Mengenali 15 Tanda Kanker

7 10 2009

Bahaya mengintai kaum pria jika mereka tidak waspada terhadap gejala – gejala kanker. Padahal jika waspada dan sejak dini menemukan gejalanya, maka pengobatan akan lebih mudah. Bila sudah terlambat, kanker bisa menyebar ke berbagai organ tubuh dan bakal sulit sembuh. Karena itu, mari kita kenali gejala – gejala berikut :

1. Bila ada massa di payudara
Mungkin tidak pernah terpikir di benak Anda bahwa pria bisa saja terkena kanker payudara meski hal ini jarang terjadi. Setiap ada benjolan di payudara sebaiknya perlu diwaspadai terutama jika keluar cairan dari puting.

2. Rasa nyeri
Makin bertambah usia, makin sering Anda rasakan sakit dan nyeri. Rasa nyeri yang terus-menerus terjadi bisa merupakan tanda kanker meski timbulnya nyeri ini bukan disebabkan oleh kanker.

3. Perubahan pada testis
Kanker testis/buah pelir sering muncul pada pria usia 20 – 39. Setiap perubahan ukuran pada testis, baik membesar maupun mengecil, harus tetap diwaspadai. Begitupula jika terjadi pembengkakan maupun perasaan berat di skrotum. Kadang kanker testis bisa berkembang sangat cepat, sehingga akan lebih baik jika Anda mengetahuinya sedini mungkin.

4. Perubahan pada kelenjar getah bening
Jika Anda menyadari ada benjolan atau pembengkakan di ketiak maupun leher atau di mana saja, waspadalah! Apalagi jika benjolan itu membesar dari hari ke hari dan berlangsung lama bahkan hingga lebih dari satu bulan.

5. Demam
Selain menandai beragam penyakit seperti radang paru, tenggorokan dan infeksi, demam juga bisa menandai adanya kanker. Seringkali demam muncul ketika kanker sudah menyebar ke organ tubuh lainnya.

6. Berat badan turun dratis tiba-tiba
Penurunan berat badan yang tiba – tiba (lebih dari 10 persen berat badan) dan di luar dugaan, tanpa upaya tersendiri dalam waktu singkat perlu diwaspadai.

7. Gangguan nyeri perut dan depresi
Setiap pria yang mengalami gangguan nyeri perut disertai depresi perlu diperiksa lebih lanjut, karena para ahli menemukan adanya hubungan antara depresi dengan kanker pankreas.

8. Lelah berlebihan
Seperti demam, lelah berlebihan yang tidak membaik dengan istirahat juga bisa menjadi salah satu gejala kanker. Biasanya kondisi ini timbul setelah kanker berkembang meski bisa terjadi juga pada fase dini seperti pada leukemia atau kanker usus besar.

9. Batuk tak sembuh
Batuk selalu dikaitkan dengan flu dan alergi. Akan tetapi batuk terus menerus dalam periode lama, sekitar tiga atau empat minggu harus diperhatikan karena bisa merupakan gejala kanker atau pertanda adanya masalah lain seperti radang paru – paru kronis.

10. Sulit menelan
Beberapa pria menyepelekan kondisi ini. Karena itu cukup diberi banyak cairan seperti mengonsumsi sudah selesai. Padahal gejala ini bisa saja menandai adanya kanker pada saluran pencernaan, seperti kanker esofagus.

11. Perubahan pada kulit
Anda harus memperhatikan bukan hanya pada perubahan di tahi lalat, tetapi perhatikan juga pigmentasi kulit. Perdarahan di kulit atau kulit yang mengelupas hebat dalam waktu beberapa minggu dan tidak hilang bisa merupakan salah satu pertanda kanker kulit.

12. Terjadi perdarahan di tempat yang tidak seharusnya
Kapanpun Anda melihat adanya darah dari bagian tubuh yang tidak seharusnya seperti batuk atau muntah darah, perdarahan di feses dan urin, saatnya menemui dokter dan mengetahui penyebabnya sesegera mungkin karena bisa saja kanker penyebabnya.

13. Perubahan di mulut
Jika Anda merokok atau mengunyah tembakau, waspadalah bila ada bercak putih di dalam mulut atau titik putih yang tidak hilang di lidah, karena ini merupakan tanda leukoplakia (area tempat kanker berada sebelum muncul) yang bisa saja menjadi kanker mulut jika terus menerus iritasi.

14. Problem saat berkemih
Dengan bertambahnya usia seorang pria, maka problem saat berkemih menjadi makin sering. Bisa terjadi perasaan tidak lampias saat berkemih, ketidakmampuan menahan kencing, bahkan frekuensi kencing yang makin sering. Tapi waspadalah jika keadaan ini tidak membaik dan bertambah parah karena bisa merupakan pertanda kanker meski pembesaran prostat di usia lanjut juga bisa menyebabkannya.

15. Gangguan pencernaan
Gangguan pencernaan yang terus menerus bisa saja merupakan indikasi adanya kanker pada esofagus, tenggorokan atau perut.
Berikan sedikit waktu Anda untuk mengamati dan menyayangi diri sendiri. Bukankah lebih baik jika problem kesehatan Anda teratasi sedini mungkin? Semoga petunjuk ini bisa membuat Anda lebih waspada dalam mengenali gejala – gejala kanker sebelum terlambat.





Menarik Diri Memperburuk Kanker

6 10 2009

Isolasi sosial yang dilakukan oleh pasien kanker bisa menyebabkan penyakit lebih cepat memburuk, bahkan menimbulkan kematian. Studi laboratorium terhadap tikus percobaan membuktikan hal tersebut.

Dalam studi tersebut, tikus yang terkena kanker dan dipisahkan dari induknya mengalami perburukan penyakit dan kelenjar tumornya makin membesar. Menurut para ahli hal ini terjadi karena tikus yang diisolasi itu merasa stres.

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Cancer Prevention Research itu menggarisbawahi bahwa lingkungan sosial yang dikenal oleh penderita, dalam hal ini keluarga, bisa menekan terjadinya perkembangan biologi penyakit, dan menunjukkan hasil yang lebih baik.

Hormon stres menurut para ahli secara langsung bisa mengakibatkan perubahan aktivitas gen yang berpengaruh pada pertumbuhan sel tumor.

Pengaruh faktor psikologi pada perjalanan penyakit sejak lama sudah menjadi perhatian para peneliti. Berbagai studi juga menunjukkan stres dan depresi memiliki kaitan dengan timbulnya kanker.
Berada di sekitar lingkungan yang akrab dengan pasien kanker akan memberikan keuntungan bagi pasien. Misalnya saja pasien merasa nyaman, lebih dekat dengan keluarga, serta mengurangi kecemasan. Dengan demikian, keluhan terhadap penyakit pun bisa dikurangi.





Apa Ruginya Memaafkan?

6 10 2009

Jika pertanyaan itu diajukan kepada mereka yang telah berhasil memaafkan, pasti jawabannya sudah jelas. “Tidak Ada!” Tapi, bagi mereka yang belum memaafkan, cobalah melihat kembali apakah bertahan dengan sikap seperti itu memang tepat.

* Dengan tidak memaafkan, Anda mungkin berharap bahwa orang yang menyakiti hati Anda itu sama menderitanya dengan Anda. Mungkin Anda berharap bahwa tak adanya maaf akan membuatnya tersiksa. Yang terjadi justru sebaliknya, Anda sendiri yang lebih sakit hati karena makin tersiksa oleh memori buruk yang terus Anda pelihara.

* Mungkin Anda berharap, dengan tidak mendapatkan maaf, maka orang tersebut tidak akan pernah menemukan kedamaian dalam hidupnya. Mungkin Anda lupa bahwa hidup orang tersebut tidak bergantung pada Anda, melainkan pada dirinya sendiri.
Jadi, mendapatkan maaf dari Anda atau tidak, sebetulnya tidak berpengaruh apa pun terhadapnya. Anda sudah ge-er merasa bisa menentukan kehidupan orang lain.

* Jika Anda tidak memaafkan, apakah hidup orang yang menyakiti hati Anda itu menjadi lebih sengsara dan menderita? Mungkin hidupnya malah jauh lebih bahagia daripada Anda, dan dia sudah menganggap selesai semua masalah dengan Anda.
Jadi, siapa sebetulnya merugi? Tentu saja Anda sendiri. Maksud hati biar untung sekaligus membuat buntung, malah rugi dan buntung sendiri.

* Sebetulnya, apa untungnya bagi Anda jika terus menyimpan dan memelihara kenangan buruk dan sakit hati itu? Bisa merasa puas? Betulkah Anda sudah puas? Lantas, mengapa masih menyimpan kekecewaan, kesedihan, kemarahan, dan sejenisnya itu?

* Anda mungkin begitu membenci orang yang telah menyakiti hati secara luar biasa itu. Karenanya sulit sekali Anda memberinya maaf. Jika membenci, mestinya dilepaskan. Tapi, mengapa Anda justru menyimpan memori tentang orang tersebut sedemikian kuatnya?

Mungkin Anda lupa, tidak memberi maaf berarti Anda terus menerus mengikatkan diri kepada orang tersebut, dengan segala memori buruk dan emosi negatif yang menyertainya. Jadi, siapa yang rugi? Anda sendiri.

* Mungkin Anda berpikir bahwa memberi maaf akan merugikan diri Anda? Gengsi Anda jatuh? Harga diri terlecehkan? Betulkah harga diri dan gengsi letaknya di situ? Mungkin Anda lupa, dengan memberi maaf itu sebetulnya justru Anda perlukan untuk terciptanya relasi yang baik dengan diri sendiri. Anda bisa berdamai dengan diri sendiri.

* Tak tahukah Anda, dengan atau tanpa minta maaf, maka yang terpengaruh adalah diri Anda sendiri? Orang itu tidak memerlukan maaf dari Anda karena dia bisa memaafkan dirinya sendiri, dan melanjutkan hidupnya. Jadi, mengapa Anda bertahan dengan hidup dalam gelimang sakit hati?

Memaafkan itu melepaskan Anda dari penderitaan. Jadi, siapa yang diuntungkan jika Anda bisa memaafkan?





Tips Gempa

6 10 2009

Para ahli sudah mengingatkan bahwa kita memang hidup di daerah yang rawan gempa. Untuk itu, perlu kiranya diketahui, apa-apa saja yang perlu dilakukan sebelum, selama, dan setelah gempa.

Tips :
Sebelum gempa:
- Pastikan Anda memiliki tabung pemadam kebakaran, perlengkapan red box, sebuah radio bertenaga baterai, senter, dan baterai ekstra di rumah/di kantor.
- Belajar pertolongan pertama.
- Pelajari cara mematikan aliran gas, air, dan listrik rumah/kantor Anda.
- Susun rencana untuk menentukan tempat bertemu bagi keluarga Anda setelah sebuah gempa bumi terjadi.
- Jangan meninggalkan benda-benda berat di rak-rak sehingga akan jatuh akibat gempa.
- Pastikan perabotan, lemari, dan peralatan bertahan erat di dinding atau lantai.
- Pelajari jalan keluar darurat yang harus diambil ketika gempa terjadi di sekolah atau tempat kerja Anda.
Selama gempa:
- Tetap tenang! Jika Anda berada di dalam ruangan, tetap tinggal di dalam. Jika Anda berada di luar, tetap berada di luar.
- Jika Anda di dalam ruangan, berdiri di dinding di dekat pusat gedung, berdiri di dekat pintu ruangan, atau merangkak di bawah perabotan berat (meja). Jauhi jendela dan pintu luar.
- Jika Anda berada di luar ruangan, jauhi area jaringan listrik atau apapun yang mungkin terjatuh. Jauhi bangunan agar terhindar dari kemungkinan tertimpa bangunan.
- Jangan langsung gunakan korek api, lilin, atau nyala api. Pastikan dulu tidak ada kebocoran gas.
- Jika Anda berada di dalam mobil, hentikan mobil dan tinggal di dalam mobil sampai gempa bumi berhenti.
- Jangan gunakan lift karena Anda mungkin akan terjebak.
Setelah gempa:
- Periksa diri Anda dan orang lain, apakah ada yang terluka. Berikan pertolongan pertama bagi siapa saja yang memerlukannya.
- Periksa air, gas, dan kabel listrik dari kerusakan. Jika katup gas rusak, usahakan tutup katupnya. Periksa apakah ada bau gas. Jika Anda mencium baunya, buka semua jendela dan pintu, lalu segeralah pergi dari daerah itu
- Aktifkan radio. Jangan gunakan telepon kecuali keadaan darurat.
- Jangan masuk ke bangunan yang rusak.
- Hati-hati bila berada di sekitar pecahan kaca dan puing-puing. Jika bisa, kenakan sepatu bot atau sepatu kokoh untuk menjaga kaki Anda.
- Jauhi pantai. Tsunami kadang bisa timbul setelah tanah berhenti bergetar.
- Jauhi daerah yang rusak.
- Jika Anda berada di sekolah atau di tempat kerja, ikuti rencana atau petunjuk yang dibuat dalam keadaan darurat.
- Waspada terhadap gempa susulan.





Narkoba Bgn 2

13 09 2009

Tahapan penyalahgunaan narkoba, antara lain:

1. Tahap coba-coba

Awalnya hanya pengin tahu dan memperlihatkan kehebatan. Kebanyakan tidak melanjutkan tahap ini. Tapi, ada beberapa dari kita yang lanjut ke proses yang lebih canggih”.

2. Kadang-kadang atau pemakaian regular

Sebagian setelah tahap coba-coba kemudian melanjutkan pemakaian psikoaktif sehingga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Meskipun demikian, karena pemakaian bahan-bahan tersebut masih terbatas, tidak ada perubahan mendasar yang dialami pemakai. Mereka tetap bersekolah dan melakukan kegiatan lainnya.

3. Ketagihan

Pada tahap ini frekuensi, jenis, dan dosis yang dipakai meningkat, termasuk bertambahnya pemakaian bahan-bahan berisiko tinggi gangguan fisik, mental, dan masalah-masalah sosial makin jelas. Tahap ini sering disebut tahap kritis karena ada bahaya yang nyata. Meskipun demikian, pada beberapa pemakai (dengan bantuan) masih bisa berhenti pada tahap ini.

4. Ketergantungan

Merupakan bentuk ekstrem dari ketagihan, upaya mendapatkan zat psikoaktif dan memakainya secara reguler merupakan aktivitas utama sehari-hari mengalahkan semua kegiatan lain, kondisi fisik, dan mental terus-menerus menurun, hidup sudah kehilangan makna. Keadaan pemakai selalu membutuhkan obat tertentu agar dapat berfungsi secara wajar, baik fisik maupun psikologis. Ketergantungan fisik, misalnya badan menjadi lemah dan sendi-sendi terasa nyeri kalau tidak menggunakan obat dalam jangka waktu tertentu. Ketergantungan secara psikologis ditunjukkan oleh adanya perasaan tidak percaya diri dalam pergaulan sehari-hari kalau tidak menggunakan obat.

Gejala-Gejala Pemakaian Narkoba Yang Berlebihan

1. Opiat (heroin, morfin, ganja)

-   perasaan senang dan bahagia

-   acuh tak acuh (apati)

-   malas bergerak

-   mengantuk

-   rasa mual

-   bicara cadel

-   pupil mata mengecil (melebar jika overdosis)

-   gangguan perhatian/daya ingat

2. Ganja

-   rasa senang dan bahagia

-   santai dan lemah

-   acuh tak acuh

-   mata merah

-   nafsu makan meningkat

-   mulut kering

-   pengendalian diri kurang

-   sering menguap/ngantuk

-   kurang konsentrasi

-   depresi

3. Amfetamin (shabu, ekstasi)

-   kewaspadaan meningkat

-   bergairah

-   rasa senang, bahagia

-   pupil mata melebar

-   denyut nadi dan tekanan darah meningkat

-   sukar tidur/ insomnia

-   hilang nafsu makan

4. Kokain

-   denyut jantung cepat

-   agitasi psikomotor/gelisah

-   euforia/rasa gembira berlebihan

-   rasa harga diri meningkat

-   banyak bicara

-   kewaspadaan meningkat

-   kejang

-   pupil (manik mata) melebar

-   tekanan darah meningkat

-   berkeringat/rasa dingin

-   mual/muntah

-   mudah berkelahi

-   psikosis

-   perdarahan darah otak

-   penyumbatan pembuluh darah

-   nystagmus horisontal/mata bergerak tak terkendali

-   distonia (kekakuan otot leher)

5. Alkohol

-   bicara cadel

-   jalan sempoyongan

-   wajah kemerahan

-   banyak bicara

-   mudah marah

-   gangguan pemusatan perhatian

-   nafas bau alkohol

6. Benzodiazepin (pil nipam, BK, mogadon)

-   bicara cadel

-   jalan sempoyongan

-   wajah kemerahan

-   banyak bicara

-   mudah marah

-   gangguan pemusatan perhatian

Read the rest of this entry »