Tips mengatasi stress di tempat kerja

18 02 2010

By Freddy Liong, MBA, CBA

–         Rencanakan dengan baik aktivitas anda : apa, mengapa, bagaimana, kapan dan siapa yang bertanggung jawab terhadap tugas-tugas.

–         Pastinya anda di masa lalu pernah mengalami masalah-masalah ditempat kerja. Coba ingat-ingat kembali adakah cara-cara yang dapat anda gunakan untuk mengatasi masalah yang anda hadapi saat ini. Intinya jangan mengulangi kesalahan yang sama berulang. Belajarlah dari kesalahan yang lalu

–         Ikutlah membangun iklim kerja yang menyenangkan yaitu dengan bersikap terbuka dan berkomunikasi dengan sesama rekan kerja

–         Pastikan anda mengerti terhadap tugas dan tanggung jawab anda serta jangan ragu untuk bertanya

–         Setelah 2 jam kerja dan konsentrasi, luangkan waktu sekitar 10 menit untuk istirahat. Anda bisa gunakan waktu ini untuk ”streching”, jalan kaki, atau buat teh/kopi. Intinya keluar dari tugas anda sejenak untuk atur ulang konsentrasi anda

–         Miliki sikap toleransi kepada sesama rekan kerja. Ingatlah bahwa masing-masing orang adalah pribadi yang unik

–         Delegasikan sebagian tanggung jawab anda kepada anak buah anda

–         Pertahankan semangat tim anda, misalnya dengan melakukan perayaan kecil, berolahraga/berekreasi bersama





Keinginan Bunuh Diri

30 08 2009

DEFINISI

Tingkah laku bunuh diri ditandai dengan berhasil atau tidaknya usaha untuk membunuh diri sendiri.

Tingkah laku bunuh diri adalah tanda yang salah diartikan bahwa seseorang merasa putus asa atau putus harapan. Tingkah laku bunuh diri termasuk upaya untuk bunuh diri, isyarat bunuh diri, dan benar-benar bunuh diri. Upaya bunuh diri adalah tindakan bunuh diri yang tidak fatal. Jika upaya bunuh diri meliputi tindakan bunuh diri yang tidak mungkin memiliki potensi menjadi fatal, hal ini disebut isyarat bunuh diri. Seseorang melakukan berbagai tindakan (misal, mencerna 6 tablet asetaminopen) kemungkinan membuat permohonan untuk bantuan atau perhatian tanpa bermaksud benar-benar mengakhiri hidupnya. Bunuh diri lengkap adalah tindakan bunuh diri yang mengakibatkan kematian.

Informasi pada frekwensi bunuh diri sebagian besar dari sertifikat kematian dan laporan pemeriksaan dan kemungkinan lebih rendah dari tingkat sebenarnya. Bahkan sangat, tingkah laku bunuh diri secara nyata adalah masalah kesehatan yang umum secara keseluruhan. Meskipun kebanyakan tingkah laku bunuh diri tidak mengakibatkan kematian, 10% orang yang berusaha untuk membunuh dirinya sendiri menggunakan tindakan mereka yang berpotensi fatal melakukan kematian.

Tingkah laku bunuh diri terjadi pada orang disemua usia dan kedua jenis kelamin. Bunuh diri adalah penyebab kematian kedua diantara remaja dan adalah salah satu penyebab pada 10 kasus kematian teratas diantara remaja di Amerika Serikat. Tingkat tertinggi pada bunuh diri lengkap diantara pria yang lebih tua dari 70 tahun. sebaliknya, upaya bunuh diri lebih umum sebelum usia pertengahan. Upaya bunuh diri terutama sekali umum diantara remaja perempuan dan pria belum menikah di usia ke-30 mereka. Untuk semua kelompok usia, wanita berusaha bunuh diri 2 sampai 3 kali lebih sering dibandingkan pria, tetapi pria lebih mungkin meninggal pada upaya mereka.

Orang yang sudah menikah pada salah satu kelamin, terutama sekali mereka yang aman dalam berhubungan, memiliki tingkat bunuh diri yang lebih rendah dibandingkan orang yang belum menikah. Orang yang tinggal sendirian karena berpisah, bercerai, atau yang memiliki tingkat kemungkinan meninggalnya tinggi pada upaya dan bunuh diri lengkap. Memiliki anggota keluarga yang telah berusaha bunuh diri bisa meningkatkan resiko tersebut dengan baik.

