannya. Kadang-kadang seorang isteri berkata, “Aku mencintaimu lebih dari yang kamu ketahui, tetapi aku tidak dapat terus bersamamu seperti ini. Sekarang waktunya bagi kamu untuk membuat keputusan.”

Pengampunan bukanlah hal yang ajaib; kita mengharapkan terlalu banyak dari pengampunan. Kadang-kadang kita mengharapkan banyak hal di antara kita membaik seperti semula dengan segera, tetapi hal itu mungkin memerlukan waktu.

Saya ingat di akhir sebuah seminar sepasang suami isteri yang masih muda menunggu dengan sabar untuk berbicara dengan saya. Mereka menunggu sampai merasa yakin bahwa ruang seminar telah kosong dan kemudian si pria menceritakan kisahnya. Dia telah melakukan hubungan gelap setahun sebelumnya. Dia berkata, “Saya menceritakan kepada isteri saya apa yang telah saya perbuat, dan saya meminta maaf kepadanya. Saya melepaskan cincin pernikahan saya sambil berkata, ‘Jangan memasukkan cincin ini pada jariku lagi sampai engkau dapat mempercayaiku kembali.'” Kemudian pria itu tersenyum, mengangkat tangannya dan berkata, “Bulan lalu isteri saya memasang kembali cincin itu pada jari saya.”

Pria itu merasa lega, tetapi saya memandang pada isterinya untuk melihat bagaimana dia bereaksi. Ia menundukkan kepalanya. Saya berkata kepada pria itu, “Maafkan saya jika saya salah, tetapi saya pikir sewaktu ia memasang kembali cincin itu pada jari Anda dia tidak berkata, ‘Aku mempercayaimu lagi.’ Namun ia berkata, ‘Dengan segenap hati aku ingin mempercayaimu lagi.'” Isterinya mengangkat kepalanya dan berkata, “Itulah perasaan saya.”

Pasangan itu memerlukan waktu untuk membangun kepercayaan kembali, tetapi mereka telah memulainya. Apa yang telah memburuk dan tumbuh seperti kanker yang tak terlihat perlu diatasi. Dan kita memerlukan pengampunan seperti itu bukan hanya dalam masalah-masalah besar, tetapi juga dalam kejadian-kejadian kecil dalam kehidupan sehari-hari yang mempengaruhi semua hubungan kita.

Pengampunan selalu terasa menyakitkan, tetapi tidak akan menyimpan dendam; pengampunan membuat hari esok bebas dari kenangan buruk yang terjadi di masa lalu. Pengampunan selalu sulit dilakukan, kadang-kadang terkesan bodoh dan, pada dasarnya, sesuai dengan kehendak Tuhan.

Tidak ada harapan bagi kita tanpa pengampunan. Demikian pula dalam pernikahan Anda, tidak akan ada harapan tanpa pengampunan di dalamnya. Tidak akan ada permasalahan yang tak terselesaikan dalam pernikahan jika pengampunan selalu tersedia di dalamnya. Saat Anda merasa tak sanggup untuk mengampuni, berdoalah meminta pertolongan Tuhan agar Ia memampukan Anda untuk mengampuni. Karena setiap kita diciptakan Allah dengan satu kekuatan besar untuk mengampuni, sebesar apapun kesalahan yang telah terjadi.





Mengapa Pria Berselingkuh

30 11 2008

Sebuah survei di majalah Playboy menemukan fakta bahwa lelaki melakukan perselingkuhan bukan semata karena seks. Survei ini juga menemukan tidak ada kaitan antara kualitas seks dalam perkawinan dengan setia tidaknya seorang lelaki.

Menurut survei tersebut, alasan sesungguhnya mengapa lelaki menyeleweng adalah kurangnya keintiman emosi dan merasa kurang dicinta atau kurang memiliki rasa gembira dalam hubungan.

 

Para peneliti di Inggris juga melakukan survei terhadap 400 orang lelaki dan perempuan di sana. Para responden diminta menilai karakter yang ditampilkan dalam gambar wajah sejumlah lelaki yang diset secara digital.

Hasilnya? Ciri-ciri fisik yang menyatakan maskulin, seperti rahang persegi, hidung besar, dan mata sipit, dinilai lebih dominan, kurang setia, (calon) orang tua yang buruk, dan cuma memiliki sedikit kehangatan. Sebaliknya, laki-laki yang berwajah halus, bibir penuh, mata besar, alis mata melengkung, dan wajah tirus dinilai memiliki hubungan yang lebih hangat dengan pasangannya.

 

Sumber : Kompas





Katanya Cinta, Kok Selingkuh..

29 11 2008

Coba, deh, tanya kepada mereka yang berselingkuh, apakah masih cinta sama pasangannya? Banyak, lo, yang ngakunya masih cinta. Aneh, ya? Katanya cinta, tapi, kok, berselingkuh.

“Habis, istriku nggak bisa diajak ‘gaul’. Diajak happy-happy ke kafe atau diskotik aja, enggak mau. Alasannya banyak, yang buang-buang uanglah, kasihan sama anak-anaklah, ngantuklah. Padahal aku, kan, perlu bergaul. Otomatis, lama-lama akhirnya aku jadi nggak nyambung, dong, kalau ngomong sama istri,” tutur Soni, sebut saja begitu, pengusaha muda dengan dua anak lelaki usia 5 dan 3 tahun.

Ada pula yang beralasan karena merasa terjajah oleh sikap istri yang dianggap kelewat cerewet dan judes. Bahkan, tak sedikit yang alasannya karena kebablasan sehingga perlu dimaklumi. “Ya, enggak bisa, dong! Dia sendiri, kok, yang memilih bentuk kehidupan semacam itu. Kalau kebablasan, kan, lebih karena ketidaksengajaan,” kata Zainoel B. Biran. Bukankah setiap orang harus bisa mengontrol diri dan perilakunya, termasuk mempertimbangkan risiko perbuatannya?

Mengenai kekurangan istri, “ah, itu, sih, cuma alasan yang dicari-cari. Memangnya kalau tak menemukan kekurangan istri lantas si pria enggak punya alasan maupun peluang untuk berselingkuh? Enggak juga, kan?” lanjut Bang Noel, panggilan akrab psikolog sosial dari Fakultas Psikologi UI ini.

 

Melanggar Komitmen

Merujuk pengalaman Bang Noel menangani klien, ketertarikan fisik menempati urutan pertama dari beragam masalah yang dikemukakan sebagai alasan. Tak heran bila yang dijadikan “sasaran” sebagai WIL biasanya wanita muda usia dengan fisik lebih menarik daripada istri. Tapi banyak juga yang mengedepankan hambatan psikis sebagai alasan berselingkuh. Misal, rasa rendah diri karena istri lebih pintar atau lebih kaya hingga yang bersangkutan merasa tak dihargai.

 

Disamping, anggapan dalam masyarakat yang salah kaprah, juga ikut memperbesar peluang orang berselingkuh. Sebagai contoh, pria tak pernah dipersoalkan keperjakaannya saat menikah. “Belum lagi tuntutan bahwa pria harus selalu kelihatan jantan. Makanya, begitu mengalami ketidakpuasan seks atau lainnya, pria segera mencari kemungkinan baru.” Bahkan, berdasarkan pemikiran analistik, pria ternyata memang lebih membutuhkan variasi saat menghadapi kebosanan atau objek lain yang lebih menarik, termasuk dalam urusan ranjang!

 

Pokoknya, ada aja alasan yang diberikan oleh para peselingkuh, termasuk ingin cari variasi. Itulah mengapa, Bang Noel amat meragukan kadar cintanya. “Kalau memang tetap cinta pada anak-istri, harus dipertanyakan cinta model apa?” ujarnya. Karena dalam perkawinan yang harmonis, tuturnya, minimal harus ada 3 aspek pokok yang saling berkaitan, yakni passion atau gairah, intimacy atau keakraban, dan komitmen berupa norma-norma sosial serta agama. “Nah, jika dia berselingkuh, kan, berarti dia melanggar tiga aspek tersebut, termasuk komitmen terhadap Yang Di Atas seperti yang disebut-sebut dalam janji nikah,” tandasnya.

 

Tak Perlu Merengek

Meledak marah atau sebaliknya bersikap diam seribu bahasa, jelas tak akan memecahkan masalah. Apalagi kalau Anda malah memilih balas dendam sebagai jalan pintas, “Huh, memangnya cuma dia yang bisa nyeleweng! Aku masih menarik dan bisa juga, kok!” Kalau ini yang terjadi, “Ya, kacau, dong!” tukas Bang Noel seraya melanjutkan, “Siapa nanti yang mau peduli dan mengurusi anak-anak?” Menurutnya, istri model ini sebenarnya cuma menunggu kesempatan untuk mencari pembenaran diri. Soalnya, tak tertutup kemungkinan ia memang ingin atau boleh jadi sudah lama terlibat perselingkuhan serupa.

 

Jangan pula menyalahkan diri sendiri bila selama ini Anda memang sudah berusaha maksimal menjalankan peran Anda dalam keluarga. “Istri boleh saja sesaat merasa dikhianati dan dicampakkan, tapi jangan pernah menunjukkan sikap memelas hanya lantaran takut berpisah dengan suami.” Apalagi sampai terkesan merengek minta dikasihani seolah mengatakan, “Jangan tinggalkan saya dan anak-anak, dong, Mas. Kalau Mas pergi, siapa yang menafkahi anak?” Bila hal-hal semacam ini Anda gunakan sebagai “senjata” untuk mengikatnya, justru akan membuatnya bersikap makin seenaknya. “Makanya, para istri sebaiknya tak pernah menggantungkan nasib pada suami atau siapapun,” ujar Bang Noel.

 

Hal lain yang harus dihindari, jangan pernah membicarakan masalah perselingkuhan pasangan dengan keluarga besar kedua belah pihak. Bukan tak mungkin orang tua atau kerabat yang sejak awal sudah antipati pada pasangan akan memperkeruh keadaan atau bahkan menimbulkan masalah baru. “Tuh, dari dulu, kan, Mama udah bilang kalau dia laki-laki enggak bener! Sekarang terbukti, kan?” Nah, Anda juga yang disalahkan, bukan?

 

Komunikasi Personal

Yang terbaik, menurut Bang Noel, bicarakan dengan pasangan sampai tuntas. Bukankah ini masalah Anda berdua? Dalam pembicaraan itu, tanyakan, apa, sih, maunya? Lakukan introspeksi, apa sebetulnya yang menjadi bom waktu dalam perkawinan Anda. Benarkah kedekatan hati Anda berdua sudah begitu jauh hingga tak mungkin terjembatani lagi? Dengarkan pula keinginan maupun kekecewaannya yang selama ini mungkin terabaikan.

 

Jadi, kaji kembali perjalanan perkawinan Anda, apa yang salah dan bagaimana memperbaiki kesalahan tersebut. “Menjalani perkawinan memang membutuhkan landasan yang kokoh,” ujar Bang Noel. Selain, menuntut kemampuan asertif dari kedua belah pihak tanpa terlalu banyak mengenakan topeng maupun bumbu-bumbu yang sebetulnya tak diperlukan. “Belajarlah bersikap apa adanya tanpa harus menyakiti pasangan.”

 

Itu sebabnya, tandas Bang Noel, komunikasi personal merupakan keharusan yang perlu dibiasakan sejak awal perkawinan. “Dengan saling ber-sharing , frekuensi dan intesitas komunikasi semakin tinggi, sehingga suami-istri akan semakin akrab dan lebih mengerti kebutuhan pasangan. Dengan begitu, relasi di antara mereka kian kokoh.”

 

Tentu saja, agar pembicaraan berlangsung sebagaimana yang diharapkan, kepala dan hati Anda harus dingin. Anda pun harus pandai mencari momen yang tepat dan jangan sekali-kali menggunakan prinsip kalah-menang karena Anda akan terpancing untuk meledak-ledak dan ngotot hanya agar suami kalah dengan mengakui perselingkuhannya. Sementara dalam diri suami akan semakin subur ketidaksukaannya pada Anda yang sejak awal mungkin menjadi pemicu perselingkuhannya.

 

Jika pembicaraan menemukan jalan buntu, saran Bang Noel, jangan ragu untuk mencari bantuan ahli yang bisa bersikap netral, bisa dipercaya kedua belah pihak, bijaksana, dan bisa menunjukkan jalan keluar terbaik dari kemelut rumah tangga Anda berdua.

 

Sumber : Kompas





10 Sinyal Suami Tengah Mendua

1 11 2008

Menjaga keutuhan rumah tangga memang bukan hal mudah. Banyak gangguan dan cobaan yang bisa mengganjal, salah satunya suami menjalin hubungan dengan wanita lain. Bagaimana cara mengendus “affair” suami?

Hobi bersolek, sering pulang telat dari kantor dengan alasan meeting, atau mendadak cuek adalah beberapa sinyal yang biasanya muncul manakala seorang suami tengah “lupa diri” dan bersikap mendua. Beberapa hal di bawah ini sebaiknya Anda waspadai sebagai sinyal suami tengah berhubungan dengan wanita lain.

1. Mendadak acuh
Suami mendadak acuh dan tak lagi memerhatikan Anda. Ia lebih mementingkan diri sendiri, akhir pekan pun ia habiskan untuk urusan lain yang bahkan anggota keluarga pun tak boleh tahu. Ia seolah tak lagi peduli pada istri dan keluarga. Komunikasi terhambat, omongan Anda sebagai istri pun tak pernah ia gubris. Bila ini terjadi, hati-hati. Biasanya, suami yang mendadak bersikap seperti ini tengah mencurahkan perhatiannya pada wanita lain, sehingga keberadaan Anda sebagai istri seolah seperti angin lalu saja.

2. Jadi romantis
Yang ini kebalikan dari yang di atas. Bila selama ini suami bersikap biasa-biasa saja, mendadak ia jadi sangat romantis. Jangan senang dulu. Sebaliknya, Anda selayaknya curiga. Siapa tahu ini hanya untuk menutupi perbuatannya di luar dengan wanita lain agar tidak tercium oleh Anda. Coba amati tingkah lakunya sehari-hari. Lambat laun pasti akan terlihat, apakah romantisme yang ia tunjukkan itu memang keluar dari lubuk hatinya atau sekadar kedok belaka.

3. Malas berhubungan intim
Hubungan intim bagi pasangan suami-istri tentu sangat penting. Anda patut curiga jika suami belakangan malas berhubungan intim dengan Anda lagi tanpa alasan jelas. Padahal, selama ini suami tidak punya keluhan dan rutin melakukannya. Bagaimana pun hubungan biologis merupakan kebutuhan utama pasangan suami-istri. Jadi, bila suami tidak lagi pernah mengajak Anda berhubungan intim lagi, jangan anggap sepele. Siapa tahu ada wanita lain, sehingga ia tidak lagi tertarik pada Anda.

4. Selalu ceria
Jatuh cinta berjuta rasanya, begitu bunyi sepenggal syair lagu. Biasanya, orang yang tengah jatuh cinta memang akan selalu tampak bahagia. Tak ada asap tak ada api, ia berdendang, padahal biasanya bersiul pun enggak. Apalagi kalau setiap hari lagu yang ia dendangkan lagu bernapaskan cinta. Sebaiknya Anda curiga. Dari gerak-geriknya, Anda akan bisa membaca bahwa ia rupanya sedang kasmaran alias jatuh cinta.

5. Jadi pesolek
Mendadak, suami hobi memakai parfum berlebih. Ia juga rajin mematut-matut diri di depan cermin setiap saat, padahal sebelumnya boleh dibilang ia sangat abai pada penampilannya. Pokoknya, ia berubah jadi pria pesolek, genit. Sikap ini bisa Anda cermati sebagai kemungkinan adanya hubungan lain yang tengah dijalin suami. Tak ada salahnya Anda menanyakan apa yang sebetulnya sedang terjadi.

6. Penampilan berubah
Biasanya, pria yang sedang jatuh cinta sangat suka mengubah penampilannya, mulai penampilan rambut, bentuk tubuh, baju, dan sebagainya. Pokoknya apa saja, yang penting ia bisa menarik perhatian wanita yang ia taksir. Nah, bila perubahan ini muncul pada suami, sebaiknya berhati-hati. Bisa jadi, ini merupakan pertanda ia sedang dimabuk cinta.

7. Suka Bohong
“Benar Ma, Papa ada meeting di kantor,” begitu selalu alasan suami setiap kali ia pulang telat. Dan jika belakangan suami hobi pulang telat dengan alasan yang tidak masuk akal atau yang itu-itu saja, bersiap-siaplah. Sangat mungkin ada sesuatu yang tengah terjadi pada suami, dan kemungkinan itu bisa saja wanita kedua. Nah, bila suami belakangan banyak berbohong dengan alasan yang dibuat-buat dan tidak masuk akal, bisa jadi ini sinyal bahwa suami tengah mendua.

8. Jauhkan ponsel
Yang akan makin memperkuat kecurigaan adalah mendadak suami melakukan banyak perubahan, dari sikap hingga kebiasaan. Jika biasanya ponsel ia letakkan di mana saja, belakangan ia selalu menjauhkannya dari jangkauan Anda. Jika ponsel berdering, buru-buru ia mengangkatnya. Jika kebetulan Anda yang mengangkat, ia memasang muka tak senang atau malah marah. Begitu pun dengan dompet. Benda ini biasanya ia geletakkan di sembarang tempat, tetapi kini sepertinya ada sesuatu yang disimpan di dalamnya. Perubahan-perubahan di atas itulah yang perlu Anda cermati pada suami.

9. Hobi melamun
Seseorang yang sedang jatuh cinta biasanya suka melamun. Membayangkan seseorang di seberang sana. Tidak kenal waktu dan tidak peduli orang di sekelilingnya. Ia tidak menyadari, sudah 2 jam melamun di depan televisi sambil tersenyum-senyum. Bila ini terjadi sekali dua kali sih mungkin bisa dimaklumi. Tapi kalau ini dilakukan hampir setiap hari, sebaiknya Anda minta ia berterus-terang apa yang sebetulnya tengah terjadi. Bisa jadi, ia tengah melamunkan seseorang.

10. Gampang marah
Hal lain yang menguatkan kecurigaan bahwa suami tengah menjalin hubungan dengan wanita lain adalah jika suami mudah sekali emosi. Masalah kecil saja bisa menjadi besar. Ia juga jadi sulit diajak berdamai, maunya ribut terus. Yang lebih mengejutkan, bila marah, tak cuma suaranya yang keras, namun juga mulai kasar. Padahal, sebelumnya tak pernah ia lakukan. Jangankan memukul, marah saja jarang, kok.





Ciri-ciri Pria Gemar Berselingkuh

5 10 2008

TENTU senang memiliki pasangan yang sangat perhatian dan mencintai Anda. Tetapi Anda jangan percaya seutuhnya jika mengetahui sikapnya itu hanyalah berpura-pura. Kenapa?

Ternyata dia berselingkuh. Menurut berita yang dikutip Health24, seseorang yang mencintai pasangannya secara berlebihan itu sering kali dicirikan sebagai pria yang gemar berselingkuh. Dengan bersikap seperti itu, mereka biasanya ingin bersembunyi dari masalah perselingkuhan yang tengah dia alami sekarang.

Agar Anda tidak penasaran mengetahui ciri-ciri pria yang gemar berselingkuh, inilah jawabannya.

Berpura-pura menjadi kekasih setia

Pria yang gemar berselingkuh biasanya pintar bersilat lidah. Dia juga pintar merayu pasangannya dengan rangkaian kata-kata indah.

Sering marah

Tanpa ada alasan yang jelas, dia sering kali memarahi Anda. Dia juga sangat posesif ingin memiliki Anda. Padahal, cara itu hanyalah sebagai bagian dari strateginya. Dia berharap agar Anda tidak mengetahui hubungannya dengan wanita lain.

Cemburu berlebihan

Banyak orang percaya bahwa cemburu itu merupakan ekspresi cinta seseorang kepada pasangannya. Tapi Anda jangan sepenuhnya percaya jika pasangan Anda mempunyai sikap cemburu yang terlalu berlebihan. Tanyakanlah kepadanya kenapa dia berubah sikap.

Sering salah bicara

Anda patut curiga jika si dia sering salah menyebut nama Anda dengan wanita lain. Siapa tahu pasangan Anda lagi kasmaran dengan wanita tersebut.

Sering membatalkan janji

Ternyata dia selalu mempunyai alasan agar tidak bertemu dengan Anda. Bahkan, dia juga dengan santai membatalkan setiap janji yang sudah direncanakan dengan matang. Rasa kecewa pun semakin menyelimuti hati Anda begitu tahu si dia memilih berkencan dengan wanita lain.

Sumber : Okezone