Bunuh diri diantara pria berkulit hitam telah meningkat 80% pada 20 tahun terakhir, sehingga tingkat keseluruhan untuk orang kulit hitam sekarang berimbang dengan orang kulit putih, khususnya daerah perkotaan. Diantara orang amerika asli, tingkat tersebut juga meningkat akhir-akhir ini; pada beberapa suku bangsa, hal ini 5 kali dari rata-rata nasional. Tingkat bunuh diri lebih tinggi pada daerah perkotaan dibandingkan di daerah pedusunan diseluruh dunia. Kebanyakan bunuh diri berakhir di penjara.

Praktisi anggota kelompok agama mayoritas (terutama roma katolik dan yahudi) tidak mungkin melakukan bunuh diri. Beberapa orang umumnya didukung oleh keyakinan mereka dan disediakan jaminan perlindungan kemasyarakatan terdekat menghadapi tindakan menghancurkan diri sendiri. Meskipun begitu, keanggotaan religius dan keagamaan yang kuat percaya tidak diperlukan pencegahan individual yang keras, tindakan bunuh diri yang tidak dipertimbangkan selama waktu frustasi, marah, dan putus asa, khususnya ketika disertai dengan delusi pada rasa bersalah dan tidak berguna.

Catatan bunuh diri ditinggalkan oleh sekitar satu dari empat orang yang benar-benar bunuh diri. Catatan tersebut sering menunjuk ke hubungan pribadi dan peristiwa yang akan mengikuti kematian orang tersebut. cacatan ditinggalkan oleh orang tua sering segera diperhatikan oleh mereka yang ditinggalkan, sebaliknya orang yang lebih muda bisa langsung marah atau dendam. Isi catatan tersebut bisa mengindikasikan bahwa orang tersebut mengalami gangguan kesehatan mental yang menyebabkan tindakan bunuh diri.

Read the rest of this entry »





Depresi Pada Remaja

30 08 2009

Seorang remaja yang terlihat tidak gembira merupakan hal yang biasa. Namun, perlu diwaspadai bila perasaan tidak bahagia tersebut terus berlanjut sampai lebih dari dua pekan. Ada banyak alasan mengapa seorang remaja merasa tidak bahagia. Lingkungan yang penuh tekanan dapat memicu depresi. Dengan adanya depresi, dapat muncul perasaan merasa bersalah, menurunnya performa di sekolah, interaksi sosial, menyimpangnya orientasi seksual, maupun terganggunya kehidupan remaja di keluarganya.

Depresi merupakan gangguan serius yang dapat mempengaruhi pikiran, perasaan, perilaku, dan kesehatan secara umum. Depresi tidak mengenal usia. Tua, muda, dewasa, bahkan remaja bisa terkena depresi. Dengan dipicu permasalahan sepele, bisa saja remaja yang mengalami depresi melakukan hal-hal yang tidak dibayangkan orang umum. Yang paling membahayakan dari depresi adalah munculnya ide bunuh diri atau melakukan usaha bunuh diri.

Depresi Adalah

Depresi merupakan suatu gangguan mental yang spesifik yang ditandai dengan adanya perasaan sedih, putus asa, kehilangan semangat, merasa bersalah, lambat dalam berpikir, dan menurunnya motivasi untuk melakukan aktivitas.

Tanda Depresi Adalah

–         Perhatikan tanda-tanda berikut untuk mengetahui adanya depresi pada remaja :

–         Merasa sedih, cemas, dan tidak memiliki harapan

–         Tidak nafsu makan, atau banyak makan yang menyebabkan penurunan maupun kenaikan berat badan dalam waktu singkat

–         Terjaga di malam hari, namun tidur sepanjang siang

–         Menarik diri dari teman-temannya, murung

–         Aktivitas dan prestasi di sekolah menurun, menurunnya motivasi dan minat

–         Mudah marah dan tersinggung, menjadi sensitif terhadap kritikan

–         Rendah diri dan merasa sangat bersalah

–         Konsentrasi menurun, sulit mengambil keputusan

–         Adanya perubahan dalam kebiasaan makan maupun tidur

–         Memiliki pikiran untuk melakukan bunuh diri

Jika tanda tersebut terjadi beberapa hari sampai beberapa minggu, sebaiknya segera dikonsultasikan pada tenaga kesehatan. Treatmen yang dilakukan dapat berupa terapi dengan cara berbicara, maupun menggunakan obat.

Pengobatan Depresi

Terdapat berbagai metode terapi yang dapat dilakukan bagi remaja yang mengalami depresi. Tenaga kesehatan akan mempertimbangkan metode yang tepat bagi masing-masing individu. Diantaranya dengan menggunakan cognitive behavioral therapy, psychodinamic psychotherapy, interpersonal psychoterapy, terapi supportif ataupun menggunakan obat-obatan.

Masukan Pada Orang Tua

Menjadi orang tua dari seorang remaja merupakan suatu tantangan tersendiri. Beberapa teknik komunikasi akan sangat diperlukan dan membantu orang tua dalam membasarkan anak remaja.

– Ketika mendisiplinkan anak, tidak dengan cara menghukum dan membuatnya malu. Ganti hukuman dengan membantu anak memberikan solusi dengan cara yang baik. Hukuman dan rasa malu dapat membuat seorang remaja merasa tidak berguna

– Biarkan anak remaja anda melakukan kesalahan. Sikap overproteksi atau orang tua yang selalu mengambil keputusan membuat remaja membuat mereka yakin bahwa mereka tidak memiliki kemampuan. Hal ini dapat membuat kepercayaan dirinya berkurang.

– Berikan ruang bagi remaja untuk ‘bernafas’. Jangan mengharapkan mereka melakukan sesuatu sama persis sesuai keinginan orang tua.

– Tidak memaksa anak untuk memiliki kegiatan dan pengalaman yang sama dengan anda sewaktu remaja dahulu.

– Jika anda mencurigai bahwa anak mengalami depresi, berikan waktu untuk mendengarkan masalahnya. Meskipun ana berfikir bahwa masalahnya bukanlah permasalahan serius. Membuka komunikasi antara orang tua dan anak merupakan hal penting, apalagi ketika anak memperlihatkan gejala menutup diri.

– Luangkan waktu untuk mendengarkan masalah mereka tanpa kritikan ataupun menghakimi.

– Jangan pula meremehkan apa yang mereka rasakan, kadang remaja mempunyai reaksi yang berlebihan terhadap suatu masalah tetapi sebaiknya orang tua coba mengerti bahwa apa yang mereka rasakan benar terjadi.

– Kadang remaja tidak mencari saran ataupun solusi atas masalah mereka, lebih kepada dukungan dan penerimaan saja, jadi apapun yang terjadi yakinkan sang remaja bahwa anda akan selalu mendampingi dan membantu mereka kapanpun diperlukan

– Begitu sang remaja merasa siap untuk menyampaikan masalah mereka, jangan potong dengan interupsi ataupun berusaha mengatur, dengarkan saja cerita mereka.

Bila memang masalah yang terjadi sudah diluar kemampuan sang remaja dan anda sendiri, beritahukan kepada mereka tentang kemungkinan kondisi yang ada serta diskusikan cara alternatif lain supaya masalahnya dapat terbantu.





Good bye Stress!!

18 12 2008

Jangan biarkan stress mengganggu kinerja anda. Atasilah dengan 8 tips sederhana berikut :

– Bernapas

Tarikan napas panjang dan dalam dapat membantu pikiran dan tubuh menjadi lebih relaks.

– Atur pola makan

Pola makan yang tinggi kalori dan lemak dapat membuat tubuh lemas dan tidak berfungsi secara optimal.

– Olahraga

Gerak badan yang teratur dapat membuat perasaan lebih tenang, mood lebih terkontrol seta tekanan lebih mudah diatasi.

– Tidur

Tidur nyenyak selama 6-8 jam setiap malam dapat membangkitkan energi untuk menghadapi segala tantangan.

– See a bigger picture

Jangan memandang pekerjaan sebagai rutinitas tapi sebagai langkah menuju kesuksesan yang lebih besar.

– Bagi tugas

Jangan menggangap diri anda dewa multi-tasking. Beban yang terbagi akan lebih mudah dan lebih cepat terselesaikan.

– Jangan mencari perfection

Kesempurnaan hanya akan membuat anda tertekan, dan tidak bisa melihat kesuksesan yang sudah dalam genggaman.

– Celebrate

Hadiah kecil yang anda berikan pada diri sendiri setiap berhasil mencapai goal adalah motivasi yang sangat baik.





Stress Bisa Memperparah Alergi

16 12 2008

Tekanan kejiwaan dan kegelisahan dapat menyebabkan serangan alergi musiman semakin parah dan dapat mengakibatkan alergi menetap lebih lama, demikian menurut penelitian yang dipublikasikan Agustus lalu, dalam pertemuan tahunan American Psychological Association di Boston.

“Seseorang mungkin sedang mengalami masalah alergi pada dirinya serta merasa tertekan dan gelisah ketika alergi menyerangnya,” Dr. Janice Kiecolt-Glaser, professor of psychology and psychiatry di Ohio State University, Columbus menjelaskan dalam wawancara telepon dengan Reuters Health.

Untuk mengukur seberapa besar stress dan kegelisahan mempengaruhi penderita alergi, Kiecolt-Glaser dan koleganya melibatkan 28 pria dan wanita yang memiliki sejarah medis menderita alergi debu dan alergi musiman untuk bergabung dalam laboratorium studi.

Pada hari yang berbeda, relawan diperlakukan dalam kondisi stres ringan –membaca majalah dengan diam– dan kondisi stres yang benar-benar berat –dengan memberikan ceramah video tape selama 10 menit di depan sekelompok penilai perilaku dan mengerjakan soal matematika tanpa kertas atau pena di depan kelompok tersebut dan kemudian melihat penampilan mereka sendiri lewat videotape.

Para peneliti melakukan penilaian tingkat stres dan kegelisahan para relawan dan mengambil tes alergi standar dengan uji tusuk kulit (skin-prick test) sebelum dan sesaat setelah stress terjadi, demikian juga di hari berikutnya.

Kegelisahan yang mengikuti stress berat, dikatakan para peneliti, meningkatkan reaksi alergi melalui uji tusuk kulit (skin-prick test). Reaksi alergi ini nampak pada lengan bawah sebagai luka ringan atau luka gores semacam biduran atau kaligata.
Orang yang cukup stress dalam percobaan menderita bercak 75% lebih besar seusai mengalami stres berat dibandingkan dengan respon yang terjadi pada orang yang sama setelah keadaan stres ringan.

Orang dengan stres tinggi memiliki bercak dua kali lipat setelah mereka diberi tekanan dibandingkan ketika mereka tidak mengalami tekanan. Lebih dari itu, orang dengan stres tinggi ini nampak menunjukkan empat kali lipat bercak alergi sepanjang hari setelah kejadian stres berat.

Ini menunjukkan, kata para peneliti, bahwa orang dengan stres berat memiliki respon yang berkelanjutan dan menguatkan zat-zat penyebab alergi.

“Nampaknya stres mempengaruhi mereka hingga ke hari berikutnya,” jelas Kiecolt-Glaser.  Begitulah, menjadi stres nampaknya menyebabkan alergi seseorang memburuk pada hari berikutnya.

Menurut ahli immunologist Negara Bagian Ohio, Dr. Ronald Glaser, yang terlibat dalam studi ini, kegelisahan yang lebih parah terkait dengan meningkatnya produksi hormon stres dalam tubuh yang disebut catecholamines dan protein yang berhubungan dengan peradangan yang disebut interleukin6.

Dia berpendapat meningkatnya kedua komponen ini merupakan penyebab tertundanya reaksi alergi.

Respon alergi yang tertunda ini “benar-benar yang terburuk dari suatu alergi,” Kiecolt-Glaser menekankan, karena mereka secara khusus tidak responsif terhadap antihistamin.

Dia, menyarankan untuk tetap menjaga stres pada skala minimum, bila memungkinkan, selama periode alergi terjangkit





Empat Tipe Stress

9 12 2008

Sepertinya kita memang tak bisa luput dari stres. Di kantor, di rumah, bahkan tak melakukan apa-apa pun bisa menyebabkan stres. Menurut situs stressfocus.com, ada empat tipe stres yang dibagi dalam dua kelompok, yakni positif stres dan negatif stres. Yang termasuk dalam positif stres adalah eustres, yakni saat stres muncul, seseorang justru lebih produktif atau malah lebih kreatif dalam menyelesaikan pekerjaan.

Positif stres bisa membantu kita melakukan perubahan dalam hidup. Tak sedikit yang berganti profesi atau menemukan jalan keluar yang jitu dari suatu masalah. Positif stres juga membantu kita menyadari ada sesuatu yang salah dan harus diperbaiki. Penemuan-penemuan penting dalam bidang teknologi atau disain kreatif biasanya berasal dari stres tipe ini.

Yang termasuk dalam kelompok negatif stres diantaranya adalah distress. Perasaan stres ini muncul saat seseorang sedang frustasi, takut, atau punya kemarahan yang belum dilampiaskan. Bila terlalu sering mengalami distress, akibatnya adalah tekanan mental. Kemudian ada juga understress, yang terjadi saat seseorang mulai kehilangan tantangan. Manajemen kantor yang salah atau minimnya kesempatan untuk berpartisipasi dan menunjukkan skill sering menyebabkan stres tipe ini. Understress bisa mendorong kita pada masalah baru. Jenuh dan perasaan tak berdaya adalah dua efek dari stres ini, akibatnya kita jadi kehilangan motivasi untuk bekerja.

Tipe negatif stres terakhir adalah over-stress. Stres ini terjadi setelah seseorang bekerja keras atau berusaha berlebihan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan demi memenuhi tenggat. Kondisi ini terus berulang karena kita tak punya waktu untuk break dan menarik napas sejenak, sehingga pikiran kita hanya terfokus pada cara menyelesaikan pekerjaan secepat mungkin. Over-stress bisa berakibat pada berkurangnya kemampuan atau kreatifitas.

Bagaimana jika pekerjaan kita rawan stres? Carilah cara untuk selalu memompa energi baru. Melakukan kegiatan yang bersifat relaksasi, cuti, berlibur, atau tidak memikirkan pekerjaan setelah jam kantor adalah sebagian dari usaha untuk mengelola stres.





Kurangi Stress, Perbaiki Produktivitas

8 12 2008

Apakah Anda mendapati diri sendiri mengerjakan sejumlah proyek dan melewatkan hari-hari tanpa sempat memeriksa detail proyek itu karena tak terorganisasi dengan baik? Itu tandanya Anda butuh manajemen waktu yang efektif. Manajemen ini baik untuk kesehatan karena bisa mengurangi stres dan memperbaiki kualitas hidup.

–   Bikin rencana harian

Ini akan memudahkan Anda mengontrol hidup. Buat daftar kerja harian dan utamakan pekerjaan penting untuk dilaksanakan pertama agar mengurangi konflik.

–   Susun daftar prioritas

Anda mungkin pernah menghabiskan banyak waktu untuk sesuatu yang remeh dalam pekerjaan. Buat hal-hal yang perlu diprioritaskan, sehingga energi Anda lebih banyak tercurah untuk hal penting.

–   Katakan “tidak” pada pekerjaan tak penting

Pertimbangkan tujuan dan jadwal yang ada sebelum menyetujui tugas tambahan.

–   Kalau perlu, delegasikan

Lihat kembali daftar tugas dan pertimbangkan hal yang perlu dihapus atau didelegasikan ke orang lain.

–   Beri waktu yang cukup untuk pekerjaan berkualitas

Mengerjakan proyek untuk pertama kali memang membutuhkan waktu lebih banyak. Harap diingat bahwa kesalahan biasanya menyebabkan kebutuhan waktu lebih untuk mengoreksi. Akibatnya, diperlukan waktu keseluruhan lebih banyak.

–   Uraikan tugas besar yang menyita waktu menjadi tugas kecil

Berusahalah mencicil pekerjaan. Kerjakan tugas besar itu beberapa kali sampai akhirnya semua selesai.

–   Praktikkan aturan 10 menit

Kerjakan tugas rutin yang menyebalkan bagi Anda selama 10 menit sehari. Contohnya, menyusun file, menyusun laporan pertanggungjawaban dinas luar kota, membuat laporan harian atau mingguan. Sekali dimulai, tahu-tahu Anda akan menemukannya sudah selesai dan siap dilaporkan.

–   Evaluasi cara Anda mengisi waktu

Buat buku harian tentang apa saja yang Anda lakukan selama tiga hari untuk mengetahui pola kerja Anda. Perhatikan waktu yang dapat digunakan secara bijak. Contohnya, Anda bisa memilih naik bus ke tempat kerja sambil membaca laporan keuangan, sehingga waktu luang untuk keluarga bisa lebih banyak.

–   Olahraga dan tidur cukup

Keduanya akan memperbaiki fokus dan konsentrasi Anda. Ini akan membantu memperbaiki efisiensi, sehingga Anda dapat menyelesaikan pekerjaan lebih cepat.

–   Istirahatlah ketika diperlukan

Stres berlebih dapat mengganggu keinginan Anda menjadi orang yang rapi dan efisien. Istirahatlah ketika diperlukan, jalan-jalanlah ke taman atau lakukan peregangan di sekitar meja kerja. Bila memungkinkan, ambil cuti sehari